
"Salam Dewa Kera Sun Wu Kong," ucap Xiao Tian dan Dewa Petir sambil memberi hormat.
Xiao Tian dan Dewa Petir mengenal baik Wu Kong, sedangkan Sunlong baru pertama kali bertemu langsung dengannya. Dan juga pertama kali baginya melihat seorang Dewa yang berwujud kera. Dia menatap Sun Wu Kong dengan tatapan ssrius sembari duduk di atas bahu kanan Xiao Tian.
"Apa kau benar benar seorang Dewa?" tanya Sunlong sambil menatap Wu Kong.
"Apa maksud pertanyaanmu, Kadal kecil?" tanya Wu Kong sambil menatap Sunlong.
"Kenapa aku merasakan hawa siluman dari tubuhmu?"
"Wajahmu juga tampak seperti kera, penuh dengan bulu."
"Kau lebih mirip dengan seorang siluman kera dari pada seorang Dewa," tanya Sunlong sambil menatap Sun Wu Kong.
"Kadal yang pintar, kau bahkan bisa merasakan hawa siluman dari tubuhku. Sayangnya kau tak bisa merasakan aura Dewa karena kultivasimu yang teramat rendah."
"Aku memang terlahir sebagai seorang siluman kera, tapi kekuatanku melampaui kekuatan seorang Dewa. Jika aku mau, kaisar langit dan seluruh prajurit surga bisa ku basmi habis hanya dengan tanganku sendiri," jelas Wu Kong sambil menginjak tubuh Huai Zhong.
"Siluman yang telah menjadi Dewa, menarik sekali. Bisakah bangsa iblis sepertiku menjadi seorang Dewa sepertimu?" tanya Sunlong dengan tatapan serius.
"Tentu saja, semua orang bisa menjadi Dewa asalkan mau berusaha. Bukan hanya bangsa manusia dan siluman, bahkan bangsa iblis dan vampir pun memiliki kesempatan untuk menjadi seorang Dewa," jelas Wu Kong sambil tersenyum.
"Lalu syarat apa yang harus kulakukan untuk bisa menjadi seorang Dewa sepertimu?" tanya Sunlong sambil menatap Wu Kong.
"Untuk sisanya kau tanyakan saja pada Dewa Petir, aku punya urusan penting yang harus cepat ditangani," Sambung Wu Kong dengan senyum tipis di wajahnya.
"Tapi ... ," belum sempat Sunlong menyelesaikan kalimatnya, Xiao Tian menutup mulut Sunlong lalu berkata, "Maaf atas kelancangan roh beladiriku. Dia tak bermaksud untuk membuang waktumu."
"Jika Dewa Kera merasa terganggu dengan pertanyaannya maka hukum saja aku, dan jangan sakiti dia yang tak mengerti apapun soal dirimu," ucap Xiao Tian sambil menutup mulut Sunlong dengan tangan kirinya. Dia menutup mulut Sunlong sambil tersenyum tipis menatap Wu Kong yang berada di hadapannya.
ketika Xiao Tian tersenyum sambil menutupi rasa kesalnya terhadap Sunlong yang tak berhenti melontarkan pertanyaan, Wu Kong berjalan mendekati mereka sambil meninggalkan tubuh Huai Zhong.
Xiao Tian melepaskan tangan kirinya dari mulut Sunlong setelah dia berhenti mencoba berbicara.
__ADS_1
Setelah berada tepat di dekat Xiao Tian, Dewa kera Sun Wu Kong menyentuh kepala Sunlong sambil berkata, "Tahanlah sebentar, ini akan terasa sedikit sakit. Namun setelah rasa sakit berhasil kau lewati maka kemampuanmu untuk berkultivasi akan kembali."
Setelah selang beberapa detik, telapak tangan Wu Kong mengeluarkan cahaya emas yang terus merambat hingga menyelimuti tubuh Sunlong. Cahaya tersebut mengandung tekanan qi yang teramat dahsyat sehingga membuat Sunlong berteriak kesakitan.
"Aaaaaa!" Sunlong berteriak sambil menahan rasa sakit kepala yang teramat dahsyat.
Alasan mengapa Sunlong merasa begitu kesakitan yaitu karena Wu Kong menggunakan elemen cahaya yang telah mencapai tingkat tinggi.
Biasanya bangsa iblis seperti Sunlong akan lenyap menjadi abu jika bersentuhan dengan elemen cahaya tingkat tinggi. Namun karena cahaya emas tersebut berasal dari Wu Kong yang telah mencapai kesempurnaan, alhasil Sunlong hanya merasakan sakit kepala yang teramat dalam.
Tekad Sunlong untuk kembali menjadi kuat memang sangatlah kuat sehingga bisa menahan tekanan qi milik Dewa Kera Sun Wu Kong untuk beberapa menit. Akan tetapi dia tak bisa Wu Kong menghentikan proses kenaikan tingkat saat melihat Sunlong mulai terlihat memudar.
Karena Sun Wu Kong menarik kembali cahaya emasnya, Sunlong pun menatapnya dengan heran. Sambil mengerutkan dahi dan dengan napas yang terengah engah, Sunlong berkata,
"Kenapa kau berhenti, Dewa Kera?"
"Lihatlah kondisi tubuhmu, aku tak bisa melanjutkan proses pemulihan kultivasi lebih lama lagi karena tubuhmu yang terlalu lemah," ucap Wu Kong sambil menarik kembali tangannya yang telah menempel di kepala Sunlong.
