Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 252 : Menjauh dari istana es


__ADS_3

Putri Jia Li telah menyadarkan Xiao Tian dari alam ilusi dengan mengorbankan semua pil suci miliknya. Berkat bantuannya, Xiao Tian bisa lolos dari jurus Dewa iblis yang hampir saja membunuhnya.


Sambil menepuk pundak putri Jia Li, Xiao Tian berkata, "Tunggu disini, Lily ... ,"


"Kau mau kemana?" tanya putri Jia Li dengan tampang khawatir.


"Aku akan menghentikan seluruh pasukan untuk berjalan menjauhi istana es."


"Kita sudah cukup jauh dari wilayah musuh, sudah saatnya mengeluarkan Dewa kera dan yang lainnya dari ruang hampa," jawab Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Biar aku yang menghentikan mereka. Kamu baru saja sadar, aku takut tenagamu belum cukup untuk menghentikan semuanya. Jadi ... ," belum sempat putri Jia Li menyelesaikan kalimatnya, Xiao Tian menempelkan telunjuk kanannya ke bibir putri Jia Li sambil berkata, "Ssstt, tenanglah. Aku tak selemah itu. Tenagaku sudah pulih seutuhnya, terima kasih karena telah menghawatirkanku. Lily," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


Setelah tersenyum sambil menatap putri Jia Li, Xiao Tian menghilang dari pandangan putri Jia Li dan berteleportasi di hadapan seluruh pasukan.


"Berhenti!" ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan tekanan roh yang cukup tinggi.


"Xiao Tian?" ucap Huang Li sambil menghentikan langkah raja iblis Lie Bao yang berada dalam bentuk cheetah raksasa.


"Pa ... pangeran?" ucap Taiwu dengan mata yang terbelalak.


Huang Li langsung melompat turun dari atas kepala raja iblis Lie Bao, dengan reflek dia memeluknya begitu erat sambil berkata, "Syukurlah kau tersadar. Ada apa denganmu?"


"Kenapa kau pingsan tanpa sebab yang jelas?"


"Semua orang begitu panik saat kau tak sadarkan diri. Tanpa kehadiranmu yang bisa mengeluarkan para Dewa dari ruang hampa, kami pasti akan kalah."


"Bisakah jelaskan padaku, apa yang baru saja terjadi padamu?" tanya Huang Li sambil memeluk Xiao Tian begitu erat. Tanpa sadar air matanya mengalir begitu deras karena begitu menghawatirkan pujaan hatinya itu.


Demi menjaga hati putri Jia Li, Xiao Tian tak berani membalas pelukan Huang Li. Dia hanya bisa mengepalkan kedua tangannya secara perlahan sambil menahan diri agar tak membalas pelukan Huang Li.


"Sudahlah, aku sudah tak apa. Ceritanya panjang, akan kujelaskan nanti. Tapi sebelum itu tolong lepaskan pelukanmu ini, semua orang menatap kita saat ini. Tidak baik bagi seorang gadis sepertimu memeluk seorang pria yang telah bertunangan," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


Sadar bahwa saat ini semua orang berada tepat di belakangnya, wajah Huang Li langsung memerah.


"Ma ... maaf, aku tak bermaksud memelukmu begitu erat," ucap Huang Li sambil memalingkan wajahnya.


"Aku mengerti kok, tapi bisakah kau lepaskan pelukanmu sekarang?" tanya Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Ma ... maaf," ucap Huang Li sambil melepaskan pelukannya.


"Ehm, sepertinya putrimu telah jatuh hati pada pangeran," bisik jenderal Tailong sambil menyenggol pinggang jenderal Huang Cheng.


"Kau baru tahu ya, semua orang sudah mengetahuinya," jawab jenderal Huang Cheng sambil menyenggol balik pinggang jenderal Tailong.


"Sayang sekali ya, padahal kalian telah lama berencana menjodohkan Taiwu dengan Huang Li sejak mereka kecil dulu," ucap jenderal Taifeng yang sedang berdiri di samping kiri jenderal Huang Cheng.


"Cih, itu hanya kisah lama ketika bakat Taiwu begitu menjulang tinggi hingga bisa menjadi seorang jenderal di masa mudanya," sambung jenderal Tailong sambil tersenyum tipis.


