
Jauh di perbatasan kerajaan petir, terdapat gerombolan biksu berpakaian jingga dan ratusan pria berpakaian serba putih. Terdapat lambang iblis merah terbelenggu di punggung pakaian mereka. Gerombolan biksu berjalan ditengah, sementara ratusan pria berpakaian serba putih berjalan mengelilingi mereka sambil membawa bendera bersimbol iblis terbelenggu.
Depan, belakang, kanan dan kiri, tertutupi oleh para pria berpakaian serba putih itu. Sedangkan di depan mereka, nampak seorang pria berpakaian serba merah dengan caping bambu di atas kepalanya. Matanya nampak begitu merah menyala, dan aura membunuh terekspos begitu besar di sekitar tubuhnya. Dan disamping kanan pria tersebut, nampak biksu berpakaian jingga dengan kain merah yang menyilang di sekitar tubuhnya. Wajahnya nampak persis layaknya biksu tong, dan memiliki aura suci di dalam tubuhnya. Orang orang dalam gerombolan itu, memanggil dia dengan sebutan, Biksu Agung. Sementara semuanya berada di bawah bendera yang sama, yakni sekte pembasmi iblis.
pria bercaping itu berhenti sejenak sembari menatap ke arah gerbang perbatasan kerajaan petir dengan senyum tipis di bibirnya,
"Tak salah lagi, aku mencium aroma relik kaisar iblis dari tanah ini. Dan baunya sangat tajam seakan menumpuk di satu titik. Sepertinya sisa sisa relik yang ku kumpulkan, berkumpul di tempat yang sama, dan terdapat orang yang mengoleksi relik sama sepertiku. Entah siapa orang itu, akan kupastikan untuk mengakhiri perjuangannya!"
"Amitabha!"
"Apakah anda telah menemukan persembunyian kaisar iblis yang lain, tuanku?" Biksu Agung menghentikan langkahnya, sembari bertanya kepada pria bercaping di samping kanannya.
"Tak hanya relik Kaisar iblis, di dalam tanah itu juga terdapat berbagai ras iblis," Pria bercaping itu menjawab pelan.
"Sungguh berdosa, setelah selamat dari teriakan iblis, mereka malah hidup bersama para iblis. Apakah nama sekte pembasmi iblis sudah tak ditakuti lagi?" Biksu Agung nampak sedikit kesal.
Sementara itu di dalam gerbang kerajaan petir, terdapat Kaibo dan Jingmi versi Dewasa yang sedang berkeliling istana bersama Su Yan dan Liang Su. Awalnya mereka nampak senang karena menikmati kedamaian sembari berkeliling kerajaan, namun kesenangan itu berubah semenjak segel di tubuh Jingmi dan Kaibo bereaksi menekan keras menyakiti mereka. Lingkaran emas dengan tulisan kuno nampak bersinar di dahi dan iris mata kedua iblis kecil itu.
"Argh!" Jingmi dan Kaibo nampak begitu kesakitan, kekuatan mereka terus ditekan sedikit demi sedikit oleh segel, dan wujud Dewasa mereka pun kembali ke wujud anak anak karena tekanan tersebut. Wajah penuh trauma pun terlihat jelas di mata mereka.
"Jingmi! Kaibo! apa kalian baik baik saja!" Su Yan dan Liang Su nampak begitu cemas hingga mendekati ke dua bocah malang itu.
"Para biksu itu ... , mereka menuju kemari!" Kaibo gemetar saat mengungkapkan jawabannya. Sementara Jingmi terus meneteskan air mata karena mengingat kematian seluruh keluarganya. Dimana sekte pembasmi iblis dan seorang biksu suci menjadi dalang utama dibalik kehancuran rasnya.
"Apa sebenarnya yang ... " Liang Su nampak bingung, namun tak dapat menyelesaikan kalimatnya karena sebuah bola energi berwarna emas menyilaukan melesat cepat menghantam ke arah mereka.
Duar!!! Su Yan mengeluarkan ekor emasnya lalu melilit tubuh Liang Su, beserta Kaibo dan Jingmi dengan reflek. Kemudian melesat ke arah kanan menjauhi serangan itu.
__ADS_1
"Sungguh berdosa, bagaimana bisa makhluk suci sepertimu melindungi seorang iblis. Apakah kau tak malu terhadap leluhurmu, keturunan terakhir serigala suci!?" Seorang biksu berpakaian jingga dengan tasbih besar yang melingkar di lehernya terekspos dengan aura kemurkaan.
"Apakah kau masih tak puas dengan apa yang kau lakukan terhadap para pengikutku!"
"Yang Changyi!" Kaibo berteriak dengan penuh kebencian.
"Bukankah ini mantan anggota sekte iblis, jenderal Kaibo. Aku hampir melupakanmu karena wujud menyedihkan itu!" Yang Changyi tersenyum sinis.
