
Adik Xiao Tian yang merupakan reinkarnasi dari Dewi petir nampak seperti berkah bagi semua orang. Kecantikan serta keimutannya yang mempesona membuat semua orang gembira saat melihatnya.
Disaat Xiao Tian masih melihat ayahmya yang sedang menggendong Xiao Jiao, penatua Xiao Lun melangkah mendekat dan berhenti sejenak saat berada tepat disampingnya. Sambil menatap Xiao Tian, melalui telepati dia pun berkata, "Ikut denganku,"
"Haduh, sepertinya dia akan mempermasalahkan soal cara aku membawanya tadi. Tapi apa boleh buat, aku harus menanggung apa yang telah kuperbuat," pikir Xiao Tian sambil berbalik badan dan melangkah pergi keluar kamar mengikuti Xianlun.
Disaat sudah berada di luar kamar, dia pun berkata, "Bagaimana caramu mengetahui kalau aku mempunyai keahlian dalam melahirkan bayi,"
"Bukannya semua perempuan pasti bisa?"
"Aku pun bisa membantumu melahirkan seorang bayi," jawab Xiao Tian.
Seketika wajah Xianlun memerah, karena kata yang baru saja dia ungkapkan memiliki makna lain.
"Bu ... bukan itu maksudku!"
"Yang benar membantu proses proses melahirkan bayi, ingat membantu. Bukan aku yang melahirkannya. Tapi hanya membantu," tegas Xianlun dengan wajah yang memerah.
"Kalau aku jawab bahwa aku pernah menyalin pikirannya, apakah dia percaya?"
__ADS_1
"Kejadian itu kan terjadi ketika aku menjadi muridnya. Dan tentunya dia melupakan hal tersebut karena relik pembalik waktu," pikir Xiao Tian.
"Kenapa kau malah diam?"
"Bukankah aku sudah bertanya padamu?" tanya Xianlun.
"Sebenarnya aku hanya asal tebak, kupikir karena kau merupakan seorang penatua dalam cabang alkemis maka kau juga akan memiliki keahlian tersebut," jawab Xiao Tian dengan berlaga polos.
"Berhenti berlagak bodoh, aku tahu kalau kau bertindak tidak berdasarkan asal tebak," tegas Xianlun dengan tampang kesal.
Karena merasa bahwa perdebatan itu tak akan pernah menemui ujungnya, Xiao Tian merubah ekspresi polosnya menjadi ekspresi serius. Dan berkata,
"Kupikir sikapmu akan berubah setelah menjadi tenang, padahal kau tahu betul bahwa aku mampu meratakan sektemu. Apakah sikap tak hormatmu ini adalah buah dari kelembekanku belakangan ini?"
Setelah melihat perubahan Xianlun, Xiao Tian pun lekas pergi meninggalkannya lalu berkata, "Aku akan memaafkanku kali ini, tapi tidak untuk lain kali,"
"Terima kasih atas kebaikanmu, guru besar Xiao Tian," bungkuk Xianlun dengan tampang panik. Meskipun dia terlihat takut akan ancaman Xiao Tian, dia jauh lebih memusingkan hal lain. Di dalam hati dia berpikir bahwa apakah tubuh serta wajahnya benar benar tak menarik. Melihat Xiao Tian yang tak tersipu sejak awal, membuatnya ragu akan kecantikannya sendiri. Meskipun dia merupakan salah satu dari para penatua, umurnya tak begitu jauh dari umur Xiao Tian. Melihat Xiao Tian tak tertarik padanya sedikitpun membuat hatinya terasa hancur meski tak berdarah.
Di tengah perjalanan menuju kamar Jia Li, Xiao Tian berpapasan dengan Dewa kera yang sejak tadi mengawasi Tainam Chun dan ayahnya sejak tadi. Meskipun jaraknya cukup jauh, dia dapat melihat kedua orang itu dengan menutup kedua matanya. Berdasarkanpengamatannya saat itu, Tainam Chun dan ayah angkatnya bersembunyi di atas loteng sambil mengamati Xiao Hong dan putrinya secara sembunyi sembunyi.
__ADS_1
Disaat Xiao Tian baru ingin menyapa Wu Kong yang sedang bersandar di dinding sambil menutup mata, diluar dugaan Wu Kong menyapanya lebih dulu dengan berkata, "Selamat atas lahirnya adikmu. Dan selamat pula karena telah berada di ranah yang sama dengan Kaisar Langit,"
Setelah mendengar Wu Kong mendahului sahutannya, Xiao Tian memasang tampang kecewa dan berkata, "Bisakah kau biarkan aku mengatakan kultivasiku lebih dulu lain kali?"
"Setidaknya biarkan aku menyombongkan kejeniusanku,"
"Seorang pemilik roh beladiri ular Yin dan Yang sudah sepatutnya menjadi jenius dalam kultivasi. Kalau kau tak bisa melampaui batasan pendekar alam Dewa maka apa yang terjadi dengan para pemilik roh beladiri yamg tingkatannya lebih jauh dibawau?" tanya Wu Kong.
"Iya aku mengerti," jawab Xiao Tian dengan loyo.
Ketika Xiao Tian masih terlihat lemas karena orang dihadapannya tak membiarkan dia membanggakan diri, Wu Kong mengeluarkan buah persik abadi dari dalam portal penyimpanannya dan berkata, "Pakai ini untuk memperpanjang umur istrimu," Dia melempar persik tersebut kepada Xiao Tian. Dan Xiao Tian pun langsung memasang tampang terkejut dan berkata, "Persik abadi?"
"Bagaimana bisa ini ada padamu?"
"Jangan banyak tanya, pakai saja itu untuk membuat pil penambah umur," jawab Wu Kong sambil melambaikan tangannya.
"Persik abadi hanya bisa ditemukan di kebun milik Kaisar Langit. Jika Dewa kera hanya punya satu, tak mungkin dia memberikannya dengan percuma. Ternyatadia toh dalang dari hilangnya persik persik itu," pikir Xiao Tian sambil menghela napas.
Sadar bahwa Xiao Tian menyadari kebenarannya, Wu Kong mengacungkan jarinya lalu mengarahkan jari tersebut hingga menempel dengan bibirnya. Sambil memasang tampang serius, dia pun berkata, "Sssttttt!"
__ADS_1
Xiao Tian yang paham maksud dari Wu Kong, hanyamenganggukkan kepalanya lalu bergegas pergi begitu saja.
"Aku tak mau ikut campur urusan para Dewa, toh aku sudah dapat hal yang berharga," pikir Xiao Tian sambil berjalan menjauh.