Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 274 : Mengungsi


__ADS_3

Taiwu mengumpulkan seluruh penduduk kerajaan petir ke depan gerbang istana. Dia mengumpulkan seluruh penduduk dari yangbermarga Huang hingga yang tak memiliki marga sama sekali.


Setelah semua penduduk berkumpul, Xiao Tian yant sejak tadi berdiri di puncak gerbang istana. Melompat ke hadapan para putra dan putri pejabat keluarga Huang yang saat itu berdiri di barisan terdepan.


Saat itu Xiao Tian melompat tepat di hadapan Huang An, putra dari gubernur kota Shandong. Salah satu putra gubernur yang pernah dia permalukan di turnamen beladiri.


Jika ingatannya tak dirubah Wu Kong, mungkun saat ini mereka akan saling beradu pukulan. Namun karena ingatan semua orang telah dirubah, hal tersebut tidaklah terjadi.


"Salam, Putra mahkota," ucap Huang An sambil memberi hormat.


"Dimana ayahmu?"


"Apakah dia masih sibuk mengurus rumah lelangnya?" tanya Xiao Tian.


"Maafkan ayahku karena tak bisa hadir, putra mahkota. Seperti yang anda ketahui, rumah lelang kami memiliki begitu banyak harta. Untuk memindahkan semua harta itu memerlukan begitu banyak waktu, karena terdapat beberapa harta yang tak bisa dimasukkan ke dalam cincin ruang," jelas Huang An.


"Begitu ya, kalau begitu aku akan menemui ayahmu setelah semuanya selesai," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Baiklah, putra mahkota," sambung Huang An sambil memberi hormat.


Setelah selesai mendengar penjelasan Huang An, Xiao Tian melirik ke arah kanan tepat dimana Huang Ba sedang berdiri dengan tegak sambil menatapnya.


"Bagaimana dengan ayahmu?"


"Kenapa aku tak melihatnya?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"A ... , anu ...."


"Ayahku tak bisa hadir karena habis dihajar oleh orang misterius berjubah aneh," ucap Huang Ba sambil menengok ke arah lain.


"Orang misterius?"

__ADS_1


"Memangnya apa yang ayahmu lakukan, hingga membuat orang misterius itu menyerangnya!" tanya Xiqo Tian sambil menatap Huang Ba.


"Kalau menurut cerita ayahku, dia hanya ingin melindungi wilayahnya dari orang asing dengan mempertanyakan identitasnya. Karena pendekar itu menolak untuk membuka identitasnya, akhirnya ayah dan pasukannya pun berinisiatif untuk menghajarnya. Namun di luar dugaan, orang itu malah menghajar balik ayahku serta bawahannya dalam hitungan detik, tanpa menyentuh mereka," jelas Huang Ba dengan tangan yang gemetar ketakutan. Karena dia juga turut menonton kejadian itu dari kejauhan. Dia juga merasakan betapa mengerikan dan kuatnya pendekar yang menghajar ayahnya waktu itu.


Dia belum mengetahui bahwa orang misterius itu, saat ini berada tepat di hadapannya.


Menyadari hal tersebut, Xiao Tian pun memanfaatkan hal itu untuk meyakinkan penduduk.


"Percaya atau tidak, pendekar itu akan kembali dengan pasukan yang jauh lebih mengerikan. Kekuatannya jauh di luar jangkauan kita. Jika kita tak segera pergi dari sini, maka aku jamin tak akan ada yang bisa selamat lagi," jelas Xiao Tian sambil menepuk pundak Huang Ba.


"Apakah segawat itu?" tanya Huang Fu yang berdiri di sebalah kiri Huang An.


"Ya, sangat buruk. Jika tidak segawat itu, untuk apa aku menyuruh prajurit mengabari kalian semua agar meninggalkan kerajaan ini," ucap Xiao Tian dengan tatapan tajamnya.


"Huang Fu adalah putra seorang alkemis bintang satu. Meski masih sangat rendah, setidaknya ayahnya merupakan satu satunya alkemis di kerajaan ini. Jika musuh menyerang, Huang Fu dan ayahnya pasti akan tetap aman, karena alkemis sangatlah langka," sambung Huang Yi sambil melirik ke arah Huang Fu yang saat itu berada tepat di sebelah kanannya.


