
Setelah mengetahui kebenaran bahwa adiknya telah pulang ke kerajaan, Jia Li dan kedua jenderal utama pergi menuju menuju kerajaan Awan untuk menemui Jia Qing.
Untuk menghindari serangan panah seperti sebelumnya, mereka terbang lebih tinggi menjauh dari jangkauan anak panah.
"Biarkan aku yang mendarat kali ini, adik," sambung jenderal Taizhong sambil tersenyum.
"Memangnya apa bedanya?" tanya jenderal Taifeng dengan tampang datarnya.
"Tidak ada sih,"
"Kalau kau ingin turun duluan lagi ya silahkan," sambung jenderal Taizhong sambil menghela napas.
"Ah, aku mengerti sekarang. Kau juga ingin terlihat keren ya?" ucap jenderal Taifeng sambil menepuk tangannya.
"Si ... siapa bilang," jenderal Taizhong memalingkan wajahnya.
"Turunlah kak, bukankah kau juga ingin populer?" ledek jenderal Taifeng sambil menatap jenderal Taizhong.
"Sudahlah lupakan," jenderal Taizhong menghela napas dengan tampang kesal.
"Dari pada berdebat terus, bagaimana kalau kita melompat bersama?" tanya jenderal Taifeng sambil tersenyum.
"Baiklah, ayo!" jenderal Taizhong berdiri diatas pundak naga, dan jenderal Taifeng pun mengikutinya.
Setelah melakukan aba aba, mereka dua pun melompat turun secara bersamaan.
Wooshhh
Duakkk
Krakk
Ratakan besar tercipta tepat dibawah kaki kedua jenderal. Sebuah guncangan yang cukup kuat tercipta akibat tekanan yang muncul dari pijakan kaki mereka.
Para prajurit yang sedang berjaga disekitar mereka banyak yang berjatuhan karena guncangan tersebut.
Tepat ketika efek guncangan dari kedua jenderal mendarat, para assasin berpakaian serba hitam langsung berkumpul mengepung mereka.
"Katakan siapa kalian dan apa yang ingin kalian lakukan disini!" ucap para prajurit bayangan sambil menghunuskan pedang mereka.
"Jangan Khawatir, kami datang dengan damai," jenderal Taifeng dan jenderal Taizhong mengeluarkan tekanan pendekar tingkat alam ilusi untuk menjatuhkan semangat bertarung semua orang.
Krang krang krang
Para pasukan bayangan menjatuhkan pedang mereka secara tak sadar dan terdiam kaku karena saking takutnya terhadap tekanan kekuatan dari kedua jenderal.
"Pakaian hitam, dan pedang bercorak naga. Bukankah kalian pasukan bayangan ratu Xiao Hong?" tanya jenderal Taifeng sambil menyarungkan pedangnya.
"Ba ... bagaimana kau tahu?" tanya para pasukan bayang sambil memperhatikan raut muka kedua jenderal.
Setelah melihat baik baik wajah kedua jenderal, para pasukan bayangan memberi hormat sambil berkata, "Hormat kami, jenderal besar Taifeng,"
__ADS_1
"Hormat kami jenderal besar Taizhong,"
"Bangunlah, bisakah kau jelaskan bagaimana bisa kalian ada disini?" tanya jenderal Taizhong sambil menatap salah satu anggota pasukan bayangan ratu Xiao Hong.
"Ini adalah perintah rahasia ratu Xiao Hong sebagai topeng bencana, apakah aku harus ...," pikir prajurit bayangan yang sedang ditanya oleh jenderal Taizhong, sambil melirik ke teman temannya. Saat semuanya menggelengkan kepala mereka, dia pun membulatkan tekad untuk tak menjawab pertanyaan tersebut.
"Mohon maaf jenderal besar, itu adalah rahasia tingkat kerajaan," jawab pria itu sambil memberi hormat.
"Rahasia tingkat kerajaan?"
"Apakah ini berkaitan dengan topeng bencana?" tanya jenderal Taifeng melalui telepati.
"Ba ... bagaimana kau ...," para pasukan bayangan memegang kembali pedang mereka dengan tubuh gemetar ketakutan.
"Jangan khawatir, kami sudah mengetahui siapa orang dibalik topeng itu kok," sambung jenderal Taifeng melalui telepati.
"Kami?" tanya para pasukan bayang.
"Ya, kami semua. Termasuk putri pertama dari kerajaan Awan ini," sambung jenderal Taifeng sambil menunjuk ke atas langit.
"Turunlah, yang mulia," ucap jenderal Taifeng melalui telepati.
Wooshhhh
Tap
Kretakkk
Putri Jia Li melompat turun hingga menghantam daratan. Guncangan yang cukup kencang tercipta akibat dia tak bisa mengontrol kekuatannya. Takhanya retakan serta guncangan saja yang tercipta, akan tetapi beberapa bangunan pun mengalami kehancuran.
"Kultivasinya sangat mengerikan," para pasukan bayangan terpental mundur dengan tampang ketakutan.
