Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 138 : Mengejar si Gendut (bagian ke 2)


__ADS_3

Xiao Tian mendapatkan kembali tubuh miliknya dengan bantuan Dewa petir.


Sedangkan Sun Long terus menggerutu karena telah kehilangan kesempatan menuju kebebasan.


"Sialan, dasar Dewa sialan."


"Padahal sedikit lagi aku bisa menguasai tubuh bocah ini." Gumam Sun Long di dalam alam pikiran.


Dewa Petir menjelaskan bahwa Sun Long belum sepenuhnya menjadi teman. Dia memberi peringatan kepada Xiao Tian agar tak pernah mempercayakan tubuhnya kepada Sun Long ketika kekuatan roh miliknya sedang tidak stabil.


Xiao Tian tak menerima ucapan Dewa Petir mentah-mentah. Dia menyanggah ucapan Dewa Petir dengan berkata.


"Bukankah lewajibanmu melindungi nyawaku hingga menjadi yang terkuat?"


"Jika tubuhku telah dikuasai oleh Sun Long sepenuhnya, kau kan bisa membalikkan keadaan dan menolongku agar kembali memiliki kendali atas tubuhku lagi."


"Itu tak sesederhana itu." jawab Dewa Petir.


"Bukankah kau seorang Dewa?"


"Kenapa banyak hal yang tak bisa kau lakukan?" tanya Xiao Tian.


Dewa petir menjelaskan kepada Xiqo Tian bahwa roh beladiri yang mengambil alih tubuh pemiliknya secara penuh, tak akan bisa dihabisi dengan mudah.


Sekali roh beladiri menyatu secara sempurna dengan tubuh pemiliknya, roh tersebut tak akan bisa dihentikan tanpa membunuh tubuh fisik pemiliknya.


Dewa Petir menjelaskan jika dia telat datang satu detik saja, mungkin Sun Long akan menguasai tubuhnya untuk selamanya."


Ketika roh beladiri telah menguasai tubuh pemiliknya, roh dari pemilik tubuh tersebut akan bertukar posisi dengan roh beladiri.


Dengan kata lain, jika Sun Long berhasil menguasai tubuh Xiao Tian, maka roh Xiao Tian akan bertukar posisi dengan Sun Long. Jadi Sun Long akan menjadi pemilik tubuh, dan Xiqo Tian akan menjadi roh beladiri Sun Long.


Dengan bertukarnya posisi mereka, maka tak ada pilihan lain selain membiarkan Sun Long bertindak sesukanya.


Sejak awal tugas Dewa Petir adalah memastikan Xiao Tian hidup hingga menjadi yang terkuat di daratan elemen.


Jika Xiao Tian menjadi seorang roh beladiri maka dia sudah dianggap mati meski belum mati. Semua itu bukanlah tanpa alasan, alasan kenapa Xiao Tian dianggap mati yaitu karena dia terikat kontrak budak dan majikan.


Jika Xiao Tian bertukar posisi dengan Sun Long maka otomatis Sun Long akan menjadi majikan Xiao Tian. Hidup dan matinya berada ditangan Sun Long dan tak bisa diganggu gugat bahkan oleh seorang Dewa sekalipun. Sekali Sun Long terluka atau bahkan tewas maka Xiao Tian akan merasakan hal yang sama, itulah konsekuensi menjadi roh beladiri.


Jika hal itu terjadi kepada Xiao Tian, maka Dewa Petir tak punya pilihan Lain selain kembali ke kediaman para Dewa. Sebenarnya dia bisa membantu Xiao Tian mendapatkan kembali tubuhnya jika hal buruk itu terjadi, namun dia tak bisa berbuat sesukanya karena kekuatannya telah dibatasi oleh Kaisar Langit.


Tugasnya hanya melindungi Xiao Tian, jika sudah dianggap mati maka tugasnya selesai.


Karena hal itu Dewa Petir melarang keras Xiao Tian membiarkan Sun Long merasukinya ketika kekuatan rohnya sedang kacau.


Setelah mendengar penjelasan Dewa Petir, Xiao Tian menganggukkan kepala menandakan dia telah mengerti.


