Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 289 : Tujuan Xiao Tian


__ADS_3

Xiao Tian menarik kembali semua jarum yang menancap di sendi sendi Xianlun dengan menggunakan kekuatan jiwanya.


Karena masih merasakan efek jarum pelumpuh, Xianlun pun terjatuh.


Brukk


"Jangan khawatir, setelah urusanku selesai. Bola hitam di tubuh kalian pasti akan ku tarik kembali."


"Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku kemari untuk keempat bahan tadi. Bahan yang hanya dimiliki oleh patriach sekte badai berduri," ucap Xiao Tian sambil melangkah mendekati Tian Ling.


"Aku tak punya wewenang akan bahan bahan herbal itu, tak ada gunanya kau mendesakku seperti ini," ucap Xianlun sambil mengepal erat kedua tangannya.


"Tentu saja aku tahu hal itu," sambung Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Kalau kau tahu bahwa aku tak sanggup, kenapa tidak memilih dua tetua yang lain saja?" tanya Xianlun sambil menatap mata Xiao Tian.


"Mereka berdua telah menyinggungku, mana mungkin aku sudi menjadi murid mereka. Walaupun itu hanya pura pura, aku tak akan pernah melakukannya," ucap Xiao Tian sambil berjalan mendekat.


"Tapi kau berbeda," ucap Xiao Tian sambil mencubit dagu Xianlun dengan perlahan.


"Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Xianlun sambil menatap mata Xiao Tian.


"Tak banyak, cukup rahasiakan identitasku ini dari orang lain," ucap Xiao Tian sambil menatap mata Xianlun.


"Hanya itu?" tanya Xianlun dengan dahi yang dikerutkan.


"Tentu saja, kau pikir aku menginginkan apa?" tanya Xiao Tian sambil melepaskan cubitannya dari dagu Xianlun.


"Kupikir kau ingin menyuruhku mencuri keempat bahan herbal milik patriach?" ucap Xianlun dengan keringat dingin yang terus menetes dari dahinya.


"Mana mungkin aku meminta hal yang akan membahayakan nyawamu. Aku hanya meminta hal yang bisa kau lakukan, yaitu berpura pura menjadi guruku. Mengerti?" tanya Xiao Tian sambil menatap tajam mata Xianlun.


"Ha ... hamba mengerti tuan," ucap Xianlun sambil menundukkan kepala.


Setelah selesai berbicara dengan Xianlun, Xiao Tian berjalan meninggalkan gedung sambil di dampingi oleh Dewa petir.


Sebelum membuka pintu, Dewa petir menghalangi Xiao Tian lalu berkata,


"Hei, gunakan topengmu. Apa kau ingin tertangkap?"


"Itu tak perlu," ucap Xiao Tian sambil menutup wajah dengan telapak tangan kanannya. Tepat ketika tangannya tak bersentuhan dengan wajahnya lagi, rupa Xiao Tian telah berubah menjadi rupa yang lain. Wajahnya sangat jauh berbeda dengan wajah aslinya, hingga membuat Dewa petir terkejut bukan main.


"Kau ... , dari mana kau mempelajari seni perubah wajah?"


"Kenapa teknik itu tak muncul dalam panel status sebelnya?" tanya Dewa petir dengan dahi yang dikerutkan.


"Teknik ini kudapatkan dari ingatan Xianlun, dengan menyalin seluruh ingatannya. Maka seluruh teknik miliknya juga menjadi teknik milikku. Untuk alasan mengapa ini tak muncul di dalam panel status, yaitu karena aku yang menyembunyikannya," ucap Xiao Tian melalui telepati.


"Dari mana kau belajar menyembunyikan statusmu?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.


"Dari mana lagi kalau bukan kepada Dewa kera?"


"Sudahlah, aku tak mau membahas ini," ucap Xiao Tian sambil berjalan melewati pintu keluar.


"Dia bisa merubah wajahnya?"


"Kenapa dia menunjukkan wajah aslinya kepada kami?"


"Mungkinkah ada maksud dibalik semua itu?" pikir Xianlun sambil memegang dahinya.


"Dia bisa merubah wajahnya?"

__ADS_1


"Dan perubahannya tak kalah tampan dari wajah aslinya. Aku harus mendapatkan hatinya," pikir Tian Ling sambil terlihat bersemangat.


"Tapi, dia merupakan buron nomor satu di daratan ini. Mendekatinya sama saja mencari ajal. Haruskah aku menyerah saja?" pikir Tian Ling sambil menundukkan kepala.


"Tidak, aku tak boleh menyerah. Meski dia penjahat sekalipun, aku yakin kami telah ditakdirkan untuk bersama."