"Memang benar kalau gubernur Huang Chu merupakan satu satunya alkemis yang menetap di daratan ini, namun jangan lupakan para alkemis bintang tiga dan empat yang ada di luar daratan elemen."


"Hanya karena kau memiliki bakat serta kultivasi tinggi, beraninya kau menghina pamanku!" bentak Huang Yi.


"Kau pikir kau siapa ha!"


"Aku berani bertaruh, kau bahkan tak bisa menciptakan pil level setengah sama sekali!" bentak Huang Yi dengan tampang kesal.


"Yi er, jangan terlalu impulsif. Percaya atau tidak. Putra mahkota jauh lebih berbakat dari pada ayahku. Dia bahkan bisa mengobati Huang Li dari penyakit aneh yang tak bisa di sembuhkan alkemis bintang tiga."


"Jangankan pil level setengah, dia bahkan pernah melelang pil level dua di rumah lelang gubernur Huang An Putra dari Gubernur Chen," bisik Huang Fu sambil menutup mulut Huang Yi.


"Benarkah itu?"


"Tapi umurnya baru dua puluh dua tahun, bagaimana mungkin itu bisa terjadi?"

__ADS_1


"Kau pasti salah informasi," bisik Huang Yi.


"Bahkan paman Huang Jun juga tahu tentang hal ini. Apakah dia tak memberi tahumu?" tanya Huang Fu sambil berbisik.


"Tidak, ayah tak pernah memberi tahuku," balas Huang Yi sambil berbisik.


"Jika sudah selesai berbisiknya, bisakah aku mulai?" tanya Xiao Tian.


Sadar bahwa semua orang memperhatikan mereka, Huang Fu dan Huang Yi menganggukkan kepala mereka lalu berkata, "Ya, putra mahkota. Maaaf karena telah menyita waktumu,"


"Ehm, seperti yang tertulis dalam surat peringatan yang disebar luaskan oleh prajurit. Kerajaan kita sedang dalam krisis."


"Musuh yang kuat akan segera tiba. Jika kita tak segera pergi, aku takut kita semua akan dibantai habis. Oleh karena itu, ku tegaskan sekarang juga. Bagi seluruh warga yang masih ingin tetap hidup damai, tinggalkanlah kerajaan ini. Atau ikut denganku pergi dari kerajaan untuk sementara."


"Kalian boleh pergi ke kerajaan lain, atau ikut denganku ke tempat yang telah kurencanakan untuk mengungsikan kalian semua."


"Bagi yang ingin ikut denganku, silahkan kembali ke tempat ini setelah selesai mengangkut barang barang kalian. Kerajaan akan membagikan cincin ruang agar kalian semua bisa mengangkut barang barang kalian dengan mudah. Dan cincin itu akan dibagikan sekarang juga. Setelah menerima cincin ruang, pergilah ke rumah masing masing untuk mengangkut barang barang kalian. Apakah semuanya mengerti?" tanya Xiao Tian.


"Kami mengerti, Putra mahkota," ucap para warga sambil memberi hormat.


Ketika pembagian cincin ruang baru mau dilaksanakan, seorang prajurit penjaga perbatasan kerajaan di wilayah timur berlari ketakutan sambil berteriak gawat.


"Gawat!"


"Gawat putra mahkota!"


"Kumpulan makhluk aneh bertubuh manusia dengan kultivasi terlemah setingkat Dewa petarung berjalan menuju kemari."


"Jumlah mereka lebih dari ratusan, panah serta tombak tak berpengaruh terhadap mereka. Ketapel tembur yang berisikan batu berapi pun, mereka tangkis dengan begitu mudahnya," teriak prajurit itu dengan tampang paniknya.


"Padahal aku ingin menemui mereka. Tak kusangka mereka malah kemari lebih dulu. Semoga mereka membawa gulungan teleportasi, sehingga kami tak perlu pergi ke istana es lagi untuk membawa semua orang sekaligus," pikir Xiao Tian sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


__ADS_2