
Huang Li dari tadi hanya mengikuti kemana Xiao Tian pergi, dia sedikit bingung karena melihat Xiao Tian begitu dekat dengan kedua bocah yang terlihat berumur 5 tahun itu.
Karena tak bisa menahan rasa ingin tahunya, dia pun bertanya. " Xiao Tian sebenarnya siapa kedua bocah itu?"
"Kenapa mereka begitu dekat denganmu?
"Kau bahkan sempat menolakku saat ingin mengikutimu ke kerajaan awan, tapi kau tak mau menjelaskan kenapa kau membawa kedua bocah itu." Tanya Huang Li
Huang Li tidak tahu kalau kedua bocah yang dia sebut adalah seorang iblis yang jauh lebih kuat darinya, karena saat dia tiba waktu itu, Pemburu iblis telah tewas di tangan mereka, dan dia terlalu fokus kepada Xiao Tian sehingga tak memperhatikannya.
Bahkan dia tak melihat hantu menakutkan yang berubah menjadi terlihat seperti dewi, karena dia hanya menghawatirkan Xiao Tian waktu itu, yang dia tahu Xiao Tian bisa selamat berkat bantuan pasukan ayahnya.
Mendengar pertanyaan Huang Li , Xiao Tian menghentikan langkahnya dan berkata kepada Huang Li." Mereka adalah keluargaku, aku tak bisa meninggalkan mereka sendiri, Dan satu hal lagi, mereka lebih kuat dari ratusan prajuritmu, Benarkan Jingmi?."
"Tentu saja ayah, kami adalah yang terkuat di tim ini, kami pasti akan melindungi ayah Xiao Tian dan teman-temannya, karena kita adalah keluarga, Benarkan kaibo?" ucap Jingmi sambil memeluk Kaibo
"Ya tentu saja, Kita semua adalah keluarga." ucap Kaibo dengan wajah yang memerah karena di peluk Jingmi
Mendengar Jingmi memanggil Xiao Tian dengan sebutan Ayah, Huang Li merasa terpukul, dia tak bisa menyembunyikan kekecewaanya.
"Kenapa kak Huang Li menjadi terlihat murung?" ucap Jingmi sambil melepas pelukannya dari tubuh Kaibo
"Ada apa denganmu Huang Li?" Tanya Xiao Tian karena Khawatir
"Aku sangat kecewa padamu, kupikir kau masih sendiri, Kenapa kau menyembunyikan ini dariku?"
"Siapa ibu dari anak-anakmu ini!" Teriak Huang Li
Xiao Tian memegang kepalanya karena bingung harus menjelaskannya dari mana.
Kaibo berinisiatif menjawab pertanyaan Huang Li, Dia Berkata. " Orang tua kami sudah tiada, mereka dibantai oleh para bandit, Kak Xiao Tian memungut kami dan mengangkat kami sebagai keluarga setelah menolong kami membunuh para bandit itu." ucap Kaibo dengan wajah imut
Melihat keimutan Kaibo, dan mendengar cerita menyedihkannya, Huang Li langsung luluh dan memeluk Kaibo dengan sangat erat.
"Jadi kau mengalami hal berat diusia semuda ini, huhuhu maafkan kakak karena mengingatkanmu kejadian mengerikan itu." ucap Huang Li sambil memeluk erat Kaibo
"Sialan dadanya menempel diwajahku, aku kesulitan bernafas, apakah semua manusia berdada besar selalu memeluk orang dengan erat." pikir Kaibo
Melihat Kaibo di peluk Huang Li, Jingmi merasa kesal dan memalingkan wajahnya.
Jingmi pergi mendekati Xiao Tian dan memintanya menggandeng tangannya.
