Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Iblis kecil


__ADS_3

"Hosh hosh hosh(Suara nafas terengah-engah), Huft sepertinya kita sudah cukup jauh." Ucap Si Gendut


"Hei turunkan aku kalian tak perlu membawaku kabur juga!" Ucap Bocah kecil


"Hei bocah kalau kau kutinggalkan disana, Aku takut kau bisa tertangkap oleh kelompok mereka." Ucap Su Yan


"Sebenarnya aku tak suka membawa beban, Tapi aku lebih tak suka kalau meninggalkan orang yang membutuhkan." Ucap Xiao Tian


"Boss mereka telah menyebar poster buronan, Bagaimana ini?" Ucap Si Gendut


"Kau tak perlu memikirkan itu, Mereka hanya menggali kuburan mereka sendiri, Jika poster itu sampai di kerajaan petir mereka pasti habis."


"Yang perlu kita lakukan sekarang adalah mencari makanan." Ucap Xiao Tian


"Kau salah yang benar lepaskan aku!" Ucap Bocah itu


"Hei bocah siapa namamu?" Ucap Xiao Tian


"Aku adalah seorang iblis , Berhenti memanggilku bocah, Namaku adalah raja iblis kaibo, Kalian harus takut padaku!" Ucap bocah itu


"Hahah, Berhenti bercanda seorang raja iblis bisa dilukai sekumpulan manusia lemah, Kalau kau raja iblis maka aku adalah kaisar iblis, Berhenti berbohong, Katakan dari mana asalmu, Dimana keluargamu dan apa yang kau lakukan di sini!" Ucap Xiao Tian


"Sudah kubilang aku disini sendiri, Teman dan seluruh keluargaku telah dibantai oleh sekelompok manusia keji, Apapun yang terjadi aku tak akan memaafkan manusia, Lepaskan aku atau kau akan menyesal!" Ucap Kaibo


"Terserah kau saja, Aku akan melepaskanmu, Lahi pula aku ingin makan beberapa daging panggang, Hei Gendut lepaskan dia dan biarkan dia pergi, Kita fokus saja pada urusan kita." Ucap Xiao Tian


"Ba..baik boss." Ucap Si Gendut sambil melepas Kaibo


Kaibo langsung berlari menjauhi Xiao Tian dan kawan-kawannya


"Kalian tak perlu repot mencari makanan, Lihatlah aku sudah menangkap 5 ekor ayam hutan!" Ucap Su Yan


"Wah tumben kau berguna, berikan padaku biar kumasak." Ucap Si Gendut


"Biar aku saja yang masak, Aku ingin mencoba hal baru." Ucap Xiao Tian


"Memangnya mau diapakan, Disini kan tak ada air tidak mungkin merebusnya kan?" Ucap Si Gendut


"Siapa juga yang mau merebusnya, Aku mengolesinya dengan madu dan beberapa rempah yang kutemukan di hutan kemarin, Dengan begini akan terasa lebih enak." Ucap Xiao Tian


Setelah membakar daging ayam itu baunya tercium begitu nikmat, Hingga Kaibo tertarik untuk kembali ke tempat Xiao Tian.


"Sialan kenapa bau ayam panggang bisa semenggoda ini?"


"Apa yang terjadi padaku, Apa karena aku terlalu lapar?" Ucap Kaibo


"Hei bocah kalau kau mau kemarilah!" Ucap Xiao Tian


"Panggil aku raja iblis Kaibo, Berhenti memanggilku bocah!" Ucap Kaibo


"Kenapa kau kembali?"


"Kau lapar ya?"


"Sini aku buat banyak kok." Ucap Xiao Tian


"Boss apakah sudah matang?"


"Baunya sangat menggoda." Ucap Si Gendut


"Tunggu hingga warnanya berubah, Ini belum begitu matang." Ucap Xiao Tian


"Kenapa kau diam saja?"


"Kemarilah bocah." Ucap Xiao Tian


"Aku tak memakan makanan buatan manusia, semua manusia jahat!" Ucap Kaibo


Kruyukkk (suara perut kaibo)


"Sialan perut ini tak bisa diajak kompromi." Pikir Kaibo


"Haiss, Kau kan juga manusia, Kemarilah suara perutmu terdengar jelas tuh." Ucap Xiao Tian


"Ini makanlah, Yang ini sudah matang, Hati-hati masih panas." Ucap Xiao Tian


Dengan wajah yang malu-malu Kaibo mengambilnya dan memakannya, Wajah Jutek dia berubah setelah memakannya.


"I..ini enak sekali, Aku tak pernah merasakan makanan seenak ini." Ucap Kaibo dengan wajah senang


"Wah kalau dia senyum ternyata imut juga ya." Ucap Su Yan


"Dagingku..., Boss kenapa kau berikan ke bocah itu dulu, Aku kan juga lapar." Ucap Si Gendut

__ADS_1


"Kalau lapar ambil saja sudah matang kok." Ucap Xiao Tian


"Akhirnya, kalau begitu selamat makan." Ucap Si Gendut


"Uwahhhh ini nikmat sekali, Aku tak tahu kalau ayam bakar bisa senikmat ini." Ucap Si Gendut


"Hei kau beraksi terlalu berlebihan." Ucap Su Yan


"Coba dulu baru komentar!" Ucap Si Gendut


"Baiklah." Ucap Su Yan sambil mengambil ayam panggangnya


"I..ini lezat sekali, kupikir hanya baunya yang enak, Ternyata rasanya begitu lezat." Ucap Su Yan


"Syukurlah kalau kalian suka." Ucap Xiao Tian sambil memakan dagingnya


Mereka melahap ayam bakar mereka hingga habis, Hingga tersisa satu ayam panggang lagi , Mereka pun mulai berebut.


