Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 137 : Mengejar si Gendut


__ADS_3

Malam yang gelap telah berlalu. sinar mentari perlahan muncul menyelimuti kerajaan Angin.


Xiao Tian terbangun dari tidur panjangnya. Ketika membuka matanya, semua temannya menyambut dengan senyum dan tangis bahagia.


Xiao Tian senang melihat senyuman diwajah para temannya.


Dengan wajah yang penuh dengan air mata bahagia, Xiao Tian berkata.


"Syukurlah kalian baik-baik saja, Syukurlah."


"Jangan menangis bos, semuanya sudah baik-baik saja sekarang." sambung si Gendut.


"Syukurlah kau baik-baik saja, ketua." sambung Su Yan sambil bernapas lega.


"Syukurlah, Jingmi pikir ayah Xiao Tian sudah ... ,"


"Hua .... "tangis Jingmi sambil mencoba menghapus air matanya.


"Berhenti menangis, kemarilah." Xiao Tian berdiri lalu memanggil Jingmi menuju kepelukannya.


Jingmi berlari memeluk Xiao Tian dan meluapkan semua rasa khawatirnya dengan pelukan yang begitu erat dan terus mengeluarkan air mata.


Sambil memeluk Jingmi, Xiao Tian melirik kekanan dan kekiri seperti sedang mencari sesuatu. Dia sedang mencari Kaibo yang tak terlihat disekitar teman-temannya.


"Dimana Kaibo?" tanya Xiao Tian.


"Kau inj bagaimana ketua, dari tadi dia kan ada di samping kananku, eh ... ,"


"Dimana bocah itu!" teriak si Gendut dengan panik.


"Hei ... , kenapa kau terlihat begitu panik?" tanya Xiao Tian.


"Gawat, aku harus pergi!" si Gendut terlihat begitu panik, dia memegang kepalannya dengan kedua tangannya sambil memasang wajah frustasi.


"Hei Gendut, ada apa denganmu?" tanya Su Yan.


"Kenapa kau bertingkah aneh?"


"Bukannya dari tadi Kaibo memang tak berada didekatmu?" tanya Su Yan.


Pertanyaan demi pertanyaan dilemparkan Su Yan kepada si Gendut, namun tak ada satupun pertanyaan yang dijawab olehnya. Tak hanya mengabaikan pertanyaan Su Yan, dia juga mengabaikan pertanyaan Jingmi dan Xiao Tian. Dengan wajah panik si Gendut berlari keluar ruangan dambil terus berkata "Gawat, aku harus buru-buru."


Xiao Tian yang baru saja terbangun kebingungan karena tak mengetahui apapun. jangankan Xiao Tian bahkan Su Yan dan Jingmi sekalipun tak tahu apa alasan dibalik tingkah aneh si Gendut.


Karena merasa ada yang salah Semua orang berlari mengejar si Gendut yang telah lari meninggalkan ruangan.


Si Gendut berlari menuju gerbang bagian timur lalu bertanya kepada para penjaga disana. Setelah mendengar jawaban para penjaga, dia langsung berbalik arah dan berlari menuju ke gerbang barat.


Xiao Tian, Su Yan dan Jingmi berpapasan dengan si Gendut yang berbalik arah. Mereka menghadang si Gendut dengan mengeroyoknya. Jingmi dan Xiao Tian yang belum pulih sepenuhnya tak bisa menyentuh si Gendut sama sekali, sedangkan Su Yan yang telah pulih dengan sempurna tak bisa mengikuti gerakan si Gendut karena perbedaan tingkatan yang begitu jauh.


Dengan gerakan yang cepat di Gendut berlari menuju kearah barat.

__ADS_1


"Woi Gendut, setidaknya jelaskan alasanmu berlari!" teriak Su Yan.


"Sial, sejak kapan si Gendut bisa sekuat dan secepat itu." pikir Su Yan.


"Sepertinya kau sekarang menjadi sedikit lambat ya." ucap Sun Long lewat telepati.


"Akhirnya kau bangun juga iblis kadal." sambung Xiao Tian lewat telepati.


Xiao Tian memegang pundak Jingmi dan Su Yan sambil tersenyum lebar. Melihat senyuman Xiao Tian, mereka pun mempertanyakan alasan senyum tersebut.


Sebelum mereka sempat menanyakan alasan dari senyuman itu, Xiao Tian berkata.


"Diamlah disini, dan biarkan aku yang mengejar si Gendut."


Dalam sekejap mata, warna mata Xiao Tian berubah memerah. Dia meminjam kekuatan Sun Long agar bisa berlari lebih cepat.


"Kau Yakin tak ingin aku rasuki saja?"


"Kecepatan tubuhmu akan bertambah banyak jika aku yang mengendalikan tubuhmu." rayu Sun Long.


"Berhenti bermimpi."


"Tubuhku belum siap untuk dirasuki, dan kau tahu akan hal itu."


"Jika kau merasukiku sekarang, maka rohku akan menjadi semakin lemah dan kau akan menguasai tubuhku selamanya." jawab Xiao Tian


"Cih, apa Dewa petir yang memberitahumu?" tanya Sun Long.


Xiao Tian berlari begitu cepat untuk menyusul si Gendut yang telah jauh meninggalkannya.


