
"Apa kau baru saja bicara bahasaku?" tanya Xiao Tian dengan mata yang terbelalak.
"Tidak, kau salah. Bukan aku yang berbicara bahasamu. Tapi kau yang berbicara dengan bahasaku," sambung tikus merah dihadapan Xiao Tian.
"Berhenti bercanda, mana mungkin aku bisa bahasa tikus!" bentak Xiao Tian karena tak mempercayai ucapan tikus merah.
"Kalau kau tak bisa bahasa tikus, lalu kenapa kau bisa berbicara denganku?" ucap tikus merah sambil tersenyum tipis.
Mendengar ucapan tikus merah yang cukup masuk akal, Xiao Tian pun mengerutkan dahinya karena masih belum percaya dengan apa yang baru saja terjadi padanya.
"Lihatlah dan amati simbol tikus di kaki kananmu. Aku menggigitmu bukan untuk sesuatu yang percuma, tapi karena aku memerlukan bantuanmu.
Setelah simbol tikus telah terbentuk, kau bisa berbicara dengan tikus manapun."
"Tak hanya itu, simbol tikus juga dapat mempercepat pemulihan kekuatan roh dan energi qi milikmu sehingga terisi penuh."
"Selagi simbol itu masih ada, maka kau bisa memanipulasi kekuatan roh serta tekanan qi milikmu semaksimal mungkin," jelas tikus merah sambil menatap Xiao Tian dengan serius.
"Bukankah itu curang?"
"Kekuatan qi serta kekuatan roh seharusnya tak bisa penuh secara instan. Kenapa kau memberikan hal sehebat ini kepadaku?" tanya Xiao Tian dengan tatapan heran.
"Semua barang bagus memerlukan bayaran yang setimpal. Ada alasan mengapa aku memberimu simbol itu, yaitu karena kami memerlukan bantuanmu untuk keluar dari gua ini," jelas tikus merah sambil menatap Xiao Tian.
"Keluar dari gua?"
"Kenapa kalian ingin keluar dari gua?"
"Bukankah ini memang tempat tinggal kalian?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.
"Gua ini bukanlah tempat kami!"
"Bahkan wujud kami bukanlah wujud yang nyata," jelas tikus merah sambil menundukkan kepalanya.
"Maksudmu?" tanya Xiao Tian dengan tatapan heran.
Melihat Xiao Tian masih belum memahami apa yang dia jelaskan, tikus merah pun menjelaskan semuanya secara rinci. Dari mulai asal usul mereka dan mengapa bisa terjebak di alam roh dalam wujud seekor tikus.
Tikus merah menceritakan bahwa sebenarnya para tikus merupakan perwujudan dari orang orang yang telah gagal dalam melakukan ujian alam roh.
Setiap roh yang tak lulus dalam ujian akan berubah wujud menjadi seekor hewan dan tak akan pernah bisa keluar dari gua. Terputus dari roda reinkarnasi dan terputus dari alam nyata. Menjalani hidup abadi dalam wujud seekor tikus tanpa bisa makan dan minum.
Meski mereka hanyalah roh tanpa raga, mereka tetap merasa lapar.
Menahan lapar selama ribuan tahun merupakan hal yang sungguh menyiksa diri, karena itu mereka begitu mendambakan kematian.
"Jika kalian mendambakan sebuah kematian, kenapa kau tak berani mendekatiku tadi?" tanya Xiao Tian.
"Ada dua alasan dibalik semua itu, pertama kami bisa disiksa tapi tak bisa dibunuh. Meski roh kami telah hancur, kami akan dihidupkan kembali dengan rasa lapar yang berlipat ganda."
"Kematian bukanlah solusi, tapi hanya sarana untuk menyiksa diri. Kami ingin mati tapi tak ingin dihidupkan kembali, hanya kau satu satunya harapan kami."
"Jika kau tak membantu kami maka kami terpaksa menahanmu agar tak pergi dari tempat ini," ucap tikus merah dengan tatapan serius.
Setelah tikus merah mengancam Xiao Tian, para tikus hitam mengeluarkan hawa membunuh mereka secara bersamaan demi menakut nakuti Xiao Tian.
"Jadi intinya aku tak punya pilihan lain selain membantu kalian ya?" ucap Xiao Tian sambil menghela napas.
__ADS_1
"Begitulah," ucap tikus merah sambil tersenyum tipis.
"Berapa orang yang telah kau mintai bantuan seperti ini?"
"Dan kenapa warna bulumu berbeda dengan tikus tikus yang lain?" tanya Xiao Tian dengan tatapan serius.
"Aku berbulu merah karena tak melakukan pembunuhan di dalam gua. Tempat ini merupakan tempat suci, setiap orang yang melakukan pembunuhan di dalam gua akan gagal dalam ujian dan berubah wujud menjadi tikus hitam yang lemah dan tak berdaya," jelas tikus merah.
"Lemah dan tak berdaya?"
"Bagian mananya?"
"Kekuatan mereka berada di atas pendekar tingkat alam ilusi. Satu dari mereka saja sanggup menghancurkan seluruh kerajaan di daratan elemen tanpa kesulitan sedikitpun," ucap Xiao Tian dengan tangan yang dikepalkan.
"Cih, daratan elemen katamu?"
"Ini pertama kalinya aku mendengar nama tempat itu. Seberapa luas tempatmu, dan berapa banyak pendekar alam ilusi di tempatmu berada?" tanya tikus merah dengan senyum tipis.
