Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 330 : Bersekutu


__ADS_3

Setelah berbincang cukup lama, akhirnya Xiao Tian meminta Dewa petir menyadarkan Tian Zhong saat itu juga. Ketika Dewa petir menjentikkan jari sambil berkata 'sadarlah', dia pun tersadar dari pingsannya.


"Kenapa semuanya terlihat putih?"


"Apakah aku sudah di surga?" pikir Tian Zhong yang belum mendapatkan kembali penglihatannya. Dia masih belum bisa melihat dengan jelas karena baru tersadar dari pingsan yang cukup panjang.


"Syukurlah, akhirnya kau sadar juga. Kupikir kau tak akan bisa bangun untuk selamanya," ucap Yuan er dengan tangis di wajahnya.


Setelah beberapa detik, akhirnya Tian Zhong dapat melihat dengan jelas lagi. Ketika dia melihat Yuan er menangis, dia pun langsung mencoba meraih wajahnya lalu menghapus air mata tersebut dengan jari jarinya.


"Jangan menangis, bukankah kau berjanji tak akan menangis lagi." ucap Tian Zhong sambil tersenyum.


"Ehm," ucap Yuan er sambil menghapus air matanya.


"Pangeran Xiao Tian, bukankah seharusnya urusanmu denganku sudah selesai?"


"Kenapa kau membangunkanku lagi?"


"Apa kau tak takut aku melakukan reset kembali?" tanya Tian Zhong sambil menatap ke arah Xiao Tian.


"Lakukan saja jika kau bisa," jawab Xiao Tian sambil membalas tatapan Tian Zhong.


"Hanya karena kau menyegel relikku, bukan berarti aku tak bisa membukanya lagi. Bagaimanapun aku juga pernah menyegel relikmu, dan berkata kalau aku bisa menarik kembali segel tersebut."


"Itu semua bukan omong kosong, lihatlah kehebatanku dalam membuka segel bututmu!" ucap Tian Zhong sambil menotok beberapa bagian tubuhnya guna membuka segel yang ada di tubuhnya.


Namun sayang sungguh sayang, ternyata semua teknik membuka segel miliknya tak ada yang berfungsi. Setelah mencoba begitu lama, akhirnya dia pun menyerah.


"Sebenarnya segel macam apa yang kau berikan kepadaku?"


"Mengapa semua teknik pembuka segel kutukanku tak berfungsi?" tanya Tian Zhong dengan napas yang terengah engah.


"Lupakan soal segelmu, akan lebih baik kalau kau membiarkannya tetap tersegel agar musuh tak dapat melacakmu. Selain itu, ada hal penting yang harus kubicarakan padamu. Untuk lebih jelasnya, kau baca surat ini terlebih dulu," sambung Xiao Tian sambil menyodorkan surat pemberitahuan dari sekte siga perak.


Tian Zhong langsung membuka surat tersebut, dan seketika dia terdiam kaku lalu berkata, "Wanita licik itu benar benar sulit di prediksi. Seharusnya kubunuh dia waktu itu, aku terlalu naif karena begitu percaya diri bahwa dia tak akan membawa nama kerajaan.


"Jadi, apa kau adalah alasan dibalik kejadian ini?" tanya Xiao Tian dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Itu memang salahku," ucap Tian Zhong dengan tampang merasa bersalah.


Sudah cukup merengeknya, kau ini sudah besar tahu," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.


"Oh iya, tadi aku baru saja membunuh dua orang yang mengawasi kami dari balik pepohonan. Apakah kau mengenal mereka berasal dari mana?" tanya Xiao Tian sambil menunjuk ke arah mayat musuh yang masih tertusuk pedang iblis bergerigi.


"Mereka adalah tentara bayangan milik kerajaan. Membunuh mereka sama saja dengan menyulut api amarah keluarga kerajaan."


"Para pembunuh profesional itu mempunyai alat sebagai pendeteksi kematian teman teman mereka. Jika kabar ini sampai di kerajaan, maka habislah sudah," ucap Tian Zhong dengan tampang frustasi.


"Bisakah kau merasakan mereka semua?" tanya Xiao Tian sambil menatap mata Tian Zhong.


"Tentu saja aku bisa!"


"Makanya aku pusing, mereka begitu banyak dan berjarak berjauhan. Aku tak mungkin menghabisi mereka secara bersamaan, sedangkan jarak mereka terlalu jauh," sambung Tian Zhong dengan tampang panik.


