Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 54 : Malam yang tenang


__ADS_3

Xiao Tian dan kawan-kawannya pergi melanjutkan perjalanan menuju kerajaan es, karena mereka dikepung zombie kemarin, mereka menghabiskan waktu 1 hari lebih di desa itu, untuk mengejar waktu, Xiao Tian memaksa naganya terbang lebih cepat semalaman.


Karena terbang terlalu lama, naga itupun mulai kelelahan, dan teman-temannya sudah mulai mengantuk, Xiao Tian tak punya pilihan lain selain mendarat, karena naga yang dia tunggangi terbang dengan tidak karuan.


jarak mereka dengan kerajaan es adalah 28 hari lagi, jika berjalan kaki 4 bulan lebih, tapi karena menaiki naga hitam raksasa, Xiao Tian bisa mempersingkat waktu.


Mereka mendarat di tengah hutan, suasana begitu sepi, dan langit di penuhi lautan bintang yang indah, dalam suasana yang hening itu mereka pun tertidur, Xiao Tianterus berjaga disaat yang lain tertidur.


Melihat Xiao Tian yak tidur sejak kemarin, si Gendut mendekatinya dan berkata, "Boss tidurlah kita gantian berjaga seperti waktu dulu."


Xiao Tian tersenyum, sebenarnya dia juga sedikit mengantuk, tapi dia tak tega meminta temannya bergantian, karena mereka mengikutinya atas kemauan sendiri, dan dia tak ingin merepotkan mereka lagi.


Mendengar ucapan si Gendut Xiao Tian merasa senang, dia menganggukkan kepala dan berkata, "Baiklah aku akan tidur, kalau kau sudah mengantuk bangunkan aku ya."


"Baiklah boss, aku pasti membangunkanmu saat aku sudah mengantuk." jawab si Gendut


Ketika membalikkan badannya, dia melihat Kaibo berada tepat dihadapannya, dengan badan yang sempoyongan karena tak kuat menahan kantuk, Kaibo berkata.


"kak Xiao Tian tidurlah biar aku yang jaga."


Xiao Tian mengelus kepala kaibo sambil tersenyum, sambil menggendong Kaibo yang berjalan sempoyongan, Xiao Tian berkata.


"Kau tak perlu berjaga, berdiri saja kau kesulitan, jangan paksakan dirimu, ingatlah tubuh yang kau pakai adalah tubuh anak kecil berusia 5 tahun, jangan khawatir aku juga akan tidur, sekarang si Gendut akan bergantian berjaga denganku."


Mendengar ucapan Xiao Tian, Kaibo pun tertidur saat masih di gendong Xiao Tian.


Mereka bermalam dimalam yang dingin, ditemani dengan kehangatan api unggun.


si Gendut berjaga semalaman,dia duduk diatas batu besar sambil menatap bintang dilangit, Huanran muncul dari cincin ruang milik si Gendut untuk menemani si Gendut, dengan mode cantiknya dia berkata.


"Mas endut gak tidur ya?"


"Aku temani gak papa kan?"


Si Gendut menatap Huanran dengan wajah sedih, dia meneteskan air mata dan berkata,


"Gadis bodoh, tentu saja kau boleh menemaniku."


"Kok malah nangis sih?"


"Mas Endut ada masalah apa?"


"Kalau ada sesuatu cerita saja padaku."


ucap Huanran sambil menatap si Gendut

__ADS_1


Mendengar ucapan Huanran si Gendut menghapus air matanya, dia berusaha tersenyum dan berkata, "Tak ada apa-apa kok."


"Ih sebel deh main rahasia-rahasiaan."


ucap Huanran sambil cemberut


"Aku gak merasiakan apapun kok, aku menangis karena hari ini kau terlihat cantik."


sambung si Gendut


"Ih gombal ah." jawab Huanran dengan wajah memerah


"Aku tak bohong, kalau saja aku bisa menyentuhmu, ingin rasanya aku menciummu." ucap si Gendut


"Ah, aku punya ide biar kita bisa berciuman." ucap Huanran sambil mengangkat jari telunjuknya


"Ide macam apa yang kau punya?, coba katakan padaku." ucap si Gendut


"Aku bisa merasuki Su Yan lalu kita bisa berciuman." ucap Huanran


Mendengar jawaban Huanran si Gendut pun berkata. "Kok Su Yan Sih, Aku kan maunya mencium sambil melihat wajahmu, dari pada mencium pria, lebih baik kau rasuki nona Huang Li saja."


Mendengar ucapan si Gendut, Huanran merasa kesal, dengan wajah yang cemberut dia pun berkata. " Ih, aku gak mau ya, walau aku juga merasakan ciumannya, tapi di mata mas Endut kan, sama saja sedang berciuman dengan wanita lain, pokoknya aku gak mau."


