Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 483 : Kekacauan Alam Langit


__ADS_3

Kaisar iblis Jian melompat turun menghadap Xiao Tian dalam tubuh Dian Peng. Bocah kecil yang merupakan anak Dewa petir sekaligus adik dari Dianzheng. Meski perawakannya terlihat kecil, tekanan yang mendominasi yang terpancar keluar dari dirinya tidak bisa diremehkan. Dari semua lawan yang pernah Xiao Tian hadapi sebelumnya, bisa dibilang dia merupakan lawan terberat bagi dirinya.


Su Yan dan yang lainnya ingin bergerak maju untuk membantu Xiao Tian menghadapi Dian Peng. Akan tetapi Xiao Tian mencegahnya karena tahu bahwa mereka bukanlah lawannya.


Xiao Tian menjelaskan bahwa meskipun Kaisar iblis Jian masih tidak menggunakan tubuh aslinya seperti sebelumnya, kekuatannya jauh berada di tingkatan yang berbeda.


Tentunya Liang Su, Jia Li serta yang lainnya pun tahu akan hal itu. Namun mereka tak peduli karena tak ingin meninggalkan Xiao Tian menanggungnya sendiri.


"Siapa juga yang ingin menanggung semuanya sendiri," jelas Xiao Tian membalas ucapan teman temannya.


"Kalau begitu, kami boleh membantu kan?" tanya putri Jia Li sambil mengeluarkan dua buah golem es raksasa.


"Tentu saja boleh, tapi bukan untuk melawan Dian Peng. Melainkan para siluman yang telah berada dalam komando Kaisar iblis Jian. Aku tak tahu bagimana ini bisa terjadi, tapi waspadalah. Meski mereka terlihat lemah. Para siluman itu telah dialiri darah kaisar iblis Jian. Masing masing dari mereka memiliki kesadaran Kaisar iblis Jian tanpa terkecuali."


"Kalahkan dan habisi mereka, cegah agar para siluman itu tidak memperbanyak sekutu dengan menggores tubuh orang lain."


"Sama halnya dengan Taiwu yang dapat menyebarkan pengaruh Kaisar iblis Jian hanya dengan menggores tubuh orang hingga berdarah, para siluman itu juga memiliki kemampuan itu. Jadi berhati hatilah dan bantu aku menghabisi para siluman itu!" jelas Xiao Tian melalui telepati.


"Kami mengerti," angguk semua orang sambil menatap Xiao Tian.


Su Yan dan yang lainnya menyebar dan memperingati semua orang agar berhati hati terhadap cakar para siluman. Tak boleh ada yang tergores hingga berdarah, jika ada kawan yang tergores maka pisahkan dan ikat mereka. Itulah yang mereka jelaskan agar Kaisar iblis Jian tak dapat memperbanyak kesadarannya.


Seperti yang pernah Dewa petir jelaskan sebelumnya, Kaisar iblis Jian tidaklah abadi dn bisa dimusnahkan. Hanya saja kemampuannya untuk memperbanyak kesadaran dan mengambil alih tubuh orang lain, membuat dirinya sangat sulit mati.

__ADS_1


"Hahahahahah, kau ingin menghadapiku yang telah mencapai tingkat setinggi inj seorang diri?"


"Berhenti bercanda, Manusia!" ucap Dian Peng dengan tubuh yang bertransformasi menjadi bentuk dewasa dengan cakar dan gigi yang tajam.


"Kembalikan kesadaran anak malang yang kau rasuki, dan matilah dengan Damai. Kaisar iblis Jian!" ucap Xiao Tian sambil memasang kuda kudanya.


Woooshhh


Xiao Tian melesat maju, lalu menebaskan pedang draconic auroranya. Namun semua serangan dihindari dengan begitu mudah. Seakan akan semua gerakan Xiao Tian dapat dia prediksi. Tak hanya itu, bahkan dia sanggup mengelak gerakan serangan teleportasi yang tak bisa diikuti oleh mata.


