
"Aku akan keluar untuk melihat apa yamg terjadi, kalian tetaplah disini. Aku akan menyuruh orang kepercayaanku untuk berjaga di luar pintu. Jika kalian bertemu dengan harimau yang berjalan seperti manusia jangan takut untuk menyapanya. Karena makhluk itu adalah bawahanku." Xiao Tian berjalan ke arah pintu.
"Sejak kapan siluman harimau menjadi bawahanmu?"
"Mereka adalah makhluk jahat yang telah menculikku, apakah kau dalang dibalik penculikanku?"
"Jawab aku, Yanyan." tanya putri Jia Li.
"Ceritanya panjang, yang pasti mereka tak sejahat pikiranmu. Aku akan menjelaskannya nanti, tolong percayalah padaku, Lily." Xiao Tian pergi keluar kamar.
Saat keluar kamar Xiao Tian berpapasan dengan salah satu siluman harimau yang terlihat begitu panik.
"Hosh hosh hosh(Nafas terengah-engah)
"Gawat, kita telah diserang. Kabar mengenai kalahnya raja iblis Lanbing telah menyebar. Kini lima bangsa siluman penghuni dimensi es telah mengacau di luar istana." ucap siluman harimau itu.
"Cih, dimana kaibo dan naga hitam?" tanya Xiao Tian.
"Saat ini mereka sedang berada di luar istana bersama teman-temanku yang lain, mereka sedang menahan para pengacau agar tak memasuki istana." jawab siluman harimau putih itu.
Ketika sedang berbincang dengan siluman harimau yang ada dihadapannya, suara pertarungan terdengar jelas dari luar istana.
Srakk trang trang duarr
Xiao Tian langsung berjalan keluar istana untuk melihat situasi diluar istana.
"Tunggu tuan, kau ingin pergi kemana?"
"Diluar terlalu berbahaya, sebaiknya kau abaikan istana ini dan bawa kedua wanitamu pergi dari istana ini," ucap salah satu siluman harimau sambil menatap ke punggung Xiao Tian.
Xiao Tian menghentikan langkahnya, lalu berkata,
"Istana ini telah menjadi milikku, kalian juga telah mengabdi padaku. Aku tak akan pernah meninggalkan istana saat terjadi kekacauan di istana."
"Percayalah padaku, jagalah putri Jia Li dan putri Feng Yin saat aku keluar istana."
"Pastikan mereka tak ikut campur dengan kekacauan yang terjadi." Xiao Tian berjalan menuju keluar istana meninggalkan lawan bicaranya dengan langkah yang penuh kepercayaan diri.
"Terima kasih karena tak meninggalkan kami. Akan kupastikan kedua wanitamu tak akan ikut campur dalam kekacauan yang terjadi."
####
__ADS_1
Ketika sampai diluar istana, Xiao Tian melihat Kaibo dan para siluman harimau sedang kewalahan melawan siluman kelinci yang merupakan siluman terlemah dari lima bangsa lain yang menghuni dimensi es.
Yang menyerang di istana kali ini adalah lima orang jenderal dari bangsa siluman yang berbeda. Mereka memiliki postur tubuh seperti manusia, namun memiliki bulu dan wajah yang berbentuk hewan.
Kaibo menghujani tubuh siluman kelinci dengan ribuan pedangnya, namun semua pedang Kaibo hancur saat menyentuh ujung jari telunjuk dari siluman kelinci itu.
Fokus para siluman harimau mengarah pada siluman kelinci karena para siluman yang lain hanya menyerang ketika ada yang menyerabg mereka. Namun meski mengeroyok jenderal siluman kelinci, para siluman harimau dan Kaibo dibuat begitu kewalahan. Mereka tak sanggup melukainya sama sekali.
"Cih mereka bahkan dibuat repot saat melawan jenderal kelinci. Padahal jenderal dari siluman kelinci jauh lebih lemah dari empat jenderal siluman yang lain." ucap jenderal siluman rubah putih.
"Sepertinya kita tak perlu ikut campur untuk mengacaukan istana es. Bocah kecil itu menaiki naga hitam raksasa, apa benar kalau dia yang mengalahkan raja iblis Lanbing?" ucap jenderal siluman angsa.
"Istana es pasti akan menjadi milik bangsa siluman rubah merah, karena bangsa ki jauh lebih kuat dari bangsa siluman yang lain." Jenderal siluman rubah merah tersenyum lebar.
"Hahahah, berhenti bermimpi. Hanya karena bangsamu berhasil menjadi juara kedua dari turnamen para raja sebelumnya, bukan berarti kalau bangsa yang lain akan selalu ada di bawah bangsamu."
"Lihatlah dengan baik, bahkan jenderal dari siluman kelinci pun terlihat begitu kuat saat ini."
"Berbeda dengan ratusan tahun yang lalu," ucap siluman rusa dengan nada menghina.
"Cih, itu semua karena lawannya saja yang terlalu lemah." Siluman rubah merah menatap mata siluman rusa dengan tatapan kesal.
"Beraninya pemakan rumput sepertimu menatapku dengan pandangan rendahan seperti itu, ingatlah bangsamu tak akan mungkin bisa mengalahkan bangsa predator seperti bangsaku!" Jenderal siluman rubah merah melontarkan pukulan ke tubuh jenderal siluman rusa, namun pukulannya di tahan hanya dengan satu tangan.
