
Wu Kong membuka portal menuju alam fana dengan menggunakan aura Dewa di telapak tangannya. Xioa Tian dan naga hitam melintas masuk terlebih dulu, diikuti oleh Dewa Petir dan Wu Kong yang melesat masuk secara bergantian.
Suasana di luar portal nampak kacau, dimana begitu banyak mayat iblis tergeletak di berbaai penjuru. Kemunculan portal emas yang mengeluarkan Xiao Tian dan rombongannya, tentu saja menarik perhatian semua orang.
Jingmi, putri Jia Li, serta Huang Li melesat maju tanpa pikir panjang.
Wooshhh!!!
"Ayah Xiao Tian!" Jingmi segera memeluk Xiao Tian dalam fisik dewasanya.
"Yanyan!" putri Jia Li segera memeluk Xiao Tian dari sebelah kanan.
"Syukurlah kau baik baik saja, Xiao Tian," Huang Li begitu hawatir hingga melupakan batasannya. Dia turut memeluk Xiao Tian disaat putri Jia Li sedang memeluknya.
"Dipeluk oleh tiga keindahan disaat baru kembali, aku jadi iri," gumam Dewa Petir saat melihat momen pertemuan Xiao Tian dengan Jingmi dan yang lainnya.
"Dari pada memikirkan wanita, lebih baik kau pikirkan anakmu," sambung Wu Kong kesal.
"Apa gunanya anak pria tanpa ibu mereka. Meski ibu mereka lahir, kini dia dalam wujud seorang loli. Bagaimana mungkin aku bisa menikahinya saat ini," gumam Dewa petir sembari menghela napas.
'Me ... nikah?'
'Benar juga, Dewi petir kan ... ,' Xiao Tian terdiam kaku saat mendengar gumaman Dewa petir.
"Hei kakak ipar, bisakah kau beritahu aku, kapan kira kira aku bisa meminang adikmu?" tanya Dewa petir dengan frustasi.
'Kakak ipar?'
'Meminang adik?'
Jingmi, putri Jia Li dan Huang Li terkejut akan ucapan Dewa petir.
__ADS_1
"Bagaimana bisa seorang dewa sepertimu menuntut hal yang tak masuk akal!" Jingmi, putri Jia Li dan Huang Li membentak dewa petir secara bersamaan.
'Sial, aku lupa kalau mereka bertiga tak tahu tentang siapa identitas adik Xiao Tian,' Dewa petir nampak malu dan panik.
Alih alih menolong Dewa petir menjelaskan semuanya, Xiao Tian malah berteleportasi meninggalkan Dewa petir sembari membawa naga hitam, dan ketiga wanita yang sedang memeluknya.
'Dasar murid tak tahu diri!' pikir Dewa petir dengan kesal.
Setelah bertegur sapa dengan semua orang, Xiao Tian menjelaskan kondisinya saat ini. Dia memerlukan bantuan semua orang untuk melucuti jirah dan pusaka tingkat tinggi dari mayat para iblis.
Dia tak ingin seseorang menggunakan benda merepotkan itu untuk tujuan jahat.
Dengan bantuan sekte badai berduri serta seluruh anggota kerajaan yang tunduk dibawah pimpinan Xiao Tian, proses pelucutan pusaka serta pemusnahan mayat iblis pun dapat diselesaikan lebih cepat dari perkiraan.
Sebagai kompensasi atas bantuan mereka, Wu Kong mendapat ijin untuk memberikan sebagian pusaka tingkat tinggi kepada pasukan Xiao Tian. Dengan demikian, lengkap sudah kekuatan tempur pasukan Xiao Tian. Bagi mereka yang sekarang, pasukan pembasmi iblis ataupun pasukan kerajaan Ning bukanlah sebuah masalah lagi.
Setelah memulihkan energi dan memperbaiki bangunan sekte yang hancur, Xiao Tian segera mengangkat pedangnya di hadapan semua orang dan berkata, "Besok adalah akhir bagi Kekaisaran Ning dan para pembasmi iblis!"
"Seperti sekte kita, Luapan gelombang serangan siluman dan iblis pasti menghancurkan formasi dan pertahanan mereka!"
"Hidup yang mulia maharaja Xiao Tian!" ucap Taiwu dengan semangat.
"Hidup!" ucap semua orang secara kompak.
"Hidup yang mulia maha raja Xiao Tian!" ucap para raja siluman yang tunduk kepada Xiao Tian.
"Hidup!" seru semua dengan kompak.
....
#Kamar Xiao Tian dan putri Jia Li.
__ADS_1
"Apakah benar ini akan baik baik saja?"
"Kau bahkan belum beristirahat dengan benar," ucap Jia Li hawatir.
"Suamimu ini telah mengalahkan musuh alam Dewa, memangnya musuh di alam fana bisa apa?" ucap Xiao Tian sembari mengelus kepala Jia Li. Dia mengatakan hal itu bukan untuk meremehkan lawannya, melainkan untuk menghibur hati Jia Li yang nampak ragu akan keputusan Xiao Tian yang mendadak.
'Ada kemungkinan, setengah dari ego blood Chameleon bekerja sama dengan Kekaisaran Ning atau sekte pembasmi iblis. Aku harus tetap waspada dan tak boleh gegabah,' Xiao Tian memeluk Jia Li yang segera tidur di sampingnya.
.......
"Jadi menurut ingatanmu, aku adalah reinkarnasi dari Red Dragon yang tewas di tangan Blood Chameleon?" Sunlong yang menggunakan tubuh manusianya menatap serius naga hitam dalam bentuk mininya.
"Ya, dan kemungkinan besar, pria yang memburu dirimu dan seluruh keturunanmu adalah setengah dari ego Blood Chameleon yang mengejarmu hingga kemari karena gagal menyerap inti nagamu," naga hitam menatap Sunlong dengan serius.
"Jadi alasan dia mendekatiku dan menghancurkan hidup keturunanku adalah hanya karena inti nagaku?"
"Dasar bajingan!" Sunlong mengumpat kesal akan masa kelam yang dia alami.
"Maafkan aku karena membutmu mengingat hal pahit itu," ucap naga hitam dengan tak enak hati.
"Tak masalah, setidaknya kini aku tahu maksud dan tujuan dari musuh bebuyutanku. Terima kasih karena mau berbagi informasi denganku, naga hitam," Sunlong tersenyum lega.
"Tak perlu sungkan padaku, lagipula kita memiliki leluhur yang sama. Red Dragon, Sunlong," naga hitam tersenyum haru.
.....
#Disuatu tempat entah dimana.
Daratan yang begitu gersang dan dihiasi begitu banyak mayat naga.
"Sebentar lagi, akan kuambil alih inti nagamu secara sempurna. Tunggulah aku, Black Dragon!"
__ADS_1
"Akan kurebut inti nagamu seperti apa yang kulakukan terhadap Red Dragon!"
"Dengan begitu, aku akan sanggup melawan White dragon dan merebut inti naganya. Setelah itu, alam suci akan berada di bawah genggamanku, Hahhahahahahha!" Pria bercaping dan memiliki luka cakar di wajahnya tertawa dengan begitu kencang.