"Bukankah sekarang kekuatannya telah kembali?"

__ADS_1


"Apa kalian sudah menyerah untuk menjodohkan mereka?" tanya jenderal Taizong yang berada di samping kanan jenderal Tailong.


"Aku tak mau memaksa putriku, dia masih ingin memperjuangkan cintanya. Lagi pula pertunangan pangeran Xiao Tian bersama putri Jia Li hanyalah perjanjian belaka bukan?"


"Seingatku pangeran sempat menolak pertunangan itu, namun dia menerimanya setelah raja memohon kepadanya beberapa kali. Dengan catatan bahwa jika tiga bulan sejak mereka bertunangan, mereka harus memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan atau memutuskan hubungan mereka untuk selamanya. Bukankah begitu?" tanya jenderal Huang Cheng sambil melirik ke arah jenderal Taizong.


"Apa kau buta?" tanya jenderal Taizong sambil membalas lirikan jenderal Huang Cheng.


"Maksudmu?" tanya jenderal Huang Cheng sambil mengerutkan dahi.


"Awalnya pangeran memang tak menyukainya. Tapi sejak insiden putri Jia Li dibawa paksa untuk pulang ke kerajaan Angin oleh ayahnya, mereka berubah menjadi sangat akrab. Apa kau tak melihat ekspresi putri Jia Li saat Xiao Tian pingsan?"


"Dia memangkunya melakukan banyak hal demi menyadarkannya. Disaat semua orang memilih untuk membawa pangeran menjauh dari istana es lebih dulu, dia memilih untuk memangku pangeran Xiao Tian di atas punggung raja iblis Lie Bao sambil berusaha membangunkannya," ucap jenderal Taizong sambil menatap jenderal Huang Cheng.


"Oh iya ada satu hal lagi, aku bahkan sempat melihatnya memberi napas buatan saat melirik ke arahnya," bisik jenderal Taizong sambil menatap jenderal Huang Cheng.


"Hei bisakah kalian berhenti mengobrol?"


"Pangeran dan Huang Li bisa mendengar ucapan kalian," bisik jenderal Taifeng sambil menatap ketiga jenderal.


Setelah mendengar bisikan jenderal Taifeng, ketiga jenderal langsung menatap ke arah Xiao Tian. Benar saja, ternyata Huang Li dan Xiao Tian sejak tadi sedang menatap mereka.


"hufft," ucap Huang Li sambil memalingkan wajah.


"Haih, sudah selesai bergosipnya?" tanya Xiao Tian.


"Iya, maafkan kami. Ngomong ngomong apa kami berbicara terlalu keras?"


"Bisakah kau katakan apa saja yang kau dengar tadi, pangeran?"


"Eh ... , putra mahkota," sambung jenderal Huang Cheng sambil tersenyum tipis.


"Sudahlah, panggil saja aku sebagai pangeran. Toh penobatanku sebagai putra mahkota belum terjadi. Kalian juga belum terbiasa memanggilku putra mahkota."


"Soal apa yang kudengar tadi, tidaklah penting."


"Lebih baik kita bahas yang penting penting saja saat ini."


"Perlu kuberitahukan pada kalian, bahwa alasanku pingsan tadi karena Dewa iblis Yon heng menjebakku dengan jurus ilusinya," sambung Xiao Tian sambil memasang tampang serius.


"Begitu ya, jadi itu alasan kalian berjalan menjauhi istana es," sambung Wu Kong yang tiba tiba muncul di belakang punggung Xiao Tian sambil membawa Dewa Petir serta Wu Jing di belakang punggungnya.


"De ... Dewa kera?"


"Bagaimana kau?" tanya Xiao Tian sambil menoleh ke belakang.


"Kau lupa ya?"


"Aku telah menandai tubuhmu, sehingga bisa berteleportasi dimanapun kau berada. Meski beda alam atau dimensi sekalipun. Asalkan kau berada disana, aku pasti bisa sampai di tempat kau berada," jelas Wu Kong sambil menatap Xiao Tian.

__ADS_1


"Salam Dewa Kera," ucap semua jenderal dan para pasukan sambil memberi hormat.


