
Setelah membulatkan tekadnya, Xiao Tian segera menyentuh dahinya dengan konsentrasi penuh. Alisnya berkedut dengan telunjuk kanan di tengah dahi. Semakin lama dia berkonsentrasi, semakin kencang dan kuat kerutan dahi beserta kedutan di sekitar mata Xiao Tian. Tetesan keringat pun mulai bermunculan satu demi satu, pertanda bahwa Xiao Tian sedang berusaha begitu keras.
Dari titik koordinat terdekat dengan kerajaan Es, hingga titik koordinat terdekat kerajaan petir, telah Xiao Tian coba akses. Namun tak ada satu titik pun yang dapat diaktifkan hingga membuatnya merasa bingung.
Saat Xiao Tian mencoba untuk berteleportasi ke titik terdekat yang dapat dijangkau oleh matanya, barulah dia menyadari bahwa teknik teleportasi sama sekali tak dapat diaktifkan.
'Ada apa ini!?' Xiao Tian nampak terkejut dan segera menatap Dewa Petir dengan harapan mendapat sebuah jawaban. "Apakah kau juga tak bisa mengaktifkan teknik teleportasi!?"
"Dewa Petir!?"
"Apa kau sedang bercanda?"
"Bagaimana mungkin aku tak dapat mengaktifkan teknik tingkat rendah itu ... ," Dewa Petir menjawab dengan yakin di masa awal sembari mencoba berteleportasi, dan berakhir terkejut setelah menyadari bahwa tak ada satupun teknik perpindahan ruang miliknya yang dapat diaktifkan.
Keterkejutan Dewa Petir terpampang jelas di matanya yang berkedut saat sedang menatap kedua telapak tangannya. "Ti ... tidak mungkin!"
"Apakah ini efek samping perubahan fisikku!?"
"Kalau memang penyebabnya hal tersebut, seharusnya hanya kau yang terpengaruh. Pasti ada hal ganjil yang ... ," Xiao Tian terdiam sejenak lalu berkata, "Mungkinkah ini efek dari kemunculan perwujudan Hukum Langit!?"
"Hukumnya tak berlaku saat diluar alam Langit!" Dewa Petir menegaskan.
"Kalau bukan itu, lalu apa yang terjadi!?" Xiao Tian bertanya dengan heran.
"Kita pastikan hal ini dengan bertanya kepada yang lainnya!" Dewa Petir menyarankan.
Setelah keduanya sepakat, mereka segera keluar kamar dan tak sengaja berpapasan dengan Taiwu saat masih berada di dalam istana. Lokasi pertemuan mereka tepatnya tak jauh dari pintu kamar Xiao Tian.
'Maharaja Xiao Tian!?' Taiwu nampak tersentak di kejauhan, dan keterkejutannya berlanjut tepat setelah melihat bocah kecil di samping kanannya. 'Siapa anak itu?'
Dia nampak begitu penasaran, namun tak berani mengangkat suara terlebih dahulu karena mengindahkan tatakrama kerajaan yang mengharuskan penghormatan setiap kali bertemu dengan anggota kerajaan.
Sembari tunduk dan memberi hormat, dia pun berkata, "Salam maharaja Xiao Tian, apakah istirahat anda sudah selesai?"
"Istirahat?"
"Apa maksudmu?"
"Terakhir kali kan aku sedang berurusan dengan para Dewa, karena ingin bertanya soal kondisi tubuh Dewa Petir!" Xiao Tian menjawab dengan penuh kebingungan.
"Para Dewa?"
"Maksud anda pendekar tingkat alam Dewa?" Taiwu nampak begitu bingung. Begitu pun Xiao Tian yang turut bingung melihat jawaban serta reaksi Taiwu. Sedangkan Dewa Petir hanya menyipitkan matanya sembari berpikir. 'Mungkinkah, sang Hukum Langit menghapus keberadaan kami dari ingatan para makhluk fana?'
"Apa maksud ucapanmu!?"
"Bagaimana mungkin kau tak mengetahui para Dewa!?"
"Lihatlah bocah ini, dia adalah salah satunya!?" Xiao Tian memegang kepala Dewa Petir dengan ekspresi tak percaya.
"Ha?" Taiwu nampak semakin bingung. "Maksud anda bocah itu seorang pendekar alam Dewa?"
"Hahahah, anda benar benar pintar melucu yang mulia!" Taiwu menertawakan Dewa Petir sembari berjalan mendekatinya. Dia mencubit cubit wajah imutnya dan berkata, "Lihatlah pipi dan wajah kecil ini, bagaimana bisa dia ... ," Taiwu nampak meremehkan di awal, namun perlahan panik di pertengahan kata katanya. Semua karena Dewa Petir tak terima diperlakukan layaknya seorang anak kecil, terlebih lagi diremehkan oleh seorang mortal yang jauh lebih lemah darinya.
__ADS_1
"Singkirkan jari jarimu dari wajahku, manusia!" Dewa Petir memancarkan aura kultivasi seorang pendekar alam suci, yang jelas jelas melewati batas ranah pendekar alam Dewa. "Meskipun aku nampak seperti seorang bocah, jangan berani meremehkan Dewa Ini!"
