
Raja siluman rubah merah mengaktifkan aura merah di sekeliling tubuhnya, lima buah ekor raksasa yang berada di belakangnya melesat begitu cepat menyerang ke empat raja siluman.
Raja siluman rusa memanggil lima buah klon yang berperawakan persis sepertinya. Berambut putih dan bermata merah. Dengan satu buah trisula emas di setiap klon, dia bisa menahan serangan yang dilancarkan oleh dua buah ekor milik raja siluman rubah merah.
Selain raja siluman rusa, ketiga jenderal yang lain tak berkutik saat mencoba menahan ekor milik raja siluman rubah merah. Setiap serangan balasan yang mereka lancarkan, selalu dipantulkan kembali hingga mengenai tubuh mereka.
Belum sempat menyerang kembali, tiga buah ekor milik raja siluman rubah merah melilit tubuh ketiga raja siluman. Lalu menabrakkan tubuh mereka ke daratan.
Duarr duarr duarr
Wajah ketiga jenderal seketika memucat. Mereka tak menyangka kalau raja siluman rubah merah memiliki kekuatan yang begitu tinggi. Karena itu para raja siluman menjadi sangat terkejut akan kekuatan raja siluman rubah merah. Selama ini setahu mereka kekuatan semua raja siluman tidak jauh beda. Mereka pikir kalau raja siluman rubah hanya bisa
Ketika ketiga raja siluman dalam kesulitan. Dua buah klon raja siluman rusa berhasil melepaskan dua klon siluman raja rusa yang telah tertangkap lilitan ekor milik raja siluman rubah merah. Sedangkan tubuh asli raja siluman rusa terus melesat kedepan mendekati tubuh raja siluman rubah merah. Denga kecepatan tinggi dia lemparkan trisula emas yang ada di tangannya.
Akan tetapi serangannya juga menjadi sia-sia, karena raja siluman rubah merah menyemburkan lahar panas dari mulutnya. Saking panasnya lahar tersebut, trisula emas yang terbang mendekatinya langsung meleleh hingga tak berbekas.
Ketika semburan lahar panas hampir mengenai tubuhnya, keempat kloning raja siluman rusa menyatukan trisula emas mereka untuk menahan lahar tersebut. Karena menempel satu sama lain, empat trisula emas milik klon raja siluman rusa tidak meleleh sedikitpun.
Namun semua itu tak bertahan lama. Meski keempat trisula emas sanggup menahan panasnya semburan lahar, tangan keempat klon tidak sanggup menahan panas yang merambat ke genggaman tangan mereka.
Trisula emas yang disatukan memang sanggup menahan panas setinggi apapun,
akan tetapi trisula tersebut akan menjadi penghantar panas yang sangat luar biasa. Saking panasnya tangan keempat klon raja siluman rusa yang menggenggam trisula-trisula itu mulai melepuh.
Ketika para klonnya menahan lahar panas, raja siluman rusa memunculkan trisula yang lain. Kali ini trisula yang dia pegang adalah trisula biru sebening es. Alasan mengapa dia tak memunculkan trisula itu sejak awal yaitu karena memerlukan banyak waktu untuk memunculkan trisula tersebut.
Setelah menggenggam trisula biru di tangannya, keempat klon raja siluman rusa menghilang karena sudah tak sanggup menahan panasnya lahar yang merambat melalui trisula mereka.
Setelah keempat klon miliknya menghilang, raja siluman rusa harus menahan lahar panas yang disemburkan ke arahnya.
Tepat ketika semburan lahar hampir mendekatinya, sebuah pelindung tak kasat mata menghalangi semburan lahar panas yang mengarah tepat ke arah perutnya.
Raja siluman rubah merah terkejut akan apa yang baru saja terjadi, dia tak menyangka kalau raja siluman rusa sanggup menahan teknik rahasianya dengan begitu mudah.
Dengan penuh rasa penasaran dia pun bertanya,
"Sejak kapan kau memiliki teknik pelindung yang sangat kuat?"
"Teknik yang baru saja ku gunakan adalah teknik pelindung semu. Teknik itu hanya bisa digunakan ketika aku memegang trisula biru,"
jawab raja siluman rusa.
"Kenapa kau memberitahuku?"
"Seharusnya kau merahasiakan teknik itu dariku," sambung raja siluman rubah merah.
"Karena aku masih menganggapmu sebagai temanku," jawab raja siluman rusa.
Raja siluman rubah merah mengepal kedua tangannya, wajahnya terlihat begitu tertekan dan tak ingin melanjutkan pertarungan. Melihat kondisi tersebut, raja siluman rusa mencoba membujuk teman seperjuangannya itu.
"Hua Zhou, apa kau yakin dengan keputusanmu ini?"
"Aku memberimu kesempatan untuk kembali ke aliansi karena masih menganggapmu sebagai temanku." raja siluman rusa mencoba membujuk Hua Zhou agar kembali ke aliansi.
"Maafkan aku Lan Lu, aku ... " belum sempat menyelesaikan ucapannya, Hua Zhou tiba-tiba saja merasakan hawa membunuh di sekujur tubuhnya.
