Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 345 : Terbentuknya aliansi


__ADS_3

Sunlong menelan habis lautan jiwa tubuh para kultivator iblis dari sekte singa perak. Setelah itu membiarkan para roh iblis merasuki tubuh tubuh tersebut sesuai permintaan Xiao Tian.


Dan menyuruh para roh iblis serta siluman melanjutkan penyamaran mereka. Saat Xiao Tian melakukan teknik perubahan wajah dihadapan semua orang, keraguan mengenai identitasnya pun mulai bermunculan.


"Maaf jika aku lancang, tapi apakah kau benar benar kakakku?" tanya Tian Bai sambil mengerutkan dahi.


"Aku tak bermaksud menipu kalian, tapi semua ini kulakukan demi keamanan kalian juga," ucap Xiao Tian sambil membuka topeng Dewanya.


Melihat wajah Xiao Tian berada tepat di balik topeng tersebut, semua orang langsung memberi hormat sambil menundukkan kepala.


"Jika boleh saya tahu, sejak kapan tuan menyamar menjadi kakakku?" tanya Tian Bai sambil menatap mata Xiao Tian.


"Sejak kau berpikir bahwa aku kembali sebagai Tian Zhong saat itu," jawab Xiao Tian sambil menyimpan topeng Dewanya ke dalam cincin ruang.


Mendengar jawaban Xiao Tian membuat semua orang berpikir bahwa Tian Zhong tak benar benar hidup. Mereka terlihat begitu kecewa hingga menundukkan kepala tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Kegembiraan sesaat karena memenangkan turnamen hilang seketika setelah mengetahui bahwa Xiao Tian lah yang menggantikan Tian Zhong selama ini.


Disaat semua orang sedang terlihat begitu frustasi, Tian Zhong kembali dari celah neraka untuk melapor kepada Xiao Tian bahwa Lian Ting akan segera sadar dari pingsannya.


Melihat ekspresi kecewa dimata semua orang, Tian Zhong oun berkata,


"Ada apa ini?"


"Kenapa kalian terlihat murung?"


"Dan apa apaan dengan tampangmu itu?"


"Kenapa kau membongkar identitasmu sebelum bertanya padaku?" tanya Tian Zhong sambil menghela napas.


Namun karena Tian Zhong saat itu menggunakan rupa jenderal Chen Li, reaksi Tian Bai pun semakin menjadi,


"Jadi kau tahu soal ini juga, jenderal Chen Li?" tanya Tian Bai sambil menghela napas.


"Aku bukanlah jenderal Chen Li, tapi aku adalah Tian Zhong. Kakak kandungmu," ucap Tian Zhong dalam rupa jenderal Chen Li.


"Dengan adanya teknik merubah rupa, aku jadi tak bisa mempercayai sembarang orang lagi. Apa bukti bahwa kau adalah kakakku yang asli?"


"Sedangkan wajahmu saja terlihat seperti jenderal Chen Li," tanya Tian Bai sambil menatap mata Tian Zhong.


"Diragukan oleh adik sendiri, tak kusangka ini bisa terjadi padaku. Kau benar benar membuatku kecewa kali ini. Kau bahkan tak bisa membedakan antara aku yang asli dengan yang palsu. Membuat Xiao Tian menyamar menjadi diriku adalah rencanaku sendiri, dan kami benar benar bekerja sama sejak awal. Hanya saja hubungan kami bukanlah seorang guru dengan murid, melainkan teman seperjuangan yang memiliki tujuan yang sama," ucap Tian Zhong sambil menatap Tian Bai.


"Ingin rasanya aku mempercayai bahwa kau adalah kakakku, tapi aku takut tertipu lagi seperti sebelumnya," ucap Tian Bai sambil menundukkan kepala.


"Kau tak perlu mempercayaiku, memang lebih baik jika kau percaya bahwa aku telah tiada. Sampai jumpa, adik," ucap Tian Zhong sambil menghela napas.


"Kau mau kemana?" tanya Xiao Tian sambil menatap punggung Tian Zhong.


"Kemana lagi kalau bukan ke kerajaan," ucap Tian Zhong sambil menghentikan langkahnya.


"Oh iya, apakah kau tak menginginkan giokmu kembali?" tanya Xiao Tian sambil mengeluarkan kalung giok hijau bercorak merak dari balik pakaiannya.


"Sudah kuduga kalau giokku ada padanya. Sepertinya dia merampasnya dariku ketika pingsan waktu itu. Tapi aku harus pura pura tak mengenali giok tersebut untuk menutupi identitasku. Biarlah mereka berpikir bahwa aku telah mati, bagaimanapun relik kaisar iblis ditubuhku bisa membahayakan mereka suatu saan nanti," pikir Tian Zhong sambil melanjutkan langkahnya.


"Giok itu adalah giok kesayangan kakak, bagaimana bisa giok itu berakhir di tangannya?" pikir Tian Zhong sambil mengerutkan dahi.


