
Kaibo telah berubah menjadi naga merah raksasa yang memiliki kekuatan qi melewati kekuatan seorang Dewa Petarung.
Xiao Tian yang saat itu hanya seorang Dewa Petarung bintang satu, tak punya cara lain selain menghindari serangan Kaibo.
Jangankan menyerang balik, menghindari semburan api hitamnya saja dia cukup kerepotan. Meski memiliki teknik elemen air, dia tak bisa memadamkan api hitam yang panasnya melebihi panas lava gunung berapi.
Meski memiliki serangan yang cukup merepotkan, Kaibo tak bergerak dari tempatnya berdiri. Dia hanya mengandalkan semburan api hitamnya untuk menyerang Xiao Tian.
Demi menjauhi jarak serang Kaibo, Xiao Tian pun berlari menjauh menuju tangga yang mengarah ke pagoda tingkat lima.Dia berniat kabur dan langsung menuju tempat Dewa Petir sehingga tak perlu melawan Kaibo yang telah melampaui kekuatannya.
Akan tetapi, rencananya gagal ketika semburan api hitam Kaibo melewati pundaknya sehingga membakar jalan menuju tangga pagoda tingkat lima.
"Sial!" ucap Xiao Tian dengan kesal.
Tak lama setelah itu, Kaibo menyemburkan api hitam ke arah Xiao Tian lagi, sehingga membuatnya terpaksa memutar ke kiri karena di giring oleh semburan api hitam Kaibo.
Sunlong yang tadinya berada di pundak kanan Xiao Tian, saat ini bergelantungan di punggung Xiao Tian karena mengindari serangan api hitam yang telah melewati punggung kanan dan kiri Xiao Tian.
Meski berhasil menghindar, percikan api hitam sedikit mengenai tubuhnya sehingga membuatnya berteriak kepanasan.
"Aaaa panas panas panas!"
"Kau kenapa Sunlong?" tanya Xiao Tian sambil menoleh ke belakang untuk melihat Sunlong.
"Jangan menoleh, lanjutkan saja larimu!"
"Cepat lari ke tangga menuju pagoda tingkat tiga untuk menghindari api hitamnya!"
Sunlong beriak dengan kesal sambil meremas punggung Xiao Tian.
"Aku mengerti, aku akan berlari lebih cepat!"
"Tapi berhenti meremas pungungku!" bentak Xiao Tian.
"Jangan cerewet!"
"Rasa sakit yang kau alami saat ini lebih sedikit dibandingkan rasa sakit yang kualami!"
"Cepat lari, api hitam sudah membakar punggungku!" teriak Sunlong dengan kesal.
"Kenapa kau tak bilang dari tadi!" bentak Xiao Tian.
__ADS_1
Xiao Tian mempercepat larinya sambil menghindari serangan apai hitam Kaibo.
Saat mencapai tangga menuju ke pagoda tingkat tiga, mereka pun langsung masuk menuruni tangga tersebut agar terhindar dari amukan Kaibo.
"Syukurlah dia tak mengejar," ucap Xiao Tian dengan napas yang terengah engah.
"Berhenti bersantai, cepat padamkan api hitam di punggungku!" Sunlong melompat ke bawah tangga sambil menunjukkan api hitam di punggungnya.
"Kau ini terlalu berlebihan, apinya hanya sebesar biji jagung berhentilah mengeluh," balas Xiao Tian.
"Meski sebesar biji jagung, api hitam keturunan murni iblis naga lebih panas dari lava gunung berapi. Api ini tak bisa padam dan akan semakin membesar jika kau beri ... ," belum sempat Sunlong menyelesaikan ucapannya, Xiao Tian menyiram punggungnya dengan air yang dia dapatkan dari mengendalikan elemen air di sekitar pagoda.
"Air ... ," ucap Sunlong dengan wajah kesalnya.
"Eh ... ," ucap Xiao Tian dengan tampang bingungnya.
Tak lama setelah itu, api di punggung Sunlong semakin membesar sehingga membuat Sunlong berteriak karena kepanasan.
"Bocah sialan!"
"Kenapa kau tak mendengarku sampai akhir!"
"Berhenti mengoceh!"
"Cepat padamkan api di punggungku!" teriak Sunlong.
"Ta ... tapi bagaimana caranya?""
"Apa aku harus menggunakan es?" tanya Xiao Tian sambil mengeluarkan teknik pengendali es. kedua telapak tangannya mengeluarkan asap putih sedingin es karena sedang menyiapkan jurus pengendali es, namun Sunlong menghentikannya dengan berkata,
"Es dan air merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Es terbuat dari air juga, jika kau mencoba memadamkanku dengan es maka sama saja dengan membunuhku!" teriak Sunlong.