"Ingatlah, kuputusanmu mempengaruhi kerajaanmu. Kalau tak percaya, lihatlah ke sebelah ke belakang." Xiao Tian mengancam Hua Zhou melalui telepati.
__ADS_1
Hua Zhou membalikkan badannya secara perlahan, dia sangat terkejut melihat semua orang-orangnya dari bawahan hingga ke para penonton yang berasal dari kerajaannya dalam kondisi sekarat karena merasa sesak napas. Semua itu dikarenakan hawa membunuh yang begitu kuat yang diarahkan khusus untuk mereka.
"Manusia rendahan, beraninya kau menggunakan cara curang untuk memenangkan kesetiaan Hua Zhou!" Lan Lu seketika mengamuk, mata merahnya berubah menjadi biru, warna rambutnya juga ikut berubah, dari putih menjadi berwarna biru. Aura putih keluar dari seluruh tubuhnya.
Seketika langit menjadi gelap, suara gemuruh petir terdengar dari atas langit. Angin kencang berhembus keluar dari tubuhnya, tak lama kemudian petir menyambar ke trisula birunya. Tekanan qi yang keluar dari tubuh raja siluman rusa sangatlah kuat sehingga membuat semua orang gemetar ketakutan.
Kekuatannya hampir menyamai kekuatan raja iblis Lanbing.
Semua orang terkejut melihat kekuatan tersembunyi dari Lan Lu.
"Lan Lu sialan, kenapa dia menyembunyikan kekuatan sebesar itu sejak tadi." Raja siluman rubah putih menatap ke arah Lanlu dengan kesal.
"Kalau memiliki kekuatan sebesar itu, kenapa dia tak mau menggunakannya untuk membunuh raja siluman harimau yang menghianati aliansi waktu itu," ucap raja siluman angsa yang masih mencoba melepaskan diri dari lilitan ekor milik Hua Zhou.
"Tak hanya Lan Lu, bahkan Hua Zhou juga memiliki kekuatan yang cukup untuk menaklukkan raja siluman harimau. Gara-gara mereka, kita kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan penjara suci," ucap raja siluman kelinci.
Lan Lu mengamuk, dia mengeluarkan sambaran petir dari trisulanya. Dan mengarahkannya ke arah Xiao Tian yang berada jauh di belakang Hua Zhou. Belum sempat sambaran petir melewati tubuh Hua Zhou, ketiga raja siluman dijadikan sebagai tameng untuk menghentikan sambaran petir trisula biru. Alhasil ketiga raja siluman tak sadarkan diri karena terkena sambaran petir dari trisula biru. Sedangkan Hua Zhou menerima sedikit sengatan listrik karena dia tak bisa memantulkan sambaran petir dari trisula biru.
Karena serangannya mengenai ketiga raja siluman yang lain, Lan Lu menghentikan serangannya lalu berteriak dengan penuh amarah.
"Hua Zhou!"
"Teganya kau menjadikan teman-teman kita sebagai tameng!"
"Aku tak bermaksud begitu, bukan aku yang menggerakkan ekor-ekorku," ucap Hua Zhou dengan wajah yang terkejut.
"Melihat pertarungan kalian memang cukup seru. Tapi aku tak punya banyak waktu lagi. Aku harus menemukan qi iblis untuk memperkuat diriku. Jadi cepat selesaikan pertarungan kalian, atau aku akan ikut campur lagi seperti tadi." Xiao Tian memancarkan hawa membunuh yang amat kuat sehingga membuat semua siluman yang ada di sekitarnya mengalami sesak napas yang luar biasa.
Mendengar ucapan Xiao Tian, Hua Zhou semakin terkejut.
"Ikut campur lagi?"
"Benar sekali, tak hanya ekormu. Aku juga bisa mengendalikan semua orang disini. Termasuk lawan yang ada di hadapanmu itu."
"Bukankah sudah kubilang, kalau aku adalah yang terkuat disini."
"Jika ingin hidup maka lakukan sesuai perintahku."
"Habisi lawanmu secepat mungkin." Xiao Tian menatap mata Hua Zhou dengan tatapan tajam.
Hua Zhou menatap balik mata Xiao Tian dengan tatapan kesal, dia mengarahkan kelima ekor raksasanya ke arah Xiao Tian. Namun tubuhnya seketika mematung saat ekornya belum mengenai tubuh Xiao Tian.
"Sayang sekali, padahal aku ingin mengangkatmu sebagai tangan kananku.
Sepertinya aku harus menghabisimu."
Xiao Tian muncul di samping kanan tubuh Hua Zhou yang telah mematung tak bisa bergerak. Dia mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah kepala Hua Zhou. Dari telapak tangannya perlahan keluar api hitam yang panasnya sangat luar biasa.
Melihat Xiao Tian ingin menyerang Hua Zhou, Lan Lu melemparkan trisula biru miliknya ke arah Xiao Tian. Diluar dugaan Xiao Tian berhasil meremukkan trisula itu hanya dengan memakai satu buah tangan raksasanya.
