
Setelah mengumpulkan bahan makanan, Xiao Tian dan kawan-kawan melanjutkan perjalanannya, sambil menaiki naga hitam raksasa, mereka terbang dengan sangat cepat.
Akan tetapi, jauh dibelakang mereka terdapat benda asing yang melesat begitu cepat..
si Gendut yang kebetulan duduk di tempat paling belakang melihat benda aneh itu.
Dengan wajah yang heran, dia menunjuk ke arah benda asing yang mengejar mereka, dia berkata.
"Teman-teman lihatlah kebelakang!"
"Ada benda aneh berwarna hitam mengarah kemari!" ucap si Gendut
Mendengar ucapan si Gendut, semua orang menoleh kebelakang, benar saja mereka melihat sesuatu yang aneh sedang terbang mendekat.
"Apakah itu burung?" tanya Su Yan
"Mana ada burung yang bergerak secepat itu, kita saja sedang terbang dalam kecepatan tinggi!" ucap Kaibo
"Apa itu naga yang lain?" tanya Jingmi
"Itu tak mungkin naga, ukurannya terlihat sangat kecil." ucap salah satu prajurit
Karena penasaran Huang Li pun ikut menengok, setelah dia perhatikan benda kecil itu terlihat seperti seorang manusia.
"Itu bukan burung ataupun naga, itu adalah manusia!" teriak Huang Li
"Ma.. manusia?"
"Itu tak mungkin, mana ada manusia yang terbang secepat itu!" teriak Kaibo sambil menunjuk ke arah benda asing itu
"Aku yakin itu naga kecil." ucap Jingmi
Benda itu semakin mendekat, dan terlihat semakin jelas, setelah semuanya memperhatikan ternyata itu memang seorang manusia.
Manusia dengan sayap di punggungnya, berpakaian serba hitam dan memegang pedang di salah satu tangannya, sambil memakai topi yang biasa dipakai seorang petani.
"Manusia macam apa yang bisa terbang secepat itu!" teriak Su Yan sambil menunjuk ke manusia terbang itu
"Sayap.. dia punya sayap, sudah kuduga itu pasti naga." ucap Jingmi
"Naga dari mananya, apa kau tak melihat bedannya?"
"Itu jelas jelas manusia!" ucap Kaibo
"Mungkinkah itu iblis?"
"Kaibo apakah ada iblis menyerupai manusia yang memiliki sayap?" tanya Su Yan
"Tentu saja ada, tapi yang di depan kita aku jamin bukanlah seorang iblis, meski aku merasakan sedikit aura iblis darinya, dia bukanlah seorang iblis." ucap Kaibo
Saat semua memperhatikan manusia terbang itu, manusia itu menatap mereka sambil terbang dengan kecepatan tinggi, setelah diperhatikan dia adalah seorang pria, pria itu tersenyum.
Aura membunuh terasa begitu kuat, pria itu memegang topinya dan melemparkannya ke arah punggung naga.
Wooshhh
Topi itu di kelilingi energi ki yang dasyat, melihat topi aneh itu mendekat dengan kecepatan tinggi, si Gendut mengeluarkan pedangnya untuk menahan topi itu, tapi...
__ADS_1
topi itu malah mebuat pedang si gendut patah.
Karena kecepatan naga semakin tinggi, topi itu pun tertinggal kembali, dan pendekar terbang itu mengambil topinya saat masih di udara. Akan tetapi, pendekar itu kembali tersenyum dan terus mencoba melemparkan topinya dengan kekuatan dan kecepatan yamg berlipat ganda..
Woshh woosh
Dengan kecepatan luar biasa topi itu terbang mendekat, saat hampir mengenai semua orang, Xiao Tian tiba-tiba saja muncul dan menangkap topi itu dengan satu tangan.
"Beraninya kau melemparkan sampah ke arah temanku!" ucap Xiao Tian sambil menahan topi itu
Dengan amarah diwajahnya, Xiao Tian melempar topi itu kembali dengan kecepatan 4 kali lipat dari lemparan tadi.
Wooshhh
Pria itu menahan topinya dengan satu tangan, meski tangannya sedikit berdarah tapi tak ada luka yang parah.
Anehnya, setelah mengalami sedikit luka, pendekar itu tersenyum, dia semakin menggila, kecepatanya meningkat, dia melempar kembali topinya dengan tangan kanan, dia mengarahkan topi itu jauh kesamping kanan naga.
Wooshh
"Hei apa dia mulai gila?"
"Pendekar itu melempar topinya jauh ke arah kanan, padahal naganya kan ada tepat di depannya." ucap Kaibo
Pendekar itu terbang semakin cepat dan mendekat, Saat semua fokus melihat pendekar itu, topi pendekar yang sudah lama tak terlihat menyerang kembali ke arah Xiao Tian dari arah kanan, Xiao Tian yang kini berada di ujung punggung naga berusaha menangkap topi itu.
Tapi sebelum dia menangkap topi itu, Dewa petir muncul dan berkata.
"Jangan ambil topi itu dengan tangan kosong!"
