Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 374 : Satu lawan satu


__ADS_3

"Sejak segel roh beladiriku terbuka, kultivasiku saat ini adalah seorang pendekar alam langit lapisan kedua."


"Seingatku kultivasinya selalu berada di atasku. Aku penasaran, seberapa kuat dia sekarang," pikir Xiao Tian sambil menatap ke arah tubuh tiruannya.


"Tubuh tiruan ini terasa sangat berbeda, apakah kultivasimu meningkat lagi?" tanya sisi lain Xiao Tian yang tak tahu apa apa karena telah tertidur lama sejak dikalahkan oleh Ning Lian Ho.


"Apa kau tak menyukai tubuh barumu?" tanya Xiao Tian sambil melirik ke arah sisi lainnya.


"Apa kau bercanda?"


"Tubuh ini sekuat tubuh para pasukan langit, ini benar benar luar biasa!" ucap sisi lain Xiao Tian dengan penuh semangat.


"Kalau begitu, ayo kita pergi," ucap Xiao Tian sambil berjalan mendahului sisi lainnya.


"Ning Zetao adalah mangsaku, kau urus saja yang satunya," tegas sisi lain Xiao Tian dengan tangan yang terkepal kencang.


"Setuju," ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan pedang hitam bergeriginya.


"Bawa pedang ini," Xiao Tian melemparkan dua pedang bergeriginya ke tangan sisi gelapnya.


"Kalau kau memberikanku keduanya, senjata apa yang akan kau gunakan?" tanya sisi gelap Xiao Tian.


"Tenanglah, aku masih bisa menciptakan berbagai macam senjata dengan bantuan relik perakku," ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan dua buah pedang perak bergerigi dari telapak tangannya. Di sebelah kiri benar benar murni terbuat dari relik perak, sedangkan di sebelah kanannya terbuat dari relik es.


#Lantai bawah tanah gedung harta kediaman Ning Lian Ho


Tap tap tap


"Sepertinya kita telah kedatangan tamu tak di undang," ucap Ning Zetao sambil bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang dilakukan Ning Shenli saat ini?"


"Bagaimana bisa dua anak ayam ini menerobos masuk dengan begitu mudahnya?" ucap Ning Jizhe sambil mencabut keluar pedangnya.


"Hati hatilah dengan senjata mereka,"


"Senjata senjata itu bukanlah senjata biasa," ucap sisi lain Xiao Tian melalui telepati.


"Aku mengerti," sambung Xiao Tian melalui telepati.


"Entah kenapa wajah mereka terlihat tak asing dimataku, apakahkau mengenal mereka?" tanya Ning Zetao sambil melirik Njng Jizhe.


"Wah wah wah, aku tak tahu kalau kau punya saudara kembar. Tak hanya itu, aku juga baru tahu bahwa ternyata kau terikat dengan tiga relik tingkat menengah. Benar benar menarik," ucap Ning Jizhe sambil memanggul pedangnya.


"Dia bisa mendeteksi jumlah relikku hanya dalam sekali lihat?"


"Terikat dengan relik bangsa iblis, adalah sebuah dosa. Dan masa depan bagi pendosa adalah kematian!" Ning Jizhe melesat cepat ke hadapan Xiao Tian. Lalu langsung berusaha menebas lehernya.


Demi menghindari serangan kejutan Ning Jizhe, Xiao Tian mengaktifkan teknik teleportasi jarak dekat.


Woosh


"Hampir saja," ucap Xiao Tian dengan napas terengah engah.


"Jaga lehermu baik baik, tuan pembunuh immortal," ucap Ning Jizhe sambil berusaha menebas punggung leher Xiao Tian.


Wooshhh


Xiao Tian kembali menghilang dari pandangan Ning Jizhe.

__ADS_1


"Apa yang salah denganmu?"


"Kenapa terus menghindar?" tanya Ning Jizhe yang muncul seketika tepat di tempat Xiao Tian berteleportasi.


"Kenapa dia bisa ada tepat di belakangku?" pikir Xiao Tian dengan mata terbelalak.


"Karena aku bisa membaca pikiranmu," ucap Ning Jizhe sambil berusaha menebas leher Xiao Tian.


"Lucu sekali," ucap Xiao Tian sambil mengaktifkan teknik pengeras tubuh.


Krakkkk


"Teknik pengeras tubuh ya?"


"Sepertinya aku harus meningkatkan ketajaman pedangku," ucap Ning Jizhe sambil melangkah mundur.


"Dari caranya bicara tadi, sudah jelas kalau dia tak bisa membaca pikiranku. Lalu bagaimana bisa dia muncul tepat dimana aku akan berteleportasi?" pikir Xiao Tian sambil mencoba memahami. situasi.


####


"Bisakah kita mulai pertarungan kita juga, pak tua?" ucap sisi lain Xiao Tian sambil memasang kuda kuda.


Setelah mendengar ejekan sisi lain Xiao Tian, Ning Zetao mengingat jelas diapa musuhnya saat itu.


"Pantas saja aku merasa kenal denganmu, ternyata kau adalah si pencuri budak yang waktu itu. Kupikir kau seorang pecundang karena lari dari pertarungan. Tadinya aku berniat untuk mencarimu jika tugasku disini selesai. Karena kau muncul sendiri di hadapanku, maka sudah sepantasnya aku menghormati keberanianmu ini," ucap Ning Zetao sambil memutar mutar kampaknya.


"Matilah di tanganku, pencuri kecil!" bentak Ning Zetao sambil mengayunkan kampak besarnya.


"Dalam mimpimu!" ucap sisi lain Xiao Tian sambil melesat maju mendekati Ning Zetao.

__ADS_1


__ADS_2