Krakkk
"Mustahil, sebenarnya tangan hitam apa yang ada di belakang punggungnya itu?"
"Bagaimana bisa dia menghancurkan trisula buatan Dewa yang terbuat dari bahan terkeras di seluruh alam semesta."
"Orang ini terlalu berbahaya, pantas saja Hua Zhou sangat gemetar ketakutan saat menghadapinya." Lan Lu menempelkan lututnya ketanah, di ikuti oleh kedua telapak tangan yang menempel ke tanah. Nyalinya seketika menciut, keberanian yang dia tunjukkan selama ini langsung menghilang sejak melihat trisula birunya dihancurkan dengan begitu mudah. sambil mencakar daratan yang dia sentuh dia pun berkata,
__ADS_1
"Kumohon ampuni nyawa kami, tolong maafkan semua kelancangan kami. Jika kau ingin menghabisi seseorang, maka habisi saja aku. Aku tak akan melawan lagi. Tapi tolong ampuni para siluman yang lain."
Ketika melihat raja siluman rusa bersujud memohon ampun, semua siluman yang berasal dari ras yang berbeda bersujud sambil memohon ampunan Xiao Tian.
"Mohon ampuni kesalahan raja-raja kami, jika ingin membunuh seseorang maka habisi saja kami."
Mendengar permohonan ribuan siluman tingkat rendah, Xiao Tian tertawa dengan begitu keras.
"Hahahahahha."
"Baiklah, aku akan mengampuni kalian. Tapi mulai sekarang berhenti memanggil mereka sebagai raja. Karena aku adalah penguasa kalian yang baru. Ingat baik-baik nama penguasa kalian ini."
"Panggil aku Xiao Tian."
Mendengar ucapan Xiao Tian semua siluman tingkat rendah langsung memuja nama Xiao Tian. "Hidup raja Xiao Tian.
"Hidup penguasa mutlak dimensi es!"
"Ahhahahaha." Xiao Tian tertawa dengan begitu lantang. Suara tawa jahatnya terdengar hingga menggetarkan hati para siluman yang ada disana.
Setelah puas tertawa, Xiao Tian memborgol kelima raja siluman beserta para penasehat kerajaan, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara bawah tanah yang terletak di bawah bangunan pertemuan aliansi lima kerajaan siluman.
Kelima raja siluman di borgol dan diikat di tembok penjara seperti cara raja iblis Lanbing mengikat putri Jia Li. Kedua tangan serta kaki mereka diikat secara terpisah. Sedangkan jarak dari para raja siluman hanyalah satu langkah kaki orang dewasa. Posisi Hua Zhou berada di bagian paling pojok dinding penjara, sedangkan posisi Lan Lu berada tepat di samping kanannya. Diikuti oleh raja siluman rubah putih dan dua raja siluman yang lain yang berada di samping kanan Lan Lu.
Setelah mengikat kelima raja siluman ke dinding penjara bawah tanah. Xiao Tian memasuki penjara, lalu mendekati Hua Zhou dan Lan Lu yang terikat di dinding penjara. Dia mendekati mereka untuk bertanya kepada Hua Zhou dan Lan Lu yang masih memiliki kesadaran.
"Hei kalian berdua, katakan padaku sebenarnya bangunan apa ini?"
"Kenapa semua ruangan disini hanya berwarna biru?"
"Dan kenapa ada enam buah kursi merah di luar sana?"
"Bukankah ini merupakan tempat aliansi lima kerajaan?"
"Seharusnya hanya perlu lima buah kursi untuk para raja, kenapa kalian mengosongkan satu kursi?"
Hua Zhou memalingkan wajahnya saat mendengar pertanyaan Xiao Tian. Dia tak ingin menjawab pertanyaan tersebut.
Akan tetapi, Lan Lu menatap Xiao Tian dengan serius. Sebelum menjawab pertanyaanya dia berniat untuk mengajukan sebuah syarat.
"Aku akan menjawab semua pertanyaanmu, akan kujamin semua yang aku ucapkan merupakan kebenaran dan tidak ku ungkapkan secara berlebihan."
"Tapi sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaanmu itu, aku ingin mengajukan sebuah permintaan."
"Katakan saja, selagi itu masih bisa kulakukan. Maka akan kukabulkan permintaanmu itu, tapi pertanyaan tadi hanyalah pembuka saja."
"Aku masih memiliki banyak pertanyaan yang mungkin berkaitan dengan rahasia kalian, apa kau yakin ingin menjawab semua pertanyaanku?" Xiao Tian menatap ke arah Lan Lu.
"Tentu saja, lagipula aliansi lima kerajaan sudah menghilang sejak kekalahan kami," jawab Lan Lu.
"Lan Lu, apa maksud ucapanmu!"
"Apa kau berniat membocorkan rahasia aliansi!" Hua Zhou membentak Lan Lu dengan penuh amarah.
Karena merasa risih dengan suara berisik Hua Zhou, Xiao Tian menyumpal mulutnya dengan membuat tubuhnya mematung tak berdaya.
"Cepat katakan padaku apa permintaanmu."
__ADS_1
bersambung .....