Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 133 : Kekacauan setelah perang berakhir


__ADS_3

Jenderal Huang Cheng terbang menaiki naga biru menuju istana kerajaan angin untuk melihat jasad putrinya. Dia terbang sambil membawa Su Yan yang masih memiliki kesadaran.


Dia terbang lurus menuju ke arah barat sesuai petunjuk Su Yan. Meski tubuhnya sempat terluka parah, Su Yan masih bisa mempertahankan kesadarannya.


Didalam perjalanan menuju istana kerajan angin, semua luka bekas cakaran Demon Kong ditubuh Su Yan perlahan menghilang. Jenderal Huang Cheng yang duduk di belakang Su Yan merasa kebingungan melihat perubahan dalam diri Su Yan.


"Bagaimana bisa luka ditubuhmu sembuh secepat itu?"


"Teknik macam apa yang kau gunakan untuk menghilangkan luka-luka itu?"


tanya jenderal Huang Cheng.


"Sembuh?"


"Aku bahkan tak bisa bergerak sedikitpun, kenapa kau bilang aku sembuh?"


"Luka ditubuhku kan sangat parah."


"Lagipula aku tak memiliki teknik sehebat itu." sambung Su Yan dengan nada rendah.


"Aku sangat yakin kalau sebelumnya ada luka bekas cakaran Demon Kong dibagian tengkukmu tadi. Dan dalam sekejap mata luka tersebut menghilang tanpa menyisakan bekas sedikitpun."


"Aku yakin kau menggunakan teknik tingkat tinggi untuk menghilangkan semua luka itu, jadi berhenti mengelak." sambung jenderal Huang Cheng.


Karena kesal dengan ucapan jenderal Huang Cheng yang terdengar tak mempercayai ucapannya, Su Yan berteriak dengan keras.


"Jenderal... berhentilah bercanda!"


"Sudah kubilang aku.... " Su Yan berhenti berbicara karena menyadari sesuatu.


Su Yan menyadari kalau sebelumnya dia tak bisa berbicara dengan lantang, hanya bisa berbicara dengan rendah. Jangankan berteriak, berbicara seperti biasa saja dia mengalami kesulitan.


Karena merasa penasaran, dia pun melirik kearah kedua tangannya.


Dia terkejut karena tak dapat melihat luka gores sedikitpun dikedua tangannya.


"Sebenarnya ada apa dengan tubuhku?" pikir Su Yan.


"Jenderal aku benar-benar tak tahu apa yang terjadi dengan tubuhku, tapi perlu kujelaskan bahwa aku memang tak memiliki teknik tingkat tinggi sedikitpun." jelas Su Yan.


"Sudahlah, tunjukkan saja arah menuju istana!"


"Aku harus melihat tubuh putriku!" sambung Jenderal Huang Cheng dengan ketus.


"Baiklah." jawab Su Yan.


Setelah mencapai wilayah sekitar istana, Su Yan dan jenderal Huang Cheng terkejut melihat keadaan istana kerajaan angin yang telah rata sampai ketanah. bangunan-bangunan sekitar Istana yang begitu besar dan megah telah menjadi sebuah reruntuhan yang tak berguna.


Suasana disana begitu sepi, tak ada satupun makhluk hidup yang terlihat.


Melihat keadaan itu, Jenderal Huang Cheng langsung melompat kebawah dan berlari menuju istana kerajaan angin yang telah menjadi reruntuhan. Dia mengangkat bebatuan satu persatu untuk mencari tubuh Huang Li karena berpikir kalau tubuh Huang Li telah tertimbun reruntuhan.


Su Yan ikut melompat mendekati jenderal Huang Cheng yang terlihat putus asa.


"Maaf jenderal, aku bahkan tak bisa mempertemukanmu dengan jasad putrimu.


maafkan aku." ucap Su Yan sambil berjalan mendekati jenderal Huang Cheng.


Jenderal Huang Cheng mengamuk lalu memukul Su Yan dengan sekuat tenaga.


"Bisakah kau berhenti mengatakan kalau putriku sudah tiada!"


Duakkk


Duarrr


Su Yan terpental begitu jauh hingga menghantam beberapa reruntuhan.


"Uhuk... uhuk..." Su Yan batuk darah karena terkena pukulan Jenderal Huang Cheng.


"Jika memukulku bisa meringankan penderitaanmu, pukul saja aku."

__ADS_1


"Tapi aku mohon jangan membunuhku, karena ada seseorang yang menunggu kepulanganku." ucap Su Yan sambil berusaha berdiri.


"Mengurangi penderitaanku?"


"Nyawamu saja tak ada nilainya dimataku, Meski kau adalah seorang pangeran satu-satunya dari kerajaan api, tak ada yang mengakui keberadaanmu. Bahkan orang tuamu tak menginginkan dirimu."


ucap Jenderal Huang Cheng.


"kau salah!"


"Orang tuaku sangat menyayangiku, kalau tidak mereka tak mungkin memberiku banyak pil peningkat kekuatan dan membiarkanku belajar beladiri di sekte gunung api." bantah Su Yan.


