
Xian Long telah salah sangka terhadap Xiao Tian sehingga dia menyiksanya dengan tekanan roh dan cengkraman tangan yang cukup berbahaya. Untungnya penjaga gerbang alam roh telah mencegah Xian Long tepat sebelum roh Xiao Tian hancur berkeping keping.
Meski begitu, Xian Long tetap merasa kebingungan. Karena setelah dia melepaskan cengkraman tangannya, Xiao Tian kehilangan kesadarannya hingga tak bernapas sedikitpun. Ketika Xiao Tian terjatuh ke bawah Xian Long menangkap rohnya yang terjatuh tepat ke pelukannya.
Ketika terjatuh di pelukan Xian Long, mata Xiao Tian belum tertutup sempurna. Dia masih bisa melihat wajah Xian Long dengan pandangan yang agak buram karena hampir tak sadarkan diri.
"Ya Dewa apa yang harus kulakukan!"ucap Xian Long sambil memegang roh Xiao Tian yang terjatuh ke pelukannya.
#####
Istana roh
Xiao Tian dalam posisi duduk sambil bersila dalam keadaan mata tertutup karena memang sedang tak sadarkan diri.
Ketika sebuah totokan jari menyentuh punggungnya dia pun kembali mendapatkan kesadarannya.
Meski sudah memiliki kesadaran, Xiao Tian belum bisa menggerakkan tubuhnya karena beberapa alasan. Bahkan matanya pun tertutup rapat tanpa bisa melihat apa yang ada disekitarnya.
Saat masih belum bisa membuka matanya, hal pertama yang Xiao Tian dengar yaitu suara seseorang yang terdengar begitu asing.
"Cepat buka matanya!"
"Baik yang mulia," ucap suara misterius yang lain.
Tak lama setelah suara terakhir terdengar, sebuah totokan jari terasa di bagian tengah punggung Xiao Tian. Bersamaan dengan itu suara misterius yang pertama terdengar kembali. Dengan nada yang lembut orang misterius itu berkata, "Bukalah matamu manusia, sekarang kau bisa membuka matamu.
Setelah mendengar suara misterius yang terdengar jelas di telingannya, Xiao Tian pun membuka matanya secara perlahan.
Setelah membuka matanya lebar lebar dia melihat sesosok manusia yang sedang duduk di kursi emas yang megah seperti seorang raja. Orang itu memegang sebuah sebuah buku emas yang bersinar terang di tangan kanannya. Berpakaian bagai seorang kaisar kerajaan cina di alam semesta pertama dimana Xiao Tian hidup sebagai Arga.
Memakai topi yang bertirai sembilan, dan pakaian kuning bermotif naga.
Disamping kanan dan kirinya ada dua roh pria berpakaian bagai seorang kasim istana yang membawa kipas.
Ketika melirik ke kanan dan ke kiri, dia melihat banyak pria berpakaian serba hitam dan putih yang berdiri sambil memperhatikannya.
Setelah melihat ke segala arah, Xiao Tian pun langsung mengerti siapa orang yang berada dihadapannya. Dan ada dimana dia saat ini.
Dalam hati dia berkata, "Bukankah ini istana roh tempat mengadili roh orang yang telah mati?"
"Kenapa aku bisa berada disini?"
__ADS_1
"Mungkinkah aku telah tiada?"
"Tenanglah manusia, pertemuan kita kali ini bukanlah pertemuan yang sama seperti sebelumnya. Kali ini kau belum mati seperti pertemuan kita yang sebelumnya," jawab Yan Luo Wang sambil menatap Xiao Tian.
"Pertemuan sebelumnya?"
"Bukankah ini pertama kalinya kita bertemu?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Itu wajar, karena ingatanmu tentang alam roh telah dihapus setiap kali bereinkarnasi," jelas Yan Luo Wang.
"Begitu ya, kalau bukan karena telah tiada. Kenapa aku dibawa kemari?" tanya Xiao Tian sambil menatap Yan Luo Wang.
"Bukankah kau ingin melakukan ujian alam roh?"
"Kau harus bertemu denganku terlebuh dulu untuk melakukan ujian tersebut. Tanpa persetujuanku tak ada manusia yang boleh melakukan ujian tersebut," ucap Yan Luo Wang.
"Begitu ya," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.
"Sebelum memutuskan tentang ujian alam roh, aku ingin meminta maaf atas perilaku bawahanku yang hampir membunuhmu," ucap Yan Luo Wang dengan lembut.
"Tak apa yang mulia, hamba mengerti." ucap Xiao Tian sambil tersenyum.
"Baik yang mulia," ucap Xian Long sambil berjalan keluar dari kumpulan orang berpakaian serba putih.
Xian Long berperawakan seperti seorang manusia. Namun aura dewa yang terpancar dari tubuhnya benar benar diluar jangkauan Xiao Tian. Saat sudah berada di hadapan Xiao Tian yang sedang duduk bersila, Xian Long langsung membungkukkan badan sambil berkata, "Maafkan aku karena hampir membunuhmu."
