Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 244 : Peta baru kerajaan petir


__ADS_3

"Apa hanya itu yang ada dipikiranmu saat ini, jenderal?"


"Apakah semua kepercayaanmu terhadapku telah menghilang hanya karena melihat sebagian kecil kebenaran yang belum kau ketahui secara utuh?"


"Aku tak bermaksud menyembunyikan kultivasiku, karena memang nyatanya kultivasiku telah hancur sejak sekte kegelapan dan sekte iblis menyerangku."


"Percaya atau tidak, kultivasiku melonjak begitu tajam hanya dalam hitungan dua hari di alam nyata."


"Jika kau masih menganggapku sebagai teman, maka percayai saja hal itu."


"Jika kau masih ragu, ikutlah bersamaku menuju istana agar bisa menghadap pangeran beserta raja Xiao Zhaoye."


"Semuanya akan semakin jelas setelah kau memegang tanganku," ucap Taiwu sambil mengulurkan tangan kanannya.


Tanpa rasa ragu, jenderal Huang Cheng berjalan mendekati Taiwu. Dia langsung mengulurkan tangannya sambil berjalan mendekati Taiwu.


Sebelum jenderal Huang Cheng berhasil meraih tangan Taiwu, para prajurit terlihat panik karena takut jenderal mereka sedang dijebak.


"Jangan dengarkan ucapannya, kemungkinan dia bukan jenderal muda Taiwu yang kita kenal. Bisa jadi dia merupakan iblis yang sedang menyamar, dia ingin menjebakmu dengan menyuruhmu meraih tangannya." "Jangan dengarkan dia jenderal, tolong dengarkanlah kami!" teriak para prajurit.


"Dasar prajurit payah, tak ada yang bisa menipu penilaianku. Meski kultivasinya telah melonjak tajam, aku bisa merasakan bahwa orang yang berdiri dihadapanku benar benar Taiwu."


"Aku sudah mengenalnya cukup lama, tak mungkin mataku salah mengenali seseorang," pikir jenderal Huang Cheng sambil berjalan mendekat.


Setelah meraih tangan Taiwu, Jenderal Huang Cheng berkata, "Jangan kecewakan aku lagi, bawa aku ke istana untuk membuktikan semua ucapanmu itu,"


"Kau tahu aku, aku tak akan pernah mempercayai seseorang yang mencurigakan tanpa adanya penjelasran yang cukup logis."


"Meski itu adalah teman, saudara atau bahkan keluargaku, jika melakukan sesuatu yang mencurigakan maka aku tak akan mempercayainya hingga terungkap sebuah bukti yang bisa menghilangkan kecurigaan."


"Jika kau mencurigaiku, kenapa kau mau meraih tanganku?"


"Apakah kau tak takut aku menjebakmu?"


"Bukankah seharusnya kau mendengarkan ucapan para prajuritmu, Jenderal Huang Cheng?" tanya Taiwu sambil menatap jenderal Huang Cheng.


"Jika kau ingin melakukan sesuatu kepada kami, kau bisa menyuruh para monster itu membantai kami saat itu juga. Tapi kau malah menyuruh mereka pergi begitu saja."


"Meski aku sedikit mencurigaimu, tapi tindakanmu tadi cukup untuk membuatku sedikit percaya kepadamu," jawab jenderal Huang Cheng sambil menggenggam erat tangan Taiwu.


"Hanya sedikit kepercayaan?"


"Haih ... , ya sudahlah setidaknya kau memiliki sedikit kepercayaan kepadaku."


"Bagaimana dengan kalian berlima?"


"Aku akan membawa jenderal kalian pergi dalam sekejap mata, jika kalian ingin ikut peganglah tanganku atau punggung jemderal Huang Cheng sekarang juga," ucap Taiwu sambil menatap para prajurit.

__ADS_1


Karena tak ingin jenderal mereka pergi sendirian, para prajurit langsung menyentuh punggung jenderal mereka tanpa rasa ragu.


Tepat saat telapak tangan mereka menyentuh punggung jenderal Huang Cheng, Taiwu langsung mengaktifkan sihir teleportasi.


Dalam sekejap mata semua orang berada di dalam ruang singgasana istana. Melihat pemandangan istana yang dipenuhi orang orang hebat, membuat jenderal Huang Cheng beserta pasukannya kehabisan kata kata.


Wukong, Wu Jing, Panglima Tian Feng, Dewa Petir, Jingmi, Kaibo, si Gendut, Su Yan serta pangeran Xiao Tian. Kultivasi mereka jauh diluar jangkauan jenderal Huang Cheng.