"Dia sengaja melukai tangannya, agar membuatmu berpikir dia lebih lemah, dan berpikir kalau lemparan topi itu tak berbahaya." ucap Dewa Petir
Xiao Tian menghindari topi itu dengan berlari kearah ekor naga, tapi anehnya topi itu terus mengejar seakan akan topi itu di kendalikan oleh seseorang.
Pendekar itu tersenyum sambil terbang dengan cepat, meski jarak mereka masih jauh, senyum di wajah pria itu terlihat jelas, dan hawa membunuh dari pria itu sangatlah kuat.
Karena merasa terdesak, sambil berlari, Xiao Tian mengeluarkan bola api dari lengannya ke arah topi itu.
Duarrr
sayangnya topi itu tak tergores sedikitpun, topi itu dilindungi oleh lapisan ki yang begitu kuat.
"Sialan apa yang harus kulakukan!" teriak Xiao Tian
"Biarkan aku merasukimu!"
"Kau tak akan bisa menang melawan pendekar itu, dia terlalu berbahaya, melawan topinya saja kau tak bisa." ucap Dewa petir
"Baiklah cepat masuk sebentar lagi kita berada di ujung ekor naga ini!" teriak Xiao Tian
"Sebenarnya apa yang kak Xiao Tian lakukan?"
"Kenapa dia malah berlari menghindari topi itu?" ucap Kaibo merasa heran
"Itu karena di topi itu terdapat racun yang mematikan." ucap Su Yan
"Hei dari mana kau tahu?"
__ADS_1
"Jangan asal bicara ya." ucap si Gendut
"Aku tak asal bicara, meski aku terlihat malas berlatih, kalau soal mengenali racun, aku tak akan salah, racun di topi itu lebih berbahaya dibandingkan kabut di Gunung Iblis"
"Kalau kita terkena racun itu, mungkin pil anti racun ketua tak akan bisa menetralkannya." ucap Su Yan
"Begitu ya, bagaimana ini, dia hampir terpojok." ucap Huang Li
"tolonglah siapa saja, bantu ayah Xiao Tian, Kalau terus berlari, ayah Xiao Tian akan jatuh ." ucap Jingmi dengan wajah khawatir
Tepat ketika Xiao Tian hampir menyentuh ujung dari ekor naga itu, Xiao Tian telah dirasuki Dewa petir.
Dewa petir mengeluarkan bola api besar berwarna biru, dia mengarahkan api itu ke arah topi di belakangnya.
Duarrr
Topi itu hangus terbakar hingga menjadi debu.
"Apa yang..." ucap si Gendut yang kehabisan kata-kata karena apa yang baru saja dia lihat
"Sejak kapan ayah Xiao Tian bisa mengendalikan api biru?" ucap Jingmi merasa heran
"Berapa banyak rahasia yang kau miliki?"
"Kalau kau punya api sehebat itu, kenapa kau malah menghindar dari tadi." pikir Huang Li
"Kenapa dia berusaha keras menghindar dari tadi, apa dia ingin membuat kamj khawatir?" ucap Kaibo dengan wajah kesal
"Hei mungkin saja teknik api biru itu, memerlukan waktu untuk aktif, jadi dia berlari untuk mengulur waktu sampai tekniknya siap digunakan." ucap Su Yan
"Tumben hari ini otakmu encer." ucap Gendut
"Cih enak saja, dari dulu otak ku memang yang paling encer, he he he." ucap Su Yan sambil menyombongkan diri
Melihat topinya hangus terbakar, pendekar itu mengeluarkan hawa membunuh lebih kuat, hingga membuat semua teman-teman Xioa Tian merasa sesak napas.
Jika Xiao Tian tak dirasuki Dewa Petir, maka dia akan merasakan hal yang sama, tapi sekarang situasinya berbeda, pendekar itu merasa heran karena Xiao Tian masih bisa berdiri tegak, Dia terus terbang mendekat setelah dia semakin dekat, tangan kanannya mengambil pedang di pinggangnya, kini pria itu memegang dua pedang.
Saat pendekar itu sudah dekat, diluar perkiraan pendekar itu, Xiao Tian melompat dan terbang dengan posisi kaki seperti ingin menendang orang diudara, karena terkejut dia tak bisa menghindari tendangan maut dari dewa petir, tendangan itu tepat mengenai wajah pendekar itu.
Duakkkk
pendekar itu terpental kearah belakang, Disaat pendekar itu masih terkena dampak tendangan mautnya, Dewa petir yang merasuki Xiao Tian menendang perut pendekar itu dengan sangat keras, pendekar itu terpental hingga jatuh kedaratan, tanah tempat pendekar itu jatuh hancur hingga membentuk kawah.
Duarrr
Xiao Tian yang dirasuki Dewa Petir kembali terbang ke arah naga hitamnya, meski naga hitamnya sudah terbang menjauh meninggalkannya, dengan kekuatan Dewa Petir, Xiao Tian bisa mengejar naga hitam itu.
#Jauh dibawah daratan tempat pendekar misterius jatuh
"Hahahahhaahah"
"Aku tak menyangka, bocah itu tak hanya menghancurkan topiku."
"Dia bahkan bisa membuatku terluka separah ini, menarik sekali pantas saja kelompok taring naga bisa dibunuh waktu itu."
"Tunggu pembalasanku, pangeran Xiao Tian!" ucap pendekar itu
__ADS_1