"Sepertinya kau benar benar tak menginginkan giok ini lagi ya?" tanya Xiao Tian sambil mengangkat gioknya ke atas udara.


"Ambil saja, aku tak mengenal giok itu," ucap Tian Zhong dengan tangan yang terkepal erat.


Kretakkk


"Aku juga tak membutuhkannya, jadi kuhancurkan saja," ucap Xiao Tian sambil meremas erat kalung giok ditangannya.


"Jika kau tak mengambilnya, aku akan meremasnya terus hingga menjadi abu loh," ucap Xiao Tian sambil menggenggam erat kalung giok.

__ADS_1


Kretakkk


Giok hijau kembali mengalami keretakan


*** Zhong langsung menghentikan langkahnya, lalu berbalik arah menyerang Xiao Tian hingga membuatnya terpukul mundur menabrak dinding. Sedangkan kalung gioknya berhasil dia rampas kembali. Anehnya giok tersebut terlihat utuh tanpa lecet sedikitpun.


Duakk


Krakk


"Singkirkan tangan kotormu dari giok ibuku!" bentak Tian Zhong dengan napas terengah engah.


"Pukulan seorang pendekar alam awan memang luar biasa," pikir Xiao Tian dengan darah yang mengalir keluar melewati pinggiran bibirnya.


Sambil berpura pura bahwa dia tak terkena dampak apapun, Xiao Tian diam diam menelan pil pemulih ketika semua fokus sedang teralihkan ke arah Tian Zhong.


Wajah tiruan Tian Zhong memudar karena Xiao Tian terluka. Berbeda dengan para siluman yang sudah bisa mengganti rupa mereka sendiri, Tian Zhong dapat menyamar menjadi Chen Li dengan bantuan kekuatan qi Xiao Tian. Karena Xiao Tian terluka, teknik perubah wajahnya pun pudar.


"Gioknya masih utuh?"


"Bagaimana bisa?"


"Aku yakin kalau tadi aku mendengar suara retakan. Bagaimana bisa ini utuh seperti ini?"


pikir Tian Zhong dengan mata terbelalak.


Setelah menelan pil secara diam diam, Xiao Tian langsung mengaktifkan teknik teleportasi. Dan muncul seketika di belakang punggung Tian Zhong tanpa luka sedikitpun.


Saat baru muncul, dia langsung menepuk pundak Tian Zhong sambil tersenyum. melalui telepati dia pun berkata,


"Kau bisa mendapat kepercayaan adikmu lagi sekarang, aku hanya ingin membuat mereka sadar bahwa selama ini yang membantu mereka secara langsung adalah aku dan bukan dirimu. Oh iya, jangan lupa untuk menceritakan kepada mereka tentang permintaan aliansi. Dan jangan khawatirkan soal relik kaisar iblis di tubuhmu. Segelku tidaklah selemah milikmu. Selagi segelnya aktif, tak akan ada yang bisa menyadari bahwa di dalam tubuhmu ada sebuah relik kaisar iblis. Jadi kau tak perlu takut lagi untuk bergabung dengan sektemu,"


"Tak akan ada yang bisa menyadarinya?"


"Benar sekali," ucap Xiao Tian tepat sebeluk dirinya menghilang dari hadapan semua orang.


Ketika Xiao Tian menghilang, para roh iblis yang telah mendapat tubuh baru mereka langsung pergi menuju celah neraka untuk menyusul Xiao Tian.


Para siluman yang masih dalam mode penyamaran mereka pun ikut pergi ke sana untuk menyusul para roh iblis.


"Maafkan aku karena telah meragukanmu Kakak!" ucap Tian Bai sambil menundukkan kepala.


"Maafkan kami juga patriach Tian Zhong," ucap para tetua dan murid murid sekte badai herduri sambil menundukkan kepalanya.


"Ada apa dengan wajah murung kalian itu?"


"Aku masih hidup, dan kita baru saja memenangkan turnamen. Kenapa malah terlihat begitu lemas?"


"Apakah kalian tak suka kenyataan bahwa aku masih hidup?" ucap Tian Zhong sambil menghela napas.


"Bu ... bukan begitu kak, hanya saja ketiga sekte saat ini telah dihancurkan. Dan berdasarkan pengamatanku, kalian juga pasti menghabisi pasukan bayangan kerajaan serta jenderal Chen Li yang asli bukan?" tanya Tian Bai sambil memasang tampang khawatir.


"Tenanglah, semuanya sudah direncanakan dengan matang oleh bocah itu. Dia akan membuat pasukannya menyamar menjadi orang orang yang telah tewas seperti sebelumnya. Dengan begitu tak akan ada kecurigaan yang timbul dari pihak kerajaan," jawab Tian Zhong sambil tersenyum.


"Begitu ya kak," ucap Tian Bai sambil bernapas lega.


"Oh iya, Xiao Tian telah menawarkan sebuah ikatan aliansi. Bagaimana menurutmu, Tian Bai?" tanya Tian Zhong sambil menatap mata Tian Bai.


