
*******
Tiga hari Dirga pergi dari rumah dengan alasan sebuah pekerjaan yang harus dilakukan di luar kota dan selama tiga hari juga Kanaya tidak pernah bertemu dengan dirinya bahkan tidak melihat wajahnya meski hanya melalui sambungan video call karena Dirga hanya akan menerima ketika panggilan biasa saja dan juga akan membalas pesan.
Tentulah Dirga tidak mau sampai Kanaya tahu apa yang telah terjadi kepada dirinya yang tengah berada di rumah sakit untuk menjalani pengobatan.
Kerinduan Kanaya sangat besar dan ingin segera dapat melihat lagi wajah suaminya yang sebentar lagi akan pulang. Kanaya terus menunggu dengan tidak sabar bahkan dia juga terus mondar-mandir keluar masuk berharap mobil Dirga akan segera masuk ke pekarangan rumah.
Wak Ami yang melihat Kanaya sudah tidak sabar hanya bisa menggeleng saja dan tentu juga tersenyum melihat keponakannya yang begitu sangat merindukan suaminya.
Tidak bertemu selama tiga hari saja seperti rasanya tidak berjumpa dalam bertahun-tahun lamanya. Itulah yang dinamakan cinta, satu menit rasanya satu hari dan satu hari rasanya satu tahun.
"Mas Dirga mana sih, katanya hanya tinggal sebentar lagi sampai," gumam Kanaya yang sudah sangat tidak sabar.
Sesekali Kanaya juga melihat ponsel yang ada di genggaman tangan siapa tahu Dirga mengirim pesan atau mungkin menghubunginya, tetapi harapannya itu sama sekali tidak terjadi karena tidak ada pesan atau panggilan masuk di ponselnya.
Kanaya yang merasa sangat lelah terus berdiri dan mondar-mandir berniat untuk masuk dan duduk menunggu di ruang tengah, di sana pun suara mobil Dirga akan terdengar jika sudah masuk ke pekarangan rumah dan setelah itu Kanaya baru akan menghampirinya.
Baru saja beberapa langkah Kanaya berhenti dengan tersenyum bahagia ketika telinganya mendengar suara mobil Dirga yang perlahan mulai keras terdengar. Mobil Dirga sudah mulai masuk pekarangan.
__ADS_1
Kanaya menoleh dengan dengan sangat cepat dan ternyata benar Dirga sudah kembali dan kini mobilnya sudah berhenti di tempat parkir yang biasanya.
"Mas!" teriak Kanaya.
"Nay, hati-hati!" seru wak Ami menegur tapi Kanaya seolah tidak mendengar dan terus bergegas.
Begitu bahagia bisa kembali melihat sang suami tercinta yang sudah tiga hari tidak dia lihat dan sekarang sudah kembali berada di depan matanya tentu Kanaya sangat bahagia dan langsung menyambut Dirga tepat di depan pintu mobil.
"Assalamu'alaikum, Nay sayang."
Dirga lebih dulu menyapa Kanaya yang sudah terus tersenyum bahagia menyambutnya dan itu membuat Dirga juga sangat bahagia.
Sementara Dirga dia juga langsung merengkuh kepala Kanaya dan dia kecup di bagian keningnya, dan Dirga pun juga akan mendapatkan pahala yang sama seperti yang Kanaya dapatkan.
"Bagaimana keadaan mu, sehat?" Dirga langsung merangkul pinggang Kanaya dan berjalan masuk sementara semua barang-barang diambil dari bagasi oleh pak Danu yang selalu stay berada di rumah.
"Alhamdulillah, Kanaya selalu sehat. Bagaimana dengan mas? Mas terlihat sangat lelah."
Memang wajah Dirga terlihat sedikit pucat tidak seperti biasanya bahkan tidak seperti ketika dia pergi kemarin. Mungkinkah ini karena pengaruh dari kemoterapi yang dia lakukan?
__ADS_1
"Hem, kamu benar Mas memang sangat lelah tiga hari Mas harus bekerja keras untuk bisa secepatnya menyelesaikan apa yang memang sudah seharusnya Mas selesaikan."
Seandainya saja Dirga sudah mengatakan semua kepada Kanaya juga seluruh anggota keluarga mungkin Dirga tidak akan buru-buru ketika berobat, bahkan dia juga tidak akan sendiri karena pasti akan ada yang menemani. Tapi sekarang?
"Wak," sapa Dirga ketika wak Ami menghampiri untuk menyambut kepulangannya.
"Akhirnya, kamu sampai juga di rumah. Apa kamu tahu? Istrimu ini terus saja mondar-mandir dia tidak bisa diam saat menunggumu tadi. Dia sangat merindukanmu, Dirga. Wa harap ini yang terakhir kali kamu kerja di luar kota selama istrimu sedang hamil, tidak baik kalau meninggalkan istri yang sedang hamil terlalu lama, Ga." saran Wak Ami.
"I_insyaAllah, Wak." jawab Dirga dengan gugup.
Bagaimana mungkin Dirga akan melakukan apa yang diminta oleh wak Ami Padahal dia harus melakukan kemo.
"Kamu terlihat sangat lelah mandilah pakai air hangat setelah itu istirahatlah lelah_mu pasti akan segera hilang."
"Iya, Wak." Dirga begitu patuh. Lagian dia memang sangat lelah.
Dirga langsung pergi ke kamar tentu di temani oleh Kanaya yang akan menyiapkan segala keperluan Dirga.
*****
__ADS_1
Bersambung....