Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 520 : Kehendak sang Langit


__ADS_3

Di sebuah lapangan terbuka yang termasuk dalam wilayah kerajaan Petir, Sunlong nampak sedang duduk di samping Kaibo dan Jingmi. Ketiganya nampak begitu serius saat sedang menatap ratusan relik naga merah dengan berbagai macam bentuk. Perisai, cakar, pedang, tombak, cambuk, jirah dan banyak macam lainnya yang diletakkan para roh iblis yang mengikuti permintaan Sunlong. Selain itu, disana juga terdapat ratusan tumpukan mayat korban teriakan Dewa iblis, yang sudah disiapkan Sunlong dan para roh iblis. Sementara proses pemindahan mayat dan relik terjadi, Kaibo dan Jingmi hanya bisa duduk manis karena dilarang membantu.


Medusa, dan beberapa roh iblis lainnya nampak sedang tunduk di hadapan Sunlong setelah meletakkan relik relik buatan itu satu demi satu.


"Apakah hanya ini yang dapat kita kumpulkan?" Sunlong menatap para roh iblis dengan intens.


"Iya tuanku!" Para Roh iblis memberi hormat tampa terkecuali.


Sunlong yang awalnya duduk bersama kedua keturunan tidak langsungnya, mulai bangkit dan mengangkat salah satu lengannya tinggi tinggi.


Sembari melebarkan telapak tangan kanan yang telah dilapisi aura naga iblis berselimut aura Dewa, dia pun berkata, "Teknik terlarang tingkat ungu, Seal Breaker Blood sacrifice!"


Wooshhh!!!!


Angin kencang berselimut aura kematian melesat lepas mengikuti pancaran aura yang Sunlong lontarkan ke atas langit. Petir tujuh warna, serta jeritan kematian pun mulai terdengar dan membentuk awan hitam berwujud tengkorak naga.


Duarrr!!!! petir terus menyambar mayat dan relik naga merah satu demi satu secara beruntun dan tiada henti. Ledakan aura kematian beserta aroma daging yang hangus pun mulai mengganggu para roh iblis dan semua orang yang berada dekat dengan ritual pelepasan segel tersebut.


Psssss!!! asap merah mulai bermunculan dari salah satu relik dan menyebar keluar satu demi satu hingga menyelimuti mayat hangus yang mulai melebur.


Duarr!!! Ledakan petir terus menyambar tanpa henti hingga memunculkan tubuh semu dari ras iblis naga merah. Awalnya mereka membentuk tubuh seekor naga, lalu berubah mengecil satu demi satu dan berakhir menjadi wujud seorang manusia. Bersamaan dengan munculnya ras yang pernah dianggap punah itu, petir tujuh warna pun lenyap secara perlahan.


"Panjang umur tuan leluhur!"


"Terima kasih karena telah membawa kebebasan kepada kami!" semua ras iblis naga merah memberi hormat kepada Sunlong.


'Setengah iblis naga!?' para ras iblis naga merah tersentak saat menyadari keberadaan Kaibo dan Jingmi. Wajar saja mereka kaget dan tak menyukai kehadiran keduanya. Semua karena terdapat sebuah larangan keras yang menegaskan bahwa ras iblis naga merah tak boleh melakukan hubungan badan dengan ras lain demi mempertahankan kemurnian darah naga.


"Berhenti menatap kedua bocah itu!"


"Jika kalian menghormati diriku, maka perlakukan mereka seperti memperlakukanku!" Sunlong merasakan kebencian di mata para keturunannya, dan segera membentak kesal dengan aura yang mendominasi.


"Itu ... ," semua orang nampak ragu, namun Sunlong kembali menekan mereka dengan berkata, "Apakah penghormatan terhadap leluhur kalian sudah tidak berlaku lagi!?"


"Ampun tuan leluhur, kami tak bermaksud," semuanya membungkuk hormat.


"Bagus!"


"Untuk sekarang perkuat kultivasi kalian dan jangan bertindak bodoh!"


"Jika ada yang mengalami kemacetan, tanyakan saja kepada kedua bocah ini!"


"Lagipula kultivasi kalian sudah tertinggal begitu jauh!" Sunlong menyentuh kepala Jingmi dan Kaibo dengan lembut.


"Kami mengerti tuan leluhur,!" semuanya memberi hormat tanpa terkecuali.


"Dan untuk kalian, berkultivasilah agar tak terkejar keturunanku!" Sunlong menatap para roh iblis yang menguasai tubuh manusia.

__ADS_1


"Dimengerti tuanku!" para roh iblis memberi hormat tanpa terkecuali.


Sementara itu di dalam istana, Xiao Tian dan para Dewa berkumpul membahas keanehan yang terjadi pada Dewa Petir. Namun tak ada yang dapat memecahkan keanehan itu sama sekali.