Woosh Wooshh, Tap tap, tiga orang biksu muncul seketika satu demi satu. Dan diantara mereka terdapat biksu suci, berbadan gemuk yang memegang kendali atas segel di tubuh Jingmi. Jika Yang Changyi adalah orang yang menyulut emosi Kaibo karena pernah bersinggungan langsung dan pemegang segel di tubuhnya, maka biksu gemuk itu adalah pemicu amarah Jingmi karena pernah memimpin sekte pembasmi iblis dalam pembantaian ras nya.
"Akan kubalas kematian seluruh keluargaku, Yang Hongli!" Jingmi melesat maju dan sembari mengayunkan pedang dari dalam cincin ruangnya. Dia tak dapat mengeluarkan teknik jeritan iblis karena segel yang diperkuat oleh biksu itu.
"Divine Pulse!" Yang Hongli melebarkan telapak tangan kanannya, dan menghempaskan tubuh Jingmi dengan tolakan aura suci berlapis energi tak dikenal yang tak pernah dirasakan oleh semua makhluk fana.
Wooshh Duarr!!! tubuh Jingmi menghantam keras menara pengawas.
"Benar benar tanpa ampun, seperti yang diharapkan dari senior Hongli," kedua biksu suci yang nampak menghormati Biksu Suci Hongli memberi salam dengan senyuman. Sementara Su Yan dan Liang Su nampak bingung karena keempat biksu itu memiliki kekuatan yang setara dengan para Dewa. Terlebih terdapat tekanan energi aneh yanh terpancar dalam teknik Devine Pulse.
'Aku memang tahu kalau sekte pembasmi iblis ditakuti begitu banyak orang, tapi tak pernah terpikir kalau mereka memiliki ahli sekaliber mereka. Satu dari mereka saja sudah cukup untuk menghancurkan kekaisaran!' Su Yan gemetar saat menatap keempat biksu suci itu. Ketakutannya semakin menjadi ketika puluhan biksu lain, mengekspos keberadaan mereka ditemani ratusan pria berpakaian serba putih yang tak kalah kuat dari para biksu suci.
'Tanpa gulungan teleportasi, bisakah aku kabur dan mengabari Xiao Tian!?' keringat dingin menetes di dahi Su Yan diikuti oleh tubuh yang gemetar.
"Suamiku, sepertinya ajalku sudah semakin dekat!" Liang Su bergumam sembari mengepal kedua tangannya.
"Jangan berbicara begitu!"
"Aku pasti akan menjauhkanmu dari situasi ini entah bagaimana pun caranya!" Su Yan mencoba menenangkan Liang Su. Sama halnya dengan Xiao Tian, Su Yan memiliki ingatan tentang teknik teleportasi dan semua hal yang telah dilaluinya. Tak ada sedikitpun ingatan yang hilang, dan semua itu terjadi karena statusnya sebagai seorang keturunan serigala suci.
__ADS_1
'Bisakah kau wujudkan itu!?'
'Diriku!?' Su Yan berbicara terhadap sisi lain yang telah lama berada di dalam tubuhnya.
'Apakah kau yakin dengan ini!?'
'Tubuhmu masihlah seorang pendekar alam immortal tingkat awal!' sisi lain Su Yan meneruskan.
'Lakukan saja!' Su Yan nampak tak ragu, karena tak memiliki pilihan lain saat itu.
'Semenjak kerajaan api diselamatkan para Dewa, Kaisar Langit membantuku meminta formula teknik pelepas segel dari raja sialan itu. Dan dengan ini, jiwa dan ingatan kami, akan benar benar menyatu seutuhnya!' Su Yan mengeluarkan sebuah gulungan emas dari dalam cincin ruangnya, kemudian menandai gulungan tersebut dengan darah dari ujung ibu jari yang dia gigit sebelum melebarkan gulungan tersebut.
"Hancurkan segel! satukan Jiwa! Devine tecnique, Seal Deletion!" Su Yan berteriak dengan lantang.
....
Sementara itu di dalam istana ...
"Sepertinya rencana penyerangan ras vampir harus kita tunda!" White Dragon menyela di aula pertemuan.
"Apa maksud anda!?" Taiwu dan jenderal Tailong nampak tak terima.
"Apakah anda merasakannya juga, tuan leluhur!?" Black Dragon menanggapi.
"Sekte pembasmi iblis berinisiatif menyerang kerajaan. Dan saat ini, mereka telah memasuki perbatasan kerajaan!?" Xiao Tian melanjutkan.
"Sekte pembasmi iblis!?"
__ADS_1
"Ternyata mereka masih bisa selamat dari teriakan Dewa iblis Mo Wang!?" Xiao Zhaoye dan semua petinggi nampak terkejut bukan main.