Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 264 : Menghabisi Xian Yun dan pengikutnya.


__ADS_3

Naga hitam memukul mundur semua orang yang mengepung Xiao Tian dengan raungannya.


Dia juga mengeluarkan tekanan qi yang begitu tinggi hingga membuat semua orang tak sanggup bergerak.


Tekanan qi yang di keluarkan naga hitam setara dengan pendekar alam roh lapisan ke sembilan. Xian Yuan yang saat itu duduk di kursinya gemetar ketakutan karena tekanan naga tersebut.


"Kalau cuma bocah bau kencur yang di depannya, aku tak begitu takut."


"Namun naga hitam itu tak dapat di remehkan."


"Entah bagaimana cara dia menaklukkan beast tingkat atas seperti naga hitam," pikir Xian Yun sambil mengepalkan tangan.


Xiao Tian berjalan mendekati Xian Yun secara perlahan, sedangkan naga hitam tetap terdiam di posisinya sambil menatap tajam mata semua orang yang berani bergerak.


"Mundurlah!"


"Apa yang ingin kau lakukan disini!"


"Aku adalah pelindung daratan ini, jika kau berani mendekat kau akan ... ," belum sempat menyelesaikan ucapannya, Xiao Tian memotong ucapan Xian Yun sambil berkata,


"Akan apa?"


"Kau tak punya kualifikasi untuk mrngancamku."


"Percaya atau tidak, aku akan menghabisimu meski dunia melindungimu," ucap Xiao Tian sambil melangkah mendekat.


"Sial!"


"Jika bukan karena tekanan qi yang di keluarkan oleh naga itu, aku pasti bisa menghabisi bocah di hadapanku," pikir Xian Yun sambil mengepalkan tangannya.


"Lucu sekali, apakah ini benar benar seorang immortal yang di puja semua orang?"


"Kau begitu tak berdaya hanya karena tekanan qi yang dikeluarkan oleh naga hitam, ternyata benar kalau rumor itu hanyalah kesalahan."


"Bisa berumur ratusan tahun, bukan berarti kau seorang immortal," ucap Xiao Tian sambil mencekik kepala Xian Yun.


"Bocah tengik!"


"Jauhkan tangan kotormu dari tuan Xian Yun!" ucap beberapa bawahan Xian Yun sambil melompat mendekati Xiao Tian dengan bermodalkan pedang di tangan mereka.


Belum sempat mendekati Xiao Tian, naga hitam mengibaskan ekornya ke arah orang orang yang berusaha melukai Xiao Tian.


kibasannya begitu cepat dan berbahaya, hingga sanggup membelah dua semua orang yang bergerak tersebut.


Srattt


"Mo ... monster, naga itu benar benar monster. Meski hanya berbeda satu lapisan, dia sanggup menipu mataku. Kecepatannya benar benar di luar nalar," pikir Xian Yun sambil menatap ke arah naga hitam dengan mata yang terbelalak.


"Aku sedang mencekikmu, tapi kau malah memperhatikan kematian bawahanmu."


"Benar benar tuan yang baik," ucap Xiao Tian sambil mengangkat leher Xian Yun yang tak sanggup bergerak.


"Le ... lepaskan aku, akan kuberikan semua yang kau mau. Tapi jangan ambil nyawaku, tolonglah," ucap Xian Yun sambil menahan rasa sakit.


Tak lama setelah itu, lima orang pendekar yang merupakan bawahan setia Xian Yun memasuki ruangan. Mereka berpenampilan serba putih, dari pakaian warna mata hingga rambut pun terlihat begitu putih mengkilap.


Pedang yang mereka bawa pun berwarna putih mengkilap dari sarung pedang, gagang hingga isi pedang tersebut.


"Berhenti!"


"Singkirkan tangan kotormu dari tuan kami!"


ketika mereka baru masuk dan memperingati Xiao Tian, nyawa Xian Yun sudah tak bisa tertolong lagi. Dia juga sudah membaca seluruh ingatan Xian Yun mengenai tempat rahasia dimana dia menyimpan sumber daya untuk memperpanjang umurnya.


Xiao Tian melepaskan leher Xian Yun hingga dia terjatuh ke bawah dengan tubuh tanpa nyawa.

__ADS_1


"Beraninya kau membunuh tuan kami!" bentak kelima pendekar sambil melompat mendekati Xiao Tian dengan pedang yang di hunuskan.


Xiao Tian menghilang dari pandangan mereka, lalu muncul tepat di belakang para pendekar dengan tendangan berlapis teknik pengerasan tubuh hingga membuat semua orang terluka parah.


Tak hanya tubuh mereka saja yang terluka, dantian serta seluruh meridian mereka hancur dalam sekali serang.