Melihat para Dewa Dewi yang bingung akan apa yang menimpanya, Dewa Petir malah bersikap begitu biasa. Yang lebih menyebalkannya lagi, dia malah terus menyombongkan kekuatannya.


"hehehe, kalian tak perlu mencari tahu lagi tentang diriku!"


"Ini semua pasti terjadi atas kehendak hukum langit!"


"Seperti halnya istriku yang dihukum menjadi seorang bayi, dan memulai segalanya dari awal. Aku pasti mengalami hal ini, karena ikatan kami. Dan kau sudah tak memiliki alasan lagi mengenai jarak umurku yang terlampau jauh dengan adikmu!?" Dewa Petir terkekeh sombong sembari menunjuk Xiao Tian.


'Cih, semakin hari Dewa koplak ini malah menjadi semakin sombong!'


'Ingin rasanya aku memukul dan menutup mulut kecilnya itu!' Xiao Tian berusaha menahan diri seperti halnya Dewa Dewi yang telah dipanggil Kaisar Langit untuk mencari tahu kebenaran dibalik tubuh Dewa petir.


"Apakah tak ada cara lain untuk mengembalikannya seperti semula!?"


"Memanggil bayi kecil sebagai ibu saja sudah menggangguku, dan sekarang ayahku malah ikut ikutan mengecil!' Dianzheng nampak frustasi. Tubuhnya terlihat memudar hingga mengejutkan semua orang.


"Kakak tubuhmu!" Dian Peng menunjuk dengan kaget. Namun tak menyadari bahwa tubuhnya juga ikut memudar. Setelah diperhatikan dengan baik, tubuh Dewa Dewi yang lain pun turut memudar tanpa terkecuali. Dan tak lama setelah itu, waktu pun terhenti. Semua orang nampak kebingungan namun tak dapat melakukan apapun. Tubuh mereka terus memudar dan muncul seketika di alam langit dimana istana langit berada.


"Apa yang terjadi!?" Xiao Tian bingung bukan main karena ikut terseret dalam situasi tersebut.


Dewa Bumi, Dewi air, Dewa Api, Kaisar Langit, Ratu Langit, Wu Kong, Dian Peng, Dianzheng, Dewa Petir dan yang Dewa lainnya, nampak bingung akan situasi tersebut. Dalam situasi yang membingungkan, sebuah cahaya kuning menyilaukan, seketika muncul jauh di atas langit. Wujudnya begitu semu, namun membentuk wujud seorang manusia dengan tubuh kuning terang menyilaukan. Tanpa wajah, mulut atau lainnya, hanya terlihat polos menyilaukan dan rata namun membentuk wujud manusia.


"Apakah kalian tahu alasan mengapa diriku memanggil kalian dan mulai turun tangan!?" Dewa Hukum Langit terdengar geram dan sangat mendominasi. Kekuatannya tak terukur hingga menggetarkan semua orang termasuk Xiao Tian dan Dewa petir yang telah mencapai ranah alam Suci.


'Makhluk apa itu!?'


'Kekuatan yang sangat mengerikan!?' Xiao Tian menggigil ketakutan sembari tunduk dengan reflek.


Sementara Xiao Tian bertanya tanya akan identitas makhluk itu, Kaisar Langit dan Dewa Dewi lain hanya tertunduk malu karena tahu apa kesalahan mereka.


"Aku adalah Hukum yang mengatur takdir dan aturan Langit!"


"Kehadiranku adalah sebuah pengetahuan dasar bagi seorang Dewa, apakah tak ada yang pernah mengajarimu tentang keberadaanku, Dewa muda!?" Dewa Hukum Langit menatap Xiao Tian dengan penuh amarah. Meskipun tak memiliki mata, namun perasaan seakan ditatap dari segala arah oleh makhluk yang berbahaya dirasakan oleh Xiao Tian hingga membuatnya menunduk takut.


"To ... tolong ampuni muridku tuanku!"


"Dia belum sepenuhnya menjalankan kehidupan seorang Dewa!" Dewa Petir memberi hormat dengan menggigil ketakutan.


"Tubuh kecil yang terikat alam fana, kau seharusnya tak disini. Nampaknya aku tak sengaja menyeretmu ke dalam masalah hukum Langit, kembalilah!" seketika Dewa petir lenyap dari pandangan semua orang.


"Dewa Alam Langit, tak seharusnya berurusan dengan alam fana. Dan kuperhatikan kalian sudah berurusan dengan alam fana begitu lama. Tahukah kalian kalau banyak takdir yang berubah akibat ulah kalian!?" Dewa Hukum Langit membentak tegas semua orang.


Wooshh tap!! Dewa Hukum Langit mendarat dengan aura yang begitu mendominasi, menakuti semua orang hingga tak ada yang sanggup mengeluarkan suara sedikitpun.

