
"Open port," Xiao Tian membuka portal ruang hampa dan membiarkan para roh iblis keluar dari dalamnya.
Tap tap tap
Sunlong dan para roh iblis yang telah menguasai tubuh anggota sekte singa perak mendarat tepat dihadapan Xiao Tian.
Hormat kami yang mulia," Sunlong dan para roh iblis memberi hormat.
"Ngomong ngomong apa yang kau ingin lakukan dengan tubuh para pengawal Ning Lian Ho ini?" tanya Dian Zheng sambil mengangkat dua orang puluh pengawal kerajaan Ning dengan menggunakan kekuatan Jiwanya.
"Biarkan para roh iblis mengambil alih tubuh tubuh itu," ucap Xiao Tian sambil menatap Dian Zheng.
"Kan sudah kami beritahu," ucap Iblis buaya sambil memasang tampang datar.
"Sudah mulai berani denganku ya?" ucap Dian Zheng sambil tersenyum.
"A ... ampun guru!" ucap para roh iblis buaya sambil memberi hormat.
Ketika semua orang disibukkan dengan urusan mereka masing masing, Xiao Tian mengambil perhatian dengan berkata, "Ehm!"
Seketika semua orang kembali memfokuskan pandangan mereka kepada Xiao Tian.
"Berdirilah, kalian tak perlu membungkuk. Terutama kau ayah," ucap Xiao Tian sambil menepuk dahinya.
"Ada Dewa disamping kanan dan kirimu, bagaiman mungkin aku berani berdiri dengan tegak," ucap Xiao Zhaoye sambil menghela napas.
Melihat mantan raja mereka tak ingin berhenti berlutut, Xiao Hong dan para prajurit dari kerajaan petir pun mengikutinya
"Haih, terserah kalian saja deh," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.
"Ning Lian Ho saat ini telah berhasil kita kalahkan, rencana kita berikutnya adalah menuju ke kediamannya untuk merebut api suci."
"Orang yang akan ikut denganku kesana adalah Tainam Chun, Huang Li dan para roh iblis," ucap Xiao Tian dengan tampang serius.
Ketika semua orang sedang memperhatikan Xiao Tian dengan serius, Jingmi memberanikan diri untuk mendekati Xiao Tian dan berkata,
"Bagaimana dengan kami?" tanya Jingmi sambil menarik pakaian Xiao Tian.
"Jingmi diam saja disini sama Kaibo ya," ucap Xiao Tian sambil mengelus kepala Jingmi.
"Tapi, Jingmi mau ikut," ucap Jingmi dengan tampang sedih.
"Haih, baiklah kamu boleh ikut. Tapi nanti jangan berisik ya," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.
"Uhm," ucap Jingmi dengan tampang gembira.
Setelah melihat Jingmi mendapat perannya, para prajurit yang ingin membantu pun tak ingin kalah. Mereka ikut menanyakan tentang tugas apa yang akan mereka lakukan berikutnya.
Tentunya Taiwu dan yang lainnya pun ikut tertarik dengan topik tersebut.
Setelah berbicara begitu lama, akhirnya Xiao Tian mendapatkan kesimpulan di
__ADS_1
dimana Taiwu dan ketiga jenderal utama akan pergi menuju kerajaan petir untuk membangunkan naga biru yang tertidur.
Tainam Chun, roh iblis, Huang Li, dan Jingmi pergi bersamanya untuk menyusup ke kediaman Ning Lian Ho. Sedangkan para siluman dan Sunlong diperintahkan menuju ke daratan vampir untuk mencari tahu lokasi siluman rubah putih.
Sementara itu, sisanya pergi ke sekte badai berduri bersama Wu Kong untuk menghindari musuh yang tak diinginkan.
#Kediaman Ning Lian Ho
"Salam yang mulia," Para siluman rubah merah yang menyamar menjadi pasukan bayangan jenderal Chen Li memberi hormat kepada Xiao Tian.
"Bagaimana keadaannya sekarang?" bisik Xiao Tian dengan tampang serius.
"Tian Zhong berada di penjara bawah tanah untuk mengawasi Meng Yi, sedangkan para pilar kerajaan sedang menjaga tempat dimana api suci berada," jawab salah satu siluman rubah sambil memberi hormat.