"Aku sangat yakin kalau kultivasimu berada di tingkat alam roh lapisan puncak. Tapi kenapa serangan serta gerakanmu benar benar kuat hingga membuat kami kalah dalam sekali serang?" tanya para pendekar sambil mencoba berdiri.


"Jangan menilai seseorang dari kultivasinya, teknik beladiri serta relik bisa memperkuat serangan serta kecepatan lari seseorang."


"Kalian masihlah katak dalam sumur jika menganggap kultivasi merupakan penentu segalanya," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Aku mengerti maksud ucapanmu itu, tapi bisakah kau jelaskan apa alasanmu menyerang kami?" tanya salah satu pendekar sambil mencoba bangkit.


"Jawabannya sederhana, karena kalian akan menjadi musuhku cepat atau lambat. Dari pada menunggu kalian menyerang, lebih baik aku basmi kalian terlebih dulu," ucap Xiao Tian sambil menginjak salah satu perut pendekar berpakaian serba putih.


"Calon musuhmu?"


"Apa maksudmu?"


"Kau bermusuhan dengan para pembasmi iblis?"


"Kenapa kau begitu tak menghargai perjuangan mereka untuk membasmi para iblis yang mengganggu manusia!" tanya salah satu pendekar.


"Jika hanya menghabisi iblis jahat saja, aku akan memaafkan kalian. Bahkan mungkin akan bekerja sama dengan kalian. Tapi sayangnya kalian juga menangkap iblis yang tak bersalah," jelas Xiao Tian sambil memperkuat injakan kakinya.


"Hahahah, iblis yang tak bersalah katamu?"


"Di dunia ini tak ada iblis yang bisa dipercaya, tuan Xian Yun telah menunjukkan pada kami sifat alami iblis yang suka memangsa manusia."


"Bahkan roh iblis yang berwujud kadal kecil, bisa menjadi naga merah yang sangat berbahaya jika sedang mengamuk."


"Kadal kecil?"


"Naga merah?"


"Kau mengenal kadal sialan itu?" tanya salah satu pendekar berpakaian serba putih.


"Pantas saja kau bilang akan menjadi buronan kami," ucap salah satu pendekar yang sedang di cekik Xiao Tian.


"Naga sialan itu menyebut dirinya sebagai roh kaisar iblis dan berkata ingin membunuh kami semua, karena dia terlihat tak berbahaya kami pun menangkapnya dan menjadikannya hiburan saat merasa bosan."


"Hingga akhirnya kami lengah dan membiarkannya menelan pil penguat roh."


"Tiba tiba saja dia mengganas menjadi seekor roh naga merah yang terlihat kuat dan menyeramkan. Jika bukan karena tuan Xian Yun yang memiliki atribut cahaya serta relik penyegel iblis di tangannya kami pasti sudah dihabisi iblis kecil itu," jelas pendekar yang Xiao Tian cekik.


"Kapan kejadiannya?"


"Dan dimana kalian menyembunyikan Sunpong saat ini?"


"Kenapa Xian Yun tak mengetahuinya sama sekali?" tanya Xiao Tian sambil mencekik keras leher pendekar di hadapannya.


"Hei hei santai bocah, kalau kau mencekiknya begitu keras. Bagaimana dia bisa menjawab?" tanya Dewa petir melalui telepati.


"Iya iya, aku mengerti," sambung Xiao Tian melalui telepati.


Xiao Tian melempar turun pendekar yang telah dia cekik dengan cukup kasar. Pendekar itu terbatuk batuk sambil memegang lehernya.


"berika aku jawaban, atau kubunuh kalian!" ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan pedang hitam dari cincin ruangnya.


"Pengguna pedang iblis, ternyata bocah itu telah terpengaruh pedang iblis," pikir para pendekar berpakaian serba putih.


"Bukankah kau bisa membaca ingatan tuan Xian Yun?"


"Baca saja ingatan kami jika kau bisa!" ucap pendekar di hadapan Xiao Tian sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"Sial, apakah dia tahu kalau batasku memakai teknik penyalin ingatan hanya dua kali dalam sehari?" pikir Xiao Tian sambil mengepalkan tangannya.


"Tidak, aku tak boleh menunjukkan kelemahanku ini," pikir Xiao Tian sambil melangkah mendekati orang yang terluka di hadapannya.


"Aku bisa saja membaca ingatan kalian satu persatu, tapi sepertinya kau yang lebih suka berbicara. Akan sangat menyenangkan kalau jawabannya keluar dari mulutmu itu," ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan jarum beracun dari pakaian pendekar di hadapannya.


"Ternyata benar, Xian Yun mengistimewakan kalian berlima dengan memberikan jarum baracun yang sanggup menyiksa pelan pelan seseorang hingga tewas. Kita lihat, apakah kau akan memohon kematianmu atau memilih menahan siksaan racun ini hingga kehilangan nyawa," ucap Xiao Tian sambil melempar jarum beracun ke leher pendekar di depannya.


