
Setelah Taizheng membawa Tainam Chun pergi, Wu Kong menghela napasnya dan berkata, "Aku tak tahu apakah yang Taizheng katakan itu benar, tapi yang jelas dia telah membawa salah satu dari reinkarnasi pecahan jiwa guruku,"
"Jadi apa yang akan kau lakukan Dewa kera?" tanya Xiao Tian.
"Aku akan mengeceknya," ucap Wu Kong sambil bersiap untuk mengaktifkan teknik teleportasi.
"Tunggu dulu!"
"Ijinkan aku ikut," ucap Dewa petir dengan serius.
"Biar aku yang pergi ke alam fana, kau tetap disini dan selesaikan urusan Xiao Tian," sambung Wu Kong sambil menatap tajam Dewa petir.
"Tapi ... ," ucap Dewa petir dengan tampang cemas.
"Jangan khawatir, aku akan menyuruh kloningku untuk mencari lokasi Dian Peng juga," ucap Wu Kong sebelum dirinya lenyap dari pandangan semua orang.
"Baiklah, Dewa kera," ucap Dewa petir dengan tampang lesu.
Ketika melihat Dewa petir memasang tampang lesu, Xiao Tian memegang pundaknya lalu berkata,
"Sudahlah, Kaisar iblis Jian tak akan mungkin membunuh tubuh yang dia rasuki. Dian Peng akan baik baik saja,"
"Aku tak khawatir dengan itu, hanya saja ...,"
"Instingku mengatakan bahwa, Dian Peng akan membawa petaka yang besar pada alam Dewa," ucap Dewa petir dengan tampang serius.
"Bagaimana mungkin alam Dewa tak akan terancam?"
"Kudengar pusaka langit juga telah dia bawa," sambung Xiao Tian dengan serius.
__ADS_1
"Yah begitulah," ucap Dewa petir sambil menghela napasnya.
#####
Setelah membahas beberapa kekhawatirannya, Dewa petir mengajak Xiao Tian pergi menuju rumahnya untuk mengambil beberapa peralatan. Tentunya disana sudah berkumpul Kaisar langit dan beberapa Dewa yang masih mencoba melacak keberadaan Dian Peng.
Melihat kedatangan Dewa petir, para Dewa yang sedang melakukan pencarian di sekitar rumah langsung berhenti. Lalu berjalan mendekati Xiao Tian dan Dewa petir.
"Apakah kalian sudah menemukannya?" tanya Dewa petir dengan tampang serius.
Seketika semua orang menggelengkan kepala mereka. Terlihat jelas kalau mereka belum menemukan apapun.
"Kami sudah mencarinya diseluruh penjuru alam Dewa, tapi hasilnya masih nihil," ucap Sha Wu Jing sambil menghela napasnya.
"Ngomong ngomong dimana kakak pertama?" tanya Panglima Tian Feng dengan tampang heran.
"Dewa kera sedang menyelidiki sesuatu di alam fana," jawab Dewa petir sambil tersenyum tipis.
Seketika Dewa petir terdiam dan menundukkan kepalanya, dan Xiao Tian pun ikut terdiam saat Kaisar langit menatap ke arahnya.
Melihat ekspresi Xiao Tian dan Dewa petir yang terlihat murung, Kaisar langit pun menundukkan kepalanya dan berkata, "Begitu ya,"
Karena bingung akan ekspresi Kaisar langit dan Dewa petir, panglima Tian Feng memotong pimbicaraan dengan berkata,
"Kenapa kalian malah terlihat murung?"
"Apa yang terjadi dengan Dewi petir?"
Diluar dugaan, kaisar langit langsung merubah ekspresinya. Dan berkata,
__ADS_1
"Bukan hal besar, Dewi petir hanya dipaksa untuk bereinkarnasi menjadi bayi karena beberapa kondisi,"
Seketika semua orang terdiam dan menatap Kaisar langit dengan tatapan kesal.
"Bukankah ini hal yang serius?"
"Maksudku reinkarnasi seseorang kan tak mudah untuk diketahui," sambung Dewa Houyi dengan tampang khawatir.
"Itu bukan bagian terburuknya. Setahuku setelah reinkarnasi banyak yang kehilangan ingatan di kehidupan sebelumnya," sambung Sha Wu Jing dengan tampang serius.
"Tenanglah, Dewi petir mungkin akan melupakan semuanya untuk beberapa tahun. Tapi setelah menginjak usia dewasa dia akan mengingat segalanya kembali kok," sambung Kaisar langit dengan santainya.
Disaat semua orang belum merespon ucapannya, Kaisar langit kembali memberi kejutan dengan berkata,
"Oh iya, selain itu aku juga sudah tahu reinkarnasi Dewi petir kok. Budh rulay pernah berkata kalau dia akan terlahir menjadi adik Xiao Tian,"
"Eh .... , E ... hhhh!" seketika semua orang berteriak dengan tampang terkejut dengan bersamaan.
"Jangan halangi aku nanti ya, kakak ipar," ucap Dewa petir sambil menepuk pundak Xiao Tian.
Seketika Xiao Tian terlihat murung, lalu berjongkok menggambar lingkaran.
"Dari sekian banyak calon bayi di dunia ini, kenapa harus adikku yang menjadi reinkarnasi istri guruku."
Ketika Xiao Tian terlihat frustasi, Dewa petir tersenyum dan bergumam dalam hatinya, "Karena istriku akan melupakanku selama delapan belas tahun lamanya, bukankah itu berarti aku akan bebas?"
"Hahahahah,"
"Kemana perginya wajah murung tadi?"
__ADS_1
"Kenapa malah jadi Xiao Tian saja yang terlihat semakin terpuruk?" pikir Panglima Tianfeng dengan tampang bingung.
"Adikku adalah reinkarnasi seorang Dewi, tapi entah mengapa hatiku tidak ingin menerimanya," ucap Xiao Tian sambil menggambar lingkaran dengan ujung jarinya.