
#Ruang hampa
Xiao Tian terbangun dari tidurnya setelah cukup lama tertidur lelap di dalam ruang hampa. Seperti sebelumnya, dia melanjutkan latihan sembari menunggu naga hitam bangun dari tidurnya.
Latihan kali ini berbeda dari latihan latihan sebelumnya. Dia tak berlatih teknik berpedang karena tak ingin membangunkan naga hitam dengan suara pedangnya. Saat itu Xiao Tian bersemedi sambil melatih teknik akupunturnya dengan mengendalikan ribuan jarum yang dia terbangkan ke atas langit. Dengan bermodalkan kontrol kekuatan jiwa yang cukup hebat, Xiao Tian mengendalikan ribuan jarum tersebut dengan begitu lihai.
Setelah berhasil mengendalikan ribuan jarum, Xiao Tian mencabut rambut rambutnya lalu membuat puluhan kloning tanpa jiwa yang terdiam kaku mengelilingi tubuhnya.
Sembari menutup mata, dia membayangkan lokasi tubuh tubuh tiruannya dengan melacak panas tubuh mereka. Setelah berhasil menemukan lokasi tubuh tubuh tiruannya, Xiao Tian menusukkan seratus jarum perak ke masing masing tubuh dalam keadaan mata yang tertutup rapat.
Shut shut shut
Jarum jarum tersebut berhasil menancap ke semua tubuh tiruan, hanya saja tempat jarum jarum itu tertancap ada yang meleset dari titik incarannya. Bahkan ada yang keluar jalur hingga mengenai ekor naga hitam yang sedang tertidur.
Cleb
"Roarrr," raung naga hitam versi mini.
__ADS_1
"Sepertinya aku masih harus berlatih lagi, " ucap Xiao Tian sambil menepuk dahinya.
"Maaf karena telah mengejutkanmu, naga hitam," ucap Xiao Tian sambil mencabut keluar jarum peraknya dengan menggunakan kontrol kekuatan jiwa. Jarum jarum yang tertancap ke tubuh tiruan pun dia tarik paksa dengan menggunakan kontrol kekuatan jiwa.
Lalu memasukkan jarum jarum itu kembali ke dalam cincin ruangnya. Tepat setelah jarum jarum itu dimasukkan, Xiao Tian menonaktifkan teknik akar suci sehingga membuat tubuh tubuh tiruannya lenyap secara bersamaan.
"Ehm, apakah kau tak apa?" tanya Xiao Tian sambil menatap naga hitam versi mini.
"Aku baik baik saja, hanya merasa sedikit lemas dibagian ekorku," jawab naga hitam.
"Yah, itu wajar sih. Jarum perakku kan telah dilapisi oleh racun pelumpuh. hehe," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.
Setelah menyadari bahwa Dian Zheng telah melakukan sesuatu kepada tubuhnya. Naga hitam pun mencoba cara lain seperti menggunkan bahasa isyarat dan semacamnya. Namun belum sekpat dia mempraktekkan hal tersebut, tubuhnya kembali terdiam kaku dan dadanya kembali sakit seperti sebelumnya.
Setelah mencoba berbagai macam cara dan berakhir dengan kegagalan, naga hitam pun akhirnya menyerah untuk memberi tahu tuannya.
"Kau terlihat tidak baik, apakah kau benar benar baik baik saja?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
__ADS_1
"Ya aku baik baik saja," ucap naga hitam dengan napas terengah engah sambil mengelap keringat yang terus menetes melewati wajahnya.
"Ngomong ngomong kenapa kau datang kemari tuan?"
tanya naga hitam sambil mengerutkan dahinya.
"Aku membutuhkan bantuanmu untuk rencana penyergapan besok. Untuk rincian rencana rencananya akan kujelaskan nanti," jawab Xiao Tian sambil menatap naga hitam.
"Begitu ya? "
"Aku mengerti," sambung naga hitam sambil tersenyum.
#Kediaman Ning Lian Ho
Setelah mendapatkan informasi letak rahasia api suci, Tian Zhong menyusup ke penjara bawah tanah untuk melihat kondisi Meng Yi.
Namun disaat Tian Zhong baru satu langkah menuruni tangga, Ning Lian Ho memergokinya. Saat itu Ning Lian Ho hendak keluar dari penjara bawah tanah dengan menaiki tangga. Disaat mereka berpapasan, Ning Lian Ho pun langsung berkata, "Apa yang kau lakukan disini, jenderal Chen Li?"
__ADS_1
"Itu ... , " ucap Tian Zhong dengan tangan yang gemetaran.