Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 415 : Bersiap untuk kembali


__ADS_3

Bersamaan dengan terbakarnya Dewa iblis Yong Heng, dua buah kristal penghalang ruangan lenyap tak bersisa. Dewa petir yang tadinya berusaha begitu keras untuk membuka kristal penghalang tersebut pun jadi bisa masuk ke dalam ruangan.


"Akhirnya terbuka juga, meski rasanya agak aneh karena sebenarnya aku belum berhasil memecahkan pola sihirnya," ucap Dewa petir sambil melangkah masuk.


"Eh ... ," Dewa petir terkejut melihat Wu Kong dan kloningnya ada di tingkat ke tiga, dan sedang membakar Dewa iblis Yong Heng dengan api emasnya.


Sadar akan kehadiran Dewa petir, Wu Kong pun membalikkan badannya lalu berkata,


"Kau terlambat, bodoh,"


"Hehehe, maaf," tawa Dewa petir sambil menggaruk garuk kepalanya.


Kedatangan Dewa petir sama sekali tak menarik perhatian Kaibo dan yang lainnya. Selain Wu Kong yang menatap ke arah Dewa petir, sisanya terpanah akan api emas milik Wu Kong.


Dalam hati Xiao Tian berkata, "Bukankah api putih dan hitam adalah api tertinggi?"


"Lalu api jenis apa itu?" pikir Xiao Tian sambil menatap ke arah Dewa iblis Yong Heng yang sedang terbakar oleh api emas.


"Benar benar api yang mengerikan. Api itu tak hanya membunuh Dewa iblis Yong Heng saja, itu bahkan benar benar menghancurkan rohnya hingga tak bisa bereinkarnasi kembali," pikir Dian Zheng sambil mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Syukurlah dia ada dipihak kami, kalau tidak aku tak tahu apa yang akan menimpa kami," gumam Kaibo dengan tampang ketakutan.


"Karena semuanya sudah disini, ayo kita pergi," ucap Wu Kong sambil mendarat ke lantai ruangan.


Setelah menyentuh lantai ruangan, Dewa kera Sun Wu Kong menyuruh semua orang berpegangan kepadanya. Dia ingin membawa kembali semua orang ke tempat para naga. Namun Xiao Tian menolak dengan berkata, "Tidak, semuanya belum berakhir. Si Gendut masih ... ,"


Belum sempat Xiao Tian menyelesaikan kalimatnya, Wu Kong pun berkata, "Jangan Khawatir, dia dan istrinya sudah kembali ke tempat para naga. Hanya Taiwu dan rombongannya saja yang tak kunjung kembali. Tapi jangan takut, karena kloningku melindungi mereka dibalik bayangan," jawab Wu Kong sambil tersenyum.


"Karena kau sudah berkata begitu, maka aku akan menurut," Xiao Tian berjalan mendekati Wu Kong untuk menyentuh punggungnya. Kaibo dan Dian Zheng pun ikut menyentuh punggung Wu Kong.


Dan tepat disaat mereka ingin pergi, para vampir menyusul sambil berkata, "To ... tolong bawa kami bersama kalian," para vampir bersujud dengan tangan yang terkepal. Salah satu dari mereka membawa relik tongkat kaisar iblis sehingga Wu Kong membatalkan teleportasinya.


"I ... ini milik Kaisar iblis Hei An, dia sudah dikalahkan oleh tuan pahlawan. Namun tuan pahlawan lupa membawa tongkat ini bersamanya," jawab Li Chen sambil bersujud.


"Tuan pahlawan?" tanya Wu Kong.


"Ah, yang maksud itu aku Dewa kera," jawab Xiao Tian sambil memasang tampang bersalah.


"Kau meninggalkan relik kaisar iblis begitu saja?" tanya Wu Kong dengan tampang kesal.

__ADS_1


"Ma ... maafkan aku, Dewa kera,"


"Aku benar benar melupakan tongkat itu karena terlalu fokus untuk menyelamatkan si Gendut," jawab Xiao Tian sambil membungkukkan badannya.


"Sepertinya latihan dariku masih belum melekat di jiwamu ya?"


"Lain kali ingatlah untuk berpikir jernih dalam keadaan apapun," ucap Wu Kong sambil mengeluarkan tekanan yang mendominasi.


"Ba ... baik guru," jawab Xiao Tian sambil membungkukkan badannya.


"Ah, maaf mengganggu. Bagaimana dengan para Dewa diluar sana?" tanya Dewa petir sambil menatap ke arah Wu Kong.


"Aku telah menghabisi mereka," jawab Wu Kong sambil menatap Dewa petir.


"Me ... menghabisi?" tanya Dewa petir dengan tampang panik.


"Tenanglah, aku hanya melumpuhkan kultivasi mereka. Untuk sementara ini para Dewa kampret itu tak akan bisa mengganggu kita lagi," jawab Wu Kong sambil menatap Dewa petir.


"Ah syukurlah, kupikir kau benar benar menghabisi nyawa mereka," jawab Dewa petir dengan tampang lega.

__ADS_1


"Walau bagaimanapun aku masih memerlukan bantuan langit untuk mencari guruku," jawab Wu Kong sambil menatap Dewa petir.


__ADS_2