Setelah melihat tubuhnya yang semakin transparan, Sunlong pun memahami maksud Wu Kong. Meski ukuran tubuhnya belum berubah, setidaknya saat ini kultivasi Sulong telah mencapai petarung emas lapisan puncak.
"Dan tak bisa naik tingkat melebihi kekuatan petarung emas lapisan puncak?" tanya Sunlong dengan frustasi.
"Kau harus melepaskan kontrak roh beladiri untuk berkultivasi ke tingkat lanjut. Maafkan aku karena tak bisa membantumu lebih jauh," jelas Wu Kong sambil mengelus elus kepala Sunlong.
"Begitu ya," ucap Sunlong sambil menundukkan kepalanya. Dia begitu frustasi karena berpikir Xiao Tian tak akan pernah mau menghapus ikatan kontrak roh beladiri dengannya. Namun diluar dugaan Sunlong, Xiao Tian memotong pembicaraan mereka dengan berkata,
"Jika melepaskan kontrak roh beladiri dapat mengembalikan kekuatan Sunlong, maka tolong lepaskan ikatan kami. Aku tak ingin dia terus merasa tersiksa akibat rantai perak yang selalu muncul saat tercipta jarak diantara kami."
Xiao Tian menundukkan kepalanya sambil memberi hormat, Sambil melirik Xiao Tian dengan tatapan serius, Wu Kong pun berkata, "Kau yakin?"
"Seribu persen yakin Dewa Kera, aku tak akan pernah menarik kata kataku lagi. Tolong bantu kami melepaskan kontrak roh beladiri kami," ucap Xiao Tian sambil memberi hormat.
"Apa manusia ini benar-benar tak bercanda?" pikir Sunlong dengan sambil melirik ke arah kepala Xiao Tian.
__ADS_1
"Untuk melepaskan kontrak roh beladiri, sang pemilik kontrak yaitu dirimu, harus melakukan ujian alam roh."
Ujian alam roh bukanlah hal yang mudah ditangani oleh seorang manusia sepertimu. Jika kau gagal dalam melakukan ujian alam roh, maka rohmu tak akan bisa kembali ke dalam tubuh fisikmu. Jika kau gagal dalam ujian alam roh, kau juga tak akan bisa kembali ke dunia nyata ataupun bereinkarnasi ke dunia lain. Dengan kata lain, kau akan terjebak di alam roh selamanya," jelas Wu Kong sambil menatap Xiao Tian yang membungkukkan kepala di hadapannya.
"Aku tak peduli dengan konsekuensinya. Jika memang ujian alam roh merupakan satu satumya cara untuk membebaskan Sunlong dari belenggu kontrak roh beladiri, maka aku siap melakukan ujian alam roh dan menanggung semua resikonya seorang diri," sambung Xiao Tian sambil memberi hormat.
"Kau tak perlu berpura-pura sampai sejauh ini, tolong jangan memberikanku harapan palsu," ucap Sunlong telepati.
"Aku tak sedang bersandiwara, aku benar benar akan melakukan ujian alam roh sesuai janjiku waktu itu," sambung Xiao Tian melalui telepati.
"Berhenti berbicara melalui telepati, aku bisa mendengar semua percakapan kalian dengan jelas. Jangan lupa kalau dihadapan kalian ini merupakan seorang Dewa Kera yang pernah mengacaukan istana langit. Tak ada satupun yang bisa kalian rahasiakan dariku," sambung Wu Kong melalui telepati.
"Ah, maafkan kami Dewa Kera. Kami tak bermaksud menyembunyikan sesuatu darimu dengan berbicara melalui telepati," ucap Xiao Tian sambil memberi hormat.
"Aku tak peduli dengan pembicaraan kalian, tapi hanya satu yang kupedulikan saat ini. Cepat katakan padaku apa keputusanmu tetap sama?" tanya Wu Kong sambil menatap Xiao Tian.
"Maafkan atas kelancanganku, Dewa Kera. Keputusanku tetap sama, aku siap menerima ujian alam roh sekadang juga," jawab Xiao Tian sambil memberi hormat.
"Kalau begitu baiklah, akan kubuka gerbang alam roh dari tibuhmu," sambung Wu Kong sambil menatap Xiao Tian.
Belum sempat Xiao Tian mengucapkan terimakasih kepada Wu Kong, Dewa petir memotong pembicaraan mereka dengan berkata, "Tolong pikirkan sekali lagi, Dewa Kera. ini menyangkut masa depan alam semesta ke dua. Jika Xiao Tian gagal dalam ujian ini maka ... " belum sempat Dewa petir menyelesaikan kalimatnya, Wu Kong berkata, "Diamlah, aku tak perlu pendapatmu. Aku tahu apa yang sedang kulakukan. Jadi jangan pernah mempertanyakan keputusanku."
Setelah mendengar ucapan Wu Kong, Dewa Petir pun tak ingin menyela lagi, dengan terpaksa dia pun menyetujui Xiao Tian melakukan ujian alam roh.
#####
Terimakasih karena sudah menyempatkan diri untuk membaca novel sederhanaku ini.
Jangan lupa like, komen dan vote ya biar author makin semangat update.
Komentar dan like kalian adalah penyemangatku.
Maaf kalau belum bisa nulis dengan terjadwal.
__ADS_1
Karena author punya dunia nyata yang harus diurus.😁😁