"Boss dagingnya sisa satu lagi apakah kau mau?" Ucap Si Gendut


"Aku sudah kenyang , kalau kau mau ambil saja." Ucap Xiao Tian


Ketika si gendut ingin mengambil ayam bakarnya , Su Yan juga ingin mengambilnya.


"Hei apa kau tidak dengar apa yang bos katakan?"


"Dia memberikan ayam bakarnya padaku!" Ucap Si Gendut


"Aku juga ingin ayam bakar itu!" Ucap Su Yan


"Kalau kau menginginkannya kita harus bertanding dulu!" Ucap Si Gendut


"Kalau begitu aku siap memukulmu." Ucap Su Yan


"Hei jangan main kasar dong, kita tanding dengan cara lain." Ucap Si Gendut


"Lalu tanding apa?" Ucap Su Yan


"batu gunting kertas!" Ucap Si Gendut


"Baiklah siapa takut!" Ucap Su Yan


" Batu gunting kertas!" Ucap Si Gendut


Si gendut dan Su Yan terus mengeluarkan pilihan yang sama sehingga terus mengulangi pertandingannya.


"Kau yang meniruku!" Ucap si Gendut


"Aku sudah lelah kita bagi dua saja ayamnya!" Ucap Su Yan


"Ide bagus aku juga sudah tak tahan lagi." Ucap Si Gendut


"Hei dimana ayam bakarnya?" Ucap Su Yan


"Kalian mencari ini ya, Maaf sudah kumakan." Ucap Kaibo


"Dasar iblis kecil!" Ucap Si Gendut


"Akhirnya kau mengakuiku sebagai iblis." Ucap Kaibo


"Hei gendut ayo kita beri bocah ini pelajaran." Ucap Su Yan


"Setuju." Ucap Si Gendut


"Heheheh." Ucap Su Yan dan Si Gendut dengan wajah yang seram


"A..apa yang mau kalian lakukan." Ucap Kaibo


Plak


"Tidaaa..ak, Sakit dasar manusia sialan."


"Lepaskan aku!" Ucap Kaibo


"Terus pegangi dia, Aku belum puas menampar bokongnya." Ucap Su Yan


"Habis ini gantian ya." Ucap Si Gendut


"Siap, Heheheh." Ucap Su Yan


"To..tolong hentikan." Ucap Kaibo


Plakkk

__ADS_1


"Uaaaaaa sakit keparat." Ucap Kaibo


"Anak kecil tak boleh berkata kasar, Bwlajarlah jadi anak baik!" Ucap Su Yan


Plakkk


"Aaaaa."


"Brengsek kalian hentikan ini!" teriak Kaibo


"Panggil kami kakak tampan maka akan kami hentikan ini." Ucap Su Yan


"Berhenti bermimpi!" Teriak Kaibo


Plakkkk


"Aduhhhh, Brengsek hentikan!" Teriak Kaibo


"Hei kau pemimpinnya kan, Hentikan mereka manusia!" Ucap Kaibo


"Kau harus berhenti menganggap dirimu iblis, Dan belajarlah bicara sopan, Mereka akan melepaskanmu kalau kau menurut." Ucap Xiao Tian


"Sialan aku tak percaya, Aku dipermainkan sekumpulan bocah manusia, Hanya karena wujud sialan ini, Semua ini gara-gara pendeta *** itu." Pikir Kaibo


Plakkk


"Hentikat ***!" Ucap Kaibo


"Bocah belajarlah bicara sopan" ucap Si Gendut


Plakkk


"Aduhhhh, Ampun." Ucap Kaibo


Kaibo akhirnya terpaksa berperilaku baik di depan mereka, Karena sudah tak bisa menahan sakit.


"Ampun kakak tampan, Aku berjanji tak nakal lagi." Ucap Kaibo


"Katakan sekali lagi aku tak bisa dengar." Ucap Su Yan


"Sialan kalau kekuatanku kembali akan ku siksa bocah ini." Pikir Kaibo


"Ampuni aku kakak tampan." Ucap Kaibo


"Hahahaha akhirnya nurut juga bocah ini."


"Turunkan dia gendut." Ucap Su Yan


"Hei kapan giliranku memukulnya." Ucap Si Gendut


"Aku minta maaf tolong jangan pukul aku lagi." Ucap Kaibo


"Apa kau masih tega ingin memukulku kakak tampan." Ucap Kaibo dengan wajah super imut


"Si..sialan dia... Imut sekali..."


"Kakak tampan akan memaafkanmu sini kakak gendong." Ucap Si Gendut


"Sialan aku sampai harus merendahkan diriku di depan gumpalan lemak ini." Pikir Kaibo


"Terimakasih kak." Ucap Kaibo dengan senyum imutnya


"Wah imutnya sini aku juga ingin memeluknya." Ucap Su Yan


"Kenapa mereka mendadak seperti seorang pedofil ya?" Ucap Xiao Tian


"Hei kami normal tahu, Dia juga anak laki-laki, Kami hanya terpesona melihat keimutannya sekarang." Ucap SU Yan


"Terserah lah."


"Ayo kita lanjutkan perjalanan." Ucap Xiao Tian


"Ayo." Ucap Si Gendut


"Kau gendong sama kakak ya." Ucap Su Yan


"Ta..tapi aku ingin kembali ke hutan larangan." Ucap Kaibo


"Kau kan bilang tak punya keluarga , Ikut ya atau kakak akan memukul pantatmu lagi." Ucap Su Yan


"Sialan dia mengancamku." Pikir Kaibo


"Ba..baik." Ucap Kaibo

__ADS_1


"Sialan kenapa nasibku seperti ini, Setelah di kutuk pendeta malah jadi bahan mainan para manusia."


"Kenapa tuhan tak adil padaku!" Pikir Kaibo


__ADS_2