Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 399 : Di ambil alih


__ADS_3

#Hutan bersiul


Iblis kera hitam telah terjebak tipuan Xiao Tian, sehingga terpaksa memberi tahu apapun yang dia tahu untuk menyelamatkan hidupnya.


Dan pertanyaan yang pertama kali Xiao Tian lontarkan adalah, dimana letak tempat persembunyian ras siluman rubah putih.


Setelah mendengar pertanyaan tersebut, sang kera iblis tiba tiba saja terdiam dan bertanya apa tujuan Xiao Tian mencari ras siluman rubah putih.


Dengan aura membunuh yang cukup kuat, Xiao Tian pun menjawab, "Kau tak perlu mengetahuinya,"


Hawa membunuh itu cukup untuk melumpuhkan seorang pendekar alam fana, karena hal itu sang iblis kera malah tak berani mengajukan pertanyaan lagi.


Dengan senyum palsu di wajahnya, dia pun berkata, "Ka ... karena kalian tak mau memberitahuku, maka lupakan saja hal itu,"


Karena ancamannya terlihat diabaikan, Xiao Tian pun merasa begitu kesal hingga ingin menghabisinya. Namun Dewa petir menghentikannya karena telah menyadari sesuatu.


"Oh iya ...,"


"Hutan ini dipenuhi oleh siulan angin yang bisa memicu ilusi. Bahkan Dewa ini harus menyumbat telinganya agar tak jatuh dalam ilusi. Bisakah kau jelaskan padaku, metode apa yang rasmu gunakan agar tak terkena dampak ilusinya?" tanya Dewa petir sambil menatap tajam iblis kera hitam.


Setelah mendengar pertanyaan Dewa petir, Xiao Tian pun baru menyadari hal tersebut.


"Benar juga, kenapa aku bisa tak menyadarinya?"


"Meski kultivasi para iblis kera sangat rendah dimataku, mereka masih bisa bsrgerak bebas di hutan ini tanpa menutup telinganya. Tumben sekali Dewa petir bisa lebih peka dibandingkan dengan diriku," pikir Xiao Tian dengan senyum di wajahnya.


Ketika Dewa petir melontarkan pertanyaan tersebut, sang iblis kera mulai memasang tampang tidak nyaman. Karena tahu bahwa iblis kera tersebut tak punya niatan untuk menjawab. Dewa petir pun mempunyai ide untuk menyalin ingatannya.


"Pertanyaan pertama mungkin aku bisa menjawabnya, tapi pertanyaan barusan ... ," Keringat dingin menetes keluar membasahi wajahnya.


"Karena kau tak mau memberi tahu kami, maka biarkan Dewa ini menelan seluruh ingatanmu," Dewa petir menghentikan gerakan sang kera iblis hanya dengan menatap matanya.


Setelah mendengar ancaman Dewa petir, sang iblis kera mulai terlihat begitu panik.


"Me ... menelan seluruh ingatanku?" iblis Kera ingin melarikan diri, namun dia tak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali. Dia hanya bisa memasang tampang panik sembari berusaha untuk tidak memikirkan apapun.


"Percuma saja melawan. Kau tak akan bisa melakukan apa apa, dihadapan sebuah kekuatan absolut," Dewa petir menepuk kepala iblis kera, lalu menelan habis seluruh ingatannya. Dan ketika tekniknya selesai, sang iblis kera pun pingsan tak sadarkan diri. Satu hal aneh yang terlihat adalah, kera tersebut pingsan dalam keadaan tersenyum.


Sesaat setelah menelan ingatan sang iblis kera, Dewa petir pun tersenyum sambil menganggukkan kepala seakan telah mengetahui sesuatu.


"Aku mengerti sekarang," gumam Dewa petir sambil tersenyum.


Karena penasaran dengan hal yang diketahui Dewa petir, Xiao Tian pun memberanikan diri untuk menanyakannya.


"Oi Dewa petir, apa yang kau mengerti?"


"Cepat bagikan informasinya denganku," ucap Xiao Tian sambil menepuk pundak Dewa petir.


