Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 83 : Iblis dibalik layar(bagian 3)


__ADS_3

"Status!" ucap Xiao Tian dalam hati


Xiao Tian mencoba melihat status Huang Li tapi dia tak dapat melihat statusnya, karena saat ini kultivasi Huang Li jauh diatas nya.


"Apa yang terjadi kenapa aku tak bisa membaca statusnya?" ucap Xiao Tian


"Guru, sebenarnya apa yang terjadi dengan Huang Li?"


"Kenapa jutaan Demon Kong menuruti perintahnya?" tanya Si Gendut


Para Demon Kong hanya melewati Xiao Tian dan si Gendut, mereka bergerak menuju ChenZhong yang masih diam ditempat.


"Hahahahaha."


"Majulah kalian semua." ucap Chenzhong


"jika para Demon kong dalam kendali Huang Li, apapun yang aku lakukan, aku tak akan diserang." ucap Xiao Tian sambil tersenyum


"kenapa kau tiba-tiba saja tersenyum, guru?" tanya si Gendut


Xiao Tian tak menjawab pertanyaan si Gendut, dia memegang Kaki Demon Kong yang melewatinya, dengan skill Demon Eater, Xiao Tian menyerap apara Demon Kong yang dia sentuh.


"Apa yang terjadi?"


"Kenapa para iblis itu lenyap ketika guru sentuh?" pikir di Gendut


Tubuh Xiao Tian perlahan pulih dan penuh dengan energi, selagi Xiao Tian sibuk menyerap para Demon Kong, Jenderal Feng Long masih sibuk melawan Mogui.


"Yo elang sialan, kau cukup hebat juga ya." ucap Jenderal Feng Long


Jenderal Feng Long mengeluarkan ki disekitar telapak tangannya, tombak yang tadinya dia lempar, terbang kembali kearah telapal tangannya.


"Ayo kita mulai lagi!" ucap Jenderal Feng Long


Mogui terbang keudara, mengangkat tangan kirinya dan berteriak." anak-anakku bantu akau mengeroyok manusia ini!"


"Kau pikir kau bisa kabur dengan terbang?" ucap Jenderal Feng Long


Shuttt(Jenderal Feng Long melempar tombaknya kearah mogui)


Woosh


Woosh(Mogui menghindari tombak yang dilempar kearahnya dengan begitu mudah)


"Hahahaha, apakah itu saja kemampuanmu jenderal?" tawa mogui


"Jangan sombong karena berhasil menghindari tombakku!" ucap Jenderal Feng Long


Tombak Jenderal Feng Long yang berhasil mogui hindari, berbalik arah menuju punggung Mogui dengan kecepatan tinggi.


Wooshhh


Set(Mogui menanghindari serangan balik dari tombak itu, lalu menangkapnya dengan tangan kanan)


"Mainan seperti ini tak akan bisa melukaiku, manusia!" ucap Mogui


"Aku heran kemana para Demon Kong pergi, kenapa mereka tak kungjung menyerang?" pikir Mogui


Dalam keadaan terbang mogui mengeluarkan serangan api dari telapak tangannya.


Shut


shut


shut


Duar duar duar


Jenderal Feng Long hanya bisa menghindari serangan mogui karena dia tak bisa terbang.


"Merepotkan, apa yang harus aku lakukan." pikir Feng Long sambil menghindari serangan mogui


Mogui tersenyum jahat, Mengeluarkan tembakan api yang begitu banyak dari tangannya, tapi anehnya tembakan itu tak diarahkan ke arah Jenderal Feng Long.


"Kenapa dia tersenyum, sebenarnya dia menembak kearah mana?" pikir Feng Long


Setelah diperhatikan dengan baik, ternyata sasarannya adalah Feng Ling yang masih larut dalam traumannya. posisi Jenderal begitu jauh karena menghindari serangan Mogui dari awal.


"Iblis sialan, jadi dari tadi, tujuan awalmu adalah putriku!" teriak jenderal Feng Long


"Hahahah, kau pikir aku menyerangmu tanpa tujuan hah?"


"Aku sengaja terus melontarkan apai kepadamu, agar kau menjauh dari putrimu, sekarang hanya ada satu jalan, lindungi putrimu dengan tubuhmu, atau biarkan putrimu mati hahahaha." tawa Mogui


"Sialan!" ucap jenderal Feng Long sambil menggenggam tangannya


Shut shut shut


Duarrrr Duar Duarrr


"Eh.." Feng Ling baru saja sadar dari traumannya, tapi kini dia melihat ayahnya terluka parah tepat dihadapannya


"Feng Ling, maafkan ayah, sepertinya ayah tak bisa menemanimu lagi." ucap Jenderal Geng Long yang masih berdiri menghadang ribuan tembakan Api yang dikeluarkan Mogui


Setelah serangan api dihentikan, Jenderal Feng Long terjatuh kearah belakang.


