
...****************...
Kanaya sudah mulai terbiasa dengan hal-hal baru yang selalu saja Dirga berikan. Mulai dari dia yang di bawa tiba-tiba ke Semarang, di suruh kursus juga sekarang yang di suruh mengikuti paket C untuk bisa mendapatkan ijazah. Entah apalagi besok yang di minta oleh Dirga.
Tak lagi ada rasa gugup ataupun canggung lagi bagi Kanaya meski dengan suasana baru. Kanaya berusaha untuk bisa mudah berbaur dengan semua orang-orang baru karena dengan itulah dia percaya semuanya akan lebih baik.
Semua tidak akan menjadi lebih baik dan tidak akan bisa menjalani hari-hari dengan leluasa kalau Kanaya tidak bisa berbaur. Di manapun tempat sebenarnya hanya membutuhkan keramahan dan berlaku tidak sombong maka siapapun akan menghargainya.
Yang di lakukan oleh Kanaya sekarang buktinya mampu membuat dia mendapatkan teman yang juga seperjuangan dengannya.
Umur-umur yang berbeda yang ikut seperti Kanaya semua juga terlihat ramah dan saling menghormati satu sama lain. Pengajarnya juga begitu baik dan bisa menjelaskan dengan sangat baik.
Hingga akhir selesainya hari pertama Kanaya bergegas untuk pulang, dengan begitu ramahnya dia pamit dengan teman-teman barunya yang hanya baru beberapa jam yang tadi dia kenal.
"Mari semuanya, assalamu'alaikum.." ucapnya dengan sangat ramah.
"Wa'alaikumsalam..." beberapa orang yang tersisa menjawab dengan begitu antusias juga bersamaan. Mengamati kepergian Kanaya sebentar dan setelahnya mereka juga bergegas pulang.
Di sana Kanaya sudah di tunggu oleh pak Danu. Sebenarnya ada rasa sedih karena biasanya Dirga yang selalu menjemputnya dan selalu mengantarkan kemanapun tapi sekarang tidak ada. Sungguh, ada rasa kehilangan.
"Nona, mau pulang dulu atau langsung ke LPK?" tanya pak Danu.
"Pulang dulu sebentar, Pak. Ada sesuatu yang harus saya ambil," jawab Kanaya.
Perlahan Kanaya sudah mulai menjelma menjadi wanita mandiri. Semua pasti akan bisa dia lakukan dan akan semakin terbiasa.
"Baik, Nona," perlahan mobil berjalan meninggalkan tempat itu untuk menuju ke kediaman Kanaya juga Dirga. Mungkin Kanaya ingin mengambil apa yang di butuhkan untuk kursus juga istirahat sebentar.
Sementara di kantor Dirga juga masih sangat sibuk, begitu banyak pekerjaan hingga dia tak sempat untuk istirahat. Dirga sempat berhenti untuk shalat saja tadi dan kembali sibuk lagi sampai sekarang.
__ADS_1
Semua harus di kerjakan dan harus selesai hari itu juga jadi Dirga tidak mau menunda-nunda waktu lagi.
Ting...
Ponsel Dirga berbunyi sepertinya ada pesan masuk. Sebenarnya sudah begitu banyak pesan yang masuk tapi Dirga masih belum sempat membukanya.
Kini Dirga sempatkan untuk membukanya dan ternyata pesan-pesan itu adalah pesan yang di kirim oleh Kanaya.
Dirga mengulas senyum kala membaca semua pesan dari Kanaya. Tidak ada yang aneh-aneh, hanya terus meminta Dirga untuk tidak melupakan istirahat dan juga makan siang. Bukan itu saja, tapi Kanaya juga mengingatkan untuk tidak melupakan shalat.
Pesan terakhir yang membuat Dirga semakin tersenyum dan merasa langsung merindukan istrinya itu. Pesan pengucapan kata cinta yang di tambah emoticon boneka kecil yang terus meniup telapak tangannya dan terdapat gambar hati yang berterbangan.
"I love you to, Nay," ucap Dirga sembari tangan mengetik kata-kata itu di ponselnya.
