
#Gedung pusat sekte badai berduri
#Kamar Xiao Tian dan putri Jia Li
Putri Jia Li masih tertidur nyenyak sejak keluar dari portal ruang hampa. Melihat dia tertidur begitu nyenyak hingga menguasai tempat tidurnya, Xiao Tian memutuskan untuk tidur di kamar lain karena tak ingin mengganggunya.
"Selamat malam, Lily," Xiao Tian mencium kening putri Jia Li lalu beranjak pergi meninggalkan kamar.
#Kamar tamu
#Gedung alkemis Xianlun
Pedang kaisar iblis tersadar dari tidur panjangnya, namun dia tak bisa bergerak karena Wu Kong menancapkannya ke lantai ruangan yang sudah bertuliskan pola segel.
"Akhirnya kau bangun juga, pedang nakal," ucap Wu Kong sambil menatap tajam ke arah relik pedang kaisar iblis.
"Kau pikir segel lemah ini bisa menahanku?" tanya pedang kaisar iblis.
"Dalam kondisi terbaikmu?"
"Tentu tidak."
"Tapi itu cukup untuk menahanmu selama beberapa ratus tahun kedepan," jawab Wu Kong sambil menatap pedang kaisar iblis.
__ADS_1
"Apa yang kau mau dariku?"
"Dengan kemampuanmu sekarang, seharusnya kau mampu menyegel kesadaranku secara utuh. Mengapa kau masih menyisakan sedikit kesadaranku?" tanya pedang kaisar iblis.
"Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan," ucap Wu Kong dengam tampang serius.
"Sayangnya aku tak ingin menjawabnya," sambung pedang iblis dengan nada arogan.
"Di dunia ini tak ada yang bisa mengabaikan pertanyaanku, kau tahu mengapa?" kilatan kuning muncul di atas telapak tangan Wu Kong.
"Oh, memangnya kenapa?" tanya pedang kaisar iblis dengan percaya diri.
"Karena aku sangat pandai menyiksa orang," Wu Kong menyambar pedang kaisar iblis dengan kilatan kuning ditangannya. Awalnya kilatan kuning itu berukuran begitu kecil, namun ketika benda tersebut menyentuh relik pedang kaisar iblis, seketika kilatannya membesar hingga sinarnya terlihat melebar keluar gedung.
"Iblis sangat rentang terhadap elemen cahaya. Tak peduli setinggi apapun kau meningkatkan tingkat ketahananmu terhadap cahaya, kau tak akan bisa menahan rasa sakit teknikku ini. Karena tingkat kemurnian serta daya hancurnya jauh diluar bayanganmu," Wu Kong terus menaikkan daya hancur serangannya untuk melemahkan mental sang kaisar iblis yang bersemayam di dalam relik pedang.
Selang beberapa menit, Wu Kong menghentikan serangannya karena tak ingin sang pedang kehilangan kesadarannya lagi.
"Jadi bagaimana, apa kau ingin melanjutkan penyiksaanya?" tanya Wu Kong sambil memamerkan kembali petir kuning di kedua telapak tangannya. Dia juga meningkatkan daya hancurnya sehingga membuat sang pedang takut akan hal tersebut.
"Sial, dengan keadaanku yang sekarang. Menerima daya hancur sekuat itu, sama saja dengan bunuh diri," pikir pedang kaisar iblis dengan nada panik.
"Aku akanenghitung sampai tiga, jika kau tak mau menjawab maka aku akan menghabisu saat ini juga. Satu ... dua
__ADS_1
.. , Ti ... , tepat sebelum Wu Kong menyelesaikan hitungannya, Sang pedang kaisar iblis memotong pembicaraan dengan berkata,
" Cu .. cukup!"
"Aku menyerah!"
"Aku akan menjawab semua pertanyaanmu,"
"Begitu dong," Wu Kong menghilangkan kilatan kuning di kedua telapak tangannya secara bersamaan.
"Jadi .. pertanyaan pertama, apakah kau tahu apa yang aku pikirkan sekarang?" tanya Wu Kong dengan tampang serius.
Dia kembali mengeluarkan teknik penyiksa iblisnya untuk mengancam sang pedang kaisar iblis.
"Sialan, pertanyaan macam apa itu!"
"Aku kan tak punya kemampuan untuk membaca pikiran!" pikir pedang kaisar iblis dengan nada kesal.
"Oh jadi begitu, ternyata dia tak mempunyai kemampuan membaca pikiran. Baguslah," pikir Wu Kong sambil mengerutkan dahinya.
"A ... anu ... , apa aku harus menjawab pertanyaanmu tadi?" tanya pedang kaisar iblis dengan nada rendah.
"Lupakan soal tadi, aku hanya bercanda. Sekarang kembali ke topik serius. Apakah kau bisa menarik kembali DNA iblismu dari tubuh seorang makhluk hidup?" tanya Wu Kong dengan serius.
__ADS_1