Setelah puas bermain main dengan menghindari serangan Xiao Tian, Kaisar iblis Jian mendaratkan tendangannya ke punggung Xiao Tian dengan berteleportasi secara mendadak, tepat disaat Xioa Tian baru muncul untuk menendangnya dari belakang.


"Ke ... kemana dia?" ucap Xiao Tian yang baru saja muncul dari teleportasi jarak dekat yang bertujuan untuk muncul dibelakang punggung Kaisar iblis Jian.


"Aku di belakangmu, Manusia!" ungkap Kaisar iblis Jian setelah mendaratkan tendangannya.


Tendangannya sangatlah keras hingga sanggup menghancurkan gunung, namun Xiao Tian tak mengalami luka sedikitpun karena telah mengeraskan tubuh dengan teknik terkuat miliknya


Pertarungan berlangsung cukup lama, namun tak ada satupun serangan yang dapat Xiao Tian daratkan ke tubuh sang Kaisar iblis. Disaat Xiao Tian berada dalam kebingungan, terdengar suara Dewa petir yang bertelepati kepadanya.


Dengan nada kesal Dewa petir pun berkata, "Hei apa yang kau lakukan!"


"Cwpat kalahkan dia dan datanglah kemari!"

__ADS_1


"Alam langit sangat kacau!"


"Dewa Erlang yang telah dikuasai oleh Kaisar iblis Jian, mengamuk bersama dengan banyak siluman. Dan yang lebih buruk lagi, siapapun yang terserang tombak Dewa Erlang akan bernasib sama sepertinya. Kali ini telah banyak Dewa Dewi yang dikuasai oleh Darah iblis, Dewa kera tak dapat membantu kami karena kera Tumpey terus menghalanginya. Cepatlah bereskan bocah itu, tapi jangan sampai membunuhnya y. Jangan lupa bahwa dia sedang menggunakan tubuh putraku!"


"Bicara memang mudah, tapi setiap seranganku tak dapat mengenainya. Bagaimana mungkin aku dapat mengalahkannya!" bentak Xiao Tian melalui telepati.


"Apa kau tak punya otak?"


"Setiap siluman disana memiliki kesadaran Kaisar iblis Jian. Tentu saja mata mereka saling terhubung. Dengan kata lain, sebelum para siluman itu dimusnahkan, Kaisar iblis Jian yang berada dalam tubuh Dian Peng tak memiliki titik Buta," ucap Dewa petir dengan nada panik.


Setelah mendengar penjelasan Dewa petir, Xiao Tian pun mulai mengerti alasan dibalik gagalnya semua serangan yang dia lancarkan. Disaat dia ingin berterimakasih sekaligus mennyakan hal lain kepada Dewa petir melalui telepati, dia tak dapat terhubung kembali dengan gurunya itu. Xiao Tian pun berasumsi bahwa Dewa petir sedang dalam kerepotan mengurus alam langit saat itu.


#Alam Langit


"Sebenarnya apa tujuanmu?"


"Mengapa kau mengacaukan alam Langit?"


"Bukankah kau sudah memiliki tempat yang indah dan jabatan tertinggi di daratan suluman?" tanya Wu Kong sembari mengayunkan tongkat saktinya.


"Daratan siluman memang cukup nyaman, tapi tempat itu begitu terisolasi sehingga kami tak bebas bepergian. Jika bukan karena Kaisar iblis Jian membawa pusaka Langit, kami tak akan bisa keluar dari daratan itu dan bebas dari kutukan pengekang yang kau berikan pada diriku dan semua pengikutku!" ucap Kera Tumpey dengan tongkat hitam yang membentur keras tongkatWu Kong.


Mereka berdua bertarung cukup dahsyat dan beradu sangat imbang. Setiap gerakan serta serangan mereka benar benar mirip dan terkoordinasi.

__ADS_1


Wu Kong tak dapat menyingkir dari kera Tumpey karena hal itu. Sehingga membuat para siluman begitu bebas menyerang Langit .


__ADS_2