"Meski dia seorang pembunuh kejam yang paling dicari di daratan ini, dia tetap memiliki jasa besar terhadap sekte ini. Tanpa dia sekte ini pasti sudah musnah, dan mungkin aku tak akan bisa bernapas samapai saat ini," jawab Tian Bai sambil menghela napas.


"Bagaimana dengan kalian?" tanya Tian Zhong sambil menatap para tetua.


"Tentu saja kami setuju, jasanya sangatlah besar terhadap sekte. Lagipula jauh sebelum identitas aslinya terungkap, kami sudah bersumpah untuk membalasnya dengan jiwa dan raga kami.

__ADS_1


" Tadinya kami berniat keluar dari sekte untuk membalas budi master Xiao Tian, namun berhubung dia meminta hubungan aliansi. Maka kami akan menetap disini," ucap Xia Hu sambil mewakili para murid dari cabang petarung.


"Dia telah memberikan harta tingkat kerajaan terhadap cabang alkemis. Bahkan tanpa adanya permintaan aliansi, kami semua sudah berjanji untuk mengabdikan diri kepadanya," ucap Xianlun sambil memberi hormat.


Para tetua alkemis ikut mengangguk untuk memberi kode bahwa mereka setuju dengan ucapan Xianlun.


"Sepertinya bicah itu benar benar berhasil mengambil hati orang orangku, sepertinya tak ada alasan lagi untuk menolak permintaannya," pikir Tian Zhong sambil menghela napas.


#Wilayah terlarang sekte badai berduri


#Celah neraka


Kultivasi Lian Ting telah Tian Zhong lumpuhkan, hingga membuatnya menjadi orang biasa. Tangan dan kakinya terikat oleh tali yang terikat secara terpisah. Hingga memaksa tubuh lumpuhnya untuk berdiri dengan tangan dan kaki yang terikat.


Xiao Tian menemui Lian Ting dengan sebuah topeng di wajahnya hanya sekedar untuk memberi tahu bahwa dialah dalang dari semua yang terjadi.


"Sebenarnya siapa pria bertopeng ini."


"Apa yang dia mau dariku?"


"Kenapa dia tak membunuhku seperti yang lainnya?" pikir Lian Ting sambil menatap mata Xiao Tian.


"Lian Ting, putri terbuang dari kerajaan Ning. Berumur 18 tahun, namun menyembunyikan identitas keputriannya dengan menggunakan rupa seorang wanita berumur 30 tahun."


"Tadinya aku tak begitu paham identitasmu, hingga akhirnya kau mengaku sebagai seorang putri didalam turnamen tadi," ucap Xiao Tian sambil merubah wajah Lian Ting.


"Cuih!"


"Jauhkan tangan kotormu dariku!


ucap Lian Ting sambil meludahi Xiao Tian.


"Aku mencoba bersabar menghadapimu, tapi kau malah terus bertindak kurang ajar. Sadarilah dimana posisimu saat ini," ucap Xiao Tian sambil melempar sebuah pil hitam ke mulut Lian Ting.


"Uhuk uhuk, pil apa yang kau masukkan ke mulutku!" teriak Lian Ting sambil mencoba memuntahkan pil yang tak sengaja tertelan.


"Bukan apa apa, hanya sebuah pil yang akan membuatmu menginginkan kematian," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.


Setelah beberapa detik, pil mulai bereaksi. Semua otot tiba tiba menjadi tegang. Kemudian rasa sakit bagai kulit tersayat langsung Lian Ting rasakan.


"Sial, bunuh saja aku!"


"Ini benar benar menyakitkan!" teriak Lian Ting sambil menatap mata Xiao Tian.


"Bukankah para korbanmu juga merasakan hal ini?"


"Tapi kau tetap melanjutkan teknik sesatmu itu bukan?" tanya Xiao Tian sambil menatap Lian Ting dengan tajam.


"Aku hanya memanfaatkan orang orang lemah yang tak berguna untuk memperkuat kultivasi sekteku. Pengorbanan mereka tidaklah sia sia. Seharusnya kau bersyukur karena ada orang baik sepertiku yang membuat hidup mereka lebih bermanfaat bagi orang orang kuat," ucap Lian Ting sambil menatap tajam mata Xiao Tian.


"Mengorbankan nyawa mereka kau anggap sebagai sebuah bantuan?"


"Dasar sinting!" ucap Xiao Tian sambil melemparkan pil hitam lain dengan dosis yang lebih tinggi.


Badummp


Badummpp


Seketika jantungnya mulai terasa sakit, Lian Ting pun mulai berteriak kesakitan karena hal itu.


"Kenapa kau malah menyiksanya seperti ini?" bisik Sunlong dengan rupa Penatua Feng.


"Saat ini Dewa petir sedang pergi, jadi aku tak punya cara lain untuk menggali informasi tentang lokasi api suci darinya. Dengan mental yang rusak seperti itu, aku jamin dia tak akan memberitahukanku lokasinya dengan begitu mudah," jawab Xiao Tian melalui telepati.

__ADS_1


__ADS_2