Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 125 : Xiao Tian vs 6 jenderal utama iblis (bagian terakhir)


__ADS_3

Karena efek menggunakan teknik 1000 langkah cahaya, Xiao Tian tergeletak tak berdaya di atas tanah.


Di San masih sibuk mencari makhluk yang menyerangnya dengan ribuan bola api biru dari balik awan awan hitam diatas langit. Sebenarnya makhluk yang menyerang Di San adalah naga hitam raksasa.


Sejak menjadi seorang grand master petarung lapisan puncak, kemampuan Xiao Tian dalam mengendalikan relik dimensi telah meningkat hingga ketahap dua.


Kemampuannya yang kedua yaitu, dapat menciptakan portal dimanapun hanya dengan memikirkannya, dengan syarat Xiao Tian pernah melewati atau melihat tempat tersebut.


Karena bantuan Sunlong, selain bisa merasakan hawa iblis, penglihatan Xiao Tian juga mengalami peningkatan, penglihatannya menjadi begitu tajam setajam mata seekor elang, karena penglihayannya yang begitu tajam, kini Xiao Tian sama saja seperti memiliki kemampuan teleportasi.


Tak seperti dulu, dimana setiap orang yang memasuki portal yang dia ciptakan, hanya bisa keluar dari tempat yang sama, tepat dimana mereka masuk.


Karena perbedaan waktu antara ruang hampa dan alam nyata, naga hitam raksasa yang bersembunyi di ruang hampa bisa mengumpulkan energi untuk menyemburkan bola biru.


Dengan memanfaatkan kemampuan naga hitam raksasa yang bisa terbang begitu cepat, Xiao Tian menciptakan ribuan portal secara bergantian dalam sekali hembusan nafas. Setiap portal tersebut dilewati oleh naga hitam, portal tersebut akan langsung menghilang.


Naga hitam terbang keluar masuk portal sambil menyemburkan bola api biru satu persatu dengan kecepatan tinggi, dengan memanfaatkan perbedaan waktu antara ruang hampa dan alam nyata.


Semua rencana sudah disusun rapih, oleh Sunlong, akan tetapi rencana mereka gagal karena Di San lebih kuat dari perkiraan Sunlong. Hingga mengakibatkan hal diluar dugaan, dimana Xiao Tian kehabisan waktu dalam menggunakan teknik 1000 langkah cahaya.


Karena Xiao Tian pingsan tak berdaya, Sunlong menjadi begitu panik.


#Alam pikiran Xiao Tian


"Sial.. benar-benar sial!"


"Bangunlah manusia!"


"Kalau kau mati aku juga ikut mati!" teriak Sunlong sambil mengangkat dan mengguncang-guncang roh Xiao Tian yang terbaring tak berdaya di dalam alam pikirannya.


"Lepaskan dia, walau kau berteriak dan terus mengguncang rohnya, aku jamin dia tak akan bangun sampai 24 jam terlewati!" bentak Dewa petir sambil bersemedi di sampingnya.


"Bukankah kau bertanggung jawab atas keselamatannya?"


"Kalau begitu rasuki dia, aku tak bisa merasukinya dengan kekuatanku yang sekarang." ucap Sunlong sambil menatap Dewa petir yang sedang bersemedi tepat disampingnya.


"Aku memang bertanggung jawab untuk membimbingnya, tapi tak bertanggung jawab penuh atas kehidupannya."


"Dia sendiri yang memilih mati disini, aku sudah menjalankan tugasku memberi teknik 1000 langkah cahaya dan relik dimensi untuk melarikan diri dari sini." jawab Dewa Petir mengepalkan kedua tangannya dan menggertakkan giginya.


Sunlong melepaskan roh Xiao Tian, lalu berjalan mendekati Dewa petir.


"Apa kau yakin tak ingin menolongnya?"


"Kau mengepalkan tanganmu dan menggertakkan gigimu, aku yakin kau juga ingin menolongnya, apa yang membuatmu menolak membantu!" bentak Sunlong sambil berusaha memukul Dewa petir yang sedang bersemedi.


Wooshh...


Bukkk...


Karena kondisi Sunlong sudah begitu lemah, dia tak bisa mengatasi gelombang kejut yang dikeluarkan Dewa Petir saat dia ingin memukulnya.


"Kenapa... kenapa kau tak mau menolongnya!" bentak Sunlong yang terlempar jauh akibat terkena golombang kejut yang Dewa Petir keluarkan.


"Maafkan aku Sunlong, ini semua untuk menyelamatkan dunia."


"Aku tak bisa menyelamatkan Xiao Tian meskipun aku menginginkannya, keselamatan Xiao Tian kini hanya bergantung kepada keberuntungannya." jawab Dewa Petir


#Alam nyata


Di San merasa bosan karena tak menemukan apapun dibalik awan awan hitam dilangit, dia melesat turun dari atas langit yang begitu tinggi, berhenti mencari naga hitam raksasa karena merasa tak ada serangan bola api biru yang mengenainya lagi.


Sebelum menyentuh daratan, Di San menatap kearah tubuh Xiao Tian yang terbaring tak berdaya.