Bruak

__ADS_1


"Ayah...!" teriak Feng Ling


"Kau tak perlu menangis manusia, karena sekarang adalah giliranmu"


"Aku akan mengirimmu menemui ayahmu." ucap Mogui


Sebelum mogui melancarkan serangan kearah Feng Ling, Bola api yang begitu besar menghantam Mogui dari arah yang tak terduga.


Duarrr


"Siapa itu!" teriak Mogui


Srett Woosh woosh Bola api raksasa keluar dari udara menghujani Tubuh Mogui yang sedang terbang.


Duar duar duar


"Apa-apaan ini, dari mana asal api kuning ini?"


"Kenapa hanya mengincar tubuhku!" ucap Mogui


Wooshh Wooshh(Bola api terus bertambah dari atas langit, dan mogui terus dikejar bola api itu)


Mogui menghindari bola api itu, lalu mencoba terbang menembus awan untuk melihat asal dari api itu, saat dia berhasil menembus awan, dia melihat naga hitam raksasa terbang diatas langit sambil membuka mulutnya begitu lebar, Dimulutnya terlihat bola api yang begitu besar siap diluncurkan, Xiao Tian bersama si Gendut menaiki kepala naga itu.


"Yo apa kau mengingatku?" tanya Xiao Tian


"Sialan, aku tak tahu kalau ada naga sebesar ini." pikir Mogui


"Tembak!" ucap Xiao Tian


"kalau ditembak dari jarak sedekat ini aku tak bisa menghindar, dan dibelakangku ribuan Bola api masih mengejar." pikir Mogui


Duarrrrr


Mogui terkena bola api berwarna jingga yang begitu besar, tubuhnya terluka parah pertanda kalau pertahanannya berkurang, Saat pertahanan Mogui berkurang, Xiao Tian melompat dari atas kepala naga dan menginjak tubuh Mogui yang masih terluka.


Duakkk


Xiao Tian menekan tubuh Mogui agar jatuh kedaratan, kakinya terus menempel di tubuh Mogui, hingga membuat Mogui terjatuh menghantam ribuan bola api yang mengejarnya.


Duar Duarr Duarr


Bruakk


Daratan yang rata menjadi hancur penuh retakan, semua ini karena tubuh keras mogui menghantam daratan dengan kecepatan tinggi, sedangkan Xiao Tian masih berdiri diatas tubuh Mogui.


"Beraninya kau memperlakukanku seperti ini!" teriak Mogui


"Kau masih bisa bicara ya?" tanya Xiao Tian


Xiao Tian turun dari tubuh mogui, lalu mengangkat kepala Mogui dengan satu tangan.dia mencekik kepalanya hingga membuat Mogui bergerak tak karuan, kepala bantengnya terlihat begitu tersiksa mencoba melepaskan diri, sayangnya tangan dan kakinya tak bisa digerakkan, makanya dia hanya bisa berteriak dan menggeliat.


"Menelanmu." jawab Xiao Tian


"Tidak.." teriak Mogui


Perlahan tubuh mogui menghilang, Xiao Tian pun berhasil menyerapnya.


"Maafkan aku karena datang terlambat, nona Feng Ling." ucap Xiao Tian sambil menengok kebelakang


"Kau seharusnya tak menolongku, ayahku dan ibuku telah tiada, harusnya kau biarkan dia membunuhku!" ucap Feng Ling sambil meneteskan air mata


"Tenang Lah, dia masih hidup." sambung Xiao Tian


#Sisi Huang Li


"Majulah para kera bodoh!" teriak ChenZhong


"Apa iblis itu bisa melawan jutaan Demon Kong seorang diri?" pikir Huang Li


Tepat sebelum para Demon Kong memukul Chenzhong, jutaan Demon Kong lenyap tanpa sisa.


"Sepertinya Mogui telah dikalahkan, ini tak seru, padahal aku ingin menerbangkan para Demon Kong." ucap Chenzhong


"Apa yang terjadi kenapa semua Dekon kongnya menghilang, padahal sedikit lagi, aku pasti bisa mengalahkannya." pikir Huang Li


Jederrrr


Huang Li tersambar petir dari atas langit, Hingga terjatuh menghantam tanah.


"Apa yang baru saja terjadi?" pikir Huang Li yang terluka parah


"Mogui sudah kalah, kau kembalilah!"


"Ingat apa tujuanmu kemari!"


"Chenzhong!"


"Kau akan dihukum karena tindakanmu!" teriak suara misterius


"Maafkan aku yang mulia, aku tak bermaksud melanggar perintah." jawab ChenZhong


"Kembalilah!" teriak suara misterius


"Baik yang mulia." jawab Chenzhong


Chenzhong melompat begitu tinggi hingga menembus awan, suasana pun kembali tentram, tiba-tiba udara dilangit dipenuhi angin kencang.