Tenang saja, aku akan membantumu menyingkirkan mereka. Kau cukup berjanji padaku agar tak memgganggu jalannya turnamen nanti," sambung Xiao Tian sambil menatap mata Tian Zhong.


"Kau dan pasukan apa?" tanya Tian Zong sambil memasang tampang tak percaya.


"Open port!" ucap Xiao Tian sambil memegang punggung tangan kirinya.


"Laksanakan!" ucap Xiao Tian dengan tampang serius.


Para siluman menghilang dalam sekejap karena saking cepatnya mereka berlari.


Mereka menyebar ke segala arah untuk menghabisi para tentara bayaran yang bertugas untuk mengawasi sekte badai berduri.


Meski tak mendapat instruksi yang jelas secara lisan. Para siluman sudah mengerti permintaan Xiao Tian karena instruksinya dikatakan melalui telepati disaat para siluman masih berada di dalam ruang hampa.


"Apakah tadi siluman?" tanya Tian Zhong dengan tampang bingung.


"Ya benar, mereka adalah siluman," jawab Xiao Tian dengan senyum di wajahnya.


"Bagaimana caramu menaklukkan mereka?" tanya Tian Zhong dengan tampang penasaran.


"Ceritanya sangat panjang," jawab Xiao Tian sambil menatap Tian Zhong.

__ADS_1


"Kalau begitu pendekkan!" sambung Tian Zhong sambil menatap ke arah Xiao Tian.


"Baiklah, singkatnya aku beretemu mereka, lalu mereka tunduk kepadaku. Tamat," jelas Xiao Tian sambil tersenyum.


"Itu terlalu pendek dan tak jelas, bisakah kau cerita lebih panjang lagi?" tanya Tian Zhong sambil memasang tampang kesal.


"Baiklah, kisahnya dimulai dari sebuah kerajaan besar yang merupakan salah satu dari emlat kerajaan terkuat."


"Saat itu aku lahir di dalam ruangan pribadi raja dengan tubuh yang sehat," jelas Xiao Tian sambil menatap Tian Zhong.


"Kau tak perlu memulainya dari kau baru lahir!"


"Langsung saja ke intinya!" bentak Tian Zhong dengan tampang kesal.


"Ho ... , kau sudah berani membentakku ya?" tanya Xiao Tian sambil menatap tajam mata Tian Zhong.


"Ti ... tidak, aku benar benar tak bermaksud." Nyali Tian Zhong mendadak menciut setelah mengingat kembali bagaimana mengerikannya Xiao Tian saat menyegel reliknya saat itu. Meski saat itu yang menyegel relik lalu menghajarnya adalah Dewa petir, Tian Zhong tetap takut kepada Xiao Tian karena saat itu Dewa petir menyerangnya dengan tubuh yang berparas dan beraroma mirip total seperti Xiao Tian yang asli.


Yah semua itu sudah jelas karena memang kenyataannya tubuh yang Dewa petir rasuki saat itu merupakan kloning milik Xiao Tian.


"Haih, sudahlah jangan terlalu takut padaku," ucap Xiao Tian sambil menatap Tian Zhong.


"Ngomong ngomong, bisakah kau biarkan aku mendapatkan kekuatan relikku untuk terakhir kali?" tanya Tian Zhong sambil menatap mata Xiao Tian.


"Dan membiarkanmu mengulangnya dari nol lagi?"


"Tidak, aku tak ingin itu terjadi," ucap Xiao Tian sambil menatap tajam mata Tian Zhong.


"Kenapa begitu?"


"Bukankah keadaan saat ini sudah terlalu sulit?" tanya Tian Zhong dengan tampang bingung.


"Semua masalah ada solusinya. Percaya atau tidak, masalah saat ini tak seberat apa yang kau pikirkan. Jika memang akhir dari turnamen adalah sebuah penyerbuan besar besaran terhadap sekte badai berduri, maka akan kulayani mereka dengan ribuan pasukan yang siap diluncurkan kapan saja," jawab Xiao Tian dengn tampang serius.


"Apakah mereka semua siluman?" tanya Tian Zhong sambil mengerutkan dahi.


"Tak semuanya, ada juga manusia, dan para roh iblis yang siap membantu," jawab Xiao Tian sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kenapa kau menceritakan semua itu padaku?" tanya Tian Zhong dengan tampang bingung.


"Karena mulai sekarang kita adalah sekutu," jawab Xiao Tian dengan senyum di wajahnya.


__ADS_2