"Apa kau ingin memulai perang dengan bangsaku?" tanya siluman rusa.
"Hei kalian berdua, berhentilah meributkan hal yang tidak penting. Kita harus fokus terhadap rencana aliansi, hanya untuk kali ini saja. Kita akan bekerja sama untuk menjatuhkan istana es. Setelah istana es tak memiliki penghuni lagi maka kita akan adakan turnamen kerajaan untuk memperebutkan istana tersebut." Jenderal dari siluman angsa melerai siluman rusa dan siluman rubah merah.
"Cih." Jenderal siluman rubah merah dan jenderal siluman rusa memalingkan wajah mereka dan sepakat untuk berdamai.
#####
Duar duar duarrr
Semua ledakan bola api kuning yang berasal dari semburan naga hitam raksasa, dipentalkan balik hingga mengenai perut dan kedua sayap naga hitam raksasa.
Jenderal siluman kelinci menghajar semua siluman harimau yang menyerangnya dengan tangan kosong. Naga hitam yang sedang dinaiki Kaibo perlahan jatuh menghantam daratan karena perut dan sayapnya telah terluka akibat ledakan bola api yang mengenai tubuhnya.
"Cih, lemah," ucap jenderal siluman kelinci.
Xiao Tian melesat dengan kecepatan tinggi ke arah jenderal siluman kelinci. Karena tak menduga akan diserang Xiao Tian, dia pun terkena tendangan keras dari kaki kanan Xiao Tian.
__ADS_1
Bukkk
"Beraninya kau mengacau di istanaku." Xiao Tian membuat jenderal siluman kelinci terpental hingga menabrak jenderal siluman rubah putih yang sedang memperrhatikan pertarungan.
"Siapa kau, Manusia?" tanya jenderal siluman rubah putih.
"Ahhahah, lihatlah jenderal siluman kelinci ternyata memang masih sangat lemah, dia bahkan bisa dikalahkan oleh seorang manusia," ledek jenderal siluman rubah merah.
"Cih, aku belum kalah. Dia hanya beruntung karena bisa mengenaiku. Tapi, tak akan terjadi untuk kedua kalinya." Jenderal siluman kelinci melesat ke arah Xiao Tian sambil menusukkan jari telunjuknya ke arah dada Xiao Tian.
"Mainan seperti ini tak akan berpengaruh padaku." Xiao Tian menahan jari telunjuk jenderal siluman kelinci dengan menyapitnya memakai ibu jari serta jari telunjuknya. Xiao Tian menjepit jari telunjuk jenderal siluman kelinci sambil mengaktifkan tubuh sekeras perak yang berasal dari kekuatan relik Tailing Zen, dia juga mengaktifkan teknik tempurung naga untuk memperkeras tubuhnya.
Krakkk
Jenderal siluman kelinci berteriak kesakitan karena jari telunjuknya dipatahkan oleh Xiao Tian hanya dalam hitungan detik.
"Aaaaa."
"Telunjuk tajamku!"
"Beraninya kau!" belum sempat jenderal diluman kelinci menghajar Xiao Tian, dia menerima pukulan keras dari tangan kanan Xiao Tian diikuti oleh jurus relik beku yang membuat seluruh tubuhnya membeku hingga dilapisi balok es.
Setelah membuat jenderal siluman kelinci membeku, Xiao Tian meledakkan tubuh beku jenderal siluman kelinci dengan mengeluarkan bola api kuning dari telapak tangannya.
Duar....
"Dasar lemah." Xiao Tian menatap kearah jenderal siluman yang lain dengan tatapan yang mengancam.
"Luar biasa, sepertinya kaulah dalang dibalik tewasnya raja iblis Lanbing."
"Aku ucapkan terima kasih sekaligus selamat tinggal. Karena hari ini kau akan tewas di tangan kami." Jenderal siluman rubah merah mengeluarkan aura siluman di sekitar tubuhnya. Aura merah yang menyelimuti tubuhnya semakin tebal dan mengeluarkan hawa panas yang sanggup mencairkan daratan salju yang sedang dia injak.
Ketiga jenderal siluman yang lain juga mengeluarkan hawa siluman mereka. Sejak memiliki ikatan dengan kunci dimensi es, Xiao Tian bisa melihat dengan jelas hawa siluman yang di keluarkan para jenderal siluman yang berada di hadapannya itu.
"Ingin main keroyokan ya?"
"Kalian telah salah memilih lawan. Jika kalian tidak mundur sekarang, aku jamin kalian akan bernasib sama seperti jenderal siluman kelinci." Xiao Tian mengancam para musuhnya, dia berharap bisa membuat musuhnya pergi tanpa melakukan pertarungan. Dia ingin menghemat sedikit energi qi yang tersisa, namun mereka tak terpengaruh sehingga mau tidak mau dia harus meladeni mereka.
"Cih, semoga saja energi qi milikku cukup untuk menghadapi mereka sekaligus. Aku tak memiliki stok pil pemulih energi saat ini. Kuharap mereka tak memiliki kekuatan yang merepotkan," pikir Xiao Tian.
bersambung...
__ADS_1