Meski jauh dan tak saling melihat tapi Dirga merasa begitu dekat dengan Kanaya. Yah, mungkin hati mereka yang sudah semakin dekat.
Tak mendapatkan jawaban tapi pesan Dirga sudah di baca oleh Kanaya. Dirga masih menunggu dan terlihat Kanaya sedang mengetik semakin tak sabar Dirga menunggu pesan masuk. Entah kata-kata apa lagi yang akan di kirimkan.
"Jangan sampai telat jemput, Mas. Nay merindukan mas," Dirga kembali tersenyum.
Seandainya saja tidak melihat setumpuk tugas kerjaan yang begitu banyak di hadapannya pastilah Dirga akan langsung pulang, menemui istrinya dan memadu kasih dengannya. Tapi tidak, pekerjaannya sangat banyak.
Senyum Dirga tiba-tiba pudar, niat untuk kembali mengetik untuk menjawab chat Kanaya menjadi urung karena ada gejolak dari kelainannya yang kembali datang.
"Astaghfirullah hal 'adzim," terus saja Dirga beristighfar, berusaha untuk bisa mengendalikan lagi. Bukannya berhasil tapi bayangan-bayangan akan dia yang menginginkan Kanaya semakin besar. Jeritan-jeritan Kanaya semakin menguasai Dirga dan membuat gejolak itu semakin tumbuh besar.
Kemarin Dirga begitu bahagia karena sudah bisa mengendalikannya, bahkan tak lagi muncul tapi kenapa sekarang muncul lagi?
Cepat Dirga mengambil obat yang selalu dia bawa dan meminumnya. Hatinya dan lisannya terus menyerukan istighfar dan juga bergantian menyebut nama sang Tuhan.
__ADS_1
Begitu tersiksa Dirga di saat-saat yang seperti ini. Dia terus berusaha untuk menghilangkan pikiran-pikiran akan Kanaya. Dengan dia bisa melupakan bagaimana wajah Kanaya mungkin dia akan bisa menahan semuanya.
Entah pusing karena pengaruh obat atau pusing karena masalahnya membuat Dirga langsung ambruk di sofa. Kedua tangannya menekan terus menerus kepala yang semakin sakit luar biasa.
"Astaghfirullah hal azim, ada apa ini ya Allah," gumamnya. Bahkan matanya sudah terpejam dengan tubuh yang bersandar penuh ke sofa beserta kepalanya.
...****************...
Tidak tenang perasaan Kanaya, setelah dia sampai rumah hatinya begitu gelisah tapi dia tidak tau sebenarnya apa yang membuat dirinya seperti itu.
Kembali dia melihat ponselnya berharap Dirga menjawab tapi nyatanya tak ada jawaban apapun, kosong. Tapi Dirga sudah membacanya.
"Apa mungkin Mas Dirga sedang ada klien?" gumamnya.
Hanya pemikiran seperti itu yang terucap satu bibir Kanaya. Sebenarnya ada pikiran lain yang muncul di kepalanya tapi Kanaya tidak mau mengeluarkannya karena dia takut akan menjadi doa.
Sekali lagi Kanaya mengirimkan pesan pada Dirga tapi kali ini sama sekali tidak di buka. Berarti benar, mungkin sedang ada klien atau mungkin sedang meeting.
Meski ada keyakinan seperti itu tapi Kanaya tetap saja gelisah.
"Astaghfirullah hal azim.. sebenarnya ada apa ya Allah. Jagalah suamiku, jagalah dia dari semua keburukan dan jagalah diriku dari niat-niat jahat seseorang," gumam Kanaya.
Semua Kanaya siapkan tak ada lagi yang tertinggal. Setelahnya Kanaya menghubungi Dirga karena masih merasa sangat penasaran sebenarnya Dirga kenapa tapi sama sekali tidak di angkat.
Sekali lagi Kanaya memanggil tapi hasilnya tetap sama, Dirga tidak menjawab.
"Mungkin mas Dirga sedang sibuk," hanya di pupus dengan perkataan seperti itu setelahnya Kanaya masuk ke kamar untuk bersih-bersih dan kembali bersiap untuk kembali berangkat namun kali ini dia akan berangkat ke LPK.
...****************...
__ADS_1
Bersambung....