__ADS_1
Sadar kalau Jingmi cemburu, Kaibo berusaha melepaskan pelukan Huang Li, "Lepaskan aku kak Huang Li, dadamu membuatku kesulitan bernafas, apakah semua orang berdada besar tak bisa mengontrol kekuatannya?" teriak Kaibo
Huang Li langsung melepaskan pelukannya dan meminta maaf kepada kaibo
"Maafkan kakak karena terbawa suasana hehehe." ucap Huang Li
"Kalau kau suka memeluk orang, peluk saja aku Nona Huang Li, aku siap memelukmu hingga puas." ucap Su Yan sambil merentangkan tangannya
Bukkk
Lagi-lagi masa depan Su Yan terancam, Huang Li menendang area istimewanya, Su Yan Berteriak kesakitan sambil memegang tempat dia di tendang. "aaaaa, masa depanku."
"Pfttt kau tak pernah kapok ya Su Yan." ucap si Gendut sambil menahan tawanya
Tak terima di tertawakan Su Yan membalas perlakuan si Gendut dengan berkata. " Setidaknya aku tak mempermalukan diri sendiri dengan bergoyang di depan semua orang sambil mengucapkan hal memalukan."
Mendengar Su Yan mengungkit masalah waktu itu, si Gendut merasa kesal, dia mengepalkan tangannya dan mengeluarkan hawa membunuh.
"Apa yang ingin kau lakukan?" ucap Su Yan dengan keringat dingin karena ketakutan melihat ekspresi Si Gendut, dia mengaktifkan pelindung disekitar tubuhnya untuk jaga-jaga
Anehnya pelindung yang di ciptakan Su Yan seakan tidak ada, semua pukulan Si Gendut mengenai Su Yan tanpa terkecuali.
Bukk Bukk Bukk
Seharusnya si Gendut tak dapat melukai Su Yan dengan kultivasinya yang dibawah Su Yan, tetapi semua ini adalah hasil perbuatan dari Huanran, hantu wanita yang bersembunyi di cincin ruang milik si gendut, Dia menghilangkan pelindungnya, Dan meningkatkan kekuatan si Gendut hingga ke tahap Si Gendut bisa melukai Su Yan.
Haih kalian ini mau bercanda atau ikut denganku?" ucap Xiao Tian sambil menghentikan langkahnya
"Maaf boss , dia membuatku emosi, aku akan menggendongnya sampai dia sadar." jawab Si Gendut
Si Gendut menggendong Su Yan di sepanjang perjalanan, mereka berjalan kaki menuju kerajaan Awan karena jaraknya tak terlalu jauh, Dan juga alasan lainnya adalah Kereta kuda tak bisa melewati rute yang mereka tempuh, mereka mengambil jalan pintas karena ingin sampai lebih cepat ke kerajaan awan.
Rute yang Xiao Tian ambil adalah melewati lembah naga, Biasanya semua orang memilih memutari wilayah itu untuk menghindari serangan naga, tapi Xiao Tian memilih lurus karena tak ingin membuang banyak waktu.
Sesampainya di lembah naga, mereka mulai mendengar suara raungan naga.
Roarrrr
"Boss apa kau yakin ingin lewat sini?" ucap Si Gendut menggigil ketakutan
"Tenang saja aku sangat yakin dengan semua ini, Aku akan melindungi kalian." ucap Xiao Tian dengan santai
__ADS_1
"Begitu ya, Seperti yang diharapkan dari calon suamiku." ucap Huang Li sambil berusaha memeluk Xiao Tian
Xiao Tian menghindari pelukannya dan berkata, "Berhenti bermain-main, meski aku akan melindungi kalian, Kita harus cepat-cepat melewati lembah naga ini."
Huang Li memasang wajah sebal, karena dia merasa kalau Xiao Tian berusaha menghindarinya, dan hanya ingin cepat-cepat bertemu dengan putri Jia Li, dia pikir karena hal itu Xiao Tian sangat terburu-buru, padahal sebenarnya Xiao Tian terburu-buru bukan karena ingin menemui putri Jia Li saja, tetapi karena dia khawatir sesuatu terjadi padanya.
Berdasarkan ucapan Dewa petir, yang Xiao Tian pahami adalah, Hidup Putri Jia Li tak pernah aman, dan di penuhi dengan bahaya, Jika dia mengejar putri Jia Li, dia akan mengalami banyak peristiwa yang mengancam nyawanya.