Xiao Tian bersikap akrab seperti biasanya, akan tetapi Dewa petir berubah menjadi emosian tak seperti biasa. Bahkan petir hitam pun menyambar keluar dari kedua telapak tangannya.


"Apa itu caramu bertanya pada seorang Dewa?"


"Sadarilah dimana tempatmu, manusia!" Dewa petir mendorong Xiao Tian mundur dengan dorongan petir yang muncul dari telapak tangannya.


"Ayah Xiao Tian!" teriak Jingmi dengan tampang panik.

__ADS_1


Ketika pandangan Jingmi teralihkan oleh terpentalnya Xiao Tian, Dewa petir melesat maju dan mencekik leher Jingmi.


"Seorang iblis tak seharusnya memanggil manusia dengan sebutan ayah. Kau adalah aib bagi seluruh ras iblis!" Dewa petir menyambar Jingmi dengan petir hitam yang mengalir dari tangannya.


Disaat Jingmi tidak tahu harus apa lagi, Xiao Tian memberitahunya melalui telepati. "Berteriaklah!"


Tanpa pikir panjang, Jingmi berteriak sekencang mungkin menggunakan teknik jeritan iblisnya. Dewa petir pun langsung melepaskan lengannya dari leher Jingmi untuk menutupi telinganya.


Ketika Jingmi telah terlepas, Xiao Tian mengaktifkan teknik seribu langkah cahaya untuk membawa Jingmi menjauhi Dewa petir.


Wooshh


"Buka pelindungnya!" ucap Xiao Tian melalui telepati.


"Ehm, Jingmi membuka lubang di pembatas pelindung teknik tempurung iblisnya hingga Xiao Tian bisa keluar. Dan menutupnya kembali, agar Dewa petir tak bisa mengejar mereka.


Sayangnya teknik tempurung iblis milik Jingmi tak dapat menahan Dewa petir sama sekali. Dalam sekejap mata dia menerobos pelindung pembatas hingga menghancurkan tekniknya.


Brakkkk


"Ini gila, apa yang salah dengannya?" pikir Xiao Tian dengan tampang terkejut.


Wooshhh


"Teknik seribu langkah cahaya, aktifkan!" Dewa petir mengaktifkan teknik yang sama untuk mengejar Xiao Tian. Dengan tangan yang dipenuhi kilatan petir dia berencana menghancurkan Xiao Tian dan Jingmi.


Wooshhh


"Kenapa Dewa petir tiba tiba menyerang kami?"


"Teknik seribu langkah cahaya adalah teknik yang aku wariskan kepadamu, kau tak akan bisa berlari menjauh hanya dengan memanfaatkan teknik itu!" Dewa petir mengejar dengan teknik yang sama. Meski menggunakan teknik yang sama, dia tetap bisa mengejar Xiao Tian karena tingkat kultivasinya.


Disaat Dewa petir berhasil menyusul Xiao Tian, Dia Langsung memukul punggungnya hingga jatuh menghantam daratan.


Duarrr


Tubuh Jingmi dan Xiao Tian pun terpental secara terpisah karena serangan tersebut.


Setelah mereka terjatuh menghantam daratan, tiba tiba saja terdengar suara tawa dari segala arah.


"Ha, hahaahhahahaha!" suara tawa terdengar dari segala penjuru.


Dan suara tawa itu berasal dari para iblis kera yang telah Xiao Tian dan Dewa petir hancurkan. Tubuh yang terpotong, kepala yang terlepas, semuanya menyatu kembali tanpa bekas luka.


"Ada apa ini?"


"Kenapa mereka bisa hidup lagi?"


"Apakah perubahan pada sikap Dewa petir, ada kaitannya dengan mereka?" pikir Xiao Tian dengan tampang bingung.


Disaat Xiao Tian menatap ke arah mereka, para kera menyatukan tubuh hingga berubah menjadi kera hitam raksasa. Dan sosok tersebut ternyata dikenali oleh Jingmi.


