
Xiao Tian dan rombongan sampai di sekte badai berduri setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Xiao Tian pun merasa sangat lega sejak mereka berhasil sampai dengan selamat.
Saat itu waktu sudah menjelang tengah malam, jadi para vampir bisa bertahan meski keluar tanpa memakai pakaian tertutup. Dengan kata lain mereka bisa memakai pakaian terbuka tanpa takut melepuh karena tak akan ada sinar matahari di saat malam telah tiba.
Disaat baru masuk ke wilayah sekte badai berduri, terdengar raungan para naga biru yang berjaga di dalam sekte.
Roarr, para naga meraung menyambut kedatangan teman mereka.
Para penghuni sekte pun berbaris sambil berkumpul di tengah lapangan sekte bersama semua orang orang dari kerajaan petir untuk menyambut kedatangan Xiao Tian dan rombongan.
Setelah sampai di tengah lapangan wilayah dalam sekte, para naga pun mendarat satu persatu.
Woosh wooshh
Angin berhembus cukup kencang disaat para naga mendarat. Angin angin tersebut tercipta oleh kepakan sayap para naga yang masih dalam mode raksasa.
Tap tap tap
Naga hitam dan para naga biru mendarat tepat dihadapan semua orang. Ketika hal tersebbut terjadi, semua orang selain raja Xiao Zhaoye dan Ratu Xiao Hong pun menundukkan kepala sambil memberi hormat untuk menyambut mereka.
Melihat semua orang menyambutnya dalam keadaan sehat, Xiao Tian pun tersenyum lega.
Dalam benaknya dia pun berkata,
"Sepertinya tak ada yang menyerang sekte disaat aku pergi, syukurlah,"
"Selamat atas keberhasilannya, yang mulia maharaja Xiao Tian," semua orang kecuali orang tua Xiao Tian memberi hormat sambil membungkukkan badan mereka.
"Setiap kali aku melihat putra kita, aku selalu berpikir bahwa itu adalah sebuah mimpi. Anak itu sangat tak dihargai sebelumnya. Tapi lihatlah sekarang, dia bahkan sudah jauh melampaui kekuatan ayahnya," ucap Xiao Hong sambil melihat Xiao Tian yang masih duduk di atas kepala naga hitam.
"Kau benar istriku, Xiao Tian kita memang sangat luar biasa. Sama seperti ibunya," ucap Xiao Zhaoye sambil merangkul istrinya.
"Bisakah kau singkirkan tanganmu?" tanya Xiao Hong sambil menatap tajam suaminya.
"Sial, sepertinya dia belum sepenuhnya lupa tentang masalah kemarin," raja Xiao Zhaoye menyingkirkan tangannya lalu menoleh ke arah lain.
Wooshh
Tap
__ADS_1
Xiao Tian melompat turun dari atas naga hitam, diikuti oleh Su Yan dan seluruh teman Xiao Tian. Lalu diakhiri oleh para siluman dan vampir yang melompat menyusul mereka.
Ketika semua orang sudah turun dari punggung naga, para naga pun kembali ke versi kecil mereka. Lalu pergi bercampur dengan naga biru yang berjaga di sekte badai berduri.
Tap tap tap, Xiao Tian melangkah mendekati kedua orang tuanya lalu berlutut memberi hormat sambil berkata, "Salam ayah. Salam ibu,"
"Bangunlah putraku," Xiao Hong menyuru Xiao Tian berdiri, lalu memeluknya dengan begitu erat.
"Syukurlah kau baik baik saja, putraku," ucap Xiao Hong sambil memeluk Xiao Tian erat erat.
"Oh iya bu, apakah putri Jia Li sudah kembali?" tanya Xiao Tian sambil melepas pelukan ibunya.
Xiao Hong sedikit kesal karena putranya langsung menanyakan keadaan orang lain ketika baru kembali, namun dia mencoba untuk menutupinya karena tak ingin merusak perasaan putranya.
"Ah, dia baru kembali kemarin. Namun sekarang sedang mengurung diri di dalam kamar karena adiknya tak mau ikut kemari," ucap Xiao Hong sambil menatap Xiao Tian.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Xiao Tian dengan tampang heran.
