
Berdasarkan ingatan Tailing Zen yang telah dibaca oleh Dewa Petir. Kunci dimensi es disembunyikan di gua rahasia yang berada agak jauh di sebelah selatan markas siluman harimau perak. Dengan bermodalkan ingatan Tailing Zen di kepalanya, Xiao Tian memimpin pasukan siluman harimau menuju gua rahasia tersebut.
Dalam perjalanan, mereka dihadang oleh badai salju yang sangat dahsyat. Badai tersebut bukanlah badai alami yang diakibatkan oleh cuaca. Namun berasal dari elang iblis yang merupakan bawahan raja iblis Lanbing.
Berbeda dengan para iblis beruang kutub yang berada diistana es, iblis yang menghadang mereka berbentuk seperti seekor elang raksasa. Bulunya putih seputih salju. Cakarnya berwarna jingga, ukuran tubuhnya empat kali lipat dari manusia dewasa. Tubuhnya diselimuti oleh hawa iblis yang sangat kuat. Saking kuatnya di seluruh tubuhnya mengeluarkan aura hitam yang begitu jelas.
Elang iblis itu terbang begitu tinggi, dia mengepakkan sayapnya dengan begitu kencang untuk menciptakan badai salju.
Untuk melindungi Kaibo, naga hitam versi mini, beserta seluruh pasukan siluman harimau yang ikut bersamanya, Xiao Tian membentuk lingkaran pelindung yang terbuat dari tanah.
Ketika Xiao Tian sedang sibuk melindungi semua orang dan mencoba mempertahankan tanah pelindung yang dia ciptakan, Tailung dan Kaibo mengobrol dengan begitu santai.
"Sejak kapan beast elang bisa mengeluarkan aura hitam?" ucap Tailung.
"Tidak, itu bukanlah seekor beast."
"Sudah dipastikan bahwa mereka adalah bawahan raja iblis lanbing." jelas Kaibo.
"Aku tak mengerti, sebenarnya apa perbedaan antara Beast dan iblis." ucap Tailung.
"Beast tak memiliki hawa iblis, berasal dari hewan kuno yang telah lama berkultivasi. dan tak akan bisa berbicara layaknya manusia."
"Beast memiliki elemen cahaya, sedangkan iblis tidak. Beast kebal terhadap serangan berelemen cahaya, tapi iblis tidak." jelas Kaibo.
"Seperti yang diharapkan dari iblis kecil." sambung Tailung.
"Panggil aku tuan Kaibo, aku adalah anak angkat Kak Xiao Tian." ucap Kaibo.
"Kalau kau anak angkatnya, kenapa kau memanggilnya dengan sebutan kak?" tanya Tailung.
"Huft, bukan urusanmu." ucap Kaibo sambil mengalihkan pandangannya.
Setelah memperkuat teknik tanah pelindungnya, Xiao Tian membuka portal menuju ruang hampa. Dia menyuruh semua orang pergi memasuki portal tersebut.
Tanpa rasa ragu, Tailung beserta pasukannya memasuki portal tersebut. Sedangkan Kaibo dan naga hitam versi mini tak memasuki portal itu dan terus menatap Xiao Tian yang terlihat begitu kesulitan mempertahankan teknik tanah pelindung seorang diri.
__ADS_1
"Apa kak Xiao Tian tidak ikut?" tanya Kaibo.
"Pergilah lebih dulu, berhenti menghawatirkanku. Patuhilah perintahku, aku tahu apa yang harus kulakukan. Jika aku membutuhkan bantuan kalian, aku akan membuka portalnya kembali." tegas Xiao Tian.
"Ta ... tapi ... " Kaibo tak kunjung pergi memasuki portal karena merasa khawatir kepada Xiao Tian.
"Naga hitam, berubahlah menjadi raksasa lalu paksa Kaibo masuk ke dalam portal!" ucap Xiao Tian melalui telepati.
Naga hitam menuruti perintah Xiao Tian, dia nerubah menjadi raksasa, lalu menarik Kaibo memasuki portal menuju ruang hampa.
"Kak Xiao Tian, berjanjilah untuk kembali hidup-hidup!" teriak Kaibo.
Xiao Tian menelan pil penambah energi untuk mengembalikan energi qinya yang telah banyak berkurang. Xiao Tian menutup kembali portal menuju ruang Hampa, lalu membatalkan teknik tanah pelindungnya.
"Cih, akhirnya aku bisa bertarung sepuasku." ucap Xiao Tian.
Setelah tanah pelindung menghilang, badai salju menerjang ke arah tubuh Xiao Tian. Namun berkat teknik pengendali elemen miliknya, Badai salju terbelah menjadi dua menghindari tubuh Xiao Tian.