Namun penjelasan itu tidaklah cukup baginya. Meski alasan dibalik kemarahannya terhadap Sun Long telah dimengerti, Xiao Tian belum puas dengan penjelasan Dewa Petir karena dia belum mendengar alasan kenapa dan kemana Dewa Petir menghilang sejak dia pingsan.


Namun karena terburu-buru, dia tak menanyakan hal tersebut kepada Dewa Petir.


Xiao Tian hanya meminta bantuan Dewa Petir agar bisa berlari mengejar si Gendut.


"Iya iya aku mengerti, sekarang bantu aku agar bisa berlari lebih cepat!" sambung Xiao Tian sambil memotong ucapan Dewa Petir yang masih memberi penjelasan.


"Dasar tidak sabaran." Sambung Dewa Petir dengan kesal.

__ADS_1


Dewa Petir membagikan sedikit kekuatannya kepada Xiao Tian sebagai kompensasi karena telah meninggalkannya selama 24 jam penuh.


Dengan tambahan energi qi dari Dewa Petir, Setelah menerima kekuatan tambahan dari Dewa Petir, Xiao Tian melanjutkan larinya untuk mengejar si Gendut. Dia berlari menuju ke gerbang barat perbatasan wilayah barat kerajaan Angin. Sedangkan Dewa Petir terus melayang dengan santai tepat disamping Xiao Tian yang sedang berlari dengan begitu serius.


Setelah sampai di gerbang bagian barat, Xiao Tian dikejutkan dengan pemandangan disana. Dia melihat para penjaga Gerbang pingsan dan mengalami luka-luka seperti telah dipukul hingga babak belur.


"Apa yang dipikirkan si Gendut, kenapa dia berlari tanpa tujuan kesana kemari sambil mencari Kaibo. Bahkan dia menghajar para penjaga tanpa ampun, apa Kaibo berada diluar Gerbang?"


"Tapi untuk apa dia keluar?"


"Hei Dewa petir apa kau tahu dimana mereka pergi?" Tanya Xiao Tian.


"Entahlah, aku sibuk dengan urusanku sendiri ketika aku pergi."


"Lagipula aku tak punya waktu mengawasi si Gendut dari alam Dewa." jawab Dewa Petir.


Dewa Petir tak bisa mencari si Gendut karena kekuatannya telah dibatasi oleh Kaisar Langit.


Dia menjelaskan kepada Xiao Tian kalau dia bisa memiliki kekuatan Dewanya jika berada di alam para Dewa. Akan tetapi karena tugas mendesak dari kaisar Langit, Dewa Petir tak bisa kembali ke Alam para Dewa seperti sebelumnya.


"Tugas mendesak macam apa yang diberikan Kaisar Langit padamu?." Tanya Xiao Tian.


"Itu rahasia para Dewa, yang pasti sebelum tugas itu selesai maka aku tak akan bisa kembali ke alam para Dewa untuk selamanya." jelas Dewa Petir.


"Cih, merepotkan." sambung Xiao Tian.


"Aku memang tak bisa kembali ke alam para Dewa untuk mencari tahu alasan dibalik kepergian si Gendut, tapi aku bisa melacak lokasi dia sekarang dengan syarat si Gendut masih berjarak 100 kilometer dariku." jelas Dewa Petir.


"Kalau kau punya kemampuan untuk melacak seseorang kenapa tak kau bilang dari tadi!"


"Dan juga kenapa kau tak membantuku mencari para iblis yang bersembunyi waktu itu!" bentak Xiao Tian.


"Sudahlah lupakan, nanti saja penjelasannya!"


"Sekarang cari tahu dimana si Gendut berada!"


"Apa itu caranya meminta bantuan dari seorang Dewa?" tanya Dewa Petir.


"Bisakah kau berhenti banyak bacot!" sambung Xiao Tian dengan kesal.


Xiao Tian menarik kerah Dewa Petir yang melayang disampingnya.


"Sejak kapan kau bisa menyentuh rohku?"


"Aku sekarang dalam bentuk roh loh?"