"Tak apa, aku sudah memaafkanmu. Tapi bisakah kau bantu aku menotok tubuhku yang tak bisa digerakkan ini?" tanya Xiao Tian sambil menatap Xian Long.
"Itu diluar wewenangku, hanya yang mulia yang berkuasa diistana ini. Tanpa persetujuannya aku tak berani melakukan itu.
Aku hanyalah seorang Xian yang belum diakui sebagai seorang Dewa," ucap Xian Long sambil membungkukkan badan.
"Aku mengerti, jadi Xian adalah jabatanmu dan bukan sebuah nama marga. Sama seperti Yan Luo Wang yang juga merupakan sebuah jabatan di dalam birokrasi surga," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
Ketika mendengar ucapan Xiao Tian yang agak keliru, Xian Long langsung meluruskannya dengan berkata,
"Xian bukanlah sebuah jabatan seperti Yan Luo Wang. Tapi merupakan sebuah julukan bagi orang suci. Meski para Xian tak memilili jabatan, kami berperan penting dalam membantu urusan surga."
"Lalu apa jabatan orang orang berpakaian serba hitam?" tanya Xiao Tian sambil menatap Xian Long.
"Orang orang berpakain serba hitam menjabat sebagai Dewa Kematian. Mereka bertugas untuk mencabut nyawa orang orang dan mengantarkannya kemari," jelas Xian Long.
__ADS_1
"Bukankah itu tugas seorang Bai Wu Chang?" tanya Xiao Tian dengan terheran.
"Itu memang tugas Bai Wu Chang, tapi demi meringankan tugas para Bai Wu Chang yang jumlahnya lebih sedikit dari para manusia. Jabatan sebagai Dewa Kematian dijadikan sebagai hukuman bagi para manusia yang telah melakukan dosa membunuh jutaan orang selama tujuh kali reinkarnasi."
"Sebelum bisa kembali ke roda reinkarnasi, mereka harus hidup sebagai Dewa Kematian selama jutaan tahun lamanya," jelas Xian Long.
Ketika Xiao Tian ingin menanyakan hal lain tentang birokrasi surga, Yan Luo Wang memotong pembicaraan mereka dengan berkata, "Jika sudah dimaafkan, silahkan kembali ketempatmu Xian Long."
"Baik yang mulia," ucap Xian Long sambil memberi hormat.
Setelah Xian Long kembali ke tempatnya, Yan Luo Wang menatap Xiao Tian lalu berkata,
"Meski Wu Kong mengirimmu kemari, jangan harap ujiannya akan menjadi mudah. Karena tugas kami hanyalah mengantarmu ke tempat ujian alam roh. Soal lulus atau tidaknya dirimu, semuanya tergantung keberuntunganmu."
"Harus kami akui, kami memang cukup takut terhadap Wu Kong. Asalkan kau tak mati di area kekuasaan kami, maka kami akan tetap aman. Oleh karena itu, putuskan sekarang juga. Apakah kau akan tetap melakukan ujian alam roh, atau tidak."
"Jawabanku tetap sama, aku ingin melakukan ujian alam roh demi membebaskan sahabatku!" ucap Xiao Tian dengan lantang.
"Baiklah, kalau begitu. Totok punggungnya lagi, lalu teleportasikan dia ke tempat dua belas roh suci!" ucap Yan Luo Wang sambil menatap orang di belakang punggung Xiao Tian.
Setelah punggung Xiao Tian di totok, sebuah lingkaran sihir muncul di bawah kakinya. Lalu mengeluarkan sinar emas yang menelan tubuhnya secara penuh. Sinar emas tersebut begitu silau hingga membuat Xiao Tian menutup matanya.
Setelah sinar emas menghilang, Xiao Tian pun membuka matanya. Saat membuka matanya, Xiao Tian sudah tidak berada di istana alam roh.
Dia berada di sebuah daratan luas yang terbuat dari awan dan langit berwarna emas yang membentang luas sejauh mata memandang.
"Dimana aku?"
"Apakah ini tempat ujiannya?"
"Kenapa tempat ini begitu kosong dan sepi?" ucap Xiao Tian sambil melihat sekitar.
Terhitung lima menit sejak Xiao Tian tiba di area roh suci. Dua belas lingkaran sihir dengan simbol hewan yang berbeda muncul memutari tubuh Xiao Tian.
Setelah berhenti memutari tubuh Xiao Tian, dua belas roh suci muncul dari dalam lingkaran sihir tersebut.
"Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Bab*i."
"Jadi mereka yang akan menjadi pengujiku?" ucap Xiao Tian di dalam hati.
Meski terlihat seperti hewan, semua roh suci memiliki tekanan roh yang tak bisa diremehkan. Xiao Tian tak bisa mengabaikan kehadiran mereka semua karena tekanan roh yang terus mereka pancarkan.
__ADS_1