"Sejauh ini baru satu pendekar alam ilusi yang kutemui, itupun berasal dari pihak iblis yang merupakan musuh bebuyutan manusia," jelas Xiao Tian.
"Jika memang iblis lebih kuat dari bangsa manusia, kenapa kalian masih bisa bertahan hidup?" tanya tikus merah.
"Itu karena manusia bersatu melawan iblis yang jahat, berkat bantuan para Dewa petarung lapisan puncak kami bisa mengusir para iblis yang mengacau. Meski manusia hanya bisa mencapai tahap Dewa Petarung kami bisa bertahan selama ribuan tahun dari serangan para iblis dan membuat mereka bersembunyi," jelas Xiao Tian.
"Dewa petarung katamu?"
"Hahaha,"
"Tak kusangka ternyata masih ada daratan lemah yang masih bisa bertahan."
"Apa kau tahu, semua orang yang kami hadang sebelumnya merupakan orang orang yang berada di atas pendekar tingkat alam naga?"
"Dan mereka semua berasal dari ras manusia,"
ucap tikus merah dengan serius.
"A ... alam naga?" ucap Xiao Tian dengan tubuh yang gemetar.
"Kenapa kau gemetar ketakutan?"
"Tenanglah, kami tak akan membunuhmu. Jika mendengar pendekar alam naga saja kau gemetar ketakutan, apa jadinya jika kau mendengar kultivasiku yang telah mencapai pendekar alam surga?" tanya tikus merah dengan tatapan serius.
"Alam surga katamu?"
"Kenapa pendekar sekuat dirimu bisa gagal dalam ujian?" tanya Xiao Tian dengan tubuh gemetar. Dia mulai ragu dengan kemampuannya karena melihat orang orang yang telah gagal dalam ujian merupakan orang orang yang kekuatannya sangat sangat jauh dari jangkauannya.
Berdasarkan pengetahuannya terdapat beberapa tingkat kekuatan setelah tingkat Dewa Petarung.
-Pendekar alam ilusi
-Pendekar alam roh
-Pendekar alam beast
-Pendekar alam mortal
-Pendekar alam naga
__ADS_1
-Pendekar alam darat
-Pendekar alam angin
-Pendekar alam langit
-Pendekar alam semesta
-Pendekar alam peri
-pendekar alam surga
-pendekar alam abadi
-Pendekar alam Dewa
Sedangkan saat ini kekuatan Xiao Tian hanyalah mencapai tingkat dewa petarung lapisan pertama. Perbedaan kultivasi yang terlampau jauh membuatnya semakin ragu akan keberhasilannya dalam melakukan ujian.
Dengan wajah yang frustasi, Xiao Tian pun berkata, "Jika pendekar sehebat kalian saja tak bisa menyelesaikan ujian, bagaimana mungkin pendekar lemah sepertiku bisa menyelesaikan ujian ini?"
"Justrul karena kau lemah maka kesempatanmu untuk berhasil menjadi sangat tinggi," sambung tikus merah sambil menatap Xiao Tian.
"Maksudmu?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Jika kau lebih kuat dari kami, kau pasti sudah membunuh kami sejak awal. Sama seperti yang para tikus hitam lakukan sebelum mereka dikutuk menjadi tikus karena gagal dalam ujian. Membunuh adalah hal terlarang disini. Meski hanya untuk melindungi diri, kau akan gagal dalam ujian jika membunuh salah satu dari kami," jelas tikus merah dengan tatapan serius.
"Gagal dalam ujian?" tanya Xiao Tian dengan mata terbelalak.
"Benar sekali, kebanyakan dari tikus hitam disini gagal karena melakukan kesalahan yang sama. Mereka gagal karena membunuhku dan para tikus hitam yang menghalangi jalannya.
Padahal aku dan para tikus hitam tak ada niat membunuh sedikitpun. Kami menghalangi semua peserta ujian untuk dimintai tolong. Dan ini pertama kalinya kami berhasil menundukkan peserta ujian sepertimu," jelas tikus merah dengan tatapan serius.
"Begitu ya?"
"Lalu apa yang harus kulakukan agar bisa lulus ujian?"
"Dan bagaimana caranya agar aku bisa membebaskan kalian dari belenggu alam roh?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Tempat ini dipenuhi jebakan, tapi kau tak perlu khawatir karena kami akan membimbingmu sampai ke kristal emas dengan selamat."
"Jadi tak perlu pikirkan hal lain, karena kau sudah dipastikan lolos dalam ujian roh tikus suci. Karena kami sudah hapal betul letak jebakan disini."
"Ingatlah, kami membantumu bukan secara cuma cuma."
"Kau harus melakukan satu hal untuk kami," ucap tikus merah dengan tatapan serius.
"Apa itu?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Ketika bertemu tikus emas yang merupakan perwujudan dari roh tikus suci nanti ... ,"
"Tolong minta kepadanya agar melepaskan roh kami, agar ki bisa kembali ke roda reinkarnasi," ucap tikus merah sambil menundukkan kepalanya.
"Tolong bantu kami agar lepas dari gua ini," ucap para tikus hitam sambil menundukkan kepala mereka.
Melihat para tikus tampak begitu tulus memohon kepadanya, Xiao Tian pun akhirnya luluh hingga mau berjanji membebaskan mereka semua setelah lolos dari ujian yang sedang dia jalani.
"Baiklah, aku berjanji akan meminta kebebasan kalian setelah lolos dalam ujian kali ini," ucap Xiao Tian dengan wajah serius.
__ADS_1