Melihat serangannya tak memberi dampak apapun, elang iblis berhenti menciptakan badai salju. Matanya mengeluarkan sinar merah, aura hitam yang menyelimuti tubuhnya menjadi semakin kuat dan melebar.
"Perisai es!" Xiao Tian mengacungkan telunjuk tangan kanannya.
Daratan salju di sekitar tubuh Xiao Tian beterbangan ke sekitar tubuhnya. Salju-salju tersebut menyatu menjadi sebuah piringan es yang begitu tebal. Piringan-piringan es tercipta satu demi satu, menahan semua kristal es beracun yang berjatuhan menuju ke arahnya. Setiap kristal es beracun yang berada pada jarak perisai es milik Xiao Tian, akan menancap kepada piringan-piringan es tersebut.
Xiao Tian bisa menciptakan begitu banyak piringan es karena sekarang dia sedang berada di daratan bersalju. Teknik ini sengaja dia simpan sejak lama untuk menyerang musuh yang berjarak jauh dan memiliki serangan berupa material elemen yang bisa dipantulkan kembali.
"Matilah!" Xiao Tian menunjuk ke arah elang iblis.
Setelah Xiao Tian menunjukkan jarinya ke arah elang iblis, semua kristal es beracun yang tertancap di piringan-piringan es, dipantulkan kembali menuju elang iblis tersebut.
Shut shut shut
Ketika elang iblis sedang sibuk menghindari serangan balasan Xiao Tian, Xiao Tian membuka portal menuju ruang hampa tepat di belakang punggung elang iblis. Dari dalam portal tersebut muncul sebuah bola api biru raksasa yang berasal dari mulut naga hitam raksasa.
Duarr
__ADS_1
Akibat ledakan tersebut, Elang iblis hancur tanpa sisa. Naga hitam terbang keluar portal, lalu terjun ke daratatan salju untuk mendekati Xiao Tian. Xiao Tian menutup portal ketika naga hitam telah keluar dari portal tersebut.
Setelah naga hitam terbang mendekat, Xiao Tian melompat menaiki punggung naga hitam raksasa, lalu terbang menuju gua tersembunyi yang jaraknya tak jauh dari tempat tersebut.
Setelah mencapai wilayah gua rahasia, Xiao Tian disambut oleh ribuan anak panah yang terbuat dari es. Anak panah tersebut berasal dari para iblis beruang kutub yang sedang menjaga pintu masuk gua rahasia.
Sambil terbang menghindari ribuan anak panah, Xiao Tian membuka portal ruang hampa lagi. Semua siluman harimau beserta Kaibo, keluar dari portal tersebut lalu menyerbu para iblis beruang kutub yang ada di luar tempat masuk gua.
Srat srat srat
"Saatnya menggila!" ucap Tailung sambil mencabik-cabik para iblis beruang kutub satu persatu.
"Serang!" teriak para siluman harimau.
"Habisi mereka tanpa ampun!"
"Lakukan seperti rencana kak Xiao Tian!"
ucap Kaibo.
Kaibo beserta para siluman harimau telah diberitahu oleh Xiao Tian melalui surat yang dia kirim ke dalam ruang hampa. Xiao Tian mengirim surat tersebut tepat sebelum mencapai wilayah gua rahasia.
Tailung beserta pasukannya, menghabisi para iblis beruang kutub dengan cakar mereka.
Sedangkan Kaibo menebas mereka dengan memakai teknik tarian pedang. Dia menebas para iblis beruang kutub dengan mengendalikan ribuan pedang yang dia keluarkan dari dalan cincin ruangnya.
Para iblis beruang kutub tak sanggup menahan serangan kejutan yang berasal dari para siluman harimau dan pedang-pedang Kaibo yang beterbangan menebas mereka saat sedang terfokus kepada Xiao Tian.
Ketika para iblis beruang kutub disibukkan oleh Kaibo dan para siluman harimau, Xiao Tian terus terbang menaiki naga raksasa melewati pintu masuk gua. Sambil terbang memasuki mulut gua rahasia, Xiao Tain melemparkan bola api kuning ke arah para iblis beruang kutub yang menghalangi jalan mereka. Sedangkan naga hitam raksasa terus fokus melakukan penerbangan menuju ke inti gua.
"Terus terbang, abaikan para musuh!"
"Aku akan menciptakan jalan untukmu, kita harus mencapai inti gua secepat mungkin. Merebut kunci dimensi es, lalu membuka portal menuju istana es!" Xiao Tian berbicara kepada naga hitam raksasa melalu telepati.
bersambung...
__ADS_1