"Jika es dan air tidak bisa, lalu apa yang harus kelakukan!" bentak Xiao Tian dengan kesal.
"Gunakan pedangmu untuk menebas api hitam di punggungku!" bentak Sunlong.
"Tapi ... ," belum sempat Xiao Tian menyelesaikan ucapannya, Sunlong berkata,
"Tak ada kata tapi, cepat tebas saja apinya!"
"Baiklah." Xiao Tian menebaskan pedang hitam berlapis aura iblis ke arah api di punggung Sunlong, akan tetapi tebasan tersebut tak berpengaruh sama sekali.
__ADS_1
"Sial kenapa apinya tak menghilang!"
"Kalau begini terus, aku akan mati oleh api hitam keturunanku sendiri. Menyedihkan sekali, seharusnya Kaisar iblis naga sepertiku memiliki ketahanan terhadap api hitam. Tapi aku bahkan tak bisa menahan pananasnya api hitam sekecil ini," ucap Sunlong dengan wajah frustasi.
"Maaf aku tak bisa membantumu, aku tak bisa menebas api hitam karena tingkat panasnya jauh di atas kuasaku. Batasan kekuatan yang bisa ku tebas saat ini hanya sampai ke tingkat Dewa Petarung lapisan puncak. Jika berada di atas tingkat Dewa Petarung, meski satu lapis saja maka aku tak bisa menebas teknik tersebut," ucap Xiao Tian sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Begitu ya, kupikir kau telah mampu menebas segala macam teknik yang memerlukan kekuatan qi. Ternyata kau masih memiliki batasan," ucap Sunlong dengan wajah frustasi.
"Begitulah, aku memang memiliki batasan sejak dulu. Jika bukan karenamu mungkin pemahamanku tentang elemen api mungkin hanya sampai tingkat api merah. Berkat kekuatan yang kau berikan dulu, aku telah menjadi diriku yang sekarang," ucap Xiao Tian.
"Berhenti membahas masa lalu, aku memberikanku sebagian teknikku dan mengorbankan sedikit kekuatanku bukan untuk menolongmu. Itu semua kulakukan demi keselamatanku sendiri," ucap Sunlong sambil menggertakkan giginya.
"Meski kau berkata begitu, aku tetap tak bisa mengabaikan pertolonganmu itu. Terutama teknik telepati serta teknik penelan iblis yang telah lama kau ajarkan padaku."
Setelah Xiao Tian berkata tentang teknik penelan iblis, Sunlong pun mulai mengingat sesuatu. Dia menatap Xiao Tian dengan tatapan serius lalu berkata," hisaplah api hitam di punggungku.
"Meski aku telah kehilangan kekuatanku, kau masih memiliki sebagian kekuatan yang telah aku wariskan. Seperti teknik telepati dan teknik penelan iblis. Gunakan teknik penelan iblis untuk menyerap api hitam di punggungku!" ucap Sunlong dengan pamdangan serius.
"Baiklah, tapi teknik itu kan hanya untuk menelan tubuh iblis bertipe api. Sejak kapan aku bisa menyerap segala macam api dari bangsa iblis?" tanya Xiao Tian.
"Sejak kau mencapai tingkat Dewa Petarung, Demon eater atau teknik penelan iblis yang kau miliki saat ini, telah naik tingkat sehingga bisa menelan segala macam serangan api berlapis hawa iblis," jelas Sunlong.
"Setelah mendengar penjelasan Sunlong, Xiao Tian pun mencoba menyentuh api hitam di punggung Sunlong dengan tangan kirinya, lalu menghisapnya hingga tak berbekas.
Tak lama setelah itu, kekuatan qi Xiao Tian pun mulai meningkat hingga bisa menerobos ke tingkat Dewa Petarung lapisan kedua.
"Lu ... luar biasa!"
"Hanya dengan menyerap sedikit api hitam saja aku bisa naik tingkat dengan begitu cepat. Bagaimana jika aku menyerap seluruh api hitam kaibo diatas sana," ucap Xiao Tian dengan senyum di wajahnya.
#####
Terimakasih karena sudah menyempatkan diri untuk membaca novel sederhanaku ini.
Jangan lupa like, komen dan vote ya biar author makin semangat update.
Komentar dan like kalian adalah penyemangatku.
Maaf kalau belum bisa nulis dengan terjadwal.
Karena author punya dunia nyata yang harus diurus.😁😁
__ADS_1