"Ma ... maaf atas kekasaranku sebelumnya, makhluk agung!" Taiwu segera memberi hormat dan bersujud memohon ampun.
"Makhluk Agung?" Xiao Tian bertanya tanya dengan ucapan Taiwu.
"Bu ... bukankah anak kecil yang anda panggil Dewa ini merupakan salah satu dari makhluk agung seperti para leluhur naga?" Taiwu nampak ragu.
"Ha!?" Dewa Petir dan Xiao Tian tak dapat menghilangkan rasa bingung mereka terhadap perubahan cara pandang Taiwu. Hingga menyerah untuk membahas hal tersebut. Demi memperjelas segalanya, dia pun meminta Taiwu mengumpulkan semua orang ke dalam ruang singgasana. Orang yang disuruh berkumpul hanyalah kawan seperjuangannya dimasa lalu, termasuk Sunlong dan para raja siluman. Naga leluhur seperti White Dragon dan Black Dragon pun turut hadir dalam ruangan tersebut.
Setelah semunya terkumpul, semua orang kecuali White Dragon dan Sunlong, memberi hormat tanpa terkecuali. Bahkan Jia Li yang berstatus sebagai istri sah Xiao Tian pun turut memberi hormat sebagai salam formalitas. "Salam, Maharaja Xiao Tian. Kami datang menghadap untuk menjawab panggilan anda!"
"Bangun dan duduklah!" ucap Xiao Tian sambil mempersilahkan semua orang duduk di kursi merah yang telah dipersiapkan berderet disamping karpet merah. Sementara semua orang duduk, putri Jia Li tak dapat menutupi rasa penasaran akan identitas bocah yang duduk tepat disamping kanan Xiao Tian. Namun tak berani bertanya hingga terus melangkah mendekat menuju kursi kosong di samping kiri Xiao Tian.
"Duduklah disini, ratuku," Xiao Tian mempersilahkan putri Jia Li dengan senyum diwajahnya.
"Baik yang mulia," Putri Jia Li membungkuk sembari sembari sedikit melebarkan kedua ujung gaun panjangnya. Dan segera duduk dengan penuh keanggunan.
'Taiwu, Su Yan, Huang Li, Jia Li, Jingmi, Kaibo, Si Gendut, Huanran, Liang Su, Balck Dragon, White Dragon, Sunlong, dan para raja siluman.' Xiao Tian melirik semuanya satu demi satu, lalu berkata, "Sepertinya semua sudah berkumpul. Bagus!"
"Bisakah kau jelaskan apa arti semua ini?" Sunlong menyela dengan kasar. "Makhluk Agung ini tak memiliki banyak waktu karena harus merawat dan melatih para keturunanku!"
"Bersikaplah lebih sopan kepada tuan Xiao Tian, Red Dragon!" Black Dragon menyela dengan kesal.
"Sekarang namaku adalah Sunlong!"
"Berhenti memanggilku dengan nama lama itu!" Sunlong melirik Black Dragon dengan kesal. "Bukankah aku sudah memperingatkanmu, kalau kau terus memanggilku dengan nama itu maka aku akan ... "
"Akan Apa!" Black Dragon melirik dan membalas tatapan Sunlong yang nampak duduk bersebrangan dengannya. Dia duduk di kursi terujung layaknya Sunlong yang paling dekat dengan kursi raja. Sedangkan White Dragon, duduk tepat di samping kanannya. Sementara Sunlong, duduk di samping kiri Kaibo dan Jingmi secara berurutan.
Karena tak sanggup menahan getaran hatinya, seringkali Sunlong salah tingkah hingga memilih membuang wajahnya ke arah lain karena tak ingin terjerumus semakin dalam.
"Cih!" Sunlong mendecih sembari membuang wajahnya yang memerah karena sempat terpikat wajah Black Dragon ketika menatapnya. 'Black Dragon sialan, kapan sih dia mendapat wujud naganya!'
'Aku benar benar tak terbiasa dengan wajah itu!'
"Ho ... ," White Dragon hanya tersenyum saat menyadari ketertarikan Sunlong terhadap Black Dragon.
"Ehm!"
"Maaf karena harus menyela pembicaraan para makhluk agung, tapi ada hal yang harus aku pastikan dari kalian semua. Tak perlu menjawab secara rinci, kalian hanya perlu mengangguk jika benar, dan menggelengkan kepala jika tidak."
"Apakah kalian mengerti?" Xiao Tian bertanya dengan penuh keseriusan. Dan semuanya mengangguk tanpa terkecuali.
"Baiklah, pertanyaan pertama."
"Apakah kalian tahu makhluk yang bernama Dewa?" Semua orang kecuali Taiwu, mengangguk tanpa ragu. Kemudian berganti menggelengkan kepala setelah Xiao Tian berkata, "Makhluk yang kumaksud bukanlah pendekar alam Dewa, melainkan makhluk immortal yang memiliki gelar Dewa!"