Karena melihat sekua itu, jenderal Huang Cheng menjadi semakin kebingungan. Tubuhnya bahkan gemetar tak terkendali ketika melihat semua orang memandangnya secara bersamaan.


Saking terkejutnya melihat akan apa yang dia lihat saat itu, jenderal Huang Cheng langsung berlutut menghadap raja Xiao Zhaoye yang masih duduk di singgasananya.


"Ra ... raja Xiao Zhaoye, bisakah anda jelaskan padaku apa yang terjadi disini?"


"Kenapa para pengikut pangeran Xiao Tian tiba tiba saja menjadi sekuat ini?"


"Tak hanya pangeran Xiao Tian dan kawan kawannya yang membuatku cukup terkejut, Taiwu beserta keempat orang asing yang hadir disini pun membuatku cukup terkejut."


"Bisakah kau jelaskan siapa mereka dan apakah alasan mereka disini, Yang Mulia?" tanya jenderal Huang Cheng sambil menundukkan kepalannya.


"Apa itu saja pertanyaanmu saat ini?" tamya raja Xiao Zhaoye.


"Ampun yang mulia, sebenarnya hamba juga ingin bertanya. Bisakah anda jelaskan, apa alasan Klan Lin dan Klan Jiang dibantai habis?" tanya Jenderal Huang Cheng sambil memberi hormat.


"Duri yang mencelakai seseorang, memang harus disingkirkan. Mereka adalah duri kerajaan yang selama ini tak pernah menganggap keluarga Xiao sebagai pemimpin empat klan."


"Jika bukan karena Topeng bencana yang mengancam mereka sejak dulu, mungkin mereka sudah memberontak dan melakukan penyerangan ke istana."


"Setelah mengetahui bahwa topeng bencana telah melemah, mereka langsung mencoba mengobrak abrik istana dengan meminta bantuan pasukan elit pembasmi iblis."


"Hari ini mereka telah memberontak sambil membawa banyak pasukan untuk menyerang istana, melukai topeng bencana lalu mencoba menghabisi seluruh keluarga raja. Namun nyali mereka menciut sejak melihat putraku keluar dari dalam istana."


"Mereka langsung mundur menuju gerbang dalam istana. Namun siapa sangka dari luar gerbang tersebut muncul siluman berkekuatan tinggi yang berjalan masuk melewati gerbang. Menghadang para pemberontak dan menghabisi semuanya tanpa menyisakan satu penghianatpun."


"Setelah menghabisi seluruh penghianat, para siluman itu langsung membungkukkan kepala dihadapan Xiao Tian dan menyebutnya sebagai maharaja penguasa tiga kerajaan siluman," jelas raja Xiao Zhaoye sambil menatap jenderal Huang Cheng.


"Ja ... jadi, bukan jenderal muda Taiwu yang memimpin para monster itu?"


"Lalu dimana mereka saat ini?" tanya jenderal Huang Cheng sambil menatap raja Xiao Zhaoye.


Karena tak mempunyai wewenang memberi perintah kepada tiga bangsa siluman, raja Xiao Zhaoye melirik ke kanan lalu menatap Xiao Tian sambil mengedipkan matanya secara perlahan.


Paham akan maksud ayahnya itu, Xiao Tian langsung mengambil alih pembicaraan dengan berkata, "Seperti yang kita semua ketahui, berkat bantuan Dewi Petir sebelumnya. Kerajaan yang pernah dihancurkan bangsa vampir ini, telah dibangun ulang dengan pertahanan yang lebih ketat."


"Awalnya kerajaan kita hanya memiliki satu tembok pertahanan yang berdiri kokoh di perbatasan kerajaan. Tembok tersebut melingkari wilayah kerajaan petir dengan empat buah gerbang yang dijaga oleh masing masing klan."


Xiao Tian menjelaskan dengan bahasanya, bahwa Dewi petir membangun ulang apa yang telah dia hanguskan dengan petir dahsyatnya. Karena kekacauan yang terjadi di kerajaan petir hanya melanda istana dan kediaman ketiga jenderal utama, dia hanya membangun ulang wilayah tersebut. Terdapat tiga buah gerbang pertahanan baru yang dibuat oleh Dewi petir.

