Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 443 : Kekesalan sang Kaisar Langit


__ADS_3

Dewa petir sempat diambil alih oleh darah iblis di tubuhnya. Demi menekan darah iblis dan mengembalikan kesadaran Dewa petir, Kaisar langit pun terpaksa mengikatnya dengan rantai emas.


Saat Dewa petir tersadar dan selesai berbincang dengan Kaisar Langit, Xiao Tian melangkah mendekat dan berkata,


"Kemampuan yang merepotkan?"


"Kemampuan apa yang kalian maksud?"


"Membagikan kesadarannya sambil menguasai semua tubuh cadangannya," jawab Dewa petir dengan tampang serius. Saat itu tubuhnya masih terikat dan rak bisa menoleh ke belakang. Sehingga dia hanya bisa menjawab sambil berdiri menghadap Kaisar langit saja.


"Tubuh cadangan?" tanya Xiao Tian dengan heran.


"Lebih tepatnya tubuh korban yang telah dikuasai oleh DNA-nya," sambung Kaisar langit dengan tampang serius.


Seketika Xiao Tian terdiam dengan tampang terkejut, matanya pun terbelalak cukup lebar.


"Tubuh yang telah terinfeksi darahnya akan menjadi tubuh cadangannya?"


"Jangan bilang kalau ... ," belum sempat Xiao Tian menyelesaikan kalimatnya, Dewa petir memotong ucapannya dengan berkata, "Ya, benar. Kemungkinan besar Dian Zheng dan Taiwu juga telah diambil alih,"


"Tolong kirimkan aku ke bumi," ucap Xiao Tian dengan tampang serius bercampur kesal.

__ADS_1


Disaat emosi Xiao Tian meluap luap, Kaisar langit menatap tajam mata Xiao Tian sambil memancarkan gelombang kejut yang sanggup menghilangkan kesadarannya.


Tak lama setelah hilang kesadaran, Xiao Tian yang sedang menggendong tubuh Nezha pun terjatuh hingga menghantam punggung Dewa petir. Namun tubuh mereka tak menyentuh tangga karena Kaisar langit memunculkan rantai emas lain dari dinding ruangan untuk menangkap mereka.


Satu satunya yang menderita saat itu ialah Dewa petir, dengan tubuh yang terikat kencang senggolan dari tubuh Xiao Tian membuatnya terjatuh menggelinding hingga mencapai ujung tangga.


"Kekuatanmu saat ini belum cocok untuk melawan Kaisar iblis Jian, aku terpaksa melakukan ini demi kebaikanmu," gumam Kaisar langit sambil menatap ke arah Xiao Tian.


Disaat Kaisar langit sedang menatap ke arah Xiao Tian, Dewa petir menatap tajam mata Kaisar Langit. Sambil tersenyum kesal lalu dia pun berkata, "Kenapa anda tak menangkap tubuhku saat terjatuh, yang mulia?"


"Ah maaf, aku lupa kalau kau ada di sana tadi," ucap Kaisar langit sambil tersenyum.


"Dia pasti sengaja melakukan ini," pikir Dewa petir dengan tampang kesal.


"Ayolah, jangan pandang aku dengan wajah itu. Aku kan sudah minta maaf," ucap Kaisar langit sambil melangkah mendekat. Dia mengeluarkan sebuah kantong berisi bubuk gatal.


"Oi, untuk apa itu?"


"Jangan bilang kalau anda akan ... ," ucap Dewa petir dengan tampang panik.


"Aku akan membawa Xiao Tian dan Nezha ke ruangan medis, sementara itu nikmati hadiah dariku ini ya," ucap Kaisar langit sambil menaburkan bubuk gatal ke rantai emas yang mengikat tubuhnya.

__ADS_1


"To ... tolong ampuni aku, yang mulia," ucap Dewa petir dengan tampang panik.


"Itu adalah hukuman karena telah menyembunyikan fakta bahwa kau telah terkena kutukan darah iblis dari Kaisar iblis Jian,"


"Nikmati saja ya, Dewa petir," ucap Kaisar langit sambil berjalan meninggalkan Dewa petir.


Bersamaan dengan perginya Kaisar langit, rantai emas yang mengikat tubuh Xiao Tian dan Nezha ikut maju menyusulnya dengan ujung rantai yang menempel ke dinding ruangan. Ujung rantai rantai itu terus bergeser bersamaan dengan langkah Kaisar Langit.


Dan disaat sang Kaisar Langit sudah berjalan cukup jauh, Dewa petir mulai merasakan gatal di tubuhnya dan berkata, "A ... ampuni aku Kaisar Langit. Aku tak bermaksud untuk menyembunyikannya selama ini. Jujur saja aku baru mengetahui kemampuan unik dari kaisar iblis Jian dari Dewa kera baru baru ini. Aku bahkan sempat meragukan istriku selingkuh dulu, karena Dian Zheng terlahir dengan darah iblis. To ... tolong berikan aku penawar gatal ini,"


Disaat Dewa petir terus mengoceh, Kaisar Langit mengabaikannya begitu saja. Dan melanjutkan langkah sambil menghela napasnya.


"To ... tolong ampuni aku, huhuhu," ucap Dewa petir sambil meratapi nasibnya.


Kaisar Langit begitu kesal, karena teringat Dian Zheng di masa lalu. Dia menyesal sekaligus kesal akan dirinya sendiri yang sempat meragukan bahwa dia keturunan asli seorang Dewa.


"Jika perkiraanku benar, sepertinya dia sudah terinfeksi DNA iblis sejak misi penyegelan kaisar iblis terjadi. Kalau tak salah misi itu, berlangsung selama setahun lebih. Entah memang dia tak tahu tentang kekuatan Kaisar iblis Jian, atau memang mau menutupinya. Yang pasti dia tak melaporkan kepadaku bahwa Kaisar iblis Jian pernah sempat melukainya hingga saat ini."


"Andai dia melapor dulu, mungkin Dian Zheng tak akan di diskriminasi oleh penduduk Langit dan menerima semua penghinaan itu. Meski begitu aku harus memikirkan cara untuk menekan atau menghilangkan darah iblis itu, mau tidak mau aku harus bertanya kepada para Budha untuk mencari jawabannya," pikir Kaisar Langit dengan kesal.


Kaisar Langit tak begitu suka bertanya kepada para Budha, karena mereka lebih sering menjawab dengan teka teki. Dan juga suka menolak untuk ikut campur urusan duniawi. Karena alasan itu pula para makhluk superior itu tak pernah turun langsung menghancurkan iblis meski memiliki kekuatan untuk memusnahkan segalanya.

__ADS_1


__ADS_2