
Tap tap tap, langkah kaki terdengar dari sekat pembatas ruangan. Hei Bai Wuchang nampak berjalan berdampingan sembari menyeret rantai yang mengikat puluhan roh jahat. Tubuh gendut badan kecil berjubah hitam, sementara satunya bertubuh kurus nan tinggi dengan jubah putih. Kaki mereka terikat oleh rantai hingga tak bisa berjauhan satu sama lain. Keduanya nampak tua dan menyeramkan terutama saat menjulurkan lidah mereka yang teramat panjang.
"Para Raja Neraka menyetujui keikut sertaanmu dalam turnamen kematian, tapi sebelum itu ... ," pria bertumbuh gempal dan berjubah hitam melenyapkan rantai yang mengikat para roh jahat. Sementara yang satunya menutup sekat ruangan sembari membentuk segel pembatas.
"Musnahkan para roh jahat ini terlebih dulu!" Wuchang hitam meneruskan.
Xiao Tian nampak sedikit was was karena belum menyadari bahwa simbol roh suci masih terikat dengan rohnya. Dia bergerak mundur dengan perasaan ragu.
'Hei bocah, apa kau lupa akan kemampuanmu!'
'Gunakan semua simbol sucimu!' Wu Kong memperingati melalui telepati.
'Simbol suci!?'
'Jadi kekuatan tak masuk akal yang menundukkan kedua penjaga alam kematian adalah itu ... ?" Xiao Tian menatap punggung tangannya yang bersinar sembari menunjukkan kedua belas simbol yang sempat Xiao Tian lupakan.
'Meski kau tak memiliki kultivasi, dengan simbol suci saja sudah cukup untuk mengalahkan makhluk makhluk alam bawah. Semua karena roh mereka bertentangan dengan kekuatan suci!' Wu Kong meneruskan melalui telepati.
Simbol Roh kuda suci mempercepat langkah Xiao Tian, simbol Tikus suci terus mengisi kekuatan roh Xiao Tian, sementara Simbol Roh naga suci memperkuat kekuatan mentalnya.
"Ini ... ," Xiao Tian terkejut saat semua simbol suci aktif secara otomatis saat dia hendak memikirkannya.
"Raja Neraka berkata kalau kami bisa menghabisimu maka kami akan bebas!"
"Maka dari itu, matilah untuk kami, Manusia!" Roh jahat berwajah hancur dengan fisik roh yang dipenuhi luka melesat mendekat ke arah Xiao Tian.
Kecepatannya melebihi kecepatan cahaya, namun kecepatan Xiao Tian jauh diatas mereka. Di mata Xiao Tian kali ini semuanya terlihat seperti bergerak lambat hingga bisa dipukul mundur secara bersamaan.
__ADS_1
Bukk buk bukk!!! para roh jahat hancur secara bersamaan saat bersentuhan dengan Roh Xiao Tian yang kini telah dilapisi oleh kekuatan suci.
"Simbol roh banteng, jadi dia juga bisa memperkuat pertahanan rohku!" gumam Xiao Tian dengan penuh semangat.
"Ke ... kekuatan suci!"
"Raja neraka tak pernah menceritakan hal ini!"
"Bagaimana bisa roh jahat seperti kami bertentangan dengan roh yang dulindungi simbol suci!" para roh jahat perlahan mundur dengan penuh ketakutan. Namun Xiao Tian tak bisa diam saja, karena satu satunya jalan menuju kehidupan ialah melenyapkan mereka semua.
"Jangan salahkan aku karena memusnahkan kalian, aku tak punya pilihan karena ingin hidup!" Xiao Tian memusnahkan para roh dengan kecepatan teramat tinggi. Keahliannya dalam mengendalikan simbol roh suci naik ke tingkat selanjutnya karena dia hanya memiliki fisik roh saat ini.