Taiwu dan semua teman teman Xiao Tian berteleportasi tepat membelakangi raja iblis Lie Bao saat melihat Dewa Kera Sun Wukong telah muncul.


"Hormat kami guru, ucap Taiwu dan yang lainnya yang baru muncul sambil memberi hormat.


" Kenapa tak ada yang memberi hormat kepadaku?" ucap Dewa Petir sambil memasang wajah kesal.


"Sudahlah Dewa Petir, mereka pun tak memberi hormat kepadaku kok," ucap Wu Jing sambil menepuk pundak Dewa Petir.


"Hormat kami Dewa Sha WuJing, Hormat kami Dewa petir," sambung semua orang sambil memberi hormat.


Setelah melihat semua orang memberi hormat, Xiao Tian dan Huang Li juga ikut membungkuk sambil memberi hormat.


"Aku akan menjelaskan semuanya, agar kalian semua tak merasa bingung."


" Alasan pangeran Xiao Tian pingsan yaitu karena dia telah terjebak di dalam jurus ilusi milik Dewa iblis Yon Heng."


"Jurusnya itu hanya bisa dia targetkan pada musuhnya, dengan syarat targetnya berada di jarak serangnya."


"Jika kalian tak berinisiatif untuk berjalan ke arah berlawanan untuk menjauh dari istana es, Xiao Tian mungkin akan kembali terjebak dalam jurus ilusi Dewa iblis setiap kali tersadar."


"Sekali jurus itu aktif sangat sulit bagi manusia seperti kalian untuk membebaskan Xiao Tian dari jurus tersebut. Jika bukan karena pil suci yang putri Jia Li berikan kepada Xiao Tian, mungkin saat ini pangeran kalian tak akan kembali tersadar," jelas Wukong sambil menatap semua orang.


"Jika kau tahu efek buruk dari jurus Dewa Iblis Yon Heng, kenapa kau tak muncul saat aku pingsan?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Tak ada jurus yang tak memiliki kekurangan. Sama halnya jurus teleportasiku. Aku memang bisa menandai makhluk hidup sepertimu. Tapi dengan syarat kau harus dalam keadaan sadarkan diri. Jika kau dalam keadaan pingsan atau dalam pengaruh hipnotis dan sebagainya, aku tak bisa muncul ditempatmu berada sesuka hatiku," jawab Dewa Kera Sun Wukong dengan tampang serius.


"Aku memang telah meremehkan Yon Heng, kupikir jurus ilusi miliknya masih tersegel oleh jurusku yang dulu. Ternyata dia telah mendapatkan kembali jurus yang cukup merepotkan itu. Sampai patkai dan seluruh pasukannya tiba, jangan ada yang berani mendekati istana es. Apa kalian mengerti?" ucap Wukong sambil menatap sekua orang.


"Kami mengerti, Dewa kera," ucap semua orang sambil memberi hormat.


"Maaf Dewa kera, bisakah kau beritahu kami seperti apa wujud patkai?" tanya jenderal Tailong sambil menatap Wukong.


"Ah, maaf. Aku lupa kalau kalian tak tahu nama itu. Patkai adalah nama panggilan lain dari panglima Tian Feng. Jika kalian melihatnya kembali, ucapkan saja nama itu, dia pasti akan merasa senang," ucap Wu Kong sambil tersenyum tipis.


"Bukankah panglima Tian Feng paling tak suka dipanggil patkai?" bisik Dewa Petir.


"Sstttt," ucap Wu Kong sambil menempelkan telunjuknya ke bibir Dewa Petir.


Disaat melihat telunjuk kanan wukong berada di bibirnya, Dewa Petir berinisiatif menganggukkan kepalanya hingga membuat telunjuk Wukong masuk kedalam lubang hidungnya.


"Telunjuk tegak sempurna," ucap Dewa Petir sambil menganggukkan kepalanya.


Slebbb


"Ahh, nikmat sekali. kebetulan hidungku sedang gatal," ucap Dewa Petir di dalam hati.


"Dewa pe ... tir!" ucap Wukong sambil memukul Dewa petir hingga terjatuh ke belakang.

__ADS_1


__ADS_2