
Xiao Tian mencoba berlari cepat dengan teknik seribu langkah cahaya seperti sebelumnya. Namun kecepatannya malah perlahan menurun sehingga sang Kaisar iblis dapat meraihnya meski sedang berlari sekuat tenaga.
"Lambat!" Kaisar iblis Hei An memukul perut Xiao Tian tepat disaat dia melintas ke sevelah kanannya.
Duak
"Uhuk!" Xiao Tian memegang perutnya yang terkena pukulan.
"Sial, bagaimana dia bisa ...," Xiao Tian membungkukkan badannya karena sedang menahan perut yang terasa cukup sakit.
Duakkk
Kaisar iblis Hei An memukul punggung Xiao Tian hingga terjatuh menghantam Lantai.
"Uhukkk!" Xiao Tian memuntahkan begitu banyak darah setelah menerima pukulan keras dari Kaisar iblis Hei An.
"Teknik tempurung naga!"
"Tubuh perak, Aktifkan!" ucap Xiao Tian di dalam hati.
Krakk
Clebbb
Kaisar iblis Hei An menusukkan ujung runcing tongkatnya ke punggung keras Xiao Tian sambil melapisinya dengan kekuatan qi.
"Aaaaa!" Xiao Tian menjerit kesakitan karena Kaisar iblis Hei An menggoyangkan relik tongkat yang berhasil menembus pertahanannya.
"Lemah!"
"Lemah!"
"Lemah!" Kaisar iblis Hei An mencabut lalu menusukkan ujung tajam tongkatnya ke bagian punggung yang belum terluka.
Pakaian Xiao Tian pun dipenuhi oleh muncratan darah dari luka yang terbuka di bagian punggungnya.
Xiao Tian tak tahu bagaimana cara melawan balik kaisar iblis Hei An, yang ada dipikirannya saat itu hanyalah bagaimana caranya melepaskan diri dari siksaannya.
"Sial, kalau begini terus aku akan mati," gumam Xiao Tian sambil mencoba untuk mengaktifkan teknik teleportasi.
"Percuma saja, kau tak akan bisa menggunakan teknik teleportasi lagi,"
__ADS_1
"Karena aku telah menyegel skill merepotkanmu itu," ucap Kaisar iblis Hei An, sambil menusuk nusukkan ujung runcing relik tongkatnya.
"Sebenarnya apa kemampuan unik relik miliknya?" pikir Xiao Tian sambil mengepal erat kedua tangannya. Dia terus mencoba berpikir jernih sambil menahan rasa sakit tersebut.
Terbesit beberapa cara di dalam benak Xiao Tian, namun semuanya digagalkan oleh kaisar iblis Hei An dengan begitu mudah.
"Tubuh asliku penuh dengan luka, maka tak ada cara lain selain ... ," Xiao Tian mencabut beberapa helai rambutnya untuk membuat klon. Namun tak ada satupun klon yang dapat dia hasilkan.
Hal tersebut tentunya semakin membuat Xiao Tian bingung dan tak percaya. Ketika dia masih dalam sebuah dilema, kaisar iblis Hei An menjelaskan semuanya dengan berkata,
"Percuma saja, setelah kau bersentuhan denganku. Semua teknik yang mengandalkan kekuatan qi atau bahkan kekuatan jiwa sekalipun tidak akan ada yang berfungsi lagi," ucap Kaisar iblis Hei An sambil mengangkat tinggi tongkatnya.
"Begitu ya?" Xiao Tian melemparkan pil pemulih tubuh dari balik lengannya yang terkepal.
Glek
Dalam sekejap luka di tubuh Xiao Tian sembuh begitu saja. Dan sebuah ekor hitam berbentuk lengan raksasa tiba tiba saja muncul dari punggungnya.
Duakkk
Relik tongkat milik Kaisar iblis Hei An terlempar cukup tinggi hingga menancap ke atap ruangan.
Clebbb
"Open Port!"
"Up!" Xiao Tian mengatur portalnya agar terangkat ke atas dan menelan utuh Kaisar iblis Hei An. Ketika tubuh Kaisar iblis Hei An sudah tertelan masuk ke dalam portal, Xiao Tian pun langsung menutup portalnya.
Setelah sang Kaisar iblis Hei An berhasil disingkirkan, kalung besi di leher para vampir terlepas begitu saja. Dinding batu yang menghalangi jalan menuju tangga pun turut menghilang.
"Ah, musuh yang merepotkan," Xiao Tian bangkit dari tempatnya terbaring.
"Untung saja aku sempat meminta sisi lainku untuk meminjamkan kekuatannya sebelum kutukan tersebut diaktifkan," pikir Xiao Tian dengan napas terengah engah.