"Ya itu pasti," pikir Tian Ling dengan penuh semangat.


"Gadis ini tak pernah berubah, mudah luluh hanya karena melihat pria tampan. Bukannya takut kepada buronan nomor satu, dia malah terlihat begitu bersemangat," pikir Xianlun sambil menepuk wajahnya.


###Diluar gedung Xianlun


Xiao Tian memakai kembali topengnya, lalu berjalan mengelilingi perguruan untuk mencari tempat patriach.


"Hei, kenapa kau memakai topengmu lagi?"


"Bukankah tadi kau bilang sudah tak memerlukannya lagi?" tanya Dewa petir sambil menatap mata Xiao Tian.


"Aku tarik kembali ucapanku, di perguruan ini belum ada yang mengenal wajah baruku. Jika aku berjalan jalan sambil melepas topengku sekarang, mungkin semua orang akan menganggapku sebagai penyusup," ucap Xiao Tian melalui telepati.


"Begitu ya," ucap Dewa petir sambil menganggukkan kepala.


Xiao Tian berjalan menuju tempat patriach, dengan memanfaatkan ingatan Xian Yun yang pernah berkunjung sebelumnya.


Namun saat dia baru setengah jalan menuju ke sana, tiba tiba saja para pria yang berpakaian serba putih menghalangi jalannya.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Xiao Tian sambil menatap tajam mata mereka.


Ketika Xiao Tian bertanya, beberapa pria itu minggir untuk memberi jalan pada guru mereka. Pria berusia sekitar 40 tahun keatas yang merupakan kakak dari Xia Ning.


"Perkenalkan, namaku tetua Xia Meng."


"Yang biasa dipanggil dengan sebutan tetua Meng."


"Mereka yang lebih dulu mencari gara gara denganku," ucap Xiao Tian sambil menatap tajam mata Xia Meng.


"Meski mereka memulai lebih dulu, apakah pantas seorang pria membuli seorang wanita hingga terluka parah!"


"Berkat kau dantian mereka rusak hingga tak bisa berlatih alkemis lagi. Apa kau tahu itu!" bentak Xia Meng dengan tampang kesal.


"Aku hanya mendorongnya tanpa menggunakan kekuatan qi sedikitpun, mana mungkin lukanya bisa separah itu."


"Sepertinya kau telah dibodohi oleh adik dan wanitamu itu, tetua Meng," ucap Xiao Tian sambil menatap matanya.


"Jelas jelas aku melihat dantian mereka telah rusak. Bagaimana mungkin itu menjadi sebuah kebohongan. Berhenti mengelak, dan akui saja kesalahanmu!" bentak Xia Meng dengan tampang kesal.


"Ini benar benar menyebalkan. Berdasarkan pengamatanku, mereka semua berada pada tingkat pendekar alam roh lapisan ke lima. Dan tetua Meng berada pada tingkat pendekar alam Beast lapisan ketiga."


"Tubuh pendekar alam Beast begitu keras dan hanya bisa dilukai oleh sesama pendekar alam beast saja."


"Oleh karena itu, aku bisa melukai tetua Xia Ning dan tetua Xiang Ying tanpa perlu menggunakan kekuatan qi sama sekali."


"Dengan kata lain, aku hanya memerlukan pengalamanku dalam pertarungan tangan kosong untuk mengalahkan kwdua tetua waktu itu."


"Menghadapi para muridnya bukanlah masalah untukku, tapi Xia Meng berbeda. Aku tak mungkin bisa melukainya, tanpa menggunakan kekuatan qi."


"Ini merepotkan," pikir Xiao Tian sambil mengepalkan tangannya.


Ketika Xiao Tian sedang berpikir keras untuk mengatasi masalahnya saat ini, Sunlomg malah memanas manasi Xia Meng dengan berkata,


"Cih, apa ini sikap seorang tetua?"

__ADS_1


"Membuly seorang murid hanya karena seorang wanita. Kau seharusnya malu terhadap jabatanmu," ucap Sunlong sambil memandang rendah mata Xia Meng.


"Kuberitahu kau satu hal, kau akan menyesal karena sudah menghalangi jalan tuanku," ucap Sunlong sambil menatap tajam mata Xia Meng.


"Roh kadal tingkat rendah sepertimu memangnya tahu apa!" ucap Xia Meng sambil mengeluarkan bola api biru untuk melukai Sunlong.


Xiao Tian menepis bola itu dengan tangan kanan yang sudah dia lapisi sebagian kecil kekuatan jiwanya.


"Kadal sialan, kau cuma memperumit situasi!" pikir Xiao Tian dengan kesal.