Sayangnya si Gendut juga menambahkan kecepatan larinya dengan meminta bantuan Huanran. Dengan merasuki tubuh si Gendut, Huanran terus berlari menuju kearah barat.


Xiao Tian menjadi bingung karena tak kunjung melihat si Gendut meski menggunakan kecepatan yang setara dengan jenderal petarung bintang 1.


"Sekeras apapun usahamu untuk mengejar si Gendut, kau tak akan pernah menyamainya hanya dengan kecepatan yang sekarang."


"Biarkan aku merasukimu maka aku jamin kita bisa melampaui kecepatan si Gendut." bujuk Sun Long.


Xiao Tian tak menghiraukan ucapan Sun Long dan memilih terus berlari kearah barat.


Sun Long tak berhenti merayu Xiao Tian, dia terus membujuknya agar rela dirasuki.


Tujuan utama Sun Long tentu saja hanya satu, yaitu kebebasan. Dia ingin menguasai tubuh Xiao Tian secara penuh.


Meski selama ini dia menolong Xiao Tian, dia melakukannya bukan karena rasa simpati atau menganggapnya sebagai teman.


Sun Long menolong Xiao Tian karena dia telah terikat kontrak budak dan majikan.


Jika Xiao Tian mati, maka dia juga akan mati.


Satu-satunya jalan menuju kebebasan yaitu menguasai tubuh Xiao Tian atau meminta sang majikan (Xiao Tian) membatalkan kontrak tersebut.

__ADS_1


Efek dari teknik 1000 langkah cahaya adalah menghabiskan seluruh energi sang pengguna hingga ketitik nol. Karena efek teknik tersebut sang pengguna teknik akan tak sadarkan diri selama 24 jam penuh, dan ketika sadar pun sang pengguna teknik tak bisa mengerahkan seluruh kemampuannya seperti biasa.


Setelah sadar dari pingsan selama 24 jam, kekuatan roh serta energi qi milik Xiao Tian benar-benar tak stabil. Energinya naik turun tanpa terkendali, keadaan ini membuat rohnya begitu rapuh.


Oleh karena itu jika dia dirasuki oleh Sun Long, tubuhnya akan menjadi milik Sun Long seutuhnya. Sedangkan rohnya akan bertukar posisi dengan Sun Long dan ditarik kealam pikiran.


Xiao Tian bisa memiliki kembali tubuhnya dengan syarat Sun Long harus menurunkan kekuatan rohnya lalu menarik kembali roh Xiao Tian kembali ke alam nyata.


Akan tetapi dia tahu kalau Sun Long tak akan pernah melakukan itu. Sejak awal Sun Long bertapa untuk memiliki tubuh. Jika Sun Long memiliki tubuhnya secara utuh, maka dia tak akan pernah bisa mendapatkan kembali tubuhnya.


Karena mengetahui niat busuk Sun Long, Xiao Tian menolak mentah-mentah tawarannya.


Dia terus berlari mengejar si Gendut hanya dengan meminjam sedikit kekuatan Sun Long.


Xiao Tian berlari terus menuju gerbang barat, dia terus berlari hingga melewati wilayah istana yang telah menjadi reruntuhan.


Meski tawarannya terus ditolak oleh Xiao Tian, Sun Long terus berusaha membujuk Xiao Tian.


"Percuma saja kau mengejarnya, si Gendut juga menggunakan kekuatan seorang roh untuk mempercepat langkahnya."


"Dia sedang dirasuki oleh roh wanita bernama Huanran sekarang ini."


"Dengan bantuan roh itu, aku jamin kau tak akan bisa mengejarnya."


Sadar karena tak bisa mengejar si Gendut akhirnya Xiao Tian meminta bantuan Sun Long untuk merasukinya.


Dia begitu khawatir karena merasa si Gendut benar-benar dalam masalah besar hingga meminta bantuan Huanran sampai ketahap merasuki tubuh. Setahunya si Gendut tak akan menerima bantuan Huanran jika tak terdesak.


Sun Long begitu senang dengan jawaban Xiao Tian. Sayangnya tepat sebelum dia merasuki Xiao Tian secara penuh, terdapat kekuatan besar yang mendorong roh Sun Long kealam pikiran dengan paksa.


"Sialan siapa yang berani menggangguku!" bentak Sun Long.


"Baru saja kutinggal sebentar, kau sudah berani macam-macam ya iblis kadal." ucap Dewa petir.


"Cih, dasar Dewa pengganggu." ucap Sun Long dengan kesal.


Dewa Petir muncul tepat dihadapan Xiao Tian yang sedang berdiri tegak dan tak bergerak sedikitpun karena habis dirasuki Sun Long.


Meski belum dirasuki secara sempurna, roh rapuh milik Xiao Tian tak sanggup menahan tekanan roh milik Sun Long.


Dewa petir memegang kepala milik Xiao Tian, lalu menarik dan memperkuat roh Xiao Tian dengan mentransfer kekuatan rohnya.


"Dasar bocah bodoh!"


"Baru ditinggal sebentar saja sudah mau merelakan tubuhmu kepada seorang iblis."


Gumam Dewa petir.


"Kemana saja kau pergi kakek tua." ucap Xiao Tian.


"Bukan urusanmu bocah tengik." sambung Dewa Petir.

__ADS_1


__ADS_2