Tak lama setelah itu, lehernya langsung membiru dan mengeluarkan asap seperti sedang terbakar. Racun tersebut terus menyebar tanpa membahayakan korbannya. Racun yang dibuat khusus untuk menyiksa korban hingga menginginkan sebuah kematian.


"Sial, bocah. Kau terlalu kejam!"


"Apakah kau bisa di anggap sebagai manusia!" ucap para pendekar lain yang sedang duduk berjauhan membentuk persegi.


"Terlalu kejam katamu?"


"Berdasarkan ingatan Xian Yun, kalian juga menggunakan jarum ini untuk mengancam orang orang yang melawan kebijakan sekte pembasmi iblis kan?"


"Kalian menyiksa manusia yang mencoba berteman dengan bangsa iblis. Tak hanya itu, kalian juga mengancam iblis wanita yang terlihat menarik dengan jarum beracun ini kan?"


"Meski hanya menyaksikannya dalam ingatan Xian Yun, aku benar benar tak bisa memaafkan perbuatan kalian itu!" bentak Xiao Tian sambil melempar pedang hitamnya ke arah salah satu pendekar.


Clebb


"Tak kusangka aku akan menyusul tuan Xian Yun secepat ini, tapi setidaknya sebelum aku tiada aku telah berhasil memanggil bala bantuan," ucap pendekar yang telah tertusuk pedang hitam milik Xiao Tian.


Tak lama setelah pendekar tersebut menghembuskan nafas terakhirnya, Sebuah pola sihir berbentuk persegi terhubung dari tempat ke empat pendekar berpakaian putih.


"Tenanglah saudaraku. Kematianmu tidaklah sia sia. Setidaknya ke empat jenderal yang lain akan datang kemari," ucap para pendekar sebelum menghembuskan nafas terakhir mereka.


"Meridian kalian telah rusak. Dantian kalian pun telah ku acak acak, tak kusangka kalian masih bisa mengaktifkan pola sihir sekuat ini. Tapi sayangnya, pola sihir ini tak akan berguna bagi kalian. Karena aku bisa menghilangkannya dalam sekali serang.


"Bocah ini benar benar bodoh, mana ada teknik yang sanggup menghilangkan pola sihir?"


"Aku hanya perlu menahan rasa sakit ini hingga bala bantuan datang," pikir pendekar yang sedang menderita kesakitan karena racun.


"Orang ini benar benar keras kepala, dari pada lama mending kuhabisi saja dia," pikir Xiao Tian sambil menatap pendekar di hadapannya.


Xiao Tian membuka tangannya lebar lebar ke arah pedang hitam, dan pedang tersebut langsung melesat cepat ke genggaman tangannya hingga membuat darah pendekar yang telah tewas itu mengalir semakin deras.


Dia langsung menancapkan pedang hitam pagoda iblis ke lantai ruangan, lalu dalam sekejap pola sihir yang susah payah di aktifkan oleh para pendekar menghilang sesuai ucapan Xiao Tian.


"Ba ... bagaimana mungkin?"


"Pedang tersebut sanggup menonaktifkan pola sihir dalam sekali serang?"


"Aku tak tahu kalau pedang iblis memiliki kemampuan mengerikan seperti ini," pikir pendekar itu dengan mata yang terbelalak.


Setelah menghilangkan pola sihir, Xiao Tian berjalan mendekati pendekar putih yang tersisa sambil menyeret pedangnya hingga meninggalkan bekas di lantai ruangan.


Mengetahui niat membunuh Xiao Tian yang teramat tinggi, Dewa petir mencegahnya bdrtindak gegabah dengan berkata,


"Hei bocah, apa yang ingin kau lakukan?"


"Sabarlah, kau tak akan mengetahui lokasi penjara jika membunuhnya sekarang," ucap Dewa petir melalui telepati.


"Terlalu lama jika aku menunggu hingga esok untuk bisa menggunakan teknik penyalin ingatan. Aku harus segera menyelesaikan urusanku ini, agar Lily bisa memperpanjang umurnya," jawab Xiao Tian melalui telepati.


"Banyak cara lain untuk membuatnya membuka mulut," sambung Dewa petir.


"Apa itu?" tanya Xiao Tian.


"Potong jari jarinya satu persatu, jika perlu kebiri dia hingga tak memiliki masa depan lagi," jelas Dewa Petir melalui telepati.


"Hahahah, kau jahat juga. Tapi idemu ini memang tidaklah buruk. Kita lihat apakah dia masih bisa menahan diri untuk tak membuka mulutnya," ucap Xiao Tian sambil menatap pendekar di hadapannya dengan tatapan jahatnya.

__ADS_1


"Glek, kenapa aku merasakan firasat buruk dibalik tatapannya itu?" pikir pendekar tersebut sambil menelan ludahnya dalam dalam.


__ADS_2