
"Sudahlah berhenti merenung, ayo kita temui Taiwu dan lainnya. Mereka pasti kebingungan mencari kita saat ini," ucap Su Yan sambil menepuk pundak Xiao Tian.
Belum sempat Xiao Tian menjawab ucapan Su Yan, terdengar suara Taiwu dari arah belakang Su Yan, "Kalian tak perlu menjemput kami, karena kami semua sudah berada disini."
Setelah mendengar suara Taiwu, Su Yan langsung menoleh ke belakang, sedangkan Xiao Tian masih menundukkan kepalanya.
Ketika menoleh kebelakang, Su Yan melihat putri Jia Li yang terlihat kesal, Taiwu dengan naga hitam yang duduk di pundak kanannya, si gendut yang telah sembuh dari ciderannya dan Jingmi yang sedang menggendong naga biru.
"Kalian ... ?"
"Bagaimana cara kalian menyusul kami?" tanya Su Yan dengan mata yang terbelalak.
"Semua berkat naga hitam yang memiliki ikatan dengan pangeran Xiao Tian. Jika tak ada naga hitam di dekat kami, mungkin kami tak akan bisa menyusul kalian," jelas Taiwu sambil menatap Su Yan.
Ketika Taiwu sedang menjelaskan cara mereka menemukan lokasi Xiao Tian, putri Jia Li melangkahkan kakinya dengan napas yang tak beraturan karena sambil menahan rasa kesal.
Setelah berada di hadapan Su Yan, putri Jia Li berhenti berjalan lalu berkata, "Menyingkirlah!"
Sambil menyuruh Su Yan minggir, putri Jia Li mengeluarkan hawa membunuh yang dia pancarkan khusus kepada Su Yan.
Karena paham betul dengan apa yang dirasakan putri Jia Li, Su Yan langsung menyingkir dari hadapannya sehingga putri Jia Li bisa menghadap Xiao Tian yang masih menundukkan kepalanya.
Ketika Xiao Tian masih merenung, putri Jia Li langsung menampar pipi kanannya dengan air mata yang mengalir deras.
Plak..
Bekas tamparan putri Jia Li trrlihat begitu merah karena dia menampar Xiao Tian dengan sekuat tenaga. Namun Xiao Tian hanya bisa menundukkan kepalanya karena sudah kehabisan kata kata untuk membela diri.
"Aku kecewa padamu, Yan Yan. Kenapa kau meninggalkan kami dan menghadapi musuh seorang diri!"
"Tak bisakah kau mempercayai kami sedikit saja?"
"Bisakah kau berhenti menelan mentah mentah semua masalah yang kau hadapi seorang diri?"
"Jawab aku, Yan Yan!" ucap putri Jia Li dengan kesal.
__ADS_1
"Maafkan aku Lily, aku tak bermaksud menelan semua masalahku sendiri. Tapi aku ... ," belum sempat Xiao Tian menyelesaikan ucapannya, putri Jia Li memotong pembicaraan dengan nada yang cukup tinggi, "Tapi Apa!"
"Aku ... ," belum sempat Xiao Tian menyelesaikan kalimatnya, putri Jia Li kembali memotong ucapannya dengan berkata, "Aku tak ingin mendengar alasanmu!" "jika kau melakukan hal seperti ini lagi, Maka tak akan ada lagi Yan Yan dan Lily."
"Baiklah, aku berjanji tak akan melakukannya lagi. Maafkan aku, Lily," ucap Xiao Tian sambil menatap mata putri Jia Li.
Ketika suasa masih cukup panas, si Gendut mencoba mencairkan suasana dengan berkata, "Sudahlah, setidaknya sekarang kita sudah bertemu lagi.
"Cih," putri Jia Li membuang muka, karena masih merasa kesal.
Ketika xiao Tian masih memandang su gendut, Jingmi menarik tangan kanannya lalu berkata, "Ayah Xiao Tian, dimana Kaibo dan kak Liang Su?"
"Mereka masih berada di tangan musuh, tapi kau tak perlu khawatir. Kita pasti akan merebut mereka kembali," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.
"Karena semuanya sudah berkumpul, ayo kita lanjutkan perjalanan kita," ucap Taiwu sambil menepuk tangannya untuk mengalihkan perhatian semua orang.
"Kau benar, kita harus menolong Huang Li secepat mungkin," ucap Su Yan sambil tersenyum tipis.
"Naga hitam, berubahlah ke wujud aslimu!"
Setelah mendengar perintah tuannya, naga hitam langsung melompat dari pundak Taiwu dan berubah ke bentuk raksasanya.