__ADS_1


"Dewa Kera Sun Wu Kong!"


"Aku tahu kalau kau begitu menyayangi gurumu, tapi tindakan untuk mencari reinkarnasinya dan ikut campur terhadap kehidupannya adalah hal tabu bagi seorang Dewa perang alam langit!"


"Apakah kau ingin dihukum lagi seperti di masa lalu!?" Dewa Hukum Langit nampak geram dan mencengkram jirah Wu Kong.


"Ma ... maafkan aku tuanku, aku tak bermaksud melanggar aturan Langit," Wu Kong menunduk takut.


"Kaisar Langit, apakah kau tahu berapa banyak kesalahan yang kau lakukan!?" Kaisar Langit diam tak menanggapi, karena sadar akan kesalahannya.


"Membuka portal menuju alam fana, membiarkan Dewa Dewi turun menggunakan fisik fana, dan turut campur dalam takdir langit!"


"Apakah kau sudah lupa akan adanya aturan Langit!"


"Cepat jawab aku, Kaisar Langit!?" Dewa Hukum Langit menjatuhkan Wu Kong, lalu melangkah mendekati sang Kaisar Langit.


"Ha ... hamba tak bermaksud melanggar aturan langit, semuanya terjadi begitu saja," Kaisar Langit bersujud memohon ampun.


"Tahta Dewa tak boleh kosong, dan tugas bagi setiap Dewa sangatlah penting. Karena kecerobohanmu yang melibatkan begitu banyak Dewa untuk urusan tak penting, alam semesta lain jadi terbengkalai dan hampir menemui kehancuran!" Dewa Hukum Langit menampilkan ratusan layar ilusi yang menunjukkan keadaan dari berbagai semesta. semesta murim, semesta monster, semesta manusia, dan bahkan semesta yang telah mencapai modernisasi pun nampak jelas di layar layar itu. Semua makhluk di semesta yang di tunjukkan, nampak sengsara karena mengalami kemarau panjang dan banyak bencana alam.


"Bukankah itu, bumi?" Xiao Tian menatap pemandangan bumi modern yang nampak dipenuhi mayat akibat kemarau panjang.


"Bagi yang memiliki tugas di semesta lain, pergi dan jangan pernah kembali kemari!"


"Dan yang memiliki tugas di semesta ini, tetaplah di alam langit dan mengatur segalanya disini!"


"Jika memang terpaksa turun, gunakanlah tubuh roh Dewa sesuai aturan langit!"


"Apakah kalian mengerti!?" Dewa Hukum Langit menekan semua orang dengan aura yang mendominasi. Dia memutuskan hubungan dengan alam fana seperti sebelumnya agar tak ada Dewa Dewi yang dapat pergi sesuka hati.


"Ini ... ," Wu Kong dan Xiao Tian nampak tak terima dengan keputusan Dewa Hukum Langit, namun tak berdaya karena sebuah kesenjangan kekuatan.


"Dewa muda ... , meski statusmu telah terikat dengan alam Langit, nampaknya tubuhmu masihlah tubuh seorang makhluk fana. Apakah kau masih belum siap melepaskan kefanaanmu?" Dewa Hukum Langit mendekati tubuh Xiao Tian.


"Aku ... ," Xiao Tian nampak ragu, namun Dewa Hukum Langit langsung mengerti isi pikiran Xiao Tian. Tanpa memperingati dia mengirim Xiao Tian kembali ke alam fana dan berkata, "Kuberi kau waktu hingga satu tahun!"


"Jika tak ada pengganti posisi Dewa Obat hingga saat itu juga, maka kau harus menetap di alam langit selamanya!"


"Karena posisi ini tidak boleh kosong terlalu lama. Dewa Obat bertugas menyembuhkan makhluk fana yang percaya padanya, jika posisi ini terus kosong, aku takut wabah penyakit muncul kembali di alam semestamu!"


"Ha ... hamba mengerti, tuanku!" Xiao Tian memudar dan mulai lenyap dari pandangan semua orang.


"Tolong urus guruku untukku!" Wu Kong bertelepati sembari melemparkan cincin ruangnya kepada Xiao Tian tepat sebelum dia lenyap.


"Akan kulakukan semampuku, Dewa kera!" Xiao Tian segera lenyap setelah membalas telepati Wu Kong.


Tepat ketika semuanya sudah berjalan sesuai aturan langit, barulah waktu berjalan kembali dan sang perwujudan Hukum Langit perlahan lenyap bagai tak pernah ada. "Jangan pernah melakukan hal diluar tugas utama kalian, Camkan itu!?" Suara sang Hukum Langit menggema di kepala Kaisar Langit dan semua penghuni alam Langit.

__ADS_1


Sementara itu, Wu Kong hanya bisa mendecih kesal semari memukul daratan awan atas ketidak berdayaannya.


__ADS_2