Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 441 : Mengunjungi Taman buah persik abadi


__ADS_3

Setelah mengetahui bahwa Dian Peng sudah tak ada di alam Dewa, Kaisar Langit membubarkan semua Dewa yang bertugas mencari. Lalu pergi membawa Nezha ke tempat rahasia langit. Letaknya berada di tengah taman buah persik. Saat itu, Dewa petir dan Xiao Tian mengikutinya, sedangkan Dewa Dewi yang lain membubarkan diri ke kediaman masing masing.


#Taman buah persik


Kaisar Langit memimpin langkah semua orang sambil menggendong Nezha hingga sampai ke taman buah persik.


Disaat mereka baru menyentuh wilayah taman, seketika aura Dewa milik Xiao Tian dan Dewa petir tertekan oleh array pembatas taman.


"Array tingkat dua puluh ya?"


"Tak hanya tubuhku yang ditekan, bahkan Dewa petir pun terlihat seperti manusia biasa sekarang. Hanya Kaisar langit yang tak terkena efeknya, besar kemungkinan kalau array itu dibuat oleh dia," pikir Xiao Tian sambil menatap punggung Kaisar langit.


Ketika Xiao Tian sedang berjalan sambil mengikuti kaisar langit, Dewa petir memulai percakapan dengan berkata,


"Dari pada kau menatap punggungnya terus, lebih baik perhatikan sekitarmu,"


Setelah mendengar ucapan Dewa petir, Xiao Tian langsung melirik ke kanan. Dan seketika ekspresi wajahnya berubah drastis dari serius menjadi terbelalak takjub.


"Pe ... persik abadi?"


"Dan itu tumbuh dimana mana?"

__ADS_1


"Meski tak bisa membuat orang abadi dalam sekali makan, namun satu persik itu dapat menambah umur seorang pendekar alam Immortal yang memiliki aura Dewa hingga puluhan tahun."


"Dan jumlahnya ada ratusan buah, ini benar benar luar biasa," pikir Xiao Tian dengan tampang takjub.


Karena terlalu takjub dengan apa yang dia lihat, Xiao Tian berjalan tanpa melihat ke depan hingga berakhir menabrak punggung sang kaisar saat dia berhenti mendadak.


Hawa membunuh disertai dengan tampang kesal, terpancar keluar dari Kaisar langit. Xiao Tian awalnya berpikir kalau itu ditunjukkan kepadanya, namun setelah Kaisar langit mengatakan keluhannya dia pun mengerti.


Kaisar langit mengamuk, karena semua persik abadi yang harusnya dipanen untuk besok telah lenyap tanpa sisa. Yang masih menggantung di pohon hanyalah persik mentah yang belum siap untuk dipetik.


"Aku yakin sebelumnya ada ribuan persik yang sudah matang, selain dapat menambah umur itu juga berguna untuk meningkatkan kultivasi. Iblis sialan itu, sepertinya telah menjarah tempat ini. Benar benar tak bisa diampuni," gumam Kaisar langit dengan dipenuhi hawa membunuh.


Saat Xiao Tian dan Dewa petir sedang larut dalam pikiran mereka, Kaisar langit membalikkan badannya lalu menyerahkan tubuh Nezha kepada Dewa petir. "Bawa dia untukku,"


"Ba ... baik yang mulia," ucap Dewa petir sambil menerima tubuh Nezha.


Setelah memberikan tubuh Nezha kepada Dewa petir, Kaisar langit melangkah ke tengah tengah taman persik. Saat sudah berada di posisi yang dia inginkan, Kaisar langit merapalkan beberapa mantra asing di dalam hati sambil mengkombinasikan gerak tangannya.


Disaat sudah selesai merapal mantra, Kaisar langit langsung menghentakkan salah satu kakinya ke tanah. Dan tak lama setelah itu sebuah tangga menuju ke bawah ruang rahasia muncul tepat di pusat taman.


"Ikuti aku," Kaisar langit melangkah masuk ke dalam ruang rahasia.

__ADS_1


"Baik yang mulia," Dewa petir dan Xiao Tian melangkah masuk mengikuti Kaisar langit.


#Sementara itu, Di alam nyata ...


Wu Kong telah menyusul Taizheng dan Tainam Chun. Disana dia mengawasi gerak gerik mereka saat mengawasi Xiao Hong dari kejauhan.


"Calon ibumu ada di dalam perutnya, jadi awasi dia dengan baik," ucap Taizheng sambil bersembunyi dari kejauhan.


"Baik, tuan," ucap Tainam Chun sambil memberi hormat.


"Jangan panggil aku tuan, walau bagaimanapun aku pernah menjadi ayahmu. Sifatku mungkin terlihat berbeda sekarang, tapi ingatanku saat bersamamu tidak sepenuhnya hilang. Alasan perubahan sikapku adalah karena ingatanku di kehidupan sebelumnya telah Dewi petir bangkitkan kembali. Jadi jangan anggap aku orang asing, oke?" ucap Taizheng sambil mengeluarkan tekanan yang mengintimidasi.


"Ba ... baik, ayah," ucap Tainam Cjun dengan tampang tertekan.


Disaat Tainam Chun dan Taizheng mengawasi Xiao Hong dari kejauhan, Wu Kong memantau mereka sambil memakan buah persik sambil bersembunyi dibalik teknik tubuh ilusi.


Kraukkk, Wu Kong menggigit buah persik keabadian yang ada di tangannya.


"Buah persik keabadian memang luar biasa, untung saja iblis bodoh itu tak membawanya pergi," ucap Wu Kong sambil memakan buah persik di tangannya.


"Dengan adanya penyerangan Kaisar iblis Jian dengan tubuh Dian Peng, Kaisar langit pasti akan menyalahkan semua kesalahan kepadanya. Siapa sangka kalau di balik bencana aku bisa panen banyak, hahahahah," Wu Kong tertawa karena berhasil merampas ribuan persik matang, tanpa sepengetahuan semua orang. Dan semuanya dia lakukan saat sedang mencari Dian Peng.

__ADS_1


__ADS_2