Karena tubuhnya habis menerima begitu banyak kerusakan, Xiao Tian masih merasa cukup pegal pegal di sekujur badannya. Untuk menghilangkan rasa oegal tersebut, dia pun melakukan peregangan otot.
Ketika Xiao Tian selesai meregangkan badannya, para vampir sudah kehilangan alasan mereka untuk bertarung sehingga berhenti menyerang. Alasan mereka berhenti menyerang yaitu karena kalung kutukan yang melingkar di leher mereka telah benar benar dihilangkan.
Ketika Xiao Tian berjalan mendekat, diluar dugaan para vampir kalah menginginkan sebuah kematian.
"Mohon akhiri hidup kami, tuan pahlawan," ucap para vampir sambil membungkukkan badan mereka. Terlihat jelas bahwa mereka sangat takut .Namun Xiao Tian tak mencabut nyawa mereka karena tahu bahwa alasan para vampir menyerang adalah rantai kutukan yang melingkar di leher mereka sebelumnya.
__ADS_1
Satu satunya hal yang tak Xiao Tian mengerti adalah para vampir bersi keras meminta kematian mereka, meski Xiao Tian menolak untuk mengakhiri nyawa mereka.
"Pergilah, kalian sudah bebas sekarang," Xiao Tian berjalan maju mendekati tangga menuju lantai ketiga.
"Ka ... kami telah mencoba membunuhmu loh?"
"Kenapa kau membiarkan kami begitu saja?" tanya para vampir.
"Karena aku tahu kalau kalian hanya mematuhi perintah saja," jawab Xiao Tian sambil melangkah maju meninggalkan para vampir.
"To ... tolong bunuh saja kami, tuan," salah satu vampir bersujud sambil memegang kaki Xiao Tian.
"Lepaskan kakiku, akumasih punya urusan yang jauh lebih penting dari pada ini," Xiao Tian memaksa melangkah sambil menyeret kakinya sehingga sang vampir pun ikut terseret seret kaki Xiao Tian.
"Tolong habisi nyawa kami, tuan pahlawan!" para vampir lain berpegangan ke tubuh vampir yang memegang kaki Xiao Tian. Karena beban yang harus dia tarik menjadi semakin berat, Xiao Tian pun berhenti melangkah dan berkata.
"Kenapa kalian begitu ingin mati?" tanya Xiao Tian dengan menatap tajam para vampir.
"Karena kami tak ingin meminum darah manusia lagi," jawab para vampir dengan tangis diwajah mereka.
"Tak ingin meminum darah manusia lagi?"
"Apa maksud kalian?" tanya Xiao Tian dengan tampang terkejut.
"Sebenarnya, kami bukanlah seorang vampir sejati. Dulu kami adalah seorang manusia normal seperti dirimu. Gara gara seorang vampir yang menyebut dirinya sebagai raja neraka, aku menjadi gila hingga tak bisa berhenti menghisap darah setiap kali bertemu dengan manusia," ucap para vampir dengan tampang penuh trauma dan frustasi.
"Jika ingin mati, kenapa tak bunuh diri saja?" tanya Xiao Tian.
"Kami sudah mencoba segalanya, dari menusuk jantung, hingga menebas leher kami. Sama halnya pertarungan kita tadi, kami akan kembali hidup setelah beberapa menit berikutnya," jawab salah satu vampir dengan tampang frustasi.
"Cih, berjemurlah di bawah sinar matahari. Maka akan kujamin kalian akan habis saat itu juga," jawab Xiao Tian dengan tampang serius.
"Rrrrrr," para vampir tiba tiba saja meneteskan air liur mereka dan menghiraukan ucapan Xiao Tian.
Terlihat jelas kalau mereka ingin menghisap darah manusia di hadapannya, namun mereka menolak untuk melawan hingga ada salah satu yang mulai tak tahan.
"Aku tak tahan lagi, cepat berikan aku darahmu!" salah satu vampir melompat ke arah Xiao Tian, namun vampir yang lain menghajarnya dan berkata, "Li Chen, sadarlah!"
"Jangan tertelan oleh nafsu vampirmu!" para vampir yang lain memegangi tubuh Li Chen dengan sekuat tenaga.
"Ahhh, aku tak tahan lagi. Tolong bunuh saja aku, rasa haus ini benar benar membunuh kemanusiaanku," Li Chen menangis sambil mencoba memberontak.
__ADS_1
"Dua puluh orang ini bernasib sama seperti jenderal Tailong, haruskah kutolong mereka?" pikir Xiao Tian sambil mengepalkan kedua tangannya.