"Nampaknya Dewa Hukum Langit benar benar menghapus ingatan tentang para Dewa." Dewa Petir menyela melalui telepati.
"Apakah kalian tahu teknik teleportasi?" Xiao Tian kembali bertanya untuk memastikan. Dan semua orang mengangguk tanpa terkecuali. Namun anggukan tersebut berubah menjadil gelengan ketika Xiao Tian kembali bertanya, "Apakah kalian bisa menggunakannya?"
"Teknik kuno itu telah lama hilang dikalangan para mortal, bagaimana mungkin ada orang yang bisa menggunakannya!" White Dragon menyela tanpa ragu.
__ADS_1
'Dewa Hukum Langit tak mungkin memiliki otoritas seluas ini!'
'Pasti ada variabel lain yang menyebabkan hilangnya ingatan tentang teknik teleportasi!' Dewa Petir nampak terkejut sembari bertelepati ke arah Xiao Tian.
'Lantas Siapa!?' Xiao Tian bertelepati kearah Dewa Petir dengan penuh keterkejutan. Dan Dewa Petir sedikit menunduk dan berkata, "Aku tidak terlalu yakin, tapi sepertinya ini terkait dengan aturan dari perwujudan hukum alam ini.'
'Seperti yang kau ketahui, perwujudan hukum yang mengatur makhluk alam fana hingga makhluk alam suci, diatur oleh perwujudan hukum yang sama. Yaitu Hukum kehidupan dan Hukum kematian!'
'Hukum Alam Langit tak dapat turut campur secara langsung terhadap kehidupan makhluk fana yang tak terikat dengan alam Langit!'
'Soal alasan mengapa pengatur alam ini membuat aturan ini, akupun tidak terlalu mengerti!'
'Masa bodoh dengan alasan perwujudan hukum alam ini!'
'Yang jelas gara gara dia kita tak bisa melakukan perjalanan singkat ataupun kabur dengan mudah saat bertemu musuh yang sulit!' Xiao Tian bertelepati kepada Dewa petir dengan tampang kesal.
Sementara Sunlong yang telah lama menahan diri, segera menyela dengan kasar karena merasa Xiao Tian terlalu asik bertelepati dengan seorang bocah yang tak dikenali semua orang. "Jika kau hanya memanggil kami untuk berdiskusi dengan si kecil itu melalui telepati, maka bubarkan saja kami!"
"Waktuku jauh lebih berharga dari pada semua omong kosong ini!" Sunlong segera bangkit dan hendak pergi dengan kesal. Namun langkahnya berhenti setah Xiao Tian berkata. "Ras Vampir!"
"Kita akan menyerang ras itu, dan menyelamatkan ibu Taiwu esok hari."
"Persiapkan para naga untuk ditunggangi, dan beberapa kantung makanan untuk berjaga jaga!" Xiao Tian kembali menarik suara dengan tegas.
"Apakah kau sudah menemukan lokasinya?" Sunlong menghentikan langkah tanpa berbalik.
"Saat ini mereka berada di kerajaan Es," Xiao Tian menjawab tanpa ragu.
"Dari mana kau mendapat informasi itu?" tanya Sunlong memastikan.
"Yang jelas dari sumber yang bisa dipercaya!" Xiao Tian menjawab tanpa ragu.
"Apa hanya itu yang ingin kau sampaikan?" tanya Sunlong sebelum melanjutkan langkahnya.
Xiao Tian terdiam sejenak lalu memberi tanda kepada Dewa Petir dengan melirik tajam ke arahnya. Tak lama setelah itu, Dewa Petir pun memancarkan tekanan seorang pendekar alam suci yang sanggup mengejutkan semua orang.
"Ma ... makhluk Agung!"
"Dari mana datangnya bocah itu?"
"Kenapa dia memiliki tekanan seorang makhluk agung!?" semua orang terkejut tanpa terkecuali.
"Mungkinkah kau juga berasal dari alam atas?" White Dragon mengira Dewa Petir berasal dari Alam Suci dimana para makhluk mitos sepertinya berada. Dan menjadi bingung saat Dewa petir menggelengkan kepala dan berkata, "Aku adalah seorang mantan Dewa!"
"Aku memiliki banyak nama, dan Dewa Petir adalah salah satu namaku. Namun itu hanyalah sebuah nama gelarku. Karena tubuh ini sudah tak terikat lagi dengan alam Langit, nama Dewa Petir sudah tak cocok lagi denganku."
"Karena itu, kalian boleh memanggilku dengan sebutan, Dian Guo!"
"Dian Guo!?"
"Apakah itu nama aslimu!?" Xiao Tian bertanya dengan heran.
"Sebenarnya aku memiliki nama dalam deretan reinkarnasiku dimasa lalu, dan Dian Guo adalah salah satu dari nama nama itu!" Dewa petir menjawab tanpa ragu.
__ADS_1
'Dewa petir!?'
'Entah mengapa aku terasa tak asing dengan nama itu,' Black Dragon, Sunlong dan White Dragon tenggelam sejenak dalam lamunan mereka.