"Para pilar?"
"Mereka berlima?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Tidak, hanya bertiga," jawab siluman rubah merah sambil menggelengkan kepalanya.
"Kerja bagus, kembali ke posisi kalian," bisik Xiao Tian sambil tersenyum.
"Baik yang mulia," para siluman rubah menghilang dari pandangan Xiao Tian.
"Apa yang mereka katakan?" tanya Jingmi.
"Semua sesuai seperti yang aku perkirakan. Jingmi mengerti maksud ayah kan?" ucap Xiao Tian sambil tersenyum.
"Uhm," angguk Jingmi.
Wooshh
#Gudang senjata kerajaan Ning
"Cantiknya, apa dia seorang peri?" para penjaga terpesona oleh kecantikan Jingmi.
Ketika semua orang masih terfokus kepada kecantikan Jingmi, Huang Li menyelinap ke belakang punggung mereka. Lalu memukul tengkuk mereka hingga pingsan.
Setelah para penjaga pingsan tak sadarkan diri, Huang Li mengendalikan pikiran mereka dengan memanfaatkan relik miliknya.
"Jaga tempat ini, dan jangan biarkan orang lain masuk," ucap Huang Li sambil menatap para penjaga yang telah dalam kendalinya.
"Baik nona," ucap para penjaga sambil memberi hormat.
"Ayo kita masuk," Huang Li mengajak Jingmi memasuki gudang senjata.
"Ehm," angguk Jingmi sambil melangkah girang.
##Penjara bawah tanah kerajaan Ning
Tainam Chun menghabisi seluruh penjaga, lalu membebaskan para tahanan kerajaan untuk mengalihkan perhatian raja.
__ADS_1
Srattt
Krakk
krakkk
Kreattt
"Kilatan cahaya apa itu?"
"Kenapa pintunya terbuka?" gumam para tahanan sambil melangkah keluar dari jeruji besi.
Wooshhh
"Apakah kau yang bernama Tainam Chun?" tanya Tian Zhong sambil memasang tampang serius.
"Bagaimana kau tahu namaku?" tanya Tainam Chun sambil memasang kuda kuda.
"Namaku Tian Zhong, aku berada di pihakmu. Meng Yi ada di lantai kedua penjara bawah tanah. Pergilah kesana dan bawa dia keluar dari sini. Aku akan membantumu melepaskan para musuh kerajaan," ucap Tian Zhong sambil menepuk pundak Tainam Chun.
"Baiklah," Tainam Chun pergi dengan menggunakan langkah kilatnya.
#Lantai kedua gedung harta kediaman Ning Lian Ho.
Duarrrrr
Jederrrr
Suara ledakan terdengar dari segala penjuru.
"Terdengar begitu banyak ledakan diluar sana, apakah kau tak ingin pergi mengeceknya?" tanya Ning Jizhe sambil menancapkan pedangnya.
"Kenapa tidak kau saja yang mengecek?" tanya Ning Zetao sambil memanggul kampaknya.
"Bisakah kalian berhenti berdebat?" tanya Ning Shenli sambil memasang tampang kesal.
"Kalau begitu kau saja yang pergi," ucap Ning Zetao dan Ning Jishe secara bersamaan.
"Haih merepotkan," ucap Ning Shenli sambil membawa cambuknya.
Ning Shenli pergi meninggalkan ruang harta dan langsung pergi menuju sumber keributan.
Tempat yang dia tuju saat itu adalah penjara bawah tanah.
"Masih tersisa dua pilar lagi, apa rencanamu sekarang?" tanya Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.
"Terobos langsung," jawab Xiao Tian dengan penuh percaya diri.
"Ho, kau ingin melawan mereka seorang diri?" tanya Dewa petir sambil memasang tampang tak percaya.
"Tentu saja tidak," ucap Xiao Tian sambil mencabut satu helai rambutnya.
__ADS_1
"Ho, aku mengerti sekarang. Apa kau yakin tak membutuhkan bantuanku?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Ya, aku sangat yakin," jawab Xiao Tian dengan tegas.