
Hujan panah api melesat terbang ke arah para roh iblis. Memaksa mereka semua untuk mengeluarkan duplikat pusaka Langit yang tersimpan di dalam cincin ruang mereka.
Sementara itu, Sunlong nampak tak mengeluarkan apapun selain tinjunya. Tanpa pikir panjang, dia melesat maju hanya berbekalkan jirah perak berlapis aura naga iblisnya.
Wooosh!!
"Lambat!" Ning Chen memusatkan seluruh auranya ke arah kedua kakinya, lalu melesat maju hingga berhasil mengenai perut Sunlong.
"Ketua!" Medusa merubah setiap helai rambutnya menyerupai wujud seekor ular, lalu menggunakan ular ular tersebut untuk menarik tubuh Sunlong ke sisinya dengan cara melilit setiap organ geraknya.
Srat!!! relik cakar naga merah terlepas dari perut Sunlong. Darah dari tubuh manusia yang dikuasai Sunlong pun menetes perlahan dari bekas luka tusukan relik cakar naga. "Khughh!" Sunlong memuntahkan darah dari mulutnya karena pengaruh serangan musuh.
"Kau tak apa, ketua!?" Medusa yang memiliki rupa Ning Lian Ting nampak begitu panik.
"Tak apa, ini hanyalah sebuah luka kecil," Sunlong mencoba menutup lukanya dengan menggunkan telapak tangan kanannya, dan berniat untuk meminta bantuan para roh iblis, anehnya belum sempat Sunlong menunaikan niatnya, luka parah yang dia derita, tiba tiba saja sembuh seperti tak pernah terjadi apa apa.
"Apa yang ... ?" belum sempat Sunlong menyelesaikan kalimatnya, tiba tiba saja relik cakar naga yang nampak samar, muncul secara bertahap dari transparan menjadi benar benar nyata. Bersamaan dengan itu, cakar naga di tangan kanan Ning Chen juga mengalami perubahan. Bedanya, cakar naga miliknya berbanding terbalik dengan Sunlong, dimana Ning Chen sendiri dibuat kaget saat melihat salah satu dari reliknya lenyap secara bertahap.
"Bagaimana bisa kau ... ," Ning Chen terbelalak sejenak, lalu melesat maju mendekati Sunlong dengan tujuan merampas kembali cakarnya. Metode serangan yang ingin dia lakukan saat ini adalah fokus terhadap pergelangan tangannya. "Kembalikan cakarku!" Dia bergerak dengan begitu cepat, dan memfokuskan semua auranya ke relik cakar naga merah yang terpasang di tangan kirinya. Saking cepatnya gerakan Ning Chen, Sunlong tak sempat bereaksi hingga terkena serangan Ning Chen. 'Gawat!' Sunlong mencoba menghindar namun terlambat bereaksi.
Tap .... jari jari di tangan kiri Ning Chen bertabrakan dengan lengan kanan Sunlong. Cakar yang awalnya melapisi lengan Ning Chen, menghilang tanpa jejak, hingga membuatnya kembali merasa kebingungan. 'Apa yang sebenarnya terjadi?' Ning Chen yang merasa bingung, langsung melesat mundur saat itu juga, sayangnya kecepatan Ning Chen kali ini semakin melambat, sehingga Sunlong memanfaatkan situasi tersebut, untuk menjatuhkan serangan balasan.
Woooshh ... Sunlong melesat maju sembari memusatkan aura naga ke tangan kanannya.
"Dragon Claw!" Cakar di tangan kanan Sunlong berhasil mengenai perut Ning Chen hingga membuat keduanya kebingungan.
__ADS_1
'Cakar?' Sejak kapan itu ada di tangan kananku!?' Sunlong terbelalak saat melihat cakar naganya menembus perut Ning Chen.
"Si ... siapa sebenarnya kau?"
"Mengapa semua relikku bisa berpindah ke tubuhmu satu persatu?" Ning Chen memegangi lengan Sunlong sembari mencoba mencabut keluar cakarnya. 'Satu persatu?' Sunlong melirik ke kaki Ning Chen, lalu melihat bahwa kedua cakar naga di kakinya sudah tak terpasang, dan menyadari bahwa kedua cakar itu sudah berpindah ke kedua kakinya. 'Sebenarnya apa yang telah terjadi?' Sunlong nampak bingung saat itu hingga tak melakukan serangan lanjutan. Ning Chen yang tak dapat melepaskan diri dan sadar bahwa tak ada jalan lain untuk selamat dari situasi tersebut, langsung berpikiran untuk meledakkan diri dan membawa serta semua lawannya.