"wah kamu cemburu ya." ucap si Gendut dengan nada menggoda


"Ayolah jangan marah dong, nanti cantiknya ilang loh." ucap si Gendut


"Pokoknya aku gak mau bicara sama mas Endut lagi." ucap Huanran dengan kesal


"Ayolah jangan marah, aku kan hanya bercanda, sini mas Endut peluk." ucap si Gendut


karena terbawa suasana, si Gendut lupa kalau Huanran adalah sesosok roh , oleh karena itu dia tak bisa menyentuhnya, saat dia berusaha memeluknya dia pun terjatuh dari atas batu besar menembus tubuh Huanran.


Bukkkk


Melihat si Gendut terjatuh, Huanran langsung terbang menghampirinya, dengan wajah cemas dia pun berkata.


"Mas Endut tidak apa-apa?"


"Aduh, tak apa-apa kok, cuman sedikit lecet saja." jawab si gendut


Mendengar suara jatuh si Gendut Xiao Tian terbangun, dia pun mendekati si Gendut yang baru saja jatuh dari atas batu besar.


Melihat Xiao Tian terbangun, si Gendut pun berkata. "Wah boss bangun ya, maaf kalau aku terlalu berisik, tidur saja lagi, aku belum mengantuk."

__ADS_1


Xiao Tian menggelengkan kepala dan berkata. " Sudah jatuh begitu, kau bilang tak mengantuk?"


"Sudahlah tidur saja sana, biar aku yang jaga, toh aku sudah tidur cukup lama."


"I.. ini ada alasannya, aku terjatuh bukan karena mengantuk." si Gendut berusaha menjelaskan, tapi Xiao Tian tak mau mendengarkan


Karena merasa ucapannya tak di dengar, si Gendut pun menurut, Xiao Tian bergantian berjaga dengan si Gendut.


"Maaf ya mas Endut, gara-gara aku mas Endut jadi jatuh." ucap Huanran


"Gadis bodoh, berhenti menyalahkan diri sendiri." ucap si Gendut


Setelah mendengar ucapan si Gendut, Huanran memegang kepalanya, ingatan dia yang hilang perlahan muncul, di dalam ingatannya dia melihat seorang pria yang selalu berkata 'Gadis bodoh, berhenti menyalahkan diri sendiri.'


Suara pria itu terngiang di kepala Huanran, dan suara itu persis dengan mata si Gendut, Huanran berusaha menutup telingannya, setelah itu tanpa dia sadari dia menangis.


Melihat Huanran menangis, si Gendut pun bertanya. " Kenapa kau menangis?"


ingatan Huanran telah kembali sedikit demi sedikit, meski dia belum mengetahui penyebab kematiannya, kini dia tahu wajah suaminya, dengan tangis diwajahnya dia berkata. " Mas Endut, maafkan Huanran karena lupa sama mas Endut, Huanran berjanji akan selalu mengingat mas Endut."


Mendengar ucapan Huanran, sambil meneteskan air mata si gendut berkata.


"Apakah kau sudah mengingat semuanya?"


"Katakan padaku, kenapa kau meninggalkanku?"


"Meninggalkanmu?"


"Apa maksud mas Endut?"


"Aku hanya mengingat wajah mu saat masih kurus, dan kenangan kita waktu menikah dulu, taoi aku belum mengetahui nama aslimu dan kenapa aku bisa menjadi roh." jawab Huanran


Dengan wajah yang terlihat kecewa, si Gendut berkata. " Begitu ya."


"Jadi mas Endut memang mengenaliku ya?"


"Nama Huanran bukanlah nama karangan, katakan padaku seperti apa waktu aku hidup?" tanya Huanran


"Yang pasti kau sama seperti sekarang, cantik dan baik hati, aku sangat menyukai sifatmu yang periang." jawab si Gendut


"Lalu apa maksudmu mengatakan kalau aku meninggalkanmu?"


"Apakah aku menghianatimu?" tanya Huanran


"Masalah itu, kau cari tahu sendiri, aku tak mau mengingatnya, aku juga pernah bertanya padamu, kau harus ingat sendiri dan katakan padaku, alasanmu meninggalkanku, dan kenapa kau bisa menjadi roh." jawab si Gendut

__ADS_1


Huanran mencoba bertanya kepada si Gendut tentang masa lalunya, tapi dia diabaikan, si Gendut malah berpura-pura tertidur, karena merasa dia diabaikan, Huanran pun kembali masuk ke cincin ruang milik si Gendut.


__ADS_2