Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 491 : Keadaan berbalik


__ADS_3

Naga putih menutup paksa portal penghubung dua alam. Mengagetkan kera Tumpey dan semua orang yang ada di alam para Dewa.


Para siluman yang berkepala naga berteriak jengkel karna hal tersebut, namun sang naga putih hanya tersenyum sambil menatap remeh mereka.


"Beraninya kau meremehkan keturunan naga!"


Para siluman naga yang berlengkapkan artefak buatan yang berkekuatan setara dengan pusaka langit, melapisi pedang mereka dengan aura naga yang terlihat bagaikan asap biru. Aura tersebut terus memancar keluar dari pedang mereka, niat membunuh pun mulai muncul dan terpaku kepada sang naga putih.


Woooshhh


Para siluman berkepala naga dan berbadan manusia melesat maju mendekati sang naga putih, namun seketika mereka tergeletak tak berdaya karna ditekan gaya gravitasi yang mendorong mereka ke bawah.


Tatapan tajam sang naga putih meluluhlantahkan ribuan pasukan hingga menghancurkan seluruh artefak buatan mereka. Kera Tumpey yang sebelumnya berniat hanya untuk menonton sembari menginjak Wu Kong, mengurungkan niatnya untuk bersantai.


Perasaan berbahaya, dan insting kuat yang dia miliki saat menatap sang naga putih, membuat kera Tumpey mengabaikan Wu Kong yang telah terikat tak berdaya oleh pusaka langit berbentuk cincin emas.


Sembari membawa tongkat hitam beserta tongkat emas milik Wu Kong di tangan kanannya, dia pun bergegas maju.


"Berhenti!" seorang berwujud manusia dengan jirah hitam sisik naga dan dilengkapi dua pusaka dewa berbentuk pedang putih bergerigi mengangkat suaranya.


Sementara itu, kesadaran kaisar iblis Jian tetap terdiam sembari mengendalikan tubuh para Rewa yang telah dia taklukkan.


Diam dan amati musuh, itulah caranya bertahan hingga sekarang. Dia tak pernah mencoba menyerang musuh yang sanggup memusnahkan seluruh kesadarannya.


Selalu bertindak aman dengan menyebarkan kesadaran iblisnya ke tubuh lain disaat ingin berurusan dengan musuh yang kuat. Diamnya dia saat ini bukan tanpa alasan, namun mencari segala cara untuk tetap bertahan hidup.


"Dewa kera, dan Kaisar Langit. Hanya mereka berdua yang masih bisa mengendalikan diri mereka," Naga putih bertelepati kepada Xiao Tian berada tepat disampingnya.

__ADS_1


"Aku mengerti," Xiao Tian menyeluarkan pedang draconic auroranya, sedangkan naga hitam di punggung Xiao Tian hanya bergelantungan di tempatnya dengan tubuh yang masih gemetar ketakutan. Bedanya saat ini, dia tak gemetar terhadap naga putih, melainkan kepada sesosok pria berjirah sisik naga hitam yang nampak menatap tajam ke arahnya.


####


"Kenapa kau menghentikanku Long Yu?" kera Tumpey menatap punggung pria misterius berjirah sisik naga hitam.


"Dia bukanlah lawan yang sepadan untukmu, kau urus saja yang satunya. Biar aku yang mengurus naga putih," Long Yu me mancarkan aura naga di sekujur tubuhnya.


"Naga putih katamu?"


"Pantas saja aku merasakan aura berbahaya darinya. Meskipun dia berusaha menutupi kekuatan sejatinya, insting kuatku tak dapat ditipu. Lagipula, fakta bahwa dia dapat menutup paksa portal menuju alam fana saja sudah membuatku curiga," kera Tumpey tersenyum sembari memegang erat kedua tongkat sakti.


"Na ... naga putih?"


"Bukankah itu adalah salah satu mahluk legendaris yang termasuk dalam bencana tingkat atas?"


"Kau pikir kau akan pergi kemana?" seseorang menepuk punggung Dewa Erlang yang sedang berjalan mundur secara perlahan sembari menyingkirkan kakinya dari punggung Kaisar Langit yang terikat tak berdaya.


