Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 388 : Kembali berkumpul


__ADS_3

Para naga biru telah sampai dengan selamat. Setelah para naga mendarat, jenderal Tailong melompat turun dari pundak pemimpin para naga biru sambil menggendong Taiwu.


Tappp


"Tolong obati putra dan saudara saudaraku. Mereka telah tertimpa reruntuhan penjara bawah tanah ketika sudah kehabisan banyak tenaga," ucap jenderal Tailong sambil menundukkan kepala dihadapan Xiao Tian.


"Cideranya tak begitu parah, pil pemulih energi sudah cukup untuk memperbaiki luka di tubuhnya," Xiao Tian menelankan pil pemulih energi ke mulut Taiwu dengan menggunakan tangan kanannya.


Seketika luka ditubuh Taiwu menghilang, dam dia pun tersadar.


"Pangeran?" ucap Taiwu dalam kondisi setengah sadar.


"Selamat datang kembali Taiwu," sambung Xiao Tian sambil tersenyum.


"Ayah?" Taiwu menengok ke atas untuk melihat siapa yang menggendongnya.


"Tenanglah nak, tugas kita membawa pulang para naga biru sudah selesai," ucap jenderal Tailong sambil tersenyum.


"Syukurlah," Taiwu kembali menutup mata dalam keadaan lega.


"Sepertinya dia masih butuh istirahat. Tolong bawa dia ke ruang tamu jenderal," Xiao Tian menepuk pundak jenderal Tailong lalu melompat naik ke atas punggung pimpinan naga biru untuk mengobati kedua jenderal yang masih terbaring pingsan.


"Baik pangeran," ucap jenderal Tailong sambil menundukkan kepala.


"Aku ingin membicarakan masalah istriku sekarang, tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat. Aku akan bicara setelah kedua saudaraku telah selesai diobati," pikir jenderal Tailong sambil menggendong Taiwu pergi.


#Gedung alkemis Xianlun


Dewa bumi keluar dari dalam lantai ruangan lalu datang menyapa Wu Kong. Namun Wu Kong tak memberinya kesempatan untuk berbicara dan langsung mengikat tubuhnya karena curiga kalau Dewa Bumi datang untuk mengincar roh beladiri Xiao Tian.


"Katakan padaku, apakah kau kemari atas keinginanmu atau atas keinginan Dewa lain?" tanya Dewa kera sambil mengeluarkan tongkat emasnya.


"Eh, kenapa kau bertanya begitu?" tanya Dewa Bumi sambil memasang tampang heran.


Pletakkk


"Bukan itu jawaban yang kuinginkan, cepat jawab pertanyaanku!" Wu Kong memukul Dewa Bumi dengan tongkat saktinya karena belum mendapat jawaban yang dia inginkan.


"Aduh, itu sakit tahu!" bentak Dewa Bumi dengan kesal.

__ADS_1


Pletakkk


Wu Kong kembali memukul kepala Dwwa Bumi.


"Jawab dengan benar," ucap Wu Kong dengan tampang serius.


"A ... aku kemari atas keinginanku sendiri," jawab Dewa Bumi sambil menahan air matanya.


Dewa petir berteleportasi ke gedung alkemis Xianlun untuk melihat kondisi Wu Kong. Akan tetapi tepat ketika dia sampai ditempat tujuan, dia melihat Wu Kong sedang berbicara dengan Dewa bumi yang sedang dalam keadaan terikat. Dari kondisi kepalanya yang benjol, terlihat jelas kalau Wu Kong habis menyiksanya untuk beberapa alasan.


"Sepertinya aku datang di waktu yang tak tepat. Aku pamit undur diri," ucap Dewa petir sambil mengaktifkan teknik teleportasi.


"Yah dia pergi lagi, padahal ada hal penting yang ingin kukatakan padanya. Ya sudahlah, lebih baik aku lanjutkan urusanku terlebih dulu," pikir Wu Kong sambil menoleh ke arah Dewa petir yang sudah menghilang.


"To ... tolong lepaskan aku, Dewa kera," ucap Dewa bumi sambil menangis.


"Jangan cengeng, aku tak akan memukulmu lagi asal kau jawab semua pertanyaanku dengan benar. Selain aku dan Dewa petir, apakah ada Dewa Dewi lain yang sedang datang menuju kemari?" tanya Wu Kong sambil menempelkan tongkat emasnya ke kepala Dewa Bumi.