"Aku yakin dia tak memiliki kultivasi roh sama sekali, bagaimana bisa dia menjadi sekuat ini!" Hei Bai Wu Chang belum menyadari simbol suci Xiao Tian karena gerakannya yang teramat cepat, hanya para roh jahat yang sudah bersentuhan dengan Xiao Tian saja yang dapat merasakan kekuatan suci dari roh Xiao Tian.
"Kyaaa!!!"
"Ampuni kami!" suara para roh jahat pria dan wanita menggema di ruangan yang penuh akan tulang makhluk mati itu. Sementara Hei Bai Wu Chang masih belum dapat mengikuti gerakan Xiao Tian yang melebihi nalar mereka.
Tap!! Xiao Tian mendaratkan kakinya ke atas tumpukan tengkorak makhluk mati, seentara para roh jahat kini sudah tak bisa terlihat lagi. Hei Bai Wu Chang yang bingung akan keanehan roh Xiao Tian hanya bisa menjulurkan lidah sembari berkata, "Apa dia benar benar roh tanpa kultivasi!?"
"Apa sekarang aku bisa mengikuti turnamen kematian?" tanya Xiao Tian dengan penuh percaya diri.
"Te ... tentu saja ... , dengan kekuatan seperti ini aku bahkan yakin kalau kau akan memenangkan turnamen itu!"
"Aku yakin kau akan memenuhi syarat untuk bersaing dengan para raja neraka!"
"Syarat menuju roda reinkarnasi menuju dunia yang ingin kau kunjungi!" Hei Bai Wuchang nampak panik. Sementara Xiao Tian masih agak tak percaya dengan apa yang telah terjadi pada dirinya.
__ADS_1
'Jadi ini fungsi simbol roh suci?'
'Meski memiliki kekurangan masing masing jika hanya memiliki satu, aku yang memiliki ke dua belasnya benar benar beruntung," pikir Xiao Tian sembari melihat punggung tangannya yang terus bergantian menunjukkan simbol simbol roh suci setiap detiknya. Simbol itu hanya bisa dilihat oleh mata Xiao Tian sehingga Hei Bai Wuchang tak dapat menyadari keberadaannya.
'Bukankah itu gila?'
'Aku juga menginginkan simbol simbol itu, tapi para roh suci selalu menolak permintaanku.'
'Kata mereka, kau yang sekarang saja sudah bisa mengacaukan neraka apa jadinya kalau kau memiliki simbol kami!'
'Benar benar menjengkelkan bukan?'
'Padahal aku hanya berniat untuk menghapus nama guruku dalam daftar kematian,' gumam Wu Kong melalui telepati.
'Apanya yang hanya menghapus nama, bukankah itu sama saja dengan melanggar aturan Langit?'
'Apa kau lupa kalau sekarang kau telah menjadi seorang Dewa?' tanya Xiao Tian dengan tampang kesal.
'Cih, aku hanya ditunjuk menjadi seorang Dewa perang. Namun itu hanyalah sebuah nama, karena nyatanya tak ada yang berani mengatur apa yang harus kulakukan. Kecuali para Budha dan Hukum Langit tentunya,' sambung Wu Kong dengan nada kesal.
"Apa kau sedang melamunkan sesuatu?"
"Tunggu apa lagi, cepat ikuti kami!" Hei Bai Wucang memanggil Xiao Tian yang sedari tadi sibuk mengobrol dengan Dewa Kera melalui telepati.
"Ah ... , maaf ... pikiranku sedikit teralihkan tadi!" jawab Xiao Tian beralasan. Hei Bai Wucang nampak tak peduli, lalu melanjutkan langkah mereka menuju sekat pembatas ruangan dimana mereka masuk sebelumnya. Sekat ruangan yang belum Xiao Tian sentuh karena masuk dari sekat lain.
"Kira kira makhluk seperti apa yang harus kucabut nyawanya nanti ya?" gumam Xiao Tian sembari mengingat apa itu turnamen kematian. Turnamen khusus yang diikuti para Dewa kematian yang ditugaskan untuk mencabut nyawa nyawa tertentu dalam wujud roh mereka.
__ADS_1