Badump, badump !!!


Jantung Dewa Erlang berdetak begitu kencang karena mendengar suara yang terdengar tak asing di telinganya. Berdasarkan ingatannya, suara tersebut adalah suara Kaisar Langit, namun dia tak mempercayainya karena sadar betul bahwa tubuh Kaisar Langit masih berada di bawah kakinya.


"Kenapa kau gemetaran?"


"Apakah kau melupakan suaraku, Kaisar iblis Jian?" suara Kaisar Langit kembali terdengar jelas di telinganya.


Dewa Erlang mencoba mengeluarkan suaranya dan menengok ke belakang, namun tubuhnya terdiam kaku semenjak seseorang menepuk punggungnya.

__ADS_1


Karena tak dapat menggerakkan tubuhnya, dia pun mencoba melirik ke bawah. Untungnya mata Dewa Erlang masih dapat digerakkan, jadi dia pun dapat melirik ke bawah untuk memastikan keberadaan tubuh sang Kaisar Langit. Dan benar saja ternyata dibawah kakinya tak ada siapapun. Hanya terlihat setumpuk bulu kera yang terbungkus oleh pusaka emas pengikat tubuh miliknya.


"Menyingkir darinya!" para Dewa Dewi yang telah dikendalikan darah iblis Kaisar Jian, melancarkan serangan mereka ke arah Kaisar Langit. Namun Kaisar Langit menjadikan tubuh Dewa Erlang sebagai tamengnya. Dan anehnya para Dewa Dewi segera membelokkan serangan mereka sebelum mengenai Dewa Erlang.


"Nampaknya tebakanku memang benar," Kaisar Langit nampak tak bergerak dari posisinya sedari awal, hanya tangannya saja yang bergerak sembari mengangkat tubuh Dewa Erlang untuk dijadikan tameng.


Duar duar duarr, Ledakan api petir dan seluruh kekuatan para Dewa terdengar keras karena berbenturan satu sama lain saat menghindari tubuh Dewa Erlang.


Kera Tumpey dan pria misterius berjirah sisik naga hitam pun menoleh ke sumber suara, dan dikejutkan oleh bebasnya Kaisar Langit. Saat sadar ketika melihat bulu Wu Kong yang terikat di pusaka langit milik Dewa Erlang, Kera Tumpey pun segera menoleh ke arah kiri untuk melihat kondisi Wu Kong. Dan benar saja, ternyata hal yang serupa juga terjadi pada tubuh Wu Kong yang telah dia ikat. Hanya menyisakan bulu kera yang terikat pusaka emas.


Tak hanya itu, ketika dia baru menyadari bahwa yang dia ikat selama ini adalah tubuh tiruan saja, kera Tumpey dikejutkan oleh dua tongkat sakti di tanganya yang juga lenyap tanpa sisa menjadi segumpal bulu.


"Ba ... bagaimana bisa ini terjadi?"


"Sejak kapan dia menipu penglihatanku?" pikir Kera Tumpey dengan kesal.


"Naif seperti biasa,"


"Kau pikir aku akan melawanmu tanpa persiapan apapun, ha?" Wu Kong muncul seketika di belakang punggung kera Tumpey.


"Seperti yang diharapkan dari Dewa Kera," Xiao Tian tersenyum sembari menatap Wu Kong yang sedang memegang kedua pusaka yang disatukan. Hitam dan emas, kedua tongkat itu menyatu dan memancarkan kekuatan sepuluh kali lebih kuat dibandingkan sebelumnya.


"Nampaknya pihakmu sedang dalam keadaan kesulitan sekarang, Xiao Yu," Naga putih terkekeh melihat sang pria misterius mengepal erat kedua tangannya.


"Berhenti bersikap akrab padaku, Long Shen!" Long Yu menatap tajam naga putih dengan tatapan penuh amarah.


Maaf menghilang lama lagi, author habis kena musibah bertubi tubi T.T . dan yang paling nyesek sampe gk bisa update yaitu hpku rusak. ini pake hp baru.

__ADS_1


__ADS_2