Meski tahu dia akan dalam bahaya jika mengejar putri Jia Li, pangeran Xiao Tian tak perduli akan hal itu, karena dihatinya kini tak ada perempuan lain selain putri Jia Li.
Xiao Tian dan rombongannya melanjutkan perjalanannya, tetapi ditengah jalan mereka dihadang seekor naga yang sangat besar.
naga itu berwarna hitam, ukurannya begitu besar, Naga itu berukuran 2 kali lipat dari phoenix milik tetua Gu Yan, Artinya naga itu bisa membawa 40 orang dewasa di pundaknya.
Melihat naga yang berukuran besar Su Yan dan para prajurit menggigil ketakutan, Kaibo dan Jingmi bersikap biasa saja, Sedangkan Si Gendut dan Huang Li tak bisa berkata apa-apa karena merasa takjub akan ukuran naga itu, Mereka percaya pada Xiao Tian karena Xiao Tian tak pernah berbohong pada mereka.
Naga itu menatap Xiao Tian dan meraung begitu keras.
Roarrrr...
Xiao Tian tak bergerak sama sekali, Dia mengaktifkan mata merahnya, Dengan bantuan kekuatan SunLong dia menatap naga itu, Ketika mata Xiao Tian menatap mata Naga itu, Naga itu berhenti mengaum dan langsung tunduk karena ketakutan, naga itu bisa merasakan bahwa di dalam tubuh Xiao Tian terdapat sosok yang tak boleh diganggu, dia adalah Kaisar iblis Sunlong, sang leluhur para iblis naga.
Melihat naga besar itu tunduk dengan mudah dihadapan Xiao Tian, mereka semua tak percaya akan apa yang dilihat, bahkan Kaibo pikir bahwa untuk menundukkan seekor naga sebesar itu tetap harus bertarung dulu, dia terkejut Xiao Tian bisa menundukkannya hanya dengan menatapnya.
"Apa yang terjadi apakah aku sedang bermimpi?" ucap Si Gendut sambil mencubit pipinya sendiri
"Kalau aku tak melihatnya secara langsung aku tak akan mempercayai semua ini." ucap Para prajurit
"Xiao Tian, sebenarnya berapa banyak rahasia yang kau miliki, kenapa setiap bersamamu aku selalu melihat kejutan yang tidak masuk akal." pikir Huang Li
"Seperti yang diharapkan dari ayah Xiao Tian, Kau bisa menundukkan naga yey." ucap Jingmi
"Aku tahu kau memang kuat, tapi menundukkannya tanpa bertarung dulu, Ini tak masuk akal, Sebenarnya trik macam apa yang kau lakukan kak Xiao Tian?" tanya Kaibo karena merasa merasa heran
Xiao Tian hanya tersenyum dan tak menjelaskan apapun, dia hanya berkata," Ada alasan dibalik semua ini, ceritanya sangat panjang aku tak bisa menceritakannya sekarang, waktu kita tidak banyak, naikilah naga ini, Aku jamin dia sudah jinak."
Kaibo memberanikan diri menaiki naganya mendahului yang lain, diikuti dengan Jingmi yang menggandeng tangannya.
Melihat Jingmi dan Kaibo berani menaiki naga itu, si Gendut menyeret Su Yan menaiki naga itu bersama.
"Hentikan jangan bawa aku, aku akan kembali ke kerajaan petir, aku alergi naga." ucap Su Yan berusaha melarikan diri
__ADS_1
Si Gendut dengan bantuan Huanran, memiliki kekuatan lebih kuat dari Su Yan, Dan berhasil memaksa Su Yan naik dan membuatnya tak bisa melawan.
Setelah mereka naik, para prajurit dan Huang Li menaiki naga itu, Xiao Tian melompat ke kepala naga itu dan duduk diatas kepalanya, Sedangkan yang lain duduk di punggung naga itu.