__ADS_1


Gerbang pertama, biasa disebut gerbang dalam. Para prajurit serta penduduk sekitar berlindung di dalam gerbang ini saat terjadi kekacauan di istana. Gerbang tersebut dilindungi oleh array pembatas yang tak bisa dilewari oleh hangsa vampir. Para siluman harimau saat ini berjaga di sekitar gerbang tersebut secara sembunyi sembunyi.


Gerbang kedua berada di perbatasan istana dengan kediaman ketiga jenderal utama.


Para siluman rusa berjaga di gerbang ini. Gerbang tersebut disebut sebagai gerbang istana, karena terhubung langsung ke arah pintu istana.


Seperti yang diketahui semua orang saat ini kediaman ketiga jenderal utama disebut sebagai ibukota kerajaan. Kerajaan terpaksa memindahkan ibukota karena ibukota sebelumnya masih hancur sejak raja sebelumnya membantai habis seluruh keturunan klan Xiao yang berpihak pada jenderal Xiao Fei Ji.


Berkat itu pula kediaman tersebut menjadi kosong dan tak berpenghuni. Kerajaan belum sempat membangun ulang wilayah tersebut karena sibuk menyiapkan pasukan untuk menyerang sekte iblis ketika insiden penyerbuan kerajaan Angin terjadi.


Jenderal Tailong dan prajurit istana yang seharusnya bisa meneruskan perbaikan ibukota, malah dihabisi oleh raja neraka yang berencana menculik jenderal Xiao Fei Ji untuk menjadikannya sebagai pengikutnya.


Setelah raja neraka meninggalkan istana, kerajaan petir menjadi semakin kacau karena ratusan ribu vampir generasi keempat yang berkeliaran. Ratusan ribu vampir tersebut berasal dari penduduk istana yang digigit oleh jenderal Xiao Fei Ji dan para vampir generasi keempat yang menggandakan diri setiap kali ditebas.


Namun kekacauan tersebut berhasil diakhiri oleh Dewi petir dengan bayaran hancurnya seluruh wilayah istana.


Karena Dewi Petir hanya mau memperbaiki apa yang telah dihanguskan oleh petirnya, alhasil hanya wilayah istana saja yang dia bangun kembali. Setelah beristirahat untuk beberapa hari, Dewi Petir meninggalkan kerajaan petir dan kembali ke alam Dewa denga sihir teleportasi.


Saat itu tak ada yang tahu bahwa Dewi petir merupakan seorang Dewi, semua hanya kagum terhadap kecantikan serta kesaktiannya.


Gerbang yang ketiga disebut sebagai gerbang luar, merupakan gerbang utama yang dibuat khusus di dekat kediaman ketiga jenderal utama. Tempat dimana jenderal Huang Cheng dan prajuritnya dihadang oleh siluman rubah merah.



"Ampun pangeran, saya mengerti semua letak gerbang baru tapi ... ," belum sempat menyelesaikan ucapannya, Xiao Tian memotong ucapan Jenderal Huang Cheng dengan berkata, "Sabarlah, jenderal."


"Penjelasanku belum selesai."


"Kau sudah bertanya cukup banyak kepadaku, giliranku untuk bertanya padamu. Katakan bagaimana keadaan putrimu saat ini?"


"Dia sudah baik baik saja saat ini, terimakasih karena telah bersedia menolongnya pangeran," ucap jenderal Huang Cheng sambil memberi hormat.


"Syukurlah kalau begitu. Titipkan salamku pada Huang Li jika kau kembali nanti," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Baik pangeran," jawab Jenderal Huang Cheng sambil memberi hormat.


"Bicara soal alasanku menjadi pemimpin ketiga bangsa siluman, ceritanya sangatlah panjang. Singkatnya, aku menaklukkan mereka ketika ingin menyelamatkan putri Jia Li."


"Sedangkan keempat orang sakti yang saat ini hadir, merupakan Dewa yang sama seperti Dewi petir. Mereka turun dari alam para Dewa untuk membantu pembasmian sekte iblis."


"Lebih tepatnya, menangkap para Dewa sesat yang bekerja sama dengan sekte iblis," jelas Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Begitu ya," sambung jenderal Huang Cheng sambil membungkukkan badan.


"Bisakah kita mulai pembahasanya?" ucap Dewa Petir dengan wajah ketusnya.


"Ada apa dengan Dewa ini, kenapa dia mendadak menjadi ketus?"

__ADS_1


"Apakah Dian Zheng ada kaitannya dengan ini?" pikir Xiao Tian sambil melirik ke arah Dewa Petir yang duduk berdampingan dengan ketiga Dewa yang lain.


__ADS_2