"Perintah ratu Xiao Hong adalah menjaga kerajaan hingga putri pertama dari kerajaan kembali muncul, jika dialah orang yang dimaksud maka ... , pikir para pasukan bayangan.
"Hirmat kami yang mulia ratu Jia Li," ucap para pasukan bayangan sambil memberi hormat.
"Ra ... ratu?"
"Apa maksud ucapan kalian?" ucap Jia Li dengan tampang terkejut.
Salah satu pasukan bayangan memberi putri Jia Li sebuah gulungan untuk menjelaskan masalahnya. Dalam gulungan tersebut tertulis bahwa selama tahta kerajaan kosong, para pasukan bayang mengambil alih kekuasaan atas nama ratu Xiao Hong.
Setelah semua memahami kondisinya, para pasukan bayangan mengajak Jia Li pergi memasuki istana.
"Selagi kalian berjaga disini, apakah adikku yang bernama Jia Qing berkunjung kemari?" tanya Jia Li dengan tampang serius.
"Ah, dia dikurung di dalam kamar kerajaan karena terus berusaha mengacau. Haruskah aku mengantarmu kesana, yang mulia?" tanya salah satu pasukan bayangan sambil memberi hormat.
"Tidak perlu!"
"Berikan saja kuncinya kepadaku!" Jia Li kesal karena adiknya diperlakukan layaknya seorang tahanan.
__ADS_1
"Baik yang mulia," seorang penjaga dari pasukan bayangan memberikan Jia Li kuncinya tanpa rasa ragu.
Setelah mendrima kuncinya, dia pun berlari menuju kamar kerajaan. Tak lama setelah itu, dia mendengar suara teriakan Jia Qing dari dalam pintu kamar kerajaan.
"Lepaskan aku dasar orang asing!"
"Cepat buka pintunya!"
"Beraninya kalian mengurung putri raja sepertiku!" teriak Jia Qing sambil mendobrak pintu kamar.
"Qing er, kau kah itu?" tanya Jia Li sambil berjalan mendekati pintu.
"Kakak?"
"Apakah itu kau kak Jia Li?"
"Cepat buka pintunya kak, Qing er benar benar takut disini!" ucap Jia Qing dengan nada sedih.
"Jangan khawatir adikku, aku akan segera membuka pintu kamarnya," Jia Li membuka pintu tanpa rasa ragu. Namun setelah pintunya terbuka diluar dugaan Jia Qing malah mencoba membunuhnya dengan sebuah pisau dapur.
Namun Jia Li menahannya dengan mudah dan berkata, "Kenapa kau berusaha membunuhku, Qing er?"
"Karena aku sangat membencimu!" bentak Jia Qing sambil mencoba melepaskan diri dari pegangan Jia Li.
"Kenap kau membenciku?" tanya Jia Li dengan tampang heran.
"Karena kau menikahi pria yang membunuh ayah!" bentak Jia Qing dengan tampang kesal.
"Sepertinya kau salah paham. Aku tak menikahi pembunuh ayah kita, tapi menikahi pembunuh yang membunuh ayah kita. Raja Jia Xin yang selama ini kita anggap sebagai ayah bukanlah ayah kandung kita. Melainkan pria yang telah membunuh ayah kandung kita," jawab Jia Li dengan tangis di wajahnya.
"Pria kejam itu memperlakukan kita sebagai barang karena kita bukanlah anaknya. Jadi ... ," belun sempat menyelesaikan ucapannya Jia Qing memotong pembicaraan dengan berkata, "Awalnya kupikir berita bahwa kau menikah dengan seorang pembunuh adalah salah. Namun setelah mendengar kau menyalahkan ayah ...,"
"Aku sudah paham sekarang. Betapa busuknya dirimu. Mulai sekarang aku tak mau melihatmu lagi, lepaskan aku wanita busuk!" teriak Jia Qing dengan tampang penuh dendam.
"Qing er ... ,. tolong dengarkan kakakmu kali ini .. saja," Jia Li mengendurkan pegangannya lalu memegang pundak Jia Qing dengan tangis di wajahnya.
"Kakak katamu?"
"Berhenti bermimpi!"
"Kau bukanlah kakakku. Karena bagiku, kakakku sudah lama tiada," tegas Jia Qing sambil bergegas pergi meninggalkan Jia Li.
Ketika Jia Li ingin berjalan mendekat, Jia Qing mengancam akan bunuh diri. Karena hal itu, dia pun membiarkan adiknya pergi.
Tentunya dia juga menyuruh salah satu pasukan bayangan untuk mengawasi dan membantunya dari balik bayangan ketika dia berada dalam masalah.
Setelah melihat betapa benci Jia Qing terhadapnya, Jia Li pun memutuskan untuk pergi meninggalkan kerajaan. Dan menyerahkannya kepada para pasukan bayangan untuk sementara waktu.
#####
Masa sekarang
__ADS_1
Kamar Jia Li dan Xiao Tian.
Setelah mendengar cerita Jia Li, Xiao Tian pun memahami hal yang mengganjal dalam hati istrinya. Dengan maksud menghibur, dia pun berkata, "Sabarlah Lily, semuanya pasti akan baik baik saja.