Wajah kesal akibat gagal menangkap makhluk yang berhasil melukainya dengan bola api biru, hilang begitu saja setelah melihat target utamanya terbaring tak berdaya.


"Hahahahah." tawa Di San menggema diatas langit hingga terdengar di seluruh wilayah istana kerajaan angin

__ADS_1


"Akhirnya diam juga kau manusia, dengan begini tugasku menjadi lebih mudah, aku cukup menelan utuh tubuhmu hingga akhirnya bisa menguasai semua pengetahuan serta kemampuanmu." ucap Di San sambil mengangkat tangan kanannya kedepan, hingga sejajar dengan pundaknya.


Tangan kanan Di San membesar dan memanjang mengarah kearah tubuh Xiao Tian yang terbaring tak berdaya.


Wooshhh


"Menyatulah denganku manusia!" ucap Di San


Ketika tangan raksasa Di San hampir mendekati tubuh Xiao Tian, Sebuah portal kecil muncul tepat didepan tubuh Xiao Tian.


Dari dalam portal kecil tersebut muncul tangan besi berwarna emas, ketika muncul tangan besi tersebut langsung memukul mundur tangan raksasa milik Di San.


Bukkk


Woshhh


Kekuatan tangan besi tersebut begitu luar biasa hingga bisa mengembalikan ukuran tangan kanan milik Di San ke ukuran normal.


Srett


"Kenapa banyak sekali yang suka menggangguku saat menjalankan misi." ucap Di San dengan kesal.


Portal biru itu mulai membesar sedikit demi sedikit, setelah sedikit besar tangan yang lain muncul, kali ini tangannya seperti tangan manusia, hanya saja warna kukunya hitam pekat.


Kedua tangan tersebut memegang batasan portal berusaha memperbesar ukuran portal dengan paksa, hingga menciptakan retakan tepat disekitar portal itu tercipta.


Krekkk


krekkk


#Alam pikiran


Ketika sepasang tangan keluar dari sebuah portal kecil, Sunlong dan Dewa Petir gemetar ketakutan.


"Apa yang terjadi, kenapa dia ada disini.." ucap Dewa Petir sambil gemetar ketakutan.


#Alam nyata


Di San menjadi begitu marah karena ada yang berhasil menangkis serangannya, yanpa pikir panjang dia melemparkan ribuan bola api hitam kearah portal itu.


Wooshhh woooshh


Duarrrr


Asap menghilangkan pandangan semua orang, Di San tertawa terbahak-bahak karena berpikir serangannya kali ini tak mungkin meleset. Di San begitu senang hingga tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha."


"Nikmatilah kobaran api hitamku!" tawa Di San dengan sombong.


Ketika sedang tertawa terbahak-bahak, Di San dikejutkan oleh suara seseorang yang tiba tiba ada dibelakangnya.


"Apa kau berencana membunuhku?" ucap suara misterius


Sebelum Di San sempat bereaksi, orang misterius itu memukulnya dengan begitu keras hingga membuat Di San terpental begitu jauh menghantam reruntuhan bangunan sekitar istana kerajaan angin.


Duakkk


Duarrrr


"Pengecut!"


"Beraninya menyerang dari belakang!"


"Tunjukkan wajahmu jika berani!" teriak Di San yang tak bisa melihat apapun karena debu yang muncul akibat dia menghantam reruntuhan bangunan dengan begitu keras.


"Hahahahahahah." tawa misterius menggema hingga keseluruh wilayah kerajaan angin.

__ADS_1


Mendengar tawa dari makhluk misterius itu, semua orang gemetar ketakutan, sedangkan para iblis berteriak kegirangan.


Berbeda dengan para iblis yang lain, Di San menjadi gemetar ketakutan setelah mendengar tawa makhluk itu, dengan tubuh yang gemetar ketakutan Di San berkata.


"Ka... kaisar iblis Haifeng."


bersambung...


Maaf jarang update, lagi banyak kesibukan mengurus pindahan tempat tinggal, karena kerjaan di karawang telah habis kontrak, dan sekarang mau lanjut di cirebon sambil lanjut kuliah.. terimakasih yang masih setia menunggu, nanti ada waktunya kembali ke normal, sekarang lg fokus cari kerjaan dulu.😤😤😤😤


# terima kasih untuk semua yang masih setia membaca novel ini


jangan lupa like, dan kirim komentar, agar author tetap semangat, jangan lupa pula kirim vote jika berkenan..


O iya mampir ke novel teman temanku jika berkenan, siapa tahu karya mereka cocok.


A Little Desire of Anti-Hero


Ancient Realm Goddess


Asmara Jajar Genjang


Cinta Anak Muda


Good Bye My Honey


Kekasih Bayangan


Kita Sepupu?


Lost Princess


Mahluk Pemikat Hati


Miracle of Wish


Monalisa


My Insensitive Boy


My stupidity


Our Love


Pembalasan si Kembar Wibowo


Rahim Pengganti


Sajak Sang Simpanan


Secret Love


Semua Untuk Cinta


Stranger From nowhere


Tales of Schaduw


The 7 Books of God


The Best Brother


The Dark Slayer


The Magic Shop


The Red Game

__ADS_1


The Red String Of Fate


__ADS_2