"Ka ... Kaisar iblis Yuan?" Jingmi gemetar ketakutan dengan tubuh yang kembali ke versi anak anak.


Karena Jingmi terlihat mengenal sosok tersebut, Xiao Tian langsung menatap matanya untuk membaca semua isi ingatan Jingmi tentang Kaisar iblis Yuan.

__ADS_1


Dari apa yang dia dapatkan dari ingatan Jingmi, Xiao Tian pun memahami alasan dibalik mengamuknya Dewa petir. Kaisar iblis Yuan memiliki skill membagi tubuh dan meningkatkan tekanan darah iblis targetnya.


Karena skill uniknya tersebut, dia dapat membuat para ras iblis menggila dan mengamuk tak tentu arah.


Karena Dewa petir memiliki darah iblis yang tersembunyi di balik tubuhnya, Kaisar iblis Yuan memanfaatkan hal tersebut untuk meracuni pikirannya.


"Jadi begitu," pikir Xiao Tian setelah selesai membaca pikiran Jingmi. Pembacaan ingatan hanya berlangsung hitungan detik, jadi Xiao Tian hanya terlihat menatap mata Jingmi sebentar saja.


Ketika mendengar Jingmi mengucapkan namanya, Kaisar iblis Yuan mulai melangkah mendekat.


"Sepertinya kau cukup mengenalku ya, iblis kecil?" tanya Kaisar iblis Yuan dengan tampang serius.


"Mundur!" ucap Xiao Tian sambil mencoba melindungi Jingmi.


Dia melemparkan bola cahaya ke arah Kaisar iblis Yuan untuk mencegahnya mendekat.


"Beraninya kau menyakitiku, manusia!" ucap Kaisar iblis Yuan sambil menatap tajam mata Xiao Tian.


"Berbeda dengan kaisar iblis lainnya, kau memiliki tubuh yang sangat lemah. Satu satunya skill yang harus aku waspadai darimu adalah skill perusak pikiran iblis yang telah menimpa Dewa petir,"


"Jadi, aku tak takut padamu, bodoh," ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan pedang es yang tercipta dari relik esnya.


"Aku akui kalau aku lemah, tapi apakah kau lupa kalau aku telah mempengaruhi sosok yang cukup kuat sekarang?" tanya Kaisar iblis Yuan sambil menunjuk ke atas langit.


"Habisi mereka untukku, Dewa petir!" ucap Kaisar iblis Yuan dengan senyum jahat di wajahnya.


Kaisar iblis Yuan begitu bamgga atas pencapaiannya, namun diluar dugaan ternyata Dewa petir yang dia pengaruhi malah menolak perintahnya. Bahkan bukannya menyerang Xiao Tian, dia malah menyerang Kaisar iblis Yuan dengan dalih tak mau diperintah.


Kreattt, petir hitam muncul mengelilingi tubuh Dewa petir.


"Apa kau baru saja menyuruh Dewa ini?"


"Sadarilah dimana batasanmu!" Petir hitam menyambar Kaisar iblis Yuan ketika Dewa petir mengarahkan telunjuknya.


Duarrrrr


Seketika sang Kaisar iblis hangus tanpa sisa dan berubah menjadi pisau emas.


Woosh cleb (Pisau emas tertancap ke tanah)


"Sekarang giliranmu, manusia," Dewa petir menatap tajam mata Xiao Tian.


"Teknik tingkat legenda, Black Thunder!" Dewa petir menyambar Xiao Tian dengan petir hitamnya.


"Ayah Xiao Tian!" teriak Jingmi dengan tampang putus asa.


"Ternyata kalau serius Dewa petir menyeramkan juga ya?"


"Sepertinya ini akan menjadi akhir bagiku," pikir Xiao Tian dengan tubuh gemetar.


Duarr


Kreattt


Petir hitam mengarah tepat ke tubuh Xiao Tian. Namun dia tak menerima dampaknya, karena Wu Kong menerima serangan itu dengan tongkat saktinya.

__ADS_1


"Ini sudah tidak lucu lagi, Dewa petir," Wu Kong memasang tampang kesal.


__ADS_2