Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 353 : Kondisi keluarga Meng Yi


__ADS_3

"Aku tak merasakan hawa kehidupan disini, para wanita yang disimpan untuk pengorbanan berikutnya sudah pasti tak disembunyikan di tempat ini. Apakah tak ada petunjuk lain yang sempat kau dengar?" tanya Xiao Tian sambil menatap mata Bai Qian.


"Tidak, aku tak mendengar apapun selain hal itu karena aku sudah kehilangan kesadaran," jawab Bai Qian sambil menggelengkan kepala.


"Bagaimana denganmu?" tanya Xiao Tian sambil menatap Bao Si.


"Aku tak tahu apapun soal itu, yang kutahu hanyalah jalan menuju ruang bawah tanah sini saja. Karena aku sempat terbangun tepat ketika sedang digendong keluar oleh penjaga tepat ketika mereka baru menaiki tangga," jelas Bao Si sambil menghela napas.


"Sepertinya aku tahu dimana mereka, seorang murid terpilih yang menjadikan aku sebagai korbannya sempat menceritakan lokasi dimana perempuan suci disimpan. Tadinya aku tak mengerti apa maksud ucapannya, tapi sekarang aku paham. Kalau tak salah dia bilang bahwa perempuan suci disimpan di sisi lain ruangan bawah tanah ini, tapi letak pintunya begitu rahasia. Dan tertutup oleh array penyegel kehidupan yang bisa membuat penghuninya bisa bertahan hidup tanpa diberi makanan sedikitpun," ucap Meng Yi sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Jika ucapanmu benar maka ... ," ucap Xiao Tian sambil menyentuh lantai ruangan.


"Maka apa?" tanya Bai Quan sambil mengerutkan dahi.


"Mereka semua ada di dalam lantai terbawah," ucap Xiao Tian sambil menyalurkan kekuatan qi nya ke dalam lantai ruangan.


Seketika sebuah pola array tersembunyi muncul, dan array itulah yang dimaksud oleh Meng Yi.

__ADS_1


Kretakk


Setelah pola array tersebut terbaca oleh Xiao Tian, sebuah lubang menuju ruang rahasia pun terbuka tepat di tengah tengah kaki mereka.


Wooshh


Aura kehidupan muncul dari dalam lubang tersebut, tanpa pikir panjang Xiao Tian langsung melompat masuk ke lubang tersebut.


Tap


"Pe ... pembunuh immortal!" teriak para pelayan keluarga Meng sambil berjalan mundur.


"Mana ada penjahat yang mau ngaku," ucap para pelayan sambil berjalan mundur.


Tap Tap Tap


Bao Si, Meng Yi dan Bai Qian pun ikut terjun mengikuti Xiao Tian.

__ADS_1


"Tenanglah, pangeran Xiao Tian memang tak seburuk apa yang dikatakan rumor," ucap Meng Yi sambil menatap para pelayannya.


Mendengar suara nona muda mereka, para pelayan langsung menatap ke arah Meng Yi dan berkata,


"No ... Nona Meng Yi?"


"Syukurlah anda selamat," ucap para pelayan keluarga Meng sambil berlari menghampiri Meng Yi.


"Nona, tuan muda dan ... ," sebelum para menceritakan semuanya, Meng Yi menghentikan ucapan mereka dengan berkata, "Cukup, aku tahu itu. Aku sudah melihat mayat kakak, ayah dan semuanya secara langsung," ucap Meng Yi dengan tangis di wajahnya.


"Bagaimana dengan ibuku dan yang lainnya?" tanya Meng Yi sambil menatap salah satu mata pelayannya.


"Kami tak tahu," ucap para pelayan sambil menggelengkan kepala.


"Kita bahas itu nanti lagi, untuk sekarang kita keluar untuk mengurus mayat mayat keluargamu terlebih dulu,"


"Urusan ibu dan seluruh perempuan dewasa di klanmu, biar aku dan bawahanku yang mencari tahu," ucap Xiao Tian sambil menatap ke arah Meng Yi.

__ADS_1


"Terimakasih atas bantuannya, tapi aku tak bisa menunggu lebih lama. Aku titip pemakaman ayah dan seluruh anggota klanku padamu," ucap Meng Yi sambil menundukkan kepala. Meng Yi memutuskan untuk mencari ibunya terlebih dulu dan meninggalkan urusan pemakaman keluarga satu klannya kepada Xiao Tian.


Karena tak tega melihat Meng Yi pergi sendiri, akhirnya Bao Si dan Bai Quan memutuskan untuk mengikuti mereka. Tentunya para pelayan pun ingin mengikuti mereka. Namun Meng Yi menolak bantuan mereka, karena kondisi fisik yang belum memungkinkan.


__ADS_2