"Aku seorang Dewa dan kekuatanku jauh diatasmu, kalau kau tak melepaskanku aku akan ... "


Buk buk bukk


Xiao Tian memukuli roh Dewa Petir tanpa ampun hingga membuatnya merengek kesakitan.


"Aku tak tahu bagaimana caranya aku menyentuh rohmu, tapi dengan kejadian ini aku bisa melampiaskan kekesalanku padamu." ucap Xiao Tian dengan wajah jahatnya.


"Apa-apaan ini, apa ini perbuatan Kaisar Langit?"


"Jadi ini kejutan yang ingin dia tunjukkan padaku!"

__ADS_1


"Dasar Kaisar Sialan!" pikir Dewa Petir sambil mengepalkan kedua tangannya.


#Kediaman Kaisar Langit


Kaisar Langit sedang duduk di singgasananya sambil melihat kedalam bola kristal putih yang dia genggam dengan erat.


Bola tersebut berguna untuk mengawasi seluruh alam semesta, dengan memanfaatkan bola tersebut dia mengawasi keadaan Xiao Tian dan Dewa Petir.


Melihat Dewa Petir dipukuli habis-habisan oleh Xiao Tian, Kaisar Langit tertawa terbahak-bahak.


"Hahahahaha."


"Itu adalah balasanmu karena membuatku mengalami pertengkaran hebat dengan istriku sejak perjanjian itu dimulai."


"Ini baru awalnya saja, berikutnya mungkin akan lebih menyakitkan lagi."


"Heheheh." tawa Kaisar Langit.


*****


Setelah dibuat babak belur oleh Xiao Tian, Dewa Petir menyerah dan menuruti perintah Xiao Tian.


"Baiklah aku akan membantu mencari si Gendut dan berhenti menggodamu, tapi tolong jangan memukuli wajahku lagi." Dewa Petir merengek kesakitan sambil memegang wajahnya yang telah babak belur dipukuli Xiao Tian.


"Jangan Khawatir, aku tak akan memukuli wajahmu lagi, asalkan kau berhenti bercanda." ucap Xiao Tian dengan senyum jahatnya.


"Kenapa aku merasa takut kepada seorang manusia ya?"


"Sebenarnya apa yang kaisar langit lakukan terhadap rohku?"


"Kenapa seorang Dewa sepertiku bisa ditindas oleh seorang manusia, huhuhu." pikir Dewa Petir.


Melihat Dewa Petir melamun, Xiao Tian memegang pundaknya sambil berkata.


"Apa sudah ketemu?"


"Se ... sebentar." jawab Dewa Petir dengan wajah yang telah kembali mulus hingga tak ada luka sedikitpun diwajahnya.


Dewa Petir menutup matanya sambil menempelkan telunjuk tangan kanannya tepat di dahi miliknya. Sebuah gelombang kekuatan yang begitu dahsyat keluar dari seluruh tubuh Dewa Petir dan terus menyebar hingga mencapai jarak 100 kilometer dari tempatnya.


"Kekuatan yang luar biasa, aku pikir dia kehilangan kekuatannya karena bisa kupukul dengan mudah, apa dia menerima pukulanku karena merasa bersalah?" pikir Xiao Tian.


Xiao Tian merasa kagum dengan pancaran kekuatan Qi yang dikeluarkan Dewa Petir.


Kekuatan Dahsyat itu sangat jauh diatas kekuatannya. Benar-benar kekuatan yang diluar nalar manusia. Karena kejadian itu rasa hormat Xiao Tian kepada Dewa Petir sedikit bertambah.


"Ketemu, si Gendut masih belum jauh dari sini."


"Dia terus berlari kearah barat menuju ke kerajaan es." ucap Dewa Petir.


"Kenapa dia mendadak menuju ke kerajaan es?"


"bukankah dia tahu kalau dia merupakan buronan dikerajaan itu?"


"Ini tak bisa dibiarkan."


"Aku harus menyusulnya secepat mungkin!" ucap Xiao Tian.

__ADS_1


Xiao Tian melesat dengan begitu cepat menuju ke kerajaan Es untuk mengejar si Gendut.


"Tunggu aku Gendut!" ucap Xiao Tian.


__ADS_2