Tubuh Ning Chen perlahan menggembung bagai balon yang sedang diisi oleh udara, tubuhnya terus bertambah sejak Ning Chen masih merapal mantra di dalam hati, sembari menggerakkan mulutnya bagai orang yang sedang berbicara.
....
'Matilah bersamaku orang aneh!' Ning Chen tersenyum saat menyadari bahwa teknik peledakannya hampir siap. Perutnya dan seluruh anggota badannya terus membengkak, hingga saat dia merasa bahwa besarnya sudah cukup, dia pun langsung ingin mengucapkan kalimat pemicu ledakannya.
"Explo ... ," belum sempat Ning Chen mengucapkan kalimatnya, cakar kanan Sunlong tiba tiba saja bergerak sendiri ldan meremukkan jantung Ning Chen tanpa peringatan. Bersamaan dengan itu, tubuh bengkak Ning Chen perlahan menyusut hingga kembali ke bentuk normal.
"Hosh hosh hosh!" Sunlong nampak nampak bingung dan bernapas tak beraturan. 'Kenapa reliknya bergerak sendiri?'
'Padahal tadi aku sedang melamun.'
Srat!!! Sunlong menarik keluar lengannya, dan membiarkan tubuh Ning Chen terjatuh menghantam tanah. Bersamaan dengan itu, keempat relik cakar naga di setiap tangan dan kaki Sunlong, meresap masuk menjadi satu dengan tubuh Sunlong dan terdengarlah sebuah suara, "Terimakasih karena telah kembali, tuan leluhur." Suara suara itu terdengar begitu jelas dari tempat keempat relik lenyap.
" ... " perlahan tapi pasti, air mata Sunlong mulai membasahi wajahnya. Dia mengingat semua suara itu dengan jelas, suara yang selama ini dia rindukan dan telah lama menghilang hingga ribuan tahun lamanya. "Sun Kong, Sun Cai, Sun Liang, Sun Ruo ... , maaf karena tak menyadari keberadaan kalian."
"Kenapa anda menangis?" Medusa yang baru saja mendekat dan mendapati tangisan Sunlong, bertanya dengan khawatir.
'Relik relik itu mengandung roh keturunanku ... ,' 'Mereka belum tiada sepenuhnya, meski kesadaran mereka sangatlah lemah, aku harus mengumpulkan mereka semua.' Sunlong terdiam kaku selama beberapa detik karena memiliki begitu banyak pikiran. "Kumpulkan semua relik musuh, dan simpan di dalam cincin ruang, tanpa terkecuali!"
__ADS_1
"Baiklah, tuanku," Medusa pamit undur diri, lalu memberitahukan perintah Sunlong ke semua roh iblis yang juga berada dibawah perintah Sunlong untuk penyerangan saat ini.
.....
Ning Lian Huo berdiam diri di istananya bersama dengan ketiga pilar kerajaan sembari melihat sebuah bola kristal yang menunjukkan situasi diluar istana.
"Kedua pilar kerajaan Ning bagian timur telah dikalahkan, bahkan guru besar kekaisaran Ning juga dihancurkan oleh musuh."
"Ini tidak baik tuanku, lebih baik kita mundur dan meminta bantuan sang Kaisar," Ning Lian Meng nampak khawatir.
"Bagaimana menurut kalian?" Ning Lian Huo menatap kedua pilar lainnya.
"Hamba sependapat dengan Ning Lian Meng," Ning Lian Xuan memberi hormat.
"Aku benci mengatakannya, tapi saran Ning Lian Meng memang masuk akal," tegas Ning Yuan dengan postur tegak dan pandangan serius.
" ... " Ning Lian Huo terdiam sejenak, lalu berkata, "Pergilah ke kekaisaran dan laporkan situasinya!"
"Ning Yuan!"
"Tanpa kau perintahpun, akan kulakukan," Ning Yuan berteleportasi meninggalkan istana dengan sikap sombong seperti biasa.
'Andai bocah itu bukan berasal dari keluarga inti yang berhubungan dengan sang Kaisar, akan kupenggal kepalanya saat ini juga!' Ning Lian Xuan nampak geram, namun tak berani untuk mengeluarkan suaranya. Semua karena Ning Lian Huo melambaikan lengannya saat Ning Lian Xuan ingin bereaksi terhadap sikap Ning Yuan.
"Cih!" Ning Lian Xuan terlihat kesal.
__ADS_1