"Mereka mengirimmu ke sekte gunung api bukan untuk belajar beladiri. Akan tetapi untuk menyingkirkanmu." jawab Jenderal Huang Cheng.


Setelah mendengar ucapan Jenderal Huang Cheng, Su Yan mendadak mengalami rasa sakit kepala yang begitu dahsyat. kepingan-kepingan ingatan terlintas dipikiran Su Yan. Meski tak begitu jelas, dia sedikit mengingat masa kecilnya. Dia melihat bayamgan dirinya diwaktu kecil menangis ditengah hutan yang terbakar api.


Di dalam ingatan tersebut ada dirinya yang lain yang datang menghampirinya menembus kobaran api yang mengelilingi hutan.


"Kenapa kau ada disini?"


"Dimana ayah dan ibuku?" tanya Su Yan kecil.


"Mereka telah tiada, dan kaulah yang membunuh mereka." jawab Su Yan versi siluman serigala suci.


********


Setelah mendengar jawaban dirinya yang lain, Sakit kepala Su Yan menghilang dan kesadarannya telah kembali. Sambil menutup rapat telinganya dia berteriak.


"Aku tak mungkin membunuh orangtuaku!"


"Ada apa denganmu?" tanya jenderal Huang Cheng.


Su Yan tak menjawab pertanyaan jenderal Huang Cheng dan terus menutupi telinganya sambil bergumam." Aku tak mungkin membunuh orangtuaku, aku tak mungkin membunuh orang tuaku."


Ketika ingin berjalan mendekati Su Yan, Jenderal Huang Cheng dikejutkan oleh suara teriakan Taiwu.


"Pangeran Xiao Tian, bangunlah!" teriak Taiwu.


Teriakan Taiwu terdengar begitu kencang hingga membuat jenderal Huang Cheng penasaran. dia berlari menuju ke sumber suara, tepatnya kearah selatan.


*********


Karena istana kerajaan Angin dan semua wilayah jenderal kecuali wilayah barat telah rata dengan tanah, semua korban perang yang masih bisa diselamatkan terpaksa dibawa menuju ke kediaman jenderal Feng Long.


Xiao Tian, Su Yan serta semua korban perang yang masih bisa diselamatkan dibawa ke ruang perawatan untuk diobati .


Semua orang kecuali Jenderal Huang Cheng berkumpul dikediaman jenderal Feng Long.


Jenderal Huang Cheng masih berada di wilayah istana kerajaan angin untuk menggali reruntuhan istana. Dia masih terus berusaha untuk mencari tubuh putrinya yang telah menghilang.


"Huang Li, dimana kau berada."


"Ayah disini, tolong temui ayahmu ini."


"Tolong berhentilah sembunyi dari ayah." ucap Jenderal Huang Cheng dengan tangis diwajahnya.


******


#Alam pikiran Xiao Tian


Dewa petir berpamitan kepada Sun Long dan menitipkan tubuh Xiao Tian kepadanya, dia harus pergi menghadap Kaisar Langit karena ingin melaporkan tentang kebangkitan salah satu Kaisar iblis.


"Iblis kadal tolong jaga tubuh Xiao Tian selagi aku pergi." ucap Dewa Petir


"Apa seperti itu caranya meminta tolong kepada seseorang?"


"Namaku Sun Long jadi berhenti memanggilku iblis kadal."


saut Sun Long.


"Baiklah Sun Long, tolong jaga dia untukku." sambung Dewa Petir.

__ADS_1


"Tumben kau mau memanggil namaku tanpa mengajak ribut, apa kepalamu baru saja terbentur?" tanya Sun Long.


Wooshh


Dewa Petir meninggalkan Sun Long tanpa menjelaskan alasan dibalik kepergiannya.


Karena Dewa petir pergi tanpa menjelaskan apapun, Sun Long merasa kesal.


"Dasar Dewa sialan, setidaknya jelaskan padaku kemana dan sampai kapan kau pergi!" teriak Sun Long.


Setelah Dewa petir pergi, Sun Long duduk disebelah Roh Xiao Tian yang masih tertidur pulas karena masih terpengaruh oleh efek teknik 1000 langkah cahaya.


bersambung.....


# terima kasih untuk semua yang masih setia membaca novel ini


jangan lupa like, dan kirim komentar, agar author tetap semangat, jangan lupa pula kirim vote jika berkenan..


O iya mampir ke novel teman temanku jika berkenan, siapa tahu karya mereka cocok.


A Little Desire of Anti-Hero


Ancient Realm Goddess


Are Not the same


Asmara Jajar Genjang


Cinta Anak Muda


The Secret Vampire


Good Bye My Honey


Kekasih Bayangan


Kita Sepupu?


Lost Princess


Mahluk Pemikat Hati


Miracle of Wish


Monalisa


My Insensitive Boy


Pembalasan si Kembar Wibowo


Rahim Pengganti


Sajak Sang Simpanan


Secret Love


Skenario pintar Jovi


Stranger From nowhere


Tales of Schaduw


Teman hidupku yang mengubah hidupku


The 7 Books of God


The Best Brother


The Dark Slayer


The Magic Shop

__ADS_1


The Red Game


The Red String Of Fate


__ADS_2