__ADS_1


#Diatas langit yang begitu tinggi


Wooshh woshh


"Apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba angin menjadi kencang?" ucap si Gendut


Naga hitam raksasa terpaksa mendarat karena angin yang begitu kencang, Matahari perlahan terbit, semuanya mulai terlihat terang, kegelapan mulai menghilang, dan suara para iblis tak terdengar lagi.


#Sisi Xiao Tian


Feng Ling menatap Xiao Tian yang sedang mencoba mengobati ayahnya dengan teknik akupuntur, saat melihat langit dibelakang Xiao Tian, Feng Ling terkejut karena melihat ada naga hitam raksasa yang terbang menuju kearahnya.


"Xiao Tian awas ada naga raksasa yang akan menyerang kita!" teriak Feng Ling sambil menunjuk kearah naga hitam raksasa


"Oh tenang saja, dia adalah temanku." jawab Xiao Tian dengan senyuman


"Guru, maafkan aku, angin begitu kencang jadi kami terpaksa mendarat." sambung si Gendut


"Waaaa pria Gendut itu menaiki kepala naga raksasa, apa aku sedang bermimpi!" ucap Feng Ling


#Sisi Huang Li


"kak Huang Li!"


"Apakah kau tak apa?"


"Kenapa kau tergeletak ditanah!" teriak kaibo sambil menggendung Jingmi yang sedang tak sadar


#Sekte pedang bencana


Para murid sekte pedang bencana membawa tubuh raja pedang, ke sekte mereka, mereka menceritakan semua kejadian di kerajaan angin kepada para tetua sekte dan Ketua sekte. tetua sekte pedang bencana begitu geram melihat cerita para muridnya itu.


"Ketua sekte, kita harus mencari perhitungan dengan bocah bernama Xiao Tian itu!" ucap para tetua sekte


"Diam kalian!" teriak ketua sekte sambil menggenggam erat tangannya, seakan mencoba menahan amarahnya


"Apa yang terjadi denganmu ketua?"


"Bukankah kau paling membenci penghinaan seperti ini?" tanya para tetua sekte


Duarrrr(Suara ledakan terdengar dari area luar sekte pedang bencana)


"Suara apa itu!"


"Ketua, kenapa kau terlihat panik?" ucap para tetua sekte


Ketua sekte terlihat begitu ketakutan, keringat dingin mengalir di tubuhnya, walau berusaha menahan diri, dia tak bisa menutupi rasa takutnya itu.


Duarrrr


Aaaaaa(Suara para murid-murid yang terkena ledakan)


"Ini tak bisa dibiarkan, ayo kita keluar dan cek siapa yang membuat onar di tempat kita!" teriak salah satu tetua sekte


Brakkk(Suara pegangan kursi yang hancur karena digenggam erat oleh ketua sekte)


Duarrrr


"Aaaaaa" teriak para tetua sekte yang mencoba keluar


Ledakan terakhir telah sampai di ruang para tetua, perlahan suara langkah kaki terdengar menuju ke aula ketua sekte.


Tap tap tap


"Apa kau tahu kesalahanmu?" ucap Suara misterius


"Tolong jangan hancurkan sekte kami, topeng bencana!" ucap ketua sekte


"Siapapun yang berurusan dengan Xiao Tian harus mati." ucap Topeng bencana


Duar


Duarrrr


Dalam sekejap, sekte pedang bencana hancur lebur tanpa sisa, dilahap oleh kobaran api biru.


#Wilayah sekitar sekte Gunung Api


Jenderal Taizong menggendong tubuh Taiwu yang telah dia obati, sedangkan Taifeng menggendong Tailong yang tak sadarkan diri.


"Haih, padahal kalau kita bisa membawa Lion Beast waktu itu, kita bisa bergerak lebih cepat, tapi tak disangka saat kita muncul, Lion Beast itu menjatuhkan Tailong dan lari ke dalam hutan." ucap Taifeng


"Mungkin wajahmu terlalu mengerikan." ucap Taizong


"Enak saja, aku ini pria paling tampan tahu, mungkin dia takut melihat wajah kak Taizong." saut Taifeng


"Cih, mana mungkin dia takut melihat wajah tampanku, aku sudah menikah itu pertanda kalau aku lebih tampan darimu, sedangkan kau hingga sekarang belum juga punya istri, bahkan adik Tailong melangkahimu hingga memiliki putra sebesar dan sehebat Taiwu." sambung Taizong


"Berhenti membahas pernikahan, aku muak dengan wanita!"


"Mereka terus menjauhiku setiap aku mencoba mendekati mereka, itu sungguh menyebalkan." sambung Taifeng


"Itu karena wajahmu begitu jelek." sambung Taizong


"Ahh, itu tak mungkin, para wanita itu saja yang buta, tak bisa membedakan mana orang yang tampan, dan mana yang jelek!" sambung Taifeng


#Ruang Hampa

__ADS_1


"Xiao Tian, apa kau masih lama, huhuhu."


"Tak ada apapun disini, ini benar benar membosankan!" teriak dewa petir


__ADS_2