Ketika semua orang telah naik di atas punggung naga hitam, mereka langsung dibawa terbang menuju laut barat.
#Diatas langit dalam perjalanan melewati gunung iblis
Xiao Tian duduk di atas kepala naga hitam seperti biasanya, dia ditemani oleh Dewa Petir yang duduk tepat disampingnya.
Sedangkan Taiwu dan yang lainnya duduk di atas punggung naga hitam tanpa terkecuali.
"Bagaimana caramu lulus dari ujian alam roh?"
"Kupikir kau akan gagal, kudengar ujian alam roh tak pernah meluluskan orang yang telah mencapai tingkat pendekar alam surgawi sekalipun."
"Sedangkan kultivasimu terlampau jauh dari peserta peserta sebelumnya. Jika bukan karena Dewa Kera Sun Wu Kong yang mengirimmu, aku mungkin tak akan menyetujuimu untuk pergi kesana. Karena setahuku, setiap orang yang mengikuti ujian alam roh pasti berakhir tragis. Roh mereka tak akan bisa kembali karena dihancurkan dan terputus dari roda reinkarnasi. Bisa dibilang benar benar kematian yang abadi."
__ADS_1
"Ujiannya memang cukup sulit, jika aku salah langkah sedikit saja. Mungkin aku akan gagal seperti yang sebelumnya. Aku bersyukur karena melakukan ujian disaat masih lemah," jawab Xiao Tian sambil menatap Dewa petir.
"Kenapa kau malah bersyukur karena masih lemah?" tanya Dewa Petir dengan heran.
"Karena jika aku sudah terlampau kuat, aku pasti sudah gagal di saat pertama kali mencoba. Jika aku lebih kuat dari pada tikus tikus yang menghadangku waktu itu, aku pasti gagal dalam ujian karena menghabisi para tikus yang merupakan kloning dari roh tikus suci," jelas Xiao Tian dengan dahi yang dikerutkan.
"Begitu ya ... ," ucap Dewa petir sambil menganggukkan kepalanya.
Terhitung dua puluh menit sejak naga hitam terbang membawa pergi Xiao Tian beserta rombongannya melewati gunung iblis, akhirnya mereka mendekati wilayah kerajaan petir.
Awalnya Xiao Tian berniat untuk mendarat di kerajaan petir untuk instirahat, tapi Dewa Petir melarangnya dan menyuruhnya agar terus melanjutkan perjalanan hingga sampai ke tempat tujuan utama.
Melihat Dewa Petir begitu bersi keras menolak mendarat, Xiao Tian tak punya pilihan selain melanjutkan perjalanan.
Meski menuruti permintaan Dewa Petir, Xiao Tian tetap menanyakan keputusannya karena tingkah Dewa Petir tak seperti biasanya.
"Kenapa kau menolak untuk mendarat?"
"Apakah ada yang membuatmu merasa terganggu?"
"Bukankah istrimu ada di kerajaan petir?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
Justrul karena ada istriku, makanya aku tak mau mendarat. Aku tak ingin babak belur lagi, hehehe," ucap Dewa Petir sambil tersenyum seperti orang bodoh.
"Aih, ya sudahlah. Lagi pula aku harus menyelamatkan Huang Li secepat mungkin. Terbanglah lebih cepat naga hitam!" ucap Xiao Tian sambil menepuk kepala naga hitam dengan lembut.
Roarrrr
"Kenapa kita tak mendarat?" tanya Jingmi sambil menatap Taiwu.
"Entahlah, sepertinya pangeran sedang terburu-buru."
"Lagipula menyelamatkan Huang Li adalah prioritasnya saat ini," jelas Taiwu sambil menatap Jingmi.
Sambil menunggu hingga sampai di tempat tujuan, Xiao Tian mencoba berkultivasi di atas kepala naga hitam. Meski tahu tanpa Sunlong proses kenaikan tingkatnya akan semakin lama, dia tetap mencoba fokus berkultivasi sesering mungkin.
__ADS_1
Ketika Xiao Tian sedang fokus berkultivasi, Dewa Petir menatapnya dengan pandangan serius. Dia tak mengijinkan Xiao Tian mendarat bukan karena istrinya tapi karena ingin menyembunyikan kebenaran tentang insiden vampir dan hilangnya ayah Taiwu.
Alasan Dewa Petir menyembunyikan semua itu dari Xiao Tian yaitu karena dia tak ingin fokus Xiao Tian terpecah hingga tak ada satupun masalah yang bisa dia selesaikan.