"Para Dewa memang sudah banyak yang turun ke bumi, tapi mereka belum tahu persis lokasi pemilik roh beladiri ular Yin dan Yang," jawab Dewa Bumi.


"Apa kau yakin?" tanya Wu Kong dengan nada mengancam.


"Kau satu satunya Dewa yang bertugas mengawasi bumi ini secara langsung, para Dewa pasti akan mencarimu lebih dulu untuk memastikan keberadaan pemilik roh ular Yin dan Yang. Jika itu terjadi dimasa depan, jangan katakan apapun pada mereka. Mengerti?" ancam Dewa kera sambil menatap tajam Dewa Bumi.


"I ... iya, aku mengerti," jawab Dewa Bumi dengan tampang panik.


"Kalau begitu, kau boleh pergi sekarang," Wu Kong melepas tali pengikat roh untuk membebaskan Dewa Bumi. Namun Dewa Bumi tak kunjung pergi, karena memang sejak awal dialah yang punya inisiatif untuk menemui Wu Kong.


"Kenapa kau masih disini?"


"Apa kau mau kupukul lagi?" tanya Dewa kera sambil mengangkat tongkat emasnya.


"A ... ampun Dewa kera," ucap Dewa Bumi sambil melindungi kepalanya yang benjol dengan menggunakan kedua tangannya.


Ketika tongkatnya hampir mengenai tangan Dewa Bumi, Wu Kong menghentikan aksinya sambil berkata,


"Oh iya, ngomong ngomong apa tujuanmu kemari?"


"Harusnya kau tanya sejak awal!" bentak Dewa bumi dengan tampang kesal.

__ADS_1


"Berhenti membuang waktuku, cepat katakan apa urusanmu," ucap Wu Kong sambil memasukkan kembali tongkat saktinya ke dalam lubang telinga setelah mengubah ukurannya menjadi kecil.


"Sebenarnya aku kemari untuk meminta perlindunganmu. Para Dewa tak akan berani menggangguku asal aku berada disisimu. Jadi bisakah kau ijinkan aku bersembunyi dibawah bayanganmu?"


"Dengan adanya aku disisimu, para Dewa tak mungkin bisa menemukan lokasi persis pemilik roh beladiri ular Yin dan Yang dalam waktu dekat," jelas Dewa Bumi sambil menundukkan kepala.


"Baiklah, kau boleh boleh bersembunyi dibalik bayanganku," sambung Wu Kong sambil menghela napas.


"Terimakasih, Dewa kera," Dewa Bumi melesat masuk ke dalam bayangan Wu Kong untuk menghindar dari pelacakan para Dewa.


#Hutan bersiul


Sunlong dan rombongan siluman berjalan pergi melewati hutan bersiul untuk kembali ke daratan elemen.


"Sayang sekali teknik teleportasi tak bekerja di daratan vampir."


"Andai teknik teleportasi bekerja di daratan ini, semuanya pasti akan berjalan jauh lebih mudah," pikir Sunlong sambil melesat pergi meninggalkan hutan bersiul.


Setelah semua rombongan siluman berhadil menyusul Sunlong untuk keluar dari daratan vampir, mereka semua langsung mengaktifkan teknik teleportasi untuk kembali menghadap Xiao Tian.


#Aula pertemuan sekte badai berduri


Tap tap tap


Xiao Tian berjalan menuju tempat duduknya sambil ditemani jenderal Tailong yang ingin membahas sesuatu.


Tepat ketika mereka duduk di tempat masing masing, Sunlong dan para siluman tiba tiba muncul sambil memberi hormat.


"Apakah tugas kalian telah selesai?" tanya Xiao Tian dengan tampang serius.


"Ya, yang mulia," jawab Sunlong dan para siluman rubah merah sambil memberi hormat.


"Kerja bagus," sambung Xiao Tian sambil bangkit dari tempat duduknya.


Jenderal Tailong tiba tiba saja merasa kesal setelah melihat Sunlong dan para siluman rubah merah datang. Alasandibalik kekesalannya yaitu karena mereka datang menghadap disaat dia ingin membahas istrinya.


"Cih,"


"Kenapa ada saja yang mengganggu disaat aku ingin mengatakan tentang masalah istriku," pikir jenderal Tailong sambil memasang tampang kesal.

__ADS_1


__ADS_2