
Huang Li berlari menuju kamar Xiao Tian, dan mengetuk pintunya, tapi Xiao Tian tak kunjung muncul, sebenarnya Xiao Tian sedang berkultivasi dan menutup pendengarannya. dia meminta Sunlong memberi tahu dia jika terjadi hal buruk diluar ketika dia fokus berkultivasi.
Meski Sunlong mendengar ketukan di pintu Xiao Tian dan teriakan Huang Li memanggilnya, dia malah mengabaikannya karena menganggap teriakan Huang Li tak terlalu penting.
Karena terlalu berisik, Su Yan terbangun dari tidurnya, letak kamarnya tepat disamping kamar Xiao Tian, Dia membangunkan si Gendut dan Kaibo yang masih tertidur nyenyak. " Hei Gendut, Kaibo bangunlah, apa kalian tak mendengar teriakan nona Huang Li?" ucap Su Yan sambil mendorong-dorong tubuh mereka
"Ah kau saja yang melihat keluar, aku masih lelah." ucap Kaibo
"Bukankah kau menyukainya, kau saja yang menemuinya, aku masih mengantuk. " ucap si Gendut sambil menarik selimut untuk menutupi wajahnya.
"Dasar orang tak berguna." ucap Su Yan
Su Yan membuka pintu dan menengok kearah Huang Li, dengan mata yang masih mengantuk dan keadaan yang masih setengah sadar, dia berkata.
"Nona Huang Li, apa yang membuatmu berteriak begitu kencang di tengah malam begini?"
Karena merasa takut, Huang Li memeluk Su Yan sambil menangis, " Syukurlah kau bangun, Aku sangat takut, aku terus diganggu oleh suara aneh yang menyuruh ku pergi."
Su Yan mengambil kesempatan dalam kesempitan, dia memeluk dan mengelus kepala Huang Li sambil berkata. " tenanglah aku ada disini, aku akan melakukan apapun agar kau bisa tidur dengan nyeyak." ucap Su Yan
Sadar bahwa dia sedang memeluk Su Yan, Huang Li melepaskan pelukannya, tapi saat pelukannya terlepas suara itu terdengar lagi.
"Pergilah dari sini!" teriakan itu terdengar keras di telinga Huang Li
Huang Li memeluk Su Yan kembali dengan sangat erat, karena takut dia pun berkata "bisakah aku tidur bersamamu malam ini?"
Su Yan merasa bahagia karena pelukan Huang Li, dia memegang pundak Huang Li dan berkata. "tenanglah demi dirimu aku akan melakukan apapun."
Dengan wajah senangnya, Su Yan berpikir.
"Terimakasih Dewa, akhirnya aku menemukan kebahagiaan."
"Kalau begitu ayo ikut aku ke kamarku." ucap Huang Li dengan malu-malu
"Sialan gara-gara hantu aku harus bergantung pada pria mesum ini." pikir Huang Li
Tepat ketika Huang Li ingin menuju ke kamarnya, tiba-tiba saja bumi bergetar, bangunan tempat mereka menginap berguncang begitu keras.
Sun Long memanggil Xiao Tian karena kejadian itu, akhirnya Xiao Tian keluar kamar untuk mengecek apa yang terjadi, Kaibo dan Jingmi pun bangkit dari tidurnya, tentu saja si Gendut juga berlari keluar kamar.
Tanah masi terasa berguncang, mereka berusaha keluar dari penginapan tapi semua pintu keluar telah terkunci.
Melihat keadaan itu Xiao Tian Yakin bahwa ini adalah konspirasi yang dilakukan oleh pemilik penginapan.
dengan kekuatan penuhnya Xiao Tian menendang pintu yang terkunci, saat pintu terbuka pemandangan diluar penginapan telah berubah, seakan-akan mereka telah dipindah kan di sebuah tempat yang berbeda.
sejauh mata memandang yang terlihat disekitar adalah sebuah makam.
Melihat keadaan diluar, Su Yan berkata.
"Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Kenapa desanya berubah?"
Huanran keluar dari cincin ruang milik si Gendut, dengan mode cantiknya dia berkata.
"Mas endut, berhati-hatilah di wilayah ini terasa begitu banyak roh jahat."
Mendengar ucapan Huanran, si Gendut memperhatikan sekeliling dan berkata. "Kalian semua, berhati-hatilah, kita sedang dikepung oleh banyak roh jahat."
Mendengar ucapan si Gendut, Su Yan memasang wajah tak percaya dan memukul kepala si Gendut, sambil memegang kepala si Gendut, Su Yan berkata.
"Kau ini berhenti bercanda, bukankah kau yang paling tak percaya dengan hantu disini?"
"Sejak kapan kau bisa merasakan adanya roh jahat?"
Dengan wajah serius si Gendut berkata. " Aku mengatakan yang sebenarnya, jika kau tak mau percaya ya sudahlah."
Su Yan berusaha mencairkan suasana, dia bertanya kepada Kaibo dan Jingmi.
__ADS_1
"Disini tak ada apa-apa kan?"
"Kalian kan yang paling sensitif kalau masalah begituan." Ucap Su Yan
"Yang di katakan si Gendut memang benar, kita sedang dikepung kumpulan roh jahat." ucap Kaibo dengan wajah serius
Saat Su Yan melirik kearah Jingmi, Jingmi pun menjawab.
"Aku sangat yakin, kalau di sekeliling kita terdapat banyak roh jahat."
"Ayolah berhenti bercanda, lihatlah kalian membuat para prajurit ketakutan karena ucapan kalian." ucap Su Yan dengan tubuh yang menggigil ketakutan
Mendengar ucapan Su Yan para prajurit keluarga Huang, dengan kompak berkata.
" Bukannya kau yang terlihat ketakutan!"
Xiao Tian bertanya kepada Sunlong lewat telepatinya." Sun Long katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi?"
"Apakah para warga desa yang sebelumnya hanyalah sebuah ilusi?"
Sun Long pun menjawab, "tidak mereka adalah manusia biasa, dan bukanlah ilusi, alasan kalian berada disini adalah, bangunan yang kalian gunakan telah dipindahkan kemari dengan sihir dari seorang iblis."
"Iblis?"
"Apa tujuan seorang iblis membawa kami kemari?"
"Apakah warga desa tahu tentang ini?" ucap Xiao Tian lewat telepati
"Mungkin iya, mungkin juga tidak, aku bukanlah dewa yang bisa tahu segalannya, yang pasti tujuan iblis itu membawa kalian kemari bukanlah untuk mengundang kalian makan malam, atau berpesta." jawab Sun Long
"Sialan kenapa harus ada kejadian seperti ini, saat kami sedang beristirahat, apakah ada cara agar keluar dari ruang dimensi ini?" ucap Xiao tian lewat telepati
Sunlong pun menjawab. " Satu-satunya cara adalah membunuh iblis yang menggunakan sihir ini kepada kalian, masalahnya jika dia tak muncul kalian akan terjebak disini selamanya."
Mendengar jawaban Sun Long, Xioa Tian hanya bisa mengepalkan tangannya, ketika mereka memperhatikan sekitar, terdengar suara retakan tanah dari salah satu kuburan.
Dalam suasana yang mencekam, sebuah tangan berwarna hijau baru saja keluar dari dalam kuburan, perlahan-lahan semua kuburan disana mengeluarkan suara retakan.
Tak lama setelah suara itu terdengar, satu persatu kuburan mengeluarkan tangan berwarna hijau, tangan itu mengeluarkan bau busuk yang membuat semua orang mual.
Tangan-tangan yang muncul dari dalam tanah semakin banyak dan berusaha menggali keluar kuburan, setelah diperhatikan, semua tangan itu adalah tangan dari mayat hidup, atau mereka memanggilnya sebagai Zombie
Dalam sekejap pemandangan di sekitar dipenuhi oleh ribuan Zombie, para prajurit berusaha menebas satu persatu zombie itu, tapi meski menebas leher mereka, para zombie itu masih bisa bergerak dan memasang kepala mereka kembali.
Melihat pemandangan yang begitu mengerikan, Su Yan hanya bisa mengigil ketakutan, dengan bantuan Huanran si Gendut berhasil menghindari serangan para Zombie.
Xiao Tian melemparkan bola api kearah para zombie dan berhasil menghanguskan mereka, tapi semua yang dia lakukan hanyalah sia-sia karena bahkan setelah menjadi abu, zombie-zombie itu bisa utuh kembali.
Satu-satunya jalan keluar adalah, mencari iblis pengguna teknik ini.
Xiao Tian dan rombongannya terus berusaha melawan para Zombie yang mendekat, mereka menghabisi ribuan Zombie , tapi jumlah para Zombie tak berkurang sedikitpun, malah lebih cenderung bertambah.
Mereka berada dalam.situasi yang tidak menguntungkan, karena tak bisa beregenerasi seperti para Zombie, mereka terus melawan hingga kehabisan tenaga.
Tak lama kemudian, terdengar suara tawa yang begitu keras.
"Hahahaha."
"Inilah yang akan kau terima jika tak mau mendengarkanku."
Huang Li mengenal suara itu, karena takut hanya dia yang mendengar dia pun bertanya, "Apakah kalian mendengar suara tawa itu?"
"Tentu saja kami mendengarnya, kami kan tidak tuli." ucap Su Yan
"Hei roh jahat tunjukkan wujudmu!" ucap Gendut yang dirasuki Huanran
"Hahahaha"
"Kau pikir aku ini siapa?"
__ADS_1
"Aku tak akan menurutimu." ucap suara itu
"Kalau kau tak mau muncul maka aku akan menyeretmu kemari." ucap Huanran yang merasuki tubuh si Gendut
"Coba saja kalau kau bisa!" teriak suara itu
Dengan memakai tubuh si Gendut, Huanran membaca sebuah mantra dan merentangkan kedua tangannya, kemudian dia menyatukan kedua tangannya ke arah depan, dalam posisi kedua telapak tangan yang menyatu Huanran membuat tubuh si Gendut di penuhi cahaya kuning yang membuat para Zombie menjauhinya, Cahaya kuning itu membentuk sebuah rantai, dengan mata yang bersinar terang si Gendut berkata. " Tunduklah!"
Para Zombie berhenti bergerak dan sebuah roh jahat telah muncul dari retakan dimensi , dia memiliki wajah seperti gadis muda, hanya saja tak memiliki bola mata, dia ditarik oleh aura kuning yang berbentuk rantai.
Saat roh itu terikat tak berdaya dihadapan semua orang, Huanran bertanya.
"Apa maksudmu membawa kami keruang dimensi ini!"
Dengan wajah yang ketakutan roh itu menjawab, "Aku hanya disuruh menyerang kalian dengan Zombie, Yang membawa kalian ke ruang dimensi ini bukanlah aku!"
"Aku sudah berusaha memperingatkan kalian, tapi kalian tak pergi juga, kalau sudah masuk ruang dimensi ini kalian akan menjadi salah satu zombie koleksi tuanku."
Mendengar jawaban roh itu Huang Li semakin kesal, dia berkata, "Kau bilang memperingatkan kami?"
"Asal kau tahu, gara-gara kamu aku jadi tak bisa tidur nyenyak, aku bahkan harus pasrah di peluk pria tak berguna itu!" ucap Huang Li sambil menunjuk Su Yan
Mendengar ucapan Huang Li, Su Yan merasa sakit hati, dan merenung sambil berjongkok,
dengan wajah yang frustasi Su Yan menggambar lingkaran di tanah dengan menggunakan jari telunjuknya, dalam pikiran Su Yan dia berkata.
'Aku tak berguna, aku tak berguna huhuhu.'
Kaibo mengelus pundak Su Yan dengan wajah yang mengasihani Su Yan, melihat Kaibo perduli padanya, Su Yan menangis terharu dan berkata." Kaibo kau...
Sebelum menyelesaikan ucapanya Kaibo menutup mulut Su Yan dengan tangannya, dengan wajah serius sambil menutup mulut Su Yan Kaibo berkata.
"Sabarlah wahai pria tak berguna."
Mendengar perkataan Kaibo Su Yan semakin depresi. "Aku baru saja di permainkan seorang bocah, huhuu." pikir Su Yan sambil melanjutkan gambarnya
Melihat kelakuan mereka Jingmi hanya menggelengkan kepala dan berpikir." Haih, disaat seperti ini mereka malah bercanda.
Disaat semua orang sedang sibuk sendiri.
tiba-tiba saja tanah mulai bergetar, dan para zombie disana berevolusi, kini tubuh mereka lebih kuat dan mereka memegang pedang ditangannya, para Zombie itu mulai bergerak.
"Hei hentikan zombie-zombie itu!"
"Bukankah kau yang mengendalikannya!" teriak Huang Li
"Aku.. tidak bisa, alat kendalinya tidak ada ditanganku lagi." ucap roh itu
Mendengar ucapan roh itu, Xiao Tian pun bertanya, "katakan padaku dimana tuanmu bersembunyi!"
"Dia berada di retakan dimensi lapisan ke 2."
"rantai yang kalian pakai kali ini tak akan bisa membantu kalian, tak perduli apa yang kalian lakukan kalian akan menjadi roh sepertiku dan tubuh kalian akan menjadi seperti
zombie-zombie itu. jawab roh jahat itu
Mendengar jawaban roh itu, semua orang menjadi panik, " Ibu aku ingin pulang kerumah, aku tak ingin mati disini."
"Aku masih perjaka kenapa harus mati disini."
"Kenapa aku harus terjebak dalam situasi ini."
"Seseorang tolonglah bebaskan kami!" teriak para prajurit keluarga Huang
Melihat para prajurit berteriak Su Yan memeluk mereka dan menangis bersama.
"Wah sepertinya manusia sangat rapuh ya." ucap kaibo
Semua zombie mulai menyerang dan mengepung mereka, dengan pedang di tangan mereka bisakah mereka lolos dari situasi ini?
__ADS_1
bersambung...