"Hanya seorang pendekar alam beast saja sudah belagu, lihatlah tuanku bahkan hanya memerlukan salah satu tangannya untuk menepis seranganmu," ucap Sunlong sambil menatap tajam mata Xia Meng.


Karena kesal dengan ucapan Sunlong, Xia Meng saat ini lebih fokus menyerangnya. Dengan menggunakan seluruh kekuatan jiwanya, Xia meng mengeluarkan tembakan jiwa untuk menyerang mental Sunlong. Akan tetapi bukannya berhasil merusak mental Sunlong, dia malah merusak mentalnya sendiri. Meski saat ini Sunlong sangat lemah, dia memiliki tekad seorang Kaisar iblis. Menyerangnya dengan tembakan jiwa sama saja dengan menggali kuburan sendiri.


Karena kalah dalam adu tekad atau kekuatan mental, akhirnya Xia Meng pun terjatuh. Sedangkan kekuatan jiwanya diserap habis oleh Sunlong sebagai efek buruk daei teknik yang Xia Meng gunakan.


Saat itu terjadi, kekuatan Sunlong pun meningkat tajam. Hingga akhirnya identitasnya sebagai seorang iblis pun mulai terbongkar.


"Aura iblis, ternyata kadal itu merupakan roh iblis!" ucap para pendekar yang merupakan murid dari Xia Meng.


Sunlong terus berevolusi hingga wujudnya mulai menyerupai wujud seekor naga. Kekuatannya melesat tajam hingga setara dengan pendekar alam roh lapisan puncak. Saat para pendekar menyebutnya roh iblis, dia langsung mengeluarkan hawa membunuh yang sanggup menggetarkan jiwa semua pendekar hingga membuat mereka semua pingsan.


"Apa yang kau lakukan pada mereka?"


"Bagaimana bisa kau mendapatkan kekuatanmu kembali?"


"Bahkan kau jadi lebih kuat dari pada kau yang dulu?" tanya Xiao Tian sambil menatap wajah Sunlong.


"Akan kujelaskan nanti. Tapi pertama tama, kau harus mengurus tubuh mereka," ucap Sunlong sambil menatap mata Xiao Tian.


"Mereka terlalu banyak, aku tak bisa menyembunyikan tubuh mereka tanpa menggunakan portal ruang hampa. Apa kau punya ide?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Aku bisa menyembunyikan tubuh mereka dalam perutku untuk sementara, tapi tak dalam waktu lama. Mungkin hanya sekitar lima belas menit saja. Sisanya kuserahkan padamu," ucap Sunlong sambil menelan habis semua pendekar lalu kembali ke mode kadal dan menyembunyikan auranya agar tak ada yang menyadari keberadaannya.


"Itu lebih dari cukup," ucap Xiao Tian sambil berjalan berbalik arah.


"Kemana kau akan pergi?" tanya Sunlong.


"Kemana lagi kalau bukan gedung alkemis milik tetua Xianlun. Disana cukup luas dan hanya dihuni oleh dua orang saja. Menyimpan tubuh mereka di dalam gedung merupakan satu satunya tempat yang terpikirkan olehku saat ini," jawab Xiao Tian.


"Lalu apakah kau akan membunuh mereka?" tanya Sunlong sambil mengerutkan dahi.


"Dari pada dibunuh, lebih baik kita perlakukan seperti Xianlun dan muridnya," jelas Xiao Tian.


"Maksudmu?" tanya Sunlong.


"Mengancam mereka dengan kutukan pengendali kehidupan, lalu memaksa mereka untuk patuh terhadap perintahku," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Kau pikir mereka akan percaya dengan trik kecilmu itu?"


"Replika palsu bola sinar hitam yang kau gunakan untuk menipu Xianlun dan muridnya, tak akan mungkin bisa menipu mereka.


#Gedung alkemis Xianlun


Xiao Tian telah menunjukkan identitasnya dan melakukan hal yang sama seperti apa yang telah dia lakukan pada Xianlun.


Dan saat itu juga semua orang termasuk tetua Xia Meng menyembahnya seperti seorang Dewa.


"Ampuni kami tuan, kami berjanji tak akan membocorkan identitas tuan. Tolong jangan renggut nyawa kami," ucap tetua Xia Meng sambil berlutut dengan tubuh gemetar ketakutan.


"Hehe, lihat kan?"

__ADS_1


"Mereka benar benar tertipu," ucap Xiao Tian melalui telepati.


"Ah, aku tarik ucapanku kembali. Ternyata reputasimu sebagai seorang pembunuh immortal membuat mereka tak berani meragukan ucapanmu," ucap Dewa petir sambil menepuk wajahnya.


__ADS_2