"Adiknya belum mengetahui kebenaran bahwa Jia Xin bukanlah ayah kandungnya. Dan hanya mengetahui kebenaran bahwa kau telah berhubungan dengan kakaknya setelah menghabisi Jia Xin. Dengan kata lain dalam pikirannya saat ini, kakaknya telah berhubungan denganmu bahkan setelah tahu bahwa kau adalah pembunuh ayahnya," jelas Xiao Zhaoye sambil memasang tampang serius.
"Begitu ya," ucap Xiao Tian sambil mengepalkan kedua tangannya.
Setelah mengetahui masalah Jia Li, Xiao Tian berniat untuk pergi menemuinya. Dia ingin menghiburnya.
Namun sebelum meninggalkan semua orang, Xiao Tian teringat tentang para siluman dan si gendut yang memerlukan sebuah perawatan luka.
Sadar bahwa hal tersebut jauh lebih penting dan harus diutamakan, dia pun pergi menemui para tetua alkemis untuk meminta bantuan mereka.
"Hormat kami, guru besar Xiao Tian,"
"Apakah ada yang bisa kami bantu?" ucap penatua Xianlun mewakili para penatua yang lain.
"Di atas punggung naga terdapat beberapa orang yang terluka, tolong bantu aku untuk mengurus luka mereka," jawab Xiao Tian dengan serius.
"Akan segera kami laksanakan," angguk penatua Xianlun sambil memberi hormat.
"Bagus, terima kasih atas bantuannya," sambung Xiao Tian sambil tersenyum.
"Apakah ada lagi, Guru besar?" tanya Penatua Xianlun dengan hormat.
__ADS_1
"Untuk sekarang itu saja. Dan kalau bisa lakukan sekarang juga," jawab Xiao Tian dengan serius.
"Kalau begitu kami pamit undur diri," ucap Xianlun sambil membungkuk bersama para penatua lain.
"Ehm," Angguk Xiao Tian.
Ketika para alkemis sudah mulai bertindak mendekati para naga, Xiao Tian berjalan mendekati Jenderal Taifeng dan Jenderal Taizhong dan berkata, "Tolong urus para vampir untukku, perlakukan mereka seperti jenderal Tailong. Kalian tahu bagaimana harus melatih mereka kan?"
"Oh iya, jangan lupa untuk memberikan tanggung jawab ini kepada jenderal Tailong jika dia kembali," sambung Xiao Tian dengan tampang serius.
"Kami mengerti, yang mulia," ucap jenderal Taifeng dan jenderal Taizhong sambil memberi hormat.
Setelah selesai meminta para alkemis membantunya mengurusi orang orang yang terluka, dan meninggalkan urusan para vampir dibawah bimbingan jenderal Taizhong dan jenderal Taifeng sebelum jenderal Tailong kembali, Xiao Tian pun berjalan pergi memasuki gedung pusat sekte untuk menemui Jia Li.
Ketika baru masuk ke dalam gedung, Dia berpapasan dengan Huang Li yang habis mengantar makanan ke kamar putri Jia Li. Melihat pria pujaannya kembali, wajah Huang Li pun berubah memerah.
"Apakah perjalanannya lancar?" tanya Huang Li sambil memainkan jari jarinya.
"Yah, begitulah," jawab Xiao Tian sambil tersenyum kepada Huang Li.
"Ngomong ngomong apakah kau habis ke kamar putri Jia li?"
"Bagaimana keadaanya?" tanya Xiao Tian dengan serius.
"Oh, dia hanya sedikit murung."
"Kau bisa menemuinya di kamar," sambung Huang Li dengan tampang kesal.
"Terima kasih, Huang Li," ucap Xiao Tian sambil mengelus kepala Huang Li.
"Ehmm," angguk Huang Li dengan pipi yang memerah.
Xiao Tian berjalan menuju ke kamar Jia Li dengan tampang serius. Terlihat jelas kalau dia sedang menghawatirkan keadaan mental putri Jia Li.
Setelah sampai di depan pintu kamar, dia pun mengetuk pintunya dan berkata,
"Apakah aku boleh masuk, Lily?"
"Masuklah," jawab putri Jia Li melalui telepati.
__ADS_1
Ketika mendengar jawaban Jia Li, Xiao Tian